Makanan Pembunuh Kanker dan Tumor: Sayuran Brokoli

225
Brokoli, Makanan Pembunuh Kanker dan Tumor
Sayur Brokoli (Credit: Africa Studio / Shutterstock)

Diedit:

Makanan pembunuh kanker dan tumor rupanya tak selalu harus berupa herbal langka yang mungkin tersimpan rapat di pedalaman hutan belantara. Tak jarang Anda dapat menemukan obat anti kanker hanya dari apa yang biasa disajikan sebagai makanan sehari-hari, termasuk di antaranya sayuran brokoli.

Riset di Israel menguak bagaimana sayuran ini bekerja sebagai anti kanker. Sesuatu yang lazim dihidangkan di meja makan dan dengan mudahnya pula Anda dapatkan ternyata juga ampuh bekerja sebagai anti kanker.

Pada kesempatan ini kita akan melihat lebih jauh bagaimana sayuran brokoli dapat bekerja sebagai anti kanker. Apa kandungan yang tersimpan di dalamnya dan bagaimana efektivitasnya.

Khasiat dan Kandungan Sayuran Brokoli

Sebelum lebih dalam membahas brokoli sebagai makanan pembunuh kanker dan tumor, kita perlu melihat sayuran ini dalam cakupan lebih luas. Apa saja sebenarnya kandungan dan manfaat sayuran brokoli ini untuk tubuh kita. Lepas dari fakta bahwa ternyata brokoli merupakan sayuran anti kanker.

Sayuran brokoli merupakan bagian dari jenis sayur kubis-kubisan.  Sayur ini masih berkerabat dengan sejumlah jenis sayuran lain seperti kembang kol, kubis,kale, pakchoy dan lain sebagainya.

Sejak lama brokoli dikenal sebagai sayuran yang mengandung banyak nutrisi dengan kalori yang rendah. Tidak tanggung-tanggung, sayuran brokoli juga dinobatkan sebagai superfood atau masuk dalam golongan makanan super sehat.

Kandungan nutrisi dalam brokoli sendiri dijelaskan dalam USDA National Nutrient Database. Bahwa sayuran ini mengandung 31 kalori dengan 6 gram karbohidrat, 2 gram serat dan 3 gram protein. Kandungan vitamin C di dalam sayuran ini juga sangat tinggi. selain juga mengandung vitamin K, vitamin A, vitamin B9 atau folat.

Dalam sayuran ini juga tersimpan kandungan mineral yang kaya. Mulai dari zink, kalium, kalsium, mangaan, selenium, sulfur dan tembaga. Ini belum bicara soal anti oksidan yang juga menjadi bagian penting dari brokoli.

Diantaranya yang cukup menjadi perhatian dewasa ini adalah kandungan sulforaphane. Ini merupakan senyawa sulfur dari brokoli yang membawa efek rasa getir pada sayuran ini. Rupanya senyawa ini memiliki khasiat anti oksidan yang cukup kuat.  Inilah yang menjadi salah satu elemen kuat yang menyebabkan sayuran ini sebagai makanan pembunuh kanker dan tumor.

Selain itu dalam sayuran brokoli ini juga ditemukan kandungan kaemferol, lutein dan zeaxanthine yang berkhasiat pula untuk mengatasi oksidasi sel akibat efek stress dan unsur karsinogen. Termasuk pula bekerja sebagai agen anti inflamasi. Masih banyak kandungan fitokimia lain dalam sayuran ini yang semakin terkuak dan memiliki khasiat untuk tubuh kita.

Brokoli, Makanan Obat Kanker
Sayur Brokoli (Credit: Plateresca / Shutterstock)

Brokoli Bermanfaat untuk Makanan Pembunuh Kanker dan Tumor

Dalam studi tahun 2012 dijelaskan bahwa pengidap kanker payudara yang mengonsumsi makanan kubis-kubisan akan memiliki kemampuan lebih baik untuk bertahan hidup. Juga perkembangan serta pertumbuhan jaringan kanker  yang lebh lambat. Dan di antara beberapa jenis tanaman kubis-kubisan ini, brokoli termasuk yang terbaik.

Brokoli sebagai makanan pembunuh kanker dan tumor ini tidak hanya terbukti menghambat pertumbuhan kanker. karena pasien juga akan memiliki daya tahan tubuh lebih baik. Makanan obat kanker ini efektif mencegah terjadinya peradangan dan infeksi sekunder yang kerap kali muncul pasca pasien mengidap kanker atau pasca terapi.

Bagaimana Brokoli Dapat Menjadi Makanan Obat Kanker?

Bicara soal penyakit kanker memang akan berbicara dalam lingkup yang sangat luas. Untuk seseorang sampai mengidap kanker, ada banyak aspek yang turut menentukan. Mulai dari sistem imunitas yang lemah.

Tidak hanya itu, tetapi juga tubuh yang terus terpapar unsur radikal bebas, sehingga lebih mudah teroksidasi dan rusak. Adanya unsur yang mendorong terbentuknya inflamasi atau peradangan. Hingga hadirnya peran genetik, dimana sel-sel tubuh memiliki kecenderungan tinggi untuk mengalami kerusakan dan mutasi gen.

Baca juga:  Apa Manfaat Skrining?

Kompleksnya penyebab munculnya kanker ini rupanya dapat disiasati dengan asupan brokoli. Brokoli bekerja sebagai sayuran anti kanker dengan berbagai pendekatan. Menyerang sel kanker itu sendiri sekaligus juga meningkatkan kemampuan tubuh melawan kanker.

Kemampuan sayuran brokoli sebagai sayuran anti kanker ini ditegaskan dalam paten yang dihasilkan Harvard Medical School Beth Israel Deaconess Medical Center Boston. Di sini dijelaskan bagaimanabrokoli bekerja sebagai makanan pembunuh terhadap kanker dan tumor.

Cara Kerja Brokoli sebagai Makanan Pembunuh Kanker dan Tumor

Untuk lebih jelasnya, kita akan melihat lebih dalam, bagaimana brokoli akan bekerja sebagai makanan obat kanker dalam tubuh.

Menstimulasi Sistem Imunitas Tubuh


Dalam jenis sayuran kubis-kubisan memang  terkandung vitamin C yang tinggi, termasuk pula brokoli. Dalam 91 gram brokoli terkandung 100% kebutuhan vitamin C tubuh. Sedikit mengejutkan mungkin mengingat kebanyakan orang beranggapan sumber vitamin C yang tinggi hanya berasal dari buah-buahan yang memiliki rasa asam.

Sementara itu, vitamin C memiliki peran sangat besar untuk sistem imunitas tubuh. Kita pahami bahwa sesungguhnya sistem imunitas tubuh memiliki kecerdasan sendiri untuk mendeteksi adanya unsur asing, bakteri, virus, jamur dan sel-sel yang sudah bermutasi. Imunitas pada dasarnya memiliki amunisi untuk menyerang unsur asing ini dan menyingkirkannya dalam tubuh.

Tetapi kadang kemampuan sistem imun tubuh tidak cukup baik untuk dapat efektif melawan keberadaan unsur asing ini. di titik inilah kemudian sel-sel abnormal ini dapat berkembang menjadi kanker. Tanpa ada perlawanan yang berarti dari sistem imun tubuh.

Dan salah satu elemen penting yang turut bekerja dalam menjaga regulasi sistem imunitas tubuh adalah vitamin C. Dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, tentu akan membantu menstimulasi kinerja imunitas tubuh. memperbaiki kelemahan dari imunitas tubuh.  Termasuk dalam melawan unsur-unsur asing seperti sel kanker.

Menekan Pertumbuhan Kanker


Inilah yang belakangan menjadi isu panas di dunia kesehatan. Soal temuan akan khasiat sayuran brokoli untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Dan ini berkat dua unsur fitokimia yang tersimpan dalam brokoli, yakni Indole 3 Carbinol (I3C) dan sulforaphane.

Riset ini menunjukan bahwa kandungan I3C dalam sayuran anti kanker ini terbukti dapat menghambat pertumbuhan tumor  pada tikus yang mengidap kanker prostat. Senyawa Carbinol ini memiliki pengaruh untuk mempromosikan PTEN.

PTEN ini adalah sejenis protein yang akan melemahkan nukleus dari sel kanker, hingga diklaim dapat menghambat pertumbuhan tumor.  Senyawa protein ini sendiri terbukti akan turun pada level sangat rendah pada pasien kanker.

Di sisi lain, pasien kanker pada umumnya memiliki senyawa protein khusus dengan istilah WWP1. Senyawa protein ini terbukti menjadi pemicu utama turunnya level PTEN dalam tubuh pasien. Dan senyawa Carbinol ini terbukti efektif menurunkan level WWP1 ini. Ini yang kemudian menjadi salah satu alasan brokoli menjadi makanan efektif pembunuh kanker dan tumor.

Meski riset mengenai fakta ini masih perlu dikembangkan, sejumlah pakar melihat pptensi untuk melakukan ekstraksi dari carbinol ini di masa depan. Harapannya, senyawa khusus ini dapat menjadi terapi alternatif melawan pertumbuhan kanker  dengan pendekatan berbeda.

Menekan Potensi Metastasis/Penyebaran Kanker


Sebelumnya kita sudah membahas soal keberadaan senyawa khusus dalam sayuran ini bernama sulforaphane.  Senyawa sulfur yang justru menjadi penyebab rasa getir pada sayuran anti kanker ini jutru berperan besar pula menjadikan brokoli sebagai makanan pembunuh kanker dan tumor.

Pada salah satu riset yang dikembangkan di Oregon State University tahun 2017 ditemuka bagaimana senyawa sulforaphane  ini menghambat proses pembentukan sel kanker baru pada kasus kanker prostat.

Baca juga:  Penyakit Kanker Pada Anak di Indonesia

Dipahami sel kanker memiliki kemampuan duplikasi sel dan perbanyakan sel yang sangat agresif. Proses ini yang menyebabkan massa kanker demikian mudah menyebar dan membesar. Bahkan mungkin untuk melepaskan diri dari koloninya dan masuk ke aliran darah demi dapat membentuk koloni kanker baru di organ lain. Ini disebut dengan proses metastasis.

Di sini, senyawa sulforaphane ini bekerja dengan menghambat proses duplikasi sel kanker. mencegah sel kanker memperbanyak diri dan menghambat perkembangan dan pertumbuhannya.

Dan di sinilah kuncinya, karena ketika sel kanker cukup agresif untuk memperbanyak diri, maka sel kanker akan melepaskan diri dan koloni membentuk sel kanker yang siap bermetastasis menuju organ lain. Mencegah sel kanker membelah diri dengan agresif akan mencegah proses metastasis terjadi.

Sayuran Brokoli sebagai Anti Kanker
Sayuran Brokoli (Credit: elgornal)

Mencegah Inflamasi/Peradangan


Selain ditemukan bahwa sayuran brokoli ini baik sebagai makanan pembunuh kanker dan tumor. Sebenarnya, sayuran ini juga dikenal sebagai salah satu agen anti inflamasi. Mengonsumsi sayuran ini akan sangat efektif membantu pencegahan inflamasi.

Menurut sumber Journal of Inflammation tahun 2015, kandungan senyawa sulforaphane  yang menjadi salah satu fitokimia dalam brokoli terbukti bekerja mengatasi efek oksidasi sel dan efektif menurunkan potensi inflamasi.

Sementara perlu dipahami bahwa inflamasi yang berketerusan  merupakan salah satu penyebab kanker. Di lain sisi, inflamasi juga menjadi salah satu keluhan klasik penderita kanker. kerusakan dan mutasi sel menyebabkan sel kanker dapat menginvasi sel sehat dan memicu terbentuknya inflamasi.

Kedua kondisi ini dapat dikendalikan dengan mengonsumsi sayuran brokoli. Tidak hanya efektif sebagai makanan pembunuh kanker dan tumor. Tetapi juga efektif mencegah terbentuknya kanker, hingga mencegah efek dari kanker muncul pada pasien.

Dalam Preventive Nutrition and Foods Science tahun 2014, dijelaskan bahwa brokoli akan menjadi asupan yang baik untuk mengatasi inflamasi. Brokoli akan membantu memperbaiki kinerja sistem imunitas dalam proses pembentukan inflamasi.

Mendorong Kematian Sel-Sel Kanker


Angiogenesis merupakan istilah medis untuk proses pembentukan pembuluh darah mandiri dari sel kanker. Dengan memiliki jaringan pembuluh darah sendiri, sel kanker akan tumbuh subur dan ternutrisi dengan baik.

Terbukti, bahwa brokoli bekerja pula sebagai anti angiogenesis. Makanan obat kanker ini bekerja mencegah terbentuknya el-sel pembuluh darah sendiri. Ini akan efektif mencegah sel kanker mendapatkan cukup suplai makanan hingga pertumbuhan sel kanker akan terhambat.

Hal tersebut dijelaskan dalam journal o Oncology tahun 2012.  Juga dijelaskan pula pada Nature Scientific Report tahun 2017, bahwa brokoli termasuk sayuran yang sehat dan megandung banyak manfaat.

Dalam hal lain dijelaskan bahwa brokoli juga bermanfaat untuk mencegah apoptosis. Apoptosis sendiri adalah sarana bantuan untuk kemampuan tubuh mematikan sel rusak dalam tubuh. Ini adalah mekanisme alami tubuh dalam melawan se-sel asing dan unsur lain yang dianggap berbahaya, termasuk sel bermutasi menjadi sel kanker.

 Sebagaimana dijeaskan pada Public Library of Science tahun 2015. Kemampuan untuk menstimulasi apoptosis ini akan menjadi daya dorong untuk proses  kematian sel kanker secara alami.

Itulah sejumlah gambaran soal bagaimana sayuran brokoli dapat bekerja efektif sebagai makanan pembunuh kanker dan tumor. Sayuran brokoli akan efektif pula  mengatasi oksidasi sel dan inflamasi, menjadikannya sebagai efektif sebagai makanan obat kanker.


Referensi Brokoli sebagai Makanan Pembunuh Kanker dan Tumor:

Ansley Hill. Healthline. Updated: 2018-09-12. Top 14 Health Benefits of Broccoli. URL: https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-broccoli.

Catharina Paddock Phd. Medical News Today. Updated: 2019-05-06. A compound in broccoli and kale helps suppress tumor growth. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/325219.php.

Honor Whiteman. Medical News Today. Updated: 2017-03-12. How does broccoli help prevent cancer? Study sheds light. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/316448.php.


Advertisement
Alinesia