Makanan Mengobati Kanker: Mungkinkah untuk Dilakukan?

433
Makanan Mengobati Kanker
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Mungkinkah makanan mengobati kanker yang Anda alami? Bagaimana peranan makanan dalam membantu pemulihan diri dari serangan kanker? Mengapa pilihan makanan bisa memengaruhi kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan? Apa yang seharusnya diperhatikan dari makanan yang Anda konsumsi?

Berikut merupakan ulasan lengkap seputar potensi makanan yang dapat memulihkan kondisi tubuh dari serangan kanker. Penasaran bagaimana kinerja makanan dalam menghadapi kanker? Mari kita simak informasi diet kanker berikut ini, ingatlah bahwa info berikut bukanlah pengganti saran atau konsultasi medis.

Peranan Makanan dalam Mengobati Kanker – Efektivitasnya?

Sebuah eksperimen klinis yang telah dilakukan selama 30 tahun berhasil menghasilkan terapi untuk kanker stadium lanjut. Terapi ini didasarkan oleh konsep adanya reaktivitas-imun yang rendah dan kerusakan jaringan umum pada penderita kanker. Serta, kehancuran sel kanker karena penurunan toksik” dalam aliran darah yang mengalami koma atau kematian terkait gagal hati.

Terapi ini memperlihatkan bahwa makanan berpotensi mengobati kanker, hal ini dilakukan dengan memenuhi kebutuhan akan kalium tinggi, rendah sodium, mengurangi lemak atau minyak dan protein hewani. Memperbanyak konsumsi Jus buah dan sayuran dapat membantu tubuh dalam menyediakan enzim pengoksidasi aktif yang membantu rehabilitasi hati.

Beberapa terapi dilakukan dengan konsumsi suplemen yodium dan niasin jenis tertantu. Bahkan, enema kafein yang menyebabkan pelebaran saluran empedu. Hal ini turut membantu ekskresi pemecahan toksik kanker dan dialisis toksik dari darah melintasi dinding kolon. Terapi harus digunakan sebagai satu kesatuan yang utuh. Bukan sebagian terapi yang digunakan dalam isolasi. Ya, terapi diet ini telah menyembuhkan banyak kasus kanker stadium lanjut.

Memang sulit untuk membuktikan bahwa makanan tertentu dapat menyebabkan ataupun membantu proses pemulihan diri dari serangan kanker. Namun, penelitian observasional telah berulang kali menunjukkan bahwa konsumsi makanan tertentu dapat memengaruhi kondisi penderita kanker. Misalnya; konsumsi makanan yang kaya gula, tinggi karbohidrat, daging olahan, hingga konsumsi susu berlebih dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Diet Sehat Seimbang – Kunci Sukses Konsumsi Makanan untuk Pengobatan Kanker

Apa yang Anda makan sangat penting ketika Anda menderita kanker. Tubuh membutuhkan kalori dan nutrisi yang cukup untuk tetap kuat. Tetapi penyakit ini dapat menyulitkan Anda dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang tentunya tidak sama saat sebelum, selama, dan setelah perawatan. Dan kadang-kadang, Anda kehilangan nafsu makan.

Anda tidak perlu melakukan perubahan diet secara drastis. Hanya beberapa trik sederhana untuk membuat makanan menjadi mudah ditelan dan menggugah selera. Meskipun tidak ada makanan super ajaib yang dapat mencegah kanker sepenuhnya. Beberapa bukti menunjukkan bahwa kebiasaan diet dapat memberikan perlindungan.

Bagaimana dengan potensi makanan yang berpotensi mengobati kanker? Sayangnya, sulit untuk pulih dari serangan kanker hanya dengan konsumsi satu macam makanan yang diduga mampu mengatasi serangan kanker. Mengingat tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang optimal guna meningkatkan kualitas hidup dan pengobatan penderita kanker agar terhindar dari kekurangan gizi. Diet sehat dan seimbang dengan protein dan kalori yang cukup merupakan hal terbaik.

Baca juga:  Hari Kanker Sedunia 2019 di Indonesia

Maka diperlukan menu makanan utuh yang terdiri dari buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, rempah-rempah, lemak sehat, ikan segar dan produk susu berkualitas tinggi guna mengurangi risiko kanker. Penelitian awal menunjukkan bahwa diet dapat mengurangi pertumbuhan kanker dan meningkatkan kualitas hidup tanpa efek samping yang serius. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian sehubungan dengan kinerja makanan dalam mengobati kanker.

Konsumsi Makanan Sebelum Perawatan Kanker

Mengapa Anda perlu makan sebelum menjalani perawatan kanker? Sebelum menjalani perawatan ada baiknya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jika ini dipenuhi, ada kemungkinan bagi tubuh Anda untuk merasa lebih baik dan kuat. Selain itu, kita tidak tahu apa yang dapat terjadi selama perawatan. Tentunya ini bergantung saran dokter yang merawat Anda.

Sebelum perawatan rencanakanlah menu makanan sehat apa yang hendak Anda konsumsi. Cobalah untuk mengisi kulkas dan lemari dapur dengan beragam makanan dengan proses pengolahan makanan yang sederhana, misalnya dengan mengukus, merebus, ataupun menumisnya. Anda dapat mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, dan nasi merah.

Meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan sahabat dalam jamuan makan juga dapat membantu Anda untuk lebih siap dalam menghadapi pengobatan kanker yang akan dijalani. Dan tentu saja, makanan tak dapat mengobati kanker dengan sendirinya. Di butuhkan upaya lainnya untuk dapat bebas dari serangan kanker sepenuhnya.

Mengonsumsi makanan yang baik akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sehingga pada saat menjalani beberapa perawatan kanker yang mungkin juga menyerang sistem kekebalan tubuh, Anda sudah lebih siap menghadapinya. Hal ini diharapkan mampu mengurangi kemungkinan efek samping yang terjadi akibat pengobatan yang dijalani.

Konsumsi Makanan Selama Perawatan Kanker

Selama menjalani perawatan kanker adakalanya Anda merasa sangat kelaparan dibandingkan dengan hari lainnya. Jika ini yang Anda rasakan, cobalah untuk memenuhi asupan kalori dan protein dengan cara yang sehat. Hal ini tidak hanya mengenyangkan perut Anda, melainkan juga membantu memperbaiki kerusakan yang mungkin terjadi karena perawatan yang dijalani.

Konsumsi makanan guna mengobati kanker dapat dilakukan dengan memilih bahan yang mengandung protein hewani dan nabati. Mulai dari daging tanpa lemak, ayam, ikan, telur, susu, keju, yoghurt, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan buah. Sebagai contoh, Anda dapat mengusahakan untuk makan 2½ cangkir buah dan sayuran sehari. Pastikan untuk mencucinya dengan seksama.

Minumlah banyak air sepanjang hari atau kombinasikan dengan jus segar. Sehingga Anda memperoleh beragam vitamin tambahan sekaligus cairan yang dibutuhkan tubuh untuk tetap terhidrasi dengan baik. Selain itu, juga penting untuk tidak mengonsumsi daging, ikan, dan unggas dalam keadaan mentah atau kurang matang. Selain itu, hindari makanan dan minuman yang tidak dipasteurisasi.

Baca juga:  Glutathione: Terapi Alami Untuk Kanker

Makan saat Anda lapar, jangan menahannya. Jika itu di pagi hari, buatlah sarapan dalam porsi terbesar. Anda dapat minum pengganti makanan jika selera makan Anda memudar seiring berjalannya hari. Jika Anda sulit makan, cobalah untuk makan lima atau enam takaran kecil, secara bertahap. Sediakan juga camilan kecil yang sehat. Misalnya; Yogurt, sereal, keju, biskuit, atau sup merupakan pilihan yang baik. Namun ingat, jika Anda menjalani kemoterapi, cemilan bisa membuat Anda mual.

Konsumsi Makanan Setelah Perawatan Kanker

Ada baiknya untuk mempertahankan pola makan dan gaya hidup sehat setelah menjalani perawatan kanker. Sekalipun tidak ada makanan yang dapat mengobati kanker hingga 100%. Upaya ini dapat membantu Anda untuk mengurangi potensi serangan kanker untuk kedua kali sekaligus membantu proses pemulihan diri. Tim perawatan kanker Anda dapat membantu memeriksa batasan makanan atau diet yang harus Anda jalani.

Mintalah ahli gizi untuk membantu Anda dalam membuat menu makanan yang bergizi dan seimbang. Pilihlah beragam makanan secara seimbang. Cobalah makan banyak makanan berserat tinggi, seperti; roti gandum dan sereal. Konsumsilah buah, sayuran, makanan rendah lemak, atau produk gandum baru setiap kali Anda berbelanja bahan makanan.

Kurangi jumlah lemak dalam makanan Anda dengan memanggang makanan (bukan di bakar). Batasi asupan daging merah (daging sapi, kambing, atau domba) tidak lebih dari 3 hingga 4 porsi seminggu. Hindari makanan yang diasap dan diasinkan (termasuk; bacon dan sosis). Pilihlah susu rendah lemak dan produk susu segar.

Hentikan konsumsi alkohol, mengingat ini merupakan salah satu agen pemicu kanker. Jika Anda kelebihan berat badan, pertimbangkan untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori dan meningkatkan aktivitas Anda. Pilih aktivitas yang Anda sukai. Pastikan untuk memeriksanya dengan tim perawatan kanker Anda sebelum memulai program olahraga apa pun.

Itulah beragam informasi lengkap yang bisa Anda dapatkan agar dapat bebas dari serangan kanker. Maka, mungkinkah makanan mengobati kanker? Makanan hanya dapat membantu menunjang tubuh untuk mempertankan diri dengan asupan nutrisi yang seimbang. Pengobatan masih perlu dilakukan untuk dapat benar-benar sembuh dari serangan kanker.


Mary Jane Brown, PhD, RD (UK). Cancer and Diet 101: How What You Eat Can Influence Cancer. October 7, 2018. URL: https://www.healthline.com/nutrition/cancer-and-diet

Laura J. Martin, MD. How to Eat When You Have Cancer. November 11, 2018. URL: https://www.webmd.com/cancer/cancer-diet#1

American Cancer Society. Nutrition after treatment ends. July 15, 2015. URL: https://www.cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-during-treatment/after-treatment-ends.html.


Advertisement
Alinesia