• Home
  • Blog
  • Kunyit
  • Kunyit: Pengaruh dan Manfaatnya bagi Kesehatan Ginjal Anda

Kunyit: Pengaruh dan Manfaatnya bagi Kesehatan Ginjal Anda


By Cindy Wijaya

Mereka dengan penurunan kesehatan ginjal selalu diminta untuk ekstra hati-hati dalam mengasup sejumlah jenis herbal. Pasalnya, meski terbukti sejumlah herbal mengandung banyak senyawa penting yang penting untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, tetapi penurunan kinerja ginjal menyebabkan tubuh juga menjadi intoleransi terhadap asupan senyawa yang merupakan residu dari proses metabolisme tubuh serta racun-racun yang terserap dalam tubuh.

Ginjal memang berfungsi untuk membantu tubuh membuang sisa proses metabolisme dan racun-racun yang mengalir dalam darah. Dan ketika kemampuan ini menurun, fungsi pembuangan racun juga akan terganggu.

Sejumlah senyawa dan mineral yang jumlahnya berlebihan dalam tubuh seperti potasium, fosfor dan purin akan mengendap dalam tubuh, kemudian kembali masuk ke dalam aliran darah sehingga menyisakan efek samping pada tubuh.

Lalu bagaimana dengan herbal kunyit? Apakah herbal satu ini juga masuk dalam daftar hitam yang harus pasien hindari? Atau justru terdapat sejumlah manfaat kunyit terhadap kesehatan ginjal? Berikut ini adalah ulasan mengenai pengaruh dan manfaat kunyit terhadap kesehatan ginjal.

Kunyit memiliki agen anti inflamasi

Berdasar jurnal yang dipublikasikan The journal Oncogene yang kemudian dikutip dalam Draxe.com dikatakan bahwa salah satu anti inflamasi terbaik dan alami bisa Anda temukan pada senyawa curcumin. Sedang senyawa ini sendiri menjadi satu dari dua elemen terpenting dari manfaat kunyit.

Dengan sifat anti inflamasi, maka terapi kunyit diyakini akan membantu mengatasi infeksi dan peradangan yang terjadi pada organ ginjal. Sebagaimana dikatakan dalam WebMD, kebanyakan kasus penurunan fungsi ginjal berkaitan dengan infeksi.

Kunyit bekerja sebagai anti oksidan

Sifat turmerin, komponen kedua dominan dalam kunyit adalah menetralisir racun dan oksidan yang berinteraksi dengan senyawa ini. Ini menghadirkan manfaat kunyit untuk membantu kinerja ginjal yang menurun.

Dengan terjadinya penurunan fungsi ginjal, sebagian racun, oksidan dan residu metabolisme tidak berhasil keluar dari dalam tubuh melalui mekanisme urin. Akhirnya racun ini mengendap pada ginjal dan kembali terlarut dalam aliran darah. Kondisi ini bila diabaikan bisa menyebabkan darah mengandung terlalu banyak senyawa residu dan toksin yang bisa membahayakan kondisi tubuh.

Di sinilah peran dari senyawa Turmerin. Turmerin akan membantu bekerja sebagai antoksidan yang menetralisir toksin dan residu yang terlanjur larut dalam darah ini dan meringankan pekerjaan ginjal.

Kunyit memiliki sifat anti kanker

Dalam beberapa temuan diketahui salah satu penyebab terjadinya penurunan fungsi ginjal adalah dengan terbentuknya kista pada organ ginjal. Keberadaan kista pada ginjal akan menyebabkan fungsi ginjal menurun dan menyebabkan sumbatan aliran air menuju ginjal.

Sedangkan dalam beberapa riset ditemukan adanya manfaat kunyit sebagai anti kanker. Sifat ini akan membantu menurunkan intensitas pembentukan sel abnormal dalam tubuh termasuk membantu mencegah dan menurunkan intensitas pembentukan kista pada ginjal. Temuan ini diungkapkan dalam ulasan mengenai turmeric nama lain dari kunyit dalam Whfoods.

Kunyit bekerja sebagai anti hipertensi

Ada kaitan kuat antara hipertensi dan keluhan ginjal, keduanya bekerja sebagai lingkaran yang bisa menjadi faktor penyebab satu dengan yang lain. Karena hipertensi bisa menyebabkan ginjal bekerja ekstra menetralkan racun dalam tubuh dan ketika ginjal rusak, maka garam yang seharusnya terbuang melalui urin malah terlarut kembali pada darah. Sementara kita ketahui bersama garam menjadi salah satu faktor penyeban hipertensi.

Namun kunyit akan bekerja menormalkan tekanan darah, mengatasi plak kolesterol dan membantu memperbaiki sirkulasi darah dengan memperbaiki kerusakan sel pembuluh darah. Anda bisa menelusuri temuan manfaat kunyit ini lebih lanjut pada Nutrition and Metabolism Journal tahun 2011.

Kunyit bekerja positif terhadap diabetes

Selain hipertensi, lingkaran lain yang biasa terjadi terkait dengan kesehatan ginjal adalah diabetes. Ada fungsi sebab akibat yang terjalin antara keluhan kesehatan ginjal dengan diabetes.

Namun dalam kunyit Anda akan menemukan kemampua untuk mendorong sensitifitas sel tubuh terhadap sinyal dari hormon insulin. Manfaat kunyit ini akan membantu kenaikan kandungan gula darah dengan efektif.

Kunyit memperbaiki kerusakan enzim dalam ginjal

Salah satu publikasi tahun 2014 mengenai fungsi kunyit bisa Anda lihat dalam National Institute of Health 2007 berjudul “Curcumin: The Indian Solid Gold” menyatakan adanya kemampuan curcumin untuk membantu menjaga fungsi produksi enzim dan hormon dalam hati dan ginjal dalam fungsinya menetralisir sejumlah komponen tidak terpakai dalam tubuh. Dengan mengasup kunyit, fungsi enzim akan lebih terjaga.

Kunyit mengandung sejumlah senyawa berbahaya untuk ginjal

Dalam Whfood dan Livestrong dijelaskan, sekalipun terdapat beberapa manfaat kunyit terhadap kesehatan dan perbaikan fungsi ginjal, ternyata Anda tetap diharuskan untuk mengkonsumsi kunyit dengan lebih hati-hati.

Ketika ginjal mengalami penurunan fungsi, ginjal menjadi hipersensitif terhadap masuknya mineral fosfor dan potasium. Pada umumnya tubuh mengalami kenaikan kadar potasium dan fosfor dalam jumlah besar. Dan terbukti dalam 1 sendok makan bubuk kunyit murni ditemukan kandungan fosfor sebesar 6 mg dan potasium sebesar 56 mg. Artinya konsumsi kunyit berlebihan justru bisa memberatkan fungsi ginjal yang sudah mengalami kerusakan.

Ada sederet manfaat kunyit yang bisa bekerja membantu memperbaiki kerusakan ginjal dalam strata yang ringan dan menengah. Mengasup kunyit dalam jangka pendek akan meberi progress positif terhadap kondisi kesehatan ginjal. Namun akan sangat penting untuk memastikan asupan kunyit Anda dalam batas normal, mengingat kandungan fosfor dan potasium di dalamnya untuk memastikan kadar potasium dan fosfor ini justru menjadi faktor pemicu penurunan kesehatan ginjal.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}