Kenikir Obat Kanker: Alternatif Pengobatan Kanker

402
Daun Tanaman Kenikir untuk Kanker
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Daun kenikir untuk kanker? Apakah terdengar aneh ditelinga Anda sewaktu mendengar informas tersebut? Benarkah tanaman kenikir yang dijadikan lalapan ini dapat dimanfaatkan untuk obat kanker alternatif? Adakah riset penelitian yang memperlihatkan efektivitas penggunaannya? Dan bagaimana cara konsumsi kenikir untuk kanker?

Jika Anda penasaran, simak ulasan lengkap sehubungan dengan tanaman kenikir untuk obat kanker berikut. Ketahuilah bahwa informasi dalam artikel ini bukan pengganti saran medis ataupun terapi yang seharusnya Anda jalani. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang merawat Anda, jika ingin mengubah metode pengobatan kanker yang sedang Anda jalani.

Tanaman Kenikir sebagai Obat Kanker

Tanaman kenikir (Cosmos caudatus) memang nikmat untuk disantap sebagai hidangan pelengkap, seperti; “lalapan”. Aroma harum dedaunan kenikir yang menyegarkan disertai rasa khas serupa daun “mint” membuat banyak penduduk lahap menyantapnya dengan sambal “ulek”. Terlebih saat Anda mengunyahnya ada sensasi “kres-kres” yang menggugah selera. Hidangan ini juga ditemani dengan lalapan lainnya, seperti; “poh-poh-an”, selada, ataupun kemangi.

Siapa yang sangka dibalik nikmatnya hidangan tersebut, daun kenikir memiliki potensi untuk pengobatan kanker. Potensi ini diteliti oleh Profesor Henry Lai dan Profesor Narendra Singh yang adalah peneliti bioengineering di University of Washington. Saat itu, penelitiannya berfokus untuk menemukan cara membunuh sel kanker payudara. Kedua peneliti ini berupaya untuk menguak sifat kimia turunan “Wormwood” pada daun kenikir sebagai obat kanker.

Penelitian yang berhasil dipublikasikan melalui jurnal Life Sciences (2001) ini menjelaskan adanya potensi baik dalam membunuh sel kanker dalam beberapa waktu yang cukup signifikan. Hal ini dilakukan dengan proses pengamatan sel kanker payudara dan sel payudara normal terhadap dosis holotransferin (pengikat reseptor transferin guna mengangkut besi ke dalam sel), dihydroartemisinin (artemisinin yang larut dalam air), dan kombinasi senyawa keduanya.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sel yang terpapar salah satu senyawa tersebut tidak menunjukkan efek yang berarti. Pada sel payudara normal yang terpapar pada kedua senyawa menunjukkan efek minimal. Namun respon sel kanker saat terkena holotransferin pertama, kemudian dihydroartemisinin, cukup memberikan reaksi yang sangat dramatis. Hanya saja, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk meneguhkan khasiat tanaman kenikir dalam membantu penderita kanker untuk pulih kembali hingga 98% dengan waktu yang singkat.

Khasiat Tanaman Kenikir untuk Kanker

Keberadaan “stres oksidatif” sering dikaitkan dengan keberadaan kanker. Guna mengatasi kondisi tersebut ekstrak etanol kenikir diyakini memiliki efek antioksidan yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini dimungkinkan dengan adanya senyawa bioaktif seperti; katekin, kuersetin dan asam klorogenat. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antikanker kenikir dan senyawanya.

Baca juga:  Gejala Kanker pada Wanita

Hasil penelitian sehubungan dengan penelitian lanjutan memperlihatkan bahwa total fenol pada ektrak etanol kenikir berjumlah 181,64 kurang atau lebih dari 0,93 μg ekstrak katekin/mg. Uji aktivitas pengurangan ABTS menunjukkan bahwa katekin memiliki aktivitas tertinggi (2,90 kurang atau lebih dari 0,04 μg/mL), sedangkan ektrak etanol kenikir memiliki aktivitas sedang dibandingkan dengan senyawa lainnya. Uji aktivitas FRAP menunjukkan bahwa katekin memiliki aktivitas tertinggi (315,83 μM Fe (II)/ug) dibandingkan dengan senyawa lain.

Aktivitas pembersihan DPPH ektrak etanol kenikir adalah 22,82 ± 0,05 ug/mL. Uji sitotoksisitas pada sel HeLa menunjukkan bahwa ektrak etanol kenikir memiliki aktivitas yang lebih rendah (konsentrasi penghambatan (IC) 50 = 89,90 kurang atau lebih dari 1,30 μg/mL) dibandingkan dengan kuersetin (IC50 = 13,30 kurang atau lebih dari 0,64 μg / mL).

Sehingga disimpulkan bahwa ektrak etanol kenikir memiliki aktivitas antioksidan terendah dibandingkan dengan kuercetin, katekin, dan asam klorogenik. Serta aktivitas antikanker terendah dibandingkan dengan kuercetin. Namun, ektrak etanol kenikir dan senyawanya memiliki potensi sebagai antioksidan dan sifat antikanker. Kenikir juga mengandung alkohol koniferil, flavonoid, kalsium, kuersetin, magnesium, polifenol, protein, saponin, terpenoid, tokoferol, dan vitamin (A,C, ataupun E).

Penangkal Peradangan

Kenikir obat kanker memiliki kandungan polifenol, terpenoid dan tokoferol yang bersifat antiinflamasi atau anti peradangan. Kandungan ini dapat membantu penderita kanker yang mengalami pembengkakan atau radang untuk mengurangi rasa sakit yang meradang karena kanker. Efek anti peradangannya juga mampu mengempiskan pembengkakan yang terjadi di dalam tubuh secara bertahap.

Ekstrak metanol dan kenikir dengan dosis 200 mg/kg telah menunjukkan adanya aktivitas anti-inflamasi yang signifikan dengan menekan edema pada hewan percobaan. Hasilnya sebanding dengan obat standar natrium diklofenak (10 mg/kg berat badan) dalam menghambat edema pada hewan percobaan. Fase pertama terkait dengan pelepasan serotonin dan histamin. Fase selanjutnya terkait dengan pelepasan leukosit, eikosanoid, dan radikal bebas, yang menginduksi produksi prostaglandin. Ekstrak kenikir menekan terjadinya edema pada hewan percobaan.

Penangkal Radikal Bebas

Kenikir obat kanker memiliki kandungan antioksidan dan flavonoid yang juga berperan penting dalam memperbaiki sel-sel yang rusak. Antioksidan juga dapat mengurangi kondisi “stres oksidatif” yang memicu terjadinya kanker. Keberadaan antioksidan dapat menjadi penangkal radikal bebas yang tepat bagi tubuh Anda. Radikal bebas dapat masuk kedalam tubuh melalui beragam cara, mulai dari makanan, gaya hidup, hingga lingkungan.

Bukti yang dilaporkan menunjukkan bahwa kenikir menunjukkan aktivitas anti-oksidan yang tinggi. Studi sehubungan dengan hal ini telah menunjukkan bahwa 100 gram kenikir segar mengandung sekitar 2.500 mg antioksidan. Temuan ini menunjukkan bahwa kenikir dapat digunakan sebagai sumber anti-oksidan yang baik.

Baca juga:  10 Tanaman Pembunuh Sel Kanker Paling Diakui

Pencegah Infeksi

Kenikir obat kanker memiliki kandungan vitamin yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan peningkatan sistem kekebalan tubuh. Zat gizi makro protein dalam daun kenikir dapat melindungi tubuh dari serangan virus maupun bakteri penyebab penyakit dan infeksi. Kandungan alkohol koniferil didalamnya diyakini bekerja sebagai antibakteri yang membantu Anda terhindar dari bakteri tertentu.

Kenikir ditemukan memiliki aktivitas anti-mikroba dan anti-jamur. Turunan fenilpropana yang diisolasi dari ekstrak akar kenkir telah menunjukkan aktivitas anti-jamur terhadap Cladosporium cucumerinum dan Candida albicans menggunakan kromatografi lapis tipis bioautografi. Disimpulkan bahwa pada konsentrasi hambat minimum (MIC) n-Hexane (25 mg/mL), dietil eter 6,25 mg/mL, dan ekstrak etanol kenikir 6,25 mg/mL, semua ekstrak menunjukkan aktivitas penghambatan yang signifikan terhadap pertumbuhan lima mikroba patogen manusia yang diuji.

Penghancur Sel Kanker

Kenikir obat kanker memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan terpenoid yang bersifat antikarsinogenik alias melawan kanker. Selama mengonsumsi daun kenikir untuk kanker ada baiknya untuk menyeimbangkannya dengan asupan air guna meluruhkan zat-zat tidak bermanfaat atau detoksifikasi racun dalam tubuh. Daun kenikir berpotensi bagi penderita kanker hati, kanker lambung, kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya.

Cara Konsumsi Kenikir untuk Obat Kanker


Bahan yang Dibutuhkan:
Daun kenikir yang masih muda dan segar, secukupnya.

Cara Mengolah Daun Kenikir:
Cuci bersih daun kenikir dengan air mengalir.
Keringkan dengan cara digantung dan diangin-anginkan selama 2 hari.*
Remas-remas daun yang sudah kering dengan tangan sampai hancur.*

Cara Konsumsi Kenikir untuk Kanker:
Seduh 1 sdt daun kenikir kering untuk membuat 1 gelas teh herbal.
Minum teh herbal ini 2 gelas sehari di pagi dan sore hari.

*) Sebaiknya tidak dikeringkan di bawah sinar matahari langsung karena dapat mengurangi kandungan senyawa berkhasiatnya.
*) Sisa daun kenikir kering bisa disimpan dalam stoples kaca yang kedap udara untuk digunakan sampai habis.

Kanker masih menjadi salah satu pembunuh terkemuka dunia. Sekalipun beberapa perawatan kanker seperti; kemoterapi, pembedahan, dan radioterapi telah tersedia. Kasus kanker masih menimbulkan angka kematian yang tinggi. Sedangkan, tingginya biaya pengobatan kanker secara medis turut menjadi masalah bagi penderita kanker yang mengalami keterbatasan finansial. Meskipun ada sarana dan bantuan finansial, tak sedikit yang merasa sulit untuk memperoleh perawatan tersebut.

Keberadaan tanaman obat kanker bisa sangat membantu, namun sifatnya hanya sebagai penunjang pengobatan bukan “obat paten”. Pengobatan dengan konsumsi tanaman bermanfaat ini memerlukan waktu bukan instan seperti yang banyak orang pikirkan. Namun, tentu dengan risiko minim efek samping. Hanya saja pada kasus kanker stadium akhir atau lanjut, konsumsi tanaman yang memiliki antikanker ini harus diimbangi dengan pengobatan medis.

Itulah informasi lengkap seputar daun tanaman kenikir untuk kanker. Sudahkah Anda memanfaatkan tanaman menyegarkan dan nikmat untuk dijadikan lalapan ini? Bisa jadi, ini merupakan salah satu alternatif pengobatan kanker dimasa mendatang yang banyak dicari orang. Perhatikan cara konsumsi kenikir dalam batas yang wajar, mengingat tubuh memerlukan asupan nutrisi yang seimbang untuk dapat bebas dari serangan kanker.


Referensi Kenikir Obat Kanker:

Karmin Winarta. Benarkah Kenikir Efektif Bunuh Sel Kanker Payudara? January 07, 2018. URL: https://life.trubus.id/baca/5500/benarkah-kenikir-efektif-bunuh-sel-kanker-payudara.


Advertisement
Alinesia