Karsinogen Pemicu Kanker yang Wajib Dihindari, Apa Saja Contohnya?

548

Diedit:

Menurut data WHO dalam laman resminya setiap tahun sekitar 8,2 juta orang meninggal karena kanker di seluruh dunia. Angka ini memiliki kontribusi hingga 13% dari seluruh angka kematian dunia. WHO juga mencatatkan bahwa dalam 20 tahun terakhir kasus kanker juga sudah meningkat hingga 70%.

Kanker sama sekali bukan penyakit baru di dunia. Dengan rekam jejak yang bisa ditelusuri sejak pertama kali kanker teridentifikasi dalam pengobatan modern pada awal abad 20, banyak misteri dari kanker yang belum terkuak. Salah satunya adalah bagaimana dan kenapa kanker terbentuk, serta pencegahan yang paling konkrit terhadap kanker.

Anda bisa saja menjalankan gaya hidup sesehat mungkin, namun kanker tetap saja muncul pada beberapa orang yang memiliki risiko relatif tinggi. Seperti tidak ada metode terbaik untuk mencegah kanker. Dan di sisi lain, beberapa orang tetap sehat dan bebas kanker sekalipun menjalankan pola hidup yang tidak sehat sama sekali.

Secara medis, hanya diketahui adanya beberapa hal yang bisa menjadi pemicu kanker. Sifatnya sebagai pemicu jelas berbeda maknanya dengan penyebab. Pemicu hanya akan membuat bibit kanker dalam tubuh terakomodasi untuk tumbuh subur dalam tubuh.

Salah satu bentuk pemicu yang cukup banyak dominan di dunia medis adalah faktor karsinogen. Karsinogen seolah membentuk ekosistem yang nyaman bagi bibit kanker untuk tumbuh subur. Karsinogen juga menjadi aspek penyebab sel-sel tidak bisa bekerja dengan sebagaimana mestinya secara normal sehingga memicu sel-sel bekerja menyimpang untuk kemudian memberi ruang sel-sel kanker berkembang pesat.

Menurut sumber Thetruthaboutcancer.com, karsinogen adalam segala bahan kimia, faktor fisik dan biologi yang menyebabkan terjadinya perusakan sel tubuh. Risiko Anda terhadap kanker akan meningkat bila Anda membiarkan hal-hal bersifat karsinogen terendap dalam tubuh Anda dalam kadar yang tinggi dan waktu yang lama.

Karena dalam kondisi tersebut, tubuh akan sulit menjaga kesinambungan regenerasi sel yang sehat sesuai dengan peta DNA tubuh kita. Tubuh akan mengalami kegagalan regenerasi sel yang sehat, atau kerusakan sel yang masif dan berakhir pada pembentukan sel kanker. Proses rusaknya sel yang memicu terbentuknya sel-sel abnormal kanker karena efek karsinogen yang tinggi disebut dengan carcinogenesis.

Secara umum, karsinogen merupakan senyawa-senyawa buatan atau sintetis yang asing bagi tubuh kita sehingga membentuk aktivitas menyimpang dalam tubuh. Karena bukan terbentuk dengan alami, sifatnya tidak bisa menyatu dengan fungsi tubuh. Sampai hari ini berbagai riset terus dikembangkan untuk menemukan apa saja yang masuk dalam kategori karsinogen. Dan dari hasil temuan ini, setiap tahun daftar bahan bersifat karsinogen sendiri terus meningkat.

Namun secara umum karsinogen bisa dikategorikan dari sumber-sumber utamanya. Menurut sumber Thetruthaboutcancer.com karsinogen terbagi dalam 5 kategori utama yakni:

Rokok

Salah satu sumber utama karsinogen yang masuk dalam tubuh adalah rokok. Menariknya kebanyakan faktor karsinogen dalam rokok bukan berasal dari tembakau itu sendiri, tetapi dari sejumlah bahan kimia yang ditambahkan dan dihasilkan dari proses pengolahan tembakau mentah hingga siap dihisap.

Baca juga:  10 Tanaman Pembunuh Sel Kanker Paling Diakui

Dikatakan dalam www.lung.org bahwa dalam rokok setidaknya ditemukan sekitar 600 jenis senyawa kimia dan lebih dari 15% darinya dipastikan memiliki sifat karsinogen. Sejumlah senyawa kimia berbahaya ini bahkan seharusnya sangat dibatasi penggunaannya namun diberikan cuma-cuma dengan mudah melalui sebatang rokok. Sebut saja sejumlah senyawa kimia berbahaya seperti :

  • Acetone – Salah satu bahan utama dalam kutek kuku dan pembersih kutek.
  • Acetic Acid – Salah satu bahan dalam cat rambut yang bisa memicu efek alergi.
  • Ammonia – Biasa digunakan dalam bahan baku pembersih lantai dan porselin.
  • Arsenic – Sejenis bahan racun, kadang Anda jumpai dalam racun tikus.
  • Benzene – Salah satu bahan dalam sejenis bubuk karet
  • Butane – Bahan baku dalam korek api / pemantik cair.
  • Cadmium – Komponen penting dalam batere.
  • Carbon Monoxide – Salah satu unsur polutan dalam asap mobil dan pabrik.
  • Formaldehyde – Sejenis senyawa kimia pengawet yang bersifat karsinogen berat.
  • Hexamine – Bahan baku pembuatan pemantik cair. found in barbecue lighter fluid
  • Lead – Salah satu bahan baku batere
  • Naphthalene –Bahan dalam kapur barus.
  • Methanol – Salah satu bahan baku dalam bahan bakar roket.
  • Nicotine – Lazim digunakan dalam insektisida.
  • Tar – Material untuk pembuatan jalan aspal dan semen keras.
  • Toluene – Salah satu materi dalam pembuatan cat dinding.

Para pakar sepakat, bahwa rokok menjadi salah satu bahan padat karsinogen yang berbahaya untuk perokok aktif maupun pasif. Merokok bisa menyebabkan sejumlah masalah kanker seperti kanker paru-paru, kanker mulut, kanker ginjal, kanker perut hingga kanker hati.

Bahkan dalam catatan WHO bahwa 90% kasus kanker paru-paru dipicu oleh aktivitas merokok berlebihan. Sedang kanker paru-paru adalah salah satu penyakit paling mematikan di seluruh dunia.

Pola Makan Tidak Sehat

Menjalankan diet yang tidak tepat dan pola makan yang tidak sehat ternyata lebih berbahaya dari dugaan Anda. Karena efek dari menjalankan diet tidak sehat ini bisa memicu Anda terserang kaker .

Seperti kebiasaan banyak masyarakat modern untuk mengkonsumsi makanan cepat saji yang dianggap praktis. Hanya saja terbukti dalam makanan cepat saji Anda akan menemukan sejumlah besar kandungan lemak, garam dan gula yang akan menggangu metabolisme, fungsi sirkulasi darah yang mengacu pada masalah diabetes dan tekanan darah. Selain itu ditemukan juga komponen karsinogen bernama phthalates yang terbukti mengganggu fungsi genetik dan otak, reproduksi dan fungsi organ.

Selain itu, pola makan yang tidak seimbang juga bisa menyebabkan obesitas. Dan menurut sumber cancerresearchuk.org dijelaskan bahwa efek lemak berlebihan dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan hormonal dan masalah fungsi imunitas. Sementara keseimbangan hormonal dan imunitas yang terganggu bisa menciptakan kondisi karsinogen yang memicu kanker.

Patogen

Sejumlah riset modern terhadap kanker membuktikan peran besar bakteri, virus dan sejumlah mikroba memiliki efek besar dalam pembentukan sel kanker. Sebut saja sejumlah kanker bisa dipicu oleh keberadaan virus hepatitis C dan B, masalah Human Papilloma Virus, Epsteir Barr Bakteri.

Baca juga:  Kombinasi Terapi Alternatif untuk Kanker, Sarang Semut dan Pijat Refleksi

Selain itu, sejumlah parasit juga bisa berkembang biak dalam tubuh yang mengacu pada pembentukan kanker. Diantaranya temuan parasit Clonorchis sinensis dalam organ hati pada kawasan Asia yang mengarah pada kasus kanker hati. Sedang pada kawasan Afrika Utara ditemukan parasit Schistosoma haematobium yang menyebabkan kanker ginjal.

Menjaga kebersihan sumber air minum dan makanan Anda menjadi aspek penting untuk menjaga tubuh Anda bebas dari serangan bakteri, parasit dan virus penyebab kanker ini. Selain itu penting pula untuk menjaga kesehatan lingkungan juga kebersihan tubuh Anda.

Radiasi

Mereka yang bekerja dalam lingkungan dengan aktivitas radioaktif yang tinggi, memang secara tidak langsung akan menaikan tingkat risiko mereka akan serangan kanker. Segala jenis efek radiasi mulai dari radiasi sinar Ultra Violet hingga jenis radioaktif yang lebih serius seperti Radium bisa memicu kanker.

Kasus kanker karena efek radiasi paling kerap terjadi pada masalah kanker kulit. Karena kulit adalah bagian paling mudah untuk terpapar radiasi dalam jangka panjang. Sedang pada mereka yang tinggal dan bekerja dalam lingkungan berkadar radioaktif tinggi, mereka bisa mengalami kerusakan genetik serius yang mengacu pada pertumbuhan sel-sel abnormal dalam tubuh, termasuk sel kanker.

Masalah Lingkungan

Belakangan sejumlah kasus kanker juga terjadi akibat paparan senyawa kimia berbahaya yang terjadi dalam jangka panjang. Dan biasanya masuknya senyawa-senyawa berbahaya ini datang dari lingkungan Anda sendiri dan benda-benda sederhana yang biasa Anda gunakan untuk aktifitas sehari-hari.

Alumunium adalah satu contoh senyawa logam berbahaya yang bersifat karsinogen. Dan senyawa ini dengan mudah masuk dalam tubuh Anda hanya dari logam alumunium yang biasa Anda gunakan di dapur.

Masih ada banyak senyawa berbahaya lain yang lazim Anda dapatkan dari benda-benda di sekitar Anda. Seperti asbes yang biasa terhirup dari atap rumah, senyawa-senyawa yang biasa terlarut dalam air tanah yang biasa Anda minum sampai makanan seperti bakso yang ditambahkan formalin.

Sepenuhnya membebaskan diri dari karsinogen memang tidak mudah. Cukup sulit bagi Anda untuk sama sekali menghindar bersinggungan dengan hal-hal yang bersifat karsinogen. Karenanya Anda membutuhkan anti oksidan yang bisa bekerja melawan efek karsinogen sekaligus membantu tubuh membersihkan diri dari senyawa-senyawa yang bersifat karsinogen.

Contoh senyawa anti oksidan yang baik untuk mengatasi efek karsinogen antara lain adalah flavonoid. Flavonoid terbukti bekerja efektif menurunkan level karsinogen dalam tubuh sekaligus mencegah efek karsinogen bekerja dalam tubuh. Ini dijelaskan dalam jurnal “Dietary flavonoids: effects on xenobiotic and carcinogen metabolism” yang dipublikasikan pada National Institutes of Health tahun 2006.

Dan bicara soal sumber flavonoid, Anda bisa dapatkan dari berbagai buah dan sayur. Salah satu yang terbaik sebagai sumber flavonoid yang Anda bisa andalkan adalah Noni Juice dan Sarang Semut. Keduanya diketahui mengandung kadar flavonoid tinggi yang memiliki sejumlah fungsi anti karsinogen dalam tubuh manusia.

Advertisement
Alinesia