Kanker Non Reproduksi yang Sering Dialami Wanita


By Nurul Kuntarti

Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai sejumlah jenis kanker reproduksi yang dapat dialami oleh wanita. Beberapa merupakan ancaman nyata, tidak hanya menjadi kanker yang sering terjadi pada wanita, tetapi juga dapat menjadi ancaman kematian bagi penderita kanker pada wanita.

Tetapi rupanya ancaman kanker pada wanita ini tidak berhenti sampai di kanker pada organ reproduksi. Tetapi juga pada sejumlah jenis kanker non reproduksi. Beberapa jenis bahkan memiliki jumlah penderita kanker pada wanita dalam angka yang sangat tinggi.

Kita akan melihat ancaman kanker yang dapat dialami wanita dari jenis kanker non reproduksi. Membuka wacana kaum perempuan, ancaman kanker yang sering terjadi pada wanita ternyata sangat bervariasi.

Tingginya Kasus Penderita Kanker pada Wanita

Dewasa ini, kasus penderita kanker pada wanita terus meningkat. Data menunjukan adanya peningkatan signifikan pada sejumlah jenis peyakit kanker. Bahkan beberapa kini berkembang menjadi salah satu mesin pembunuh terbesar di kalangan wanita.

Kanker yang dialami oleh wanita sendiri sangat beragam. Selain sejumlah jenis kanker yang dapat dikaitkan dengan organ reproduksi dan organ feminis, terdapat pula sejumlah jenis kanker yang juga sering dialami wanita tetapi tidak secara spesifik berkaitan dengan gender.

Gaya hidup, pola makan dan kebiasaan yang banyak dijalankan oleh wanita menjadi aspek yang menjadi latar belakang sehingga wanita rentan pada beberapa jenis kanker. Bukan hanya kanker pada organ reproduksi, tetapi juga pada jenis kanker non reproduksi.

Sempat diulas pada bahasan sebelumnya mengenai macam-macam kanker pada wanita, bahwa wanita cenderung memiliki kebiasaan hidup tidak seaktif pria. Padahal menjadi aktif adalah salah satu cara untuk menjadi lebih sehat, termasuk terhindar dari penyakit berbahaya macam kanker.

Tidak hanya karena menjadi tidak terlalu aktif, wanita cenderung lebih rentan untuk dekat dengan unsur-unsur kimia yang bersifat karsinogen. Seperti pada perawatan kulit, obat diet, pembersih rumah, make up, pewarna pada rambut, makanan-makanan yang mengandung unsur kimia berbahaya, makanan dengan kandungan lemak trans dan sebagainya.

Ini memungkinkan jumlah kasus kanker yang sering terjadi pada wanita terus meningkat. Mulai dari kanker reproduksi dan kanker non reproduksi. Bila sebelumnya kita sudah membahas kanker reproduksi yang dialami oleh wanita, maka kali ini kita akan melihat jenis kanker non reproduksi yang sering terjadi pada wanita.

Beberapa ragam penyakit kanker non reproduksi yang juga lebih rentan menyerang pada wanita antara lain.

Ilustrasi Penderita Kanker pada Wanita
Credit Photo: AndreaObzerova / iStock

Kanker pada Wanita: Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal menjadi salah satu jenis ancaman penyakit kanker dengan resiko tinggi pada wanita. Kanker ini menyerang usus besar atau dikenal pula dengan istilah kolon atau kolorektal. Di dalam usus besar terjadi proses pengumpulan sisa sari makanan, pembusukan dan proses pembentukan massa feses.

Secara umum, tingkat resiko untuk mengidap kanker kolorektal relatif tinggi di Indonesia. 1 dari 20 orang Indonesia memiliki resiko tinggi mengidap kanker kolorektal. Jumlah kasusnya sendiri tercatat mencapai 12,8 orang untuk tiap 100 ribu orang.

Untuk catatan, sebenarnya kasus ini cenderung lebih tinggi pada pria dibandingkan pada wanita, tetapi menginjak usia 65 tahun wanita memiliki resiko lebih tinggi mengidap kanker kolorektal. Dan penderita kanker kolorektal pada wanita usia lanjut lebih beresiko terhadap kematian.Ini sebabnya wanita perlu mewaspadai kanker kolorektal sebagai salah satu ragam penyakit kanker yang sering dialami pada wanita.

Yang menarik, jenis penyakit kanker kolorektal pada wanita lebih banyak ditemukan menyerang area usus besar kanan. Berbeda dengan pria yang justru memiliki resiko kanker kolorektal pada area sisi kiri. Sebagaimana dijelaskan pada World Journal of Gastroentology tahun 2015.

Ini berkaitan dengan tingkat resiko terjadinya sembelit dan diare pada wanita juga cenderung lebih tinggi. Kerentanan ini menyebabkan area usus besar kanan yang memang lebih menyerupai kantung membentuk endapan kotoran yang lama kelamaan dapat merusak sel-sel dinding usus besar, hingga pada muaranya menyebabkan kanker.

Di sini letak masalahnya, ketika wanita di usia lanjut kerap mengalami diare atau sembelit berat, kebanyakan orang akan memandangnya sebagai masalah sepele. Tanpa memahami bahwa diare dan sembelit yang timbul terus menerus dapat menjadi salah satu gejala dari kanker kolorektal.

Kanker pada Wanita: Kanker Paru-Paru

Kebanyakan orang mengidentikan kanker paru-paru sebagai kanker kalangan pria. Asumsi ini diambil dari fakta bahwa sebagian besar kasus kanker paru-paru berkaitan dengan kebiasaan merokok. Sedang kebiasaan merokok juga cukup identik dengan gender pria.

Padahal, pandangan ini tidak lagi relevan dengan kondisi kekinian. Karena seiring waktu, perkembangan kanker paru-paru berubah menjadi salah satu jenis yang banyak terjadi pada wanita. Belakangan kasus kanker paru-paru tidak hanya menyerang pasien yang punya kebiasaan merokok.

Mereka yang dahulunya pernah merokok atau mereka yang hidup di lingkungan sekitar perokok rupanya juga memiliki resiko relatif tinggi mengidap kanker paru-paru. termasuk diantaranya wanita yang awalnya dianggap tidak beresiko.

Dari beragam jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, kanker paru-paru kini merupakan ancaman besar. Menempati posisi kedua sebagai salah satu kanker yang sering terjadi dan paling mematikan pada wanita setelah kanker payudara. Kebanyakan merupakan jenis kanker paru-paru adenokarsinoma.

 Adenokarsinoma adalah jenis kanker khusus yang menyerang sel adenosid dari paru-paru yang rupanya justru lebih sulit dideteksi dibandingkan kanker paru-paru biasa. Tidak hanya itu, kanker paru-paru yang banyak dialami wanita ini juga dapat lebih mematikan ketika menyerang wanita.

Masalahnya, ketika kanker ini menyerang wanita, kanker ini  menunjukan perkembangan penyakit yang lebih cepat. Aspek gen pada sel tubuh wanita, unsur hormonal dan sejumlah aspek DNA yang spesifik hanya dimiliki wanita mempengaruhi percepatan perkembangan sel kanker pada paru-paru.

Peningkatan resiko ini dikaitkan dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern, dimana wanita relatif lebih aktif dalam kesehariannya. Termasuk bekerja di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk dan berinteraksi bebas dengan pria yang cenderung merokok. Sehingga mereka turut menghirup asap rokok meski tidak merokok.

Kanker yang Dialami Wanita: Kanker Kulit

Kanker kulit sebenarnya bukan ancaman spesifik pada wanita. Siapapun memiliki resiko untuk mengidap kanker kulit. Tetapi ketika bicara soal macam kanker yang dialami wanita, kita tidak bisa melewatkan kanker kulit.

Fakta di lapangan memang tidak secara spesifik menunjukan bahwa penderita kanker kulit pada wanita lebih banyak. Kanker kulit juga tidak menjadi yang paling sering terjadi pada wanita. Tetapi, kasus kanker kulit pada wanita berkembang lebih cepat. Karena sejumlah aspek yang tidak muncul pada kebanyakan pria.

Mari kita kupas, bagaimana kaitan kanker kulit dan wanita. Fakta yang tentu sudah banyak dipahami, bahwa salah satu penyebab utama dari kanker kulit adalah paparan berlebihan dari sinar matahari dan penggunaan zat-zat kimia toksin pada kulit.

Wanita cenderung lebih sering menggunakan sejumlah perawatan kulit dibandingkan pria. Tidak menutup kemungkinan sebagian bahan dari perawatan kulit ini memiliki unsur karsinogen atau meningkatkan sensitivitas kulit sehingga lebih mudah mengalami iritasi, peradangan dan kerusakan.

Ini menjadi satu dari banyak alasan kenapa wanita lebih mudah mengalami kanker kulit. Karena kebiasaan perawatan kulit, penggunaan obat-obatan pewarna rambut dan sebagainya justru mungkin di antara kandungannya memiliki sifat pro kanker.

Di sisi lain, kebiasaan wanita untuk merubah warna kulit juga meningkatkan resiko kanker kulit. Mereka yang memutihkan kulit, biasanya menggunakan zat kimia khusus yang menghambat kinerja melanin, zat pewarna pada kulit. Akibatnya ketika terpapar sinar matahari, sistem proteksi alami tidak berjalan dan kulit 2-3 kali lebih mudah teriritasi dan rusak.

Di sisi lain, kebiasaan menghitamkan kulit dengan sistem tanning juga menjadi satu perhatian. Di sini kulit akan dipapar sinar UV buatan sehingga membentuk melanin lebih banyak dari seharusnya. Namun rupanya ini juga dapat membahayakan karena beresiko jangka panjang pada kesehatan kulit, termasuk memicu salah satu jenis penyakit kanker pada wanita, kanker kulit.

Kanker pada Wanita: Kanker Lambung

Jumlah kasus penyakit lambung antara wanita dan pria berada pada rasio 3 : 2. Artinya, wanita memang cenderung lebih mudah mengalami gangguan lambung, baik itu berupa gastroparesis, acid reflux atau berupa gasthritis (radang lambung)

Kebiasaan makan yang lebih beresiko seperti cenderung gemar makanan pedas dan makanan asam serta pola makan yang tidak teratur menjadi salah satu alasan kenapa wanita cenderung mudah terserang keluhan lambung. Meski secara genetik beberapa pakar melihat adanya potensi khusus pada wanita untuk memiliki pencernaan yang sensitif.

Itu sebabnya kemudian kanker lambung juga berkembang lebih cepat pada wanita dibandingkan pada pria. Secara umum penderita kanker perut pada wanita memang lebih sedikit dibandingkan pada pria . Tetapi kasus kanker lambung lebih cepat berkembang pada pasien wanita. .

Meski kasus kanker lambung tidak terlalu besar baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, kanker ini masuk dalam deretan penyakit kanker yang banyak dialami wanita. Mengatur pola makan sejak dini akan sangat bermanfaat mencegah iritasi dan inflamasi pada lambung yang dapat beresiko untuk berkembang menjadi kanker di kemudian hari.

Kanker yang Dialami Wanita: Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel ganas yang berkembang berawal dari organ tiroid. Kelenjar tiroid sendiri merupakan organ kecil yang menyerupai kupu-kupu. Terletak di sisi leher bagian depan. Hormon tiroid berperan besar dalam fungsi imunitas dan fungsi metabolisme tubuh. Kanker tiroid menjadi  jenis kanker endokrin yang paling sering terjadi.

Meski jumlah penderita kanker tiroid tidak terlalu tinggi, pada wanita prosentasinya cukup dominan. Di Amerika Serikat sendiri kanker tiroid menjadi urutan ke 5 kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Data menunjukan rasio serangan kanker tiroid antara pria dan wanita adalah 1 : 3. Sedang menurut data Depkes, kanker tiroid menempati posisi ke 9 kanker dengan penderita terbanyak.

Kanker tiroid memiliki kaitan dengan unsur geografi, dimana kebanyakan kasus terjadi di kawasan pegunungan. Meski belum didukung akurasi data yang memadai, sejumlah pakar berasumsi bahwa rendahnya kadar yodium pada air di kawasan pegunungan turut berperan meningkatkan resiko seseorang mengidap kanker tiroid.

Itu sebabnya pola makan rendah yodium juga dapat meningkatkan resiko kanker tiroid. Selain adanya peran unsur genetik dan kemungkinan seseorang pernah memiliki riwayat paparan radiasi.

Khusus pada wanita, sejumlah unsur genetik yang ada pada tubuh wanita rupanya meningkatkan resiko kanker setidaknya 2 – 3 kali lebih besar.  Selain wanita memiliki posisi ketergantungan lebih tinggi terhadap kondisi hormonal dibandingkan pria. Sedang kelenjar tiroid berperan besar pada fungsi keseimbangan hormonal tersebut. Itu sebabnya ini menjadi jenis kanker yang paling banyak dialami wanita.

Yang lebih buruknya, lagi kebanyakan kasus kanker tiroid tidak menunjukan gejala yang kuat di awal. Kebanyakan diagnosa dilakukan tanpa sengaja bersamaan dengan prosedur tes untuk tujuan kesehatan lain.

Gejala awal dari kanker tiroid ini antara lain adalah munculnya benjolan di area leher depan. Disertai dengan munculnya rasa nyeri di leher, rasa kaku, batuk, hingga kesulitan menelan dan bernafas. Gejala ini kadang dianggap sebagai gejala radang tenggorokan biasa. Jadi bila Anda mulai merasakan peradangan di tenggorokan yang tidak kunjung sembuh, ada baiknya segera memeriksakan diri lebih jauh.

ilustrasi kanker yang sering terjadi pada wanita
Credit Photo: skynesher / iStock

Kanker yang Dialami Wanita: Kanker Darah

Kanker darah merupakan jenis kanker yang berbeda dari kebanyakan kanker yang ada. Sementara jenis kanker lain membentuk massa atau benjolan ganas yang ada di sebuah organ. Maka kanker darah terbentuk pada sel darah, merusak fungsi dari sel darah dan sistem reproduksi dari sel darah tersebut.

Kanker darah sendiri terdiri dari 3 jenis, kanker yang menyerang sel darah putih atau Leukemia, kanker getah bening atau Limfoma dan kanker yang merusak sel darah merah atau myeloma. Ketiga jenis kanker darah ini termasuk jenis kanker yang kerap terdiagnosa terlambat dan cenderung memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Data menunjukan, secara umum kasus kanker darah bukan termasuk jenis kanker yang paling banyak dialami wanita.  Prosentasi penderita kanker darah secara umum pada wanita tidak sebanyak pada pria.

Akan tetapi, wanita memiliki kerentanan berbeda terhadap kanker darah, terutama pada jenis kanker darah leukemia dan kanker limfoma jenis non Hodgkins. Ini menyebabkan kanker darah jenis ini tidak sekedar menjadi kanker yang sering terjadi pada wanita, tetapi memiliki riwayat penurunan kondisi yang lebih cepat dibandingkan pada penderita pria.

Ini karena sistem kerja tubuh wanita pada dasarnya bergantung dengan keseimbangan hormonal. Ketika kondisi hormonal terganggu, maka sistem kerja tubuh dan metabolisme secara general juga akan terganggu. Sedang ketika pasien wanita terserang kanker darah mereka akan mengalami sejumlah gangguan hormonal.

Di sisi lain wanita juga mengalami menstruasi. Ketika penderita kanker darah pada wanita ini mengalami menstruasi, darah yang keluar akan sangat berlebihan dan ini semakin menurunkan kondisi pasien. Pasien akan kehabisan sel darah merah dan mengalami anemia serius.

Kanker yang Dialami Wanita: Kanker Pankreas

Banyak yang tidak menduga bahwa wanita patut waspada dengan jenis kanker satu ini, kanker pankreas. Kanker pankreas dapat menyerang wanita dan pria, serta banyak terjadi pada usia lanjut di atas 60 tahun. Meski demikian, diam-diam penderita kanker pankreas pada wanita terbilang tinggi.  Diperkirakan posisinya ada di ranking 8 sebagai kanker yang paling sering terjadi pada wanita.

Kanker pankreas sendiri adalah perkembangan sel ganas yang bermula dari organ pankreas. Ini merupakan salah satu organ endokrin penting pada tubuh manusia. Pada pankreas inilah, hormon insulin dan hormon glukagon diproduksi. Hormon insulin dan glukagon berperan dalam proses metabolisme dan penyerapan glukosa.

Tetapi peran pankreas tidak hanya itu, karena pankreas juga memproduksi sejumlah enzim yang bekerja pada fungsi pencernaan. Dan itulah sebabnya kanker pankreas dapat berakibat cukup fatal pada pasien. Karena penurunan fungsi pankreas akan mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan.

Masalahnya, kanker pankreas sulit untuk disadari. Karena gejala yang cenderung samar juga karena lokasi organ yang cukup dalam, sehingga benjolan pada skala kecil sulit untuk teraba dari permukaan kulit. Pada banyak orang rasa nyeri yang dihasilkan juga terlalu kentara.

Yang kemudian banyak menjadi perhatian kalangan medis karena sering kali keluhan awal yang muncul hanya berupa rasa tidak nyaman atau begah di area ulu hati.  Bila keluhan ini terjadi pada wanita, acapkali diterjemahkan sebagai keluhan lambung atau maag. Karena memang prosentasi penderita keluhan lambung pada wanita relatif sangat tinggi. Selain itu keluhan lain yang muncul sifatnya beragam dan berbeda-beda tergantung bagian sel mana yang terserang kanker.

Beberapa pasien akan mengalami gangguan gula darah, ketika sel-sel yang terpengaruh kanker adalah sel-sel yang bekerja memproduksi insulin. Atau terjadi gangguan kerja pencernaan hingga mual-mual karena kanker terbentuk pada sel-sel yang menghasilkan enzim pencernaan.

Kanker yang Dialami Wanita: Kanker Ginjal

Sebenarnya fakta ini cukup mengejutkan, karena pada dasarnya kanker ginjal menyerang pria 2 kali lebih banyak dari wanita. Tetapi rupanya diam-diam kanker ginjal juga menjadi salah satu kanker yang paling sering dialami wanita.

Kanker ginjal adalah pembentukan sel ganas yang bermula dari organ ginjal. Organ ini berperan cukup vital bagi fungsi tubuh, sehingga pembentukan kanker pada ginjal juga akan berakibat fatal pada pasien. Itu sebabnya, kanker ginjal memiliki resiko kematian cukup tinggi.

Kanker ginjal banyak dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung unsur toksin atau karsinogen tinggi. Kebiasaan ini menyebabkan terbentuknya endapan dalam ginjal yang akan bersifat merusak gen pada sel ginjal.

Unsur genetik, gaya hidup, kebiasaan mengonsumsi alkohol dan kebiasaan mengonsumsi obat tanpa aturan minum yang tepat juga diduga dapat meningkatkan resiko kanker ginjal. Sejumlah pakar juga melihat potensi resiko kanker ginjal pada mereka dengan keluhan diabetes dan hipertensi di usia dini.

Dibanding kanker pankreas, kanker ginjal menunjukan sejumlah gejala yang lebih mudah dikenali. Seperti hematuria atau urin berdarah. Pasien juga akan mengeluhkan rasa nyeri pada salah satu pinggang dimana kanker ginjal terbentuk. Pasien juga dapat mengalami pembengkakan di area tersebut.

Gejala khas lain adalah keluhan yang dikenal dengan sindrom paraneoplastik. Keluhan ini berupa demam, berkeringat dingin dan kenaikan tekanan darah. 20% penderita kanker ginjal baik pada wanita maupun pria mengalami sindrom paraneoplastik ini.

Ada banyak jenis penyakit kanker yang sering terjadi pada wanita. Ini  yang perlu disadari, bahwa ancaman kanker yang banyak dialami wanita tidak melulu hanya kanker yang berkaitan dengan fungsi reproduksi. Ternyata penderita kanker pada organ non reproduksi pada wanita juga relatif tinggi, dan tidak kalah perlu untuk diwaspadai.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang penyakit kanker yang sering terjadi pada organ non reproduksi wanita. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi para wanita yang berisiko tinggi mengalami kanker. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Cancer.org. Cancer Facts for Women. Reviewed: 2019-08-01. URL: https://www.cancer.org/healthy/find-cancer-early/womens-health/cancer-facts-for-women.html

Caroline Praderio. Insider. The 10 cancers US women are most likely to face. Updated: 2019-01-18. URL: https://www.insider.com/most-common-cancers-in-women-breast-ovarian-2019-1

Tentang Penulis 

Nurul Kuntarti

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Nurul Kuntarti seorang seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}