Kanker Stadium 4, Mungkinkah Disembuhkan?

337
(Puls Medycyny / depositphoto)

Diedit:

Stadium dalam kanker merupakan metode medis yang dilakukan untuk mengenali lebih baik perkembangan kanker pada tubuh pasien. Penggunaan stadium dalam kanker akan merujuk pada ukuran massa kanker dan tingkat persebarannya. Stadium di kategorikan secara umum dalam 4 kelompok. Mulai dari stadium 1 sampai kanker stadium 4.

Secara awam kita banyak diinformasikan bahwa kanker stadium 4 ini adalah kondisi pada level terberat. Tidak jarang keluarga pasien menjadi putus harapan ketika terdeteksi mengidap stadium 4. Bagaimana sebenarnya kondisi kanker pada stadium 4 ini? mungkinkah pasien dapat disembuhkan?

Kita akan melihat bagaimana kondisi kanker yang dapat dimasukan dalam kategori kanker stadium 4. Bagaimana resiko dari kanker pada stadium ini dan apa saja rekomendasi pengobatan yang dapat dicoba pada tingkat kondisi ini. selain juga kita akan melihat potensi sembuh kanker stadium 4.

Stadium Dalam Kanker

Sebagaimana sudah dijelaskan penggunaan konsep stadium dalam kanker ditujukan untuk memudahkan dokter menemukan metode paling efektif untuk membantu kondisi pasien. Stadium akan menjadi gambaran general sejauh mana kanker sudah terbentuk pada tubuh pasien, termasuk pula memahami tingkat kerusakan yang mungkin sudah terjadi.

Dengan menentukan stadium dalam kanker, dokter akan lebih mudah menentukan :

  • Rencana perawatan dan terapi untuk pasien
  • Mengantisipasi resiko terdekat yang mungkin terjadi pada pasien
  • Mengantisipasi dan memperkirakan durasi dan intensitas perawatan yang efektif
  • Memprediksi penyembuhan dan potensi kanker kedua menyerang
  • Melakukan evaluasi perkembangan pengobatan

Semua manfaat dari metode stadium dalam kanker ini dapat diperoleh karena stadium merupakan cara paling termudah dan efisien menggambarkan kondisi kanker sebenarnya. Untuk memahami stadium dalam kanker, kita perlu memahami dulu apa saja indikasi yang dijadikan haluan dalam menentukan stadium pada kanker.

Standar indikasi yang digunakan secara singkat kerap disebut dengan indikasi TNM. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang familier di dunia medis. TNM sendiri merupakan singkatan dari Tumour Primary, Node Spread dan Metastasis Spread.

Dalam konsep sederhana kita dapat artikan sebagai berikut :

Tumour Primary

Indikasi ini dinilai dari ukuran dan tingkat persebaran dari sel tumor utama atau primer di dalam organ. Penentuan stadium akan dilihat dari ukuran massa tumor atau kanker dalam organ. Dan sebanyak apa sel organ yang sudah terkontaminasi dan terinvasi sel kanker hingga mengalami disfungsi.

Biasanya standar yang digunakan dalam dunia medis adalah pada ukuran diameter dalam centimeter. Juga melihat sejauh apa kedalaman persebaran sel kanker ke dalam sel-sel sekitar sel kanker. Semakin besar ukuran massa kanker dan semakin dalam persebaran sel kanker pada sel organ, semakin tinggi stadium dari kanker bersangkutan.

Node Spread

Tubuh manusia memiliki dua jaringan pembuluh utama, yakni pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Sementara pembuluh darah membawa darah yang berfungsi menghantarkan makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

Pembuluh getah bening bekerja pada sistem limfatik. Menghantarkan cairan limfosit atau cairan plasma darah yang sudah tercampur dengan sel-sel limfosit menuju seluruh tubuh. Cairan getah bening ini bekerja menyaring residu tubuh dan dan unsur asing yang dapat menyebabkan penyakit.

Dan ketika persebaran sel kanker semakin masif, sel-sel kanker dapat menginvasi jaringan pembuluh limfatik ini. Ini berbahaya, karena jaringan ini terhubung dengan sirkulasi cairan getah bening ke seluruh tubuh.

Untuk dipahami, sistem pembuluh getah bening ini beredar di seluruh tubuh dengan sejumlah nodul yang tersebar di area-area dekat dengan organ. Nodul sejatinya berfungsi menyimpan sel-sel limfosit yang sudah menyimpan elemen residu dan unsur asing dari dalam tubuh.

Tetapi,  ketika sel kanker mulai menginvasi nodul di dekat salah satu organ dimana sel kanker berkembang, ini dapat menyebabkan sel kanker turut terbawa ke dalam sirkulasi getah bening memasuki organ lain dan menyebabkan efek metastasis.

Semakin banyak nodul yang terinvasi, semakin berat resiko persebaran dapat terjadi pada pasien. Selain berpotensi besar sel kanker tersebar ke organ lain di sekitar, juga dapat menyebabkan pasien lebih rentan sakit peradangan dan infeksi. Ini karena sel limfosit memang bertanggung jawab menjadi salah satu garda melawan infeksi dan peradangan.

Semakin banyak nodul yang terinvasi oleh kanker, artinya semakin buruk kondisi pasien. Dan semakin rendah kemungkinan pasien bertahan hidup. Itu sebabnya juga ditandakan semakin banyak nodul terinvasi kanker, semakin tinggi stadium kanker pasien.

Baca juga:  Terapi Tertarget, Kemoterapi Alternatif untuk Upaya Sembuh dari Kanker

Metastasis

Dalam bahasa medis, metastasis adalah kondisi ketika sel kanker membentuk invasi sekunder pada organ lain di luar massa kanker primer pada organ utama. Pada kondisi ini artinya sel kanker mulai menyebar merata pada tubuh dan sewaktu-waktu dalam menyerang organ-organ vital tubuh.

Metastasis hanya dapat terjadi pada kanker stadium akhir, seperti kanker stadium 4. Ini karena persebaran sel kanker dalam organ sudah lebih masif, sehingga sel darah yang masuk ke dalam organ terkontaminasi sel kanker dan dengan cepat menulari sel-sel di organ lain.

Dapat dikatakan ketika pasien mulai mengalami metastasis, sebenarnya  kondisi kanker sudah pada level terganasnya. Efek kerusakan dapat tidak terduga namun vatal, hingga pasien mungkin mengalami disfungsi pada beberapa organ.

Selain aspek TNM, rupanya ada aspek penting lain yang menjadi indikator.  Indikator lain yang juga banyak menjadi pertimbangan dalam menentukan stadium dalam kanker antara lain adalah sebagai berikut.

Grade

Grade adalah istilah yang digunakan untuk menentukan bentuk dari sel dan massa kanker. pada level grade rendah, sel kanker akan berbentuk tak ubahnya dengan sel sehat. Perbedaan yang muncul sifatnya tidak signifikan hingga kerap sulit dikenali. Tetapi pada grade tinggi, sel kanker sudah terbentuk lebih masif, dengan bentuk dan karakter berbeda dari sel sehat sehingga dapat lebih cepat terdeteksi.

Biomarker

Pada umumnya, setiap sel kanker bekerja dengan menghasilkan residu protein dan kimia tertentu. Juga tumbuh berkat unsur enzim, senyawa kimia tertentu dalam tubuh. inilah yang disebut dengan biomarker. Ini dapat dikatakan sebagai karakter khas dari sel kanker yang menyimpang dari sel normal.

Mengenali biomarkter dapat mempermudah mengenali karakter kanker dan menentukan metode terapi yang paling efektif. Sejumlah terapi kanker bahkan secara khusus bekerja pada biomarker ini. seperti menyerang elemen protein atau senyawa kimia tertentu yang dilepas oleh sel kanker. Demi dapat menurunkan level daya tahan dari sel kanker.

Unsur genetik

Kanker dapat berkembang pada siapa saja, dan sebenarnya tidak pandang bulu. Hanya saja, mereka dengan unsur genetik tinggi seperti memiliki orang tua yang mengidap kanker tertentu, akan juga memiliki resiko relatif lebih tinggi mengidap kanker yang sama nantinya.

Di sisi lain, kanker dapat terjadi akibat gaya hidup tidak sehat. melihat apakah unsur genetik berperan dapat membantu menentukan tingkat resiko dan metode terapi yang efektif.

Mengenali Kanker Stadium 4

Kanker stadium 4 secara medis dapat dikategorikan sebagai kondisi terberat  pada pasien kanker. ini adalah kondisi kanker stadium akhir yang memiliki resiko kematian relatif paling tinggi dan mengalami sejumlah gangguan fisik yang signifikan.

Pada kanker stadium 4, persebaran kanker sudah relatif masif. Kerusakan organ akibat invasi sel kanker primer sudah cukup intens. Di sisi lain, sel kanker juga sudah menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Ini berkat sel kanker juga telah menginvasi sistem sirkulasi pembuluh darah dan pembuluh limfosit. Masuknya sel kanker dalam sirkulasi darah dan sirkulasi getah bening akan menyebabkan sel kanker dengan mudah membentuk invasi baru pada organ lain di luar kanker primer.

Suatu kondisi kanker dapat masuk dalam kategori kanker stadium 4 dapat dilihat dari beberapa indikasi berikut.

Massa kanker


Ukuran massa kanker yang cukup relevan dan besar. Ukurannya dapat mendominasi dalam organ membentuk massa yang menonjol. Akibatnya fungsi dari organ akan menurun secara signifikan.  Tumor primer akan mendapatkan kode T4, karena ukuran massa tumor yang demikian signifikan. Pada umumnya T4 dicapai ketika ukuran massa kanker mencapai kisaran 2/3 dari keseluruhan ukuran organ.

Sel kanker memiliki karakter unik untuk berkembang, memperbanyak diri dan bertahan hidup. Sel-sel abnormal ini melepas sejenis protein dan senyawa kimia khusus yang sifatnya memanipulasi dan melemahkan sistem pertahanan tubuh. sekaligus menyerang sel sehat di sekitarnya untuk rusak dan berkembang menjadi sel kanker baru.

Karena ukuran kanker demikian dominan, maka efek invasi kanker akan berpengaruh pada seluruh bagian organ. Ketika di temukan stadium dalam kanker menginjak level 4, sistem pertahanan tubuh pasien sudah tidak lagi dapat membendung perkembangan kanker. kerusakan sel semakin masif hingga pada umumnya pasien mengeluhkan disfungsi organ.

Baca juga:  Seberapa Efektifkah Kemoterapi pada Kanker?

 Kondisi ini yang kemudian kerap mendorong keputusan medis untuk pengangkatan organ. Cara ini  akan banyak direkomendasikan untuk membantu memotong perkembangan kanker secara radikal dan membantu mengatasi keluhan yang muncul pada pasien.

Persebaran kanker


Salah satu tahapan awal dari proses persebaran kanker adalah ketika sel kanker mulai menginvasi sejumlah nodul dari sistem pembuluh limfatik. Sebagaimana dijelaskan, ketika nodul sistem pembuluh limfatik mulai terserang, maka sel kanker beresiko tinggi menyebar lebih luas.

Dan pada stadium  4, kanker mulai menyerang sebagian besar nodul yang berada di dekat organ dimana kanker primer terbentuk. Kondisi ini akan cukup serius dan beresiko tinggi. karena nodul ini pada dasarnya bagian dari sistem imunitas tubuh. Ketika nodul mulai disfungsi, maka sistem prtahanan tubuh pasien akan sepenuhnya menurun.

Tidak hanya itu, persebaran kanker juga akan semakin masif. Apalagi, pada umumnya persebaran kanker juga turut menginvasi jaringan pembuluh darah. itu sebabnya pula pada kanker stadium 4, sel kanker akan mengalami metastasis, dengan membentuk massa baru di organ lain atau lazim pula disebut dengan kanker sekunder.

Perkembangan kanker metastasis relatif berbahaya. Karena pembentukannya dapat terjadi tanpa terduga. Dimulai dari organ-organ terdekat dari organ dimana kanker primer terbentuk. Sampai persebaran lebih luas terjadi dan mungkin saja pasien mengalami pembentukan kanker sekunder pada sebagian besar organ.

stadium 4 kanker
stadium 4 pada kanker (macleans/istockphoto)

Mungkinkah Kanker Stadium 4 untuk Sembuh?

Secara personal setiap pertumbuhan kanker pada pasien akan menunjukan gejala, keluhan dan pola perkembangan yang berbeda. Ini sangat bergantung pada bagaimana pola pertumbuhan kanker dan kondisi tubuh pasien masing-masing.

Tetapi secara general, terdapat istilah rasio bertahan hidup pasien. Ini merupakan angka rata-rata kemampuan bertahan hidup untuk setiap level stadium.

Dan ketika bicara soal stadium dalam kanker, tentu saja akan bicara soal kemampuan bertahan hidup pasien. Pada stadium 4, pasien pada umumnya memang hanya memiliki rasio bertahan hidup relatif rendah. Biasanya berada pada prosentasi dibawah 40%. Ini berbeda jauh dengan rasio bertahan hidup pasien kanker stadium 1 yang rata-rata masih di atas 90%.

Rendahnya kemampuan bertahan hidup disebabkan efek dari invasi kanker relatif lebih berat pada stadium 4. Pasien kemungkinan akan mengalami serangan nyeri yang lebih luas dan sangat menyiksa. Juga disertai dengan disfungsi organ yang relatif masif. Tidak hanya pada organ utama dimana kanker primer terbentuk tetapi juga pada organ lain dimana kanker sekunder terbentuk.

Pasien juga cenderung memiliki daya tahan tubuh sangat buruk. Menjadi sangat rentan terserang infeksi dan peradangan dari sebelumnya. Sehingga tidak jarang kematian  disebabkan pula oleh penyakit tambahan yang muncul.

Pada stadium ini, juga tidak ada terapy yang secara praktis efektif secara general untuk setiap pasien. Pendekatan personal dengan menerapkan terapi yang tepat dengan karakter sel kanker, perkembangan kanker dan bagaimana efek samping muncul dapat bekerja lebih efektif.

Artinya setiap pasien mungkin mendapatkan terapi yang berbeda-beda. Pada umumnya, pendekatan dengan immunoterapi, terapi tertarget, terapi laser atau brachyotherapy akan banyak dipilih karena dianggap efektif dengan efek samping minimal.

stadium dalam kanker
stadium dalam kanker (asianscientist/shutterstock)

Itulah gambaran dari bagaimana stadium dalam kanker ditentukan dan bagaimana pula melihat kondisi pasien pada kanker stadium 4. Terdiagnosa mengidap kanker stadium 4 mungkin memang cukup mengerikan, tetapi dengan tindakan medis yang tepat kondisi ini bukan mustahil untuk disembuhkan.

Nantikan juga artikel-artikel menarik lain yang mengupas tentang penyakit kanker dan masalah kesehatan lainnya hanya di Deherba.com.


Referensi Kanker Stadium 4:

Cancer Institute NSW. What are the different stages of cancer?.  Published : 19-01-2019. URL:https://www.cancer.nsw.gov.au/learn-about-cancer/what-are-the-different-stages-of-cancer. Accessed: 2019-04-15.

Cancer.net. Stages of Cancer.  Published 01-03-2018. URL:https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/diagnosing-cancer/stages-cancer. Accessed: 2019-04-15. (Archived by WebCite®)

Scott G Riddle. Understanding a Stage 4 Diagnosis & Prognosis.  Published : 9-08-2017. URL:https://scottgriddle.com/blog/somewhere-between-1-15-years-to-live. Accessed: 2019-04-15.

Mayoclinic. Cancer survival rate: What it means for your prognosis. Review : 3-11-2018. URL:https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer/art-20044517. Accessed: 2019-04-15.

Advertisement
Alinesia