Bagikan Artikel Ini:

Diedit:

Andai saja kanker sembuh dengan sendirinya? Namun benarkah demikian, adakah penelitian yang memperlihatkan hal tersebut? Serangan kanker memang terkenal sangat membahayakan nyawa. Walau demikian ada kunci yang membantu Anda untuk menjadi salah satu dari “Survivor Cancer”.

Mari kita perhatikan ulasan lengkap seputar pemulihan diri dari serangan kanker. Namun, ingatlah bahwa informasi berikut bukan pengganti saran medis yang dibutuhkan oleh penderita kanker. Info ini hanya sebatas penambah wawasan bagi Anda yang mencari beragam cara perawatan kanker.

Kanker Sembuh dengan Sendirinya—Benarkah?


Ada banyak pendapat yang mengatakan bahwa tubuh memiliki kemampuan alami untuk memulihkan diri dari serangan beragam penyakit, termasuk kanker. Namun, apakah pendapat ini memberikan hasil yang sesuai dengan harapan untuk pulih dari serangan kanker dengan sendirinya?

Tubuh manusia tercipta dari rangkaian susunan sel genetika yang memiliki kemampuan ajaib dalam meregenerasi diri. Maka tak heran, jika Anda mengalami luka dan dalam beberapa waktu kembali pulih walau tanpa bantuan apapun. Begitulah tubuh diciptakan untuk dapat meregenerasi sel yang mengalami kerusakan. Sehingga, potensi kanker sembuh dengan sendirinya bisa dimungkinkan.

Namun sayangnya, kemampuan regenerasi sel normal ini juga terjadi pada sel kanker. Pada sel normal, regenerasi sel berlangsung sebagai proses pengganti sel yang menua atau rusak. Namun, saat kanker menyerang tubuh—perubahan terjadi pada siklus sel normal. Perubahan ini ditandai dengan regenerasi tak berujung yang sifatnya “kekal” alias tidak mengalami kerusakan.

Tampaknya tidak ada masalah bukan, namun regenerasi yang “kekal” berdampak buruk bagi tubuh. Mengingat tubuh sudah dirancang sedemikian rupa dengan “porsi” ataupun “susunan sel dengan jumlah yang pas”. Regenerasi kekal menyebabkan peningkatan jumlah sel yang seharusnya menggantikan sel lama.

Sel baru ini akan menempati “ruang” yang seharusnya diperuntukkan untuk sebuah sel normal, namun kondisi ini menyebabkan penumpukan sel diruang yang sama. Hal tersebut akan menyebabkan rasa sakit karena “desakan sel kanker”, sehingga terjadi gejala peradangan dan pembengkakan.

Disaat sel kanker bertumbuh subur, sel ini juga mulai menyerang sel normal—sehingga kerusakan susunan genetik terjadi pada sel lainnya. Maka kemampuan regenerasi yang seharusnya dimiliki oleh sel normal, juga diambil alih oleh sel kanker, bedanya sel kanker tidak mengalami proses penuaan dengan sendirinya. Lalu, bagaimana cara kanker sembuh dengan sendirinya?

Remisi Spontan—Fenomena Saat Kanker Sembuh dengan Sendirinya

Kasus hilangnya sel kanker dalam tubuh penderitanya dengan tiba-tiba, sempat menjadi misteri yang membingungkan. Kondisi ini secara medis sering disebut dengan istilah “remisi spontan”, yakni manakala penderita kanker dinyatakan sembuh dari kanker secara tidak diduga. Benarkah kanker sembuh dengan sendirinya? Tatkala banyak ahli medis yang sedang berupaya menumpas keberadaan kanker dengan beragam cara.

Remisi spontan lebih mengarah pada kondisi hilangnya kanker maupun gejalanya tanpa bantuan dari pengobatan konvensional. Walaupun ada kata “spontan”, bukan berarti hilangnya kanker terjadi secara tiba-tiba. Tetap ada proses ataupun tahapan kemajuan yang terjadi secara berangsur-angsur hingga kondisi penderita membaik. Kondisi ini merupakan fenomena langka yang tak banyak dialami oleh para penderita kanker.

Perbandingan yang dilaporkan oleh BBC ialah 1 berbanding dengan 100.000 pasien. Selain itu, kondisi ini baru terjadi pada jenis kanker tertentu, misalnya; kanker ginjal, kanker getah bening, leukemia, melanoma, dan neuroblastoma. Walau demikian tak menutup kemungkinan jika ada enderita kanker lain yang juga merasakan keajaiban tersebut. Tanda-tanda yang dipelajari oleh para ahli sehubungan dengan remisi spontan ini ialah hilangnya sel kanker yang tidak disertai dengan kemungkinan untuk timbul kembali selama 10 tahun mendatang.

Anda disebut mengalami kondisi remisi spontan apabila berhasil menghilangkan serangan kanker tanpa pengobatan konvensional sama sekali. Jika Anda menjalani sebagian dari perawatan kanker, namun sel kanker hilang sebelum perawatan kanker berakhir dilaksanakan juga tergolong dalam remisi spontan. Sekalipun keberadaan sel kanker masih tersisa dalam tubuh, namun tubuhnya tidak menampakkan adanya gejala kanker ini juga dapat disebut sebagai remisi spontan. Sehingga ada kemungkinan jika kanker sembuh dengan sendirinya

Remisi spontan juga terjadi pada pasien kanker yang mengombinasikan lebih dari satu metode pengobatan atau perawatan. Sebagai contoh; pasien masih menjalani biopsi tetapi di saat bersamaan menjalani pengobatan alternatif pendukung. Berdasarkan sebuah penelitian terhadap kasus kanker, diketahui ada kaitan antara; sistem kekebalan tubuh, hormon, efek plasebo (obat kosong) yang positif, hipnosis, mutasi genetika (RNA), penghambatan angiogenesis (pembuluh darah baru di sekitar tumor), dan apoptosis (proses matinya sel-sel yang tidak diperlukan tubuh).

Keyakinan Diri—Kunci Pulih dari Serangan Kanker


Secara umum, mereka yang berhasil sembuh dari serangan kanker memiliki persamaan. Misalnya; mereka melakukan perubahan pola hidup sehat, memperoleh dukungan dari orang terdekat yang selalu setia mendampingi, melakukan aktivitas yang dapat mengurangi stres, dan mau menerima kondisi serta keadaan mereka dengan cara yang positif. Bila ini dilakukan, ada kemungkinan jika kanker sembuh dengan sendirinya.

Dr Drajat Ryanto Suardi, SpB(K)Onk selaku Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (2012), menyatakan bahwa “tekad bulat penderita dalam menjalani pengobatan turut meningkatkan potensi keberhasilan dalam menghadapi serangan kanker. Karena dengan adanya tekad yang kuat, maka tubuh akan memberikan respon perlawanan untuk sembuh dari serangan kanker”. Sehubungan dengan pendapat yang menyebutkan bahwa peluang besar kesembuhan pada penderita yang tidak diobati, ia mengutarakan kurang sependapat dengan hal itu.—detikHealth, 24/01/2012.

Itulah beberapa informasi penting terkait dengan kemungkinan kanker sembuh dengan sendirinya. Walau ada kasus kanker sembuh dengan sendirinya, namun tetap harus memperhitungkan pengobatan yang tersedia. Sekalipun penderita kanker memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif berupa herbal, pengobatan secara medis baik berupa operasi, kemoterapi, ataupun radioterapi tetap tidak boleh ditinggalkan. Hal ini bergantung pada kondisi penderita masing-masing.

Dukungan Herbal—Bantu Pulih Kembali dan Sehat


Tak sedikit yang turut mencoba untuk memperoleh dukungan herbal guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam mengatasi serangan kanker. Penggunaan herbal untuk kanker turut membantu meringankan gejala serangan kanker yang dirasakan penderitanya. Sehingga mereka merasa lebih lega dan positif dalam menerima kondisi tersebut, seraya pemulihan dilakukan secara berangsur-angsur. Tak ada metode pemulihan kanker yang sifatnya cepat, bahkan pengobatan medispun memerlukan waktu untuk dapat memberantas kanker dalam tubuh Anda.

Bagaimana dengan Anda, inginkah Anda terbebas dari serangan kanker? Cobalah untuk mulai melakukan perubahan gaya hidup yang turut menunjang proses pemulihan diri dari serangan kanker. Janganlah menyerah, karena Anda tidak sendirian dalam menghadapi penyakit yang melelahkan ini. Yakinlah, bahwa Anda bisa terbebas dari belenggu kanker yang mencekik kehidupan. Tetap bahagia disaat gundah merupakan salah satu kunci agar Anda dapat terus menjalani hidup dengan lebih baik.

Daftar Pustaka:

Thomas Jessy. Immunity over inability: The spontaneous regression of cancer. January – Juni 2011. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3312698/.