Kanker dari Kista, Bagaimana Dapat Terjadi?

353
Ilustrasi Penyebab Kanker Kista
Ilustrasi (Credit: jarabee123 / iStock)

Diedit:

5
(1)

Selama ini tidak banyak yang mengetahui soal kanker kista. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kanker kista? Bagaimana kanker kista dapat terjadi? apa penyebab kanker kista dan bagaimana mengenai ciri ciri kanker kista?

Pada kesempatan ini kita akan mencoba mengupas lebih dalam soal kista dan bagaimana kondisi ini dapat bermuara menjadi kanker. Juga memahami sejauh mana potensi sebuah kista dapat berkembang menjadi jaringan ganas.

Apa Sebenarnya Kista?

Sebelum berbicara banyak soal penyakit kanker kista, kita perlu membahas soal apa sebenarnya kista. Kista adalah  sebuah pertumbuhan kantung di dalam tubuh. Kantung ini terbuat dari semacam jaringan membran yang berasal dari sel utamanya.

Artinya, pada awalnya, kantung tidak terbentuk dari sel yang bermutasi. Kantung berasal dari sel normal yang berkembang lebih dari biasanya dan membentuk membran tipis hingga terbentuk kantung.

Kantung ini biasanya mengandung isi, dapat berupa cairan atau fluida tubuh, nanah, lemak, udara, massa tidak solid hingga substansi lain.  Dan sejatinya, kista dapat tumbuh di seluruh bagian tubuh.

Tentu ini meluruskan pandangan selama ini bahwa kista demikian identik dengan masalah pada rahim dan ovarium. Faktanya, bahkan jerawat pun bisa dianggap sebagai salah satu wujud dari kista. Dan kista dapat berkembang dari beragam jaringan tubuh, mulai dari otak, kulit, paru-paru, ginjal, usus dan lain sebagainya.

Kista dapat terbentuk dekat dengan permukaan kulit, hingga menonjol jelas di lihat dari permukaan kulit. Dapat pula tersimpan rapat dalam sebuah organ sehingga sulit disadari oleh pasien, sampai gejala muncul, ketika kista mulai menyebabkan gangguan atau menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kista juga dapat berupa kondisi benjolan ringan seperti jerawat kista. Dapat pula berupa kista berukuran besar dan menyebabkan sumbatan dan gangguan dalam fungsi organ dan fungsi gerak tubuh.

Pada banyak kasus kista tidak menimbulkan keluhan secara fisik, kecuali ukurannya menjadi terlalu besar atau kista terjadi sebagai efek peradangan sehingga  muncul rasa nyeri yang justru disebabkan oleh efek peradangan.

Apa Penyebab Kista?

Yang kemudian banyak tidak dipahami adalah apa yang menjadi penyebab kista. Sementara kista dapat tumbuh di seluruh bagian tubuh. Mulai dari permukaan kulit hingga pada area organ dalam tubuh. Sehingga dapat dikatakan penyebab kista memang sangat beragam.

Penyebab kista sendiri dapat terdiri dari sejumlah kondisi berikut.

  • Aspek genetik
  • Infeksi
  • Gangguan pada pertumbuhan sel
  • Inflamasi yang kronis
  • Terjadinya sumbatan dalam saluran di dalam tubuh
  • Cidera

Mengenali Keberadaan Kista dalam Tubuh

Karena pada umumnya kista adalah jaringan jinak, maka seringnya kista tidak menimbulkan banyak keluhan sebagaimana terjadi pada tumor. Kecuali ukuran kista menjadi terlalu besar, kadang pasien akan merasakan efek tidak nyaman, rasa mengganjal dan pegal yang diakibatkan oleh tekanan dari kista. Kadang ukuran kista yang membesar dapat menghambat kinerja organ.

Tetapi, bila kista sendiri berkaitan dengan inflamasi atau infeksi, maka keberadaan kista mungkin perlu untuk lebih Anda waspadai. Karena bisa jadi kantung kista mengandung unsur cairan, protein atau toksin yang bila mengalami tekanan dan pecah akan menyebar dan membahayakan tubuh.

Pada jenis kista macam ini, kista akan menyebabkan keluhan nyeri. Karena di dalam kista terjadi peradangan dan kerusakan sel yang menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri akan muncul pada area dimana kista berkembang.

Kista sendiri dapat terbentuk disejumlah bagian tubuh. Adapun jenis-jenis kista antara lain adalah sebagai berikut.

  • Kista Jerawat

    Kista yang muncul pada permukaan kulit terkait dengan peradangan pada pori-pori dan kelenjar minyak. Terjadi ketika bakteri terjebak dalam pori pori yang tersumbat hingga membentuk infeksi dan peradangan. Ini termasuk kista yang dianggap ringan.

  • Kista Arachnoid

    Kista ini terbentuk pada membran arachnoid yang membungkus otak. Terjadi pada masa pertumbuhan janin, sel-sel membran berkembang berlebihan hingga membentuk kerutan dan kantung yang kemudian akan berisi cairan cerebral. Kadang ini menyebabkan tekanan pada sistem saraf.

  • Kista Popliteal

    Jenis kista yang tumbuh pada area belakang lutut. Memberi efek tekanan pada area lutut dan lipatan kaki. Pada umumnya, ini akan menyebabkan pasien sulit menggerakan kaki dan lutut dan leluasa.

  • Kista Bartolin

    Kista bartolin berasal dari infeksi atau penyumbatan pada kelenjar bartolin yang berada pada area sekitar labium organ vital wanita. Kelenjar ini bekerja menghasilkan cairan lubrikan untuk vagina.  Infeksi atau sumbatan menyebabkan munculnya benjolan berisi cairan atau unsur nanah.

  • Kista Payudara

    Kista yang berkembang pada organ payudara. Kista ini termasuk jenis kista yang dapat berkembang menjadi kanker kista. Biasanya terbentuk dari infeksi atau penyumbatan saluran dan kelenjar susu pada payudara.

  • Kista Chalazion

    Kista yang terdapat pada kelopak mata, yang terbentuk dari kelenjar meibomian. Kelenjar ini sendiri berada di kelopak mata atas, tepat dekat bulu mata dan berfungsi memproduksi cairan yang bekerja menjaga lubrikasi mata.

  • Kista Ovarium

    Kista yang terbentuk pada ovarium, sifatnya cenderung jinak tetapi dapat berukuran sangat besar hingga menghalangi kinerja ovarium dan rahim itu sendiri. Biasanya berkaitan dengan hormon dan proses reproduksi ovum oleh ovarium. Jenis kista ini dapat menjadi ciri ciri awal kanker kista pada ovarium.

  • Dermoid Kista

    Kista yang terbentuk dari jaringan kulit, membentuk benjolan berisi jaringan tidak solid di bawah kulit. Kadang juga bisa mengandung rambut, lemak, tulang rawan, jaringan tiroid hingga kuku.

  • Kista Pankreas

    Kista dapat pula tumbuh dalam pankreas dan menyebabkan fungsi pankreas sebagai produsen hormon akan terganggu. Kebanyakan berkaitan dengan fungsi produksi hormon yang tidak berjalan normal sehingga jutru membentuk endapan yang berkembang menjadi kista.

  • Kista Tulang

    Sejumlah komponen tulang, baik itu gigi, tulang rawan hingga tulang solid dapat membentuk kista. Biasanya kista akan berisi cairan atau justru bentuk tulang tidak solid. Beberapa jenis kista tulang antara lain kista tarlov, kista periapikal, kista dentigerous.

  • Kista Koloid

    Kista yang terbentuk dari jaringan gelatin yang terdapat pada otak. Ini dapat membahayakan fungsi otak dan menyebabkan gangguan yang serius pada kinerja sistem saraf pusat.

  • Kista Ganglion

    Kista ini berkembang dari jaringan sendi, sehingga biasanya berkembang pada area sekitar persendian atau pertemuan tulang. Di dalamnya terdapat cairan berupa cairan darah dan kadang disertai dengan cairan non darah. Kadang mengganggu karena dapat menekan persendian dan membuat pasien merasa mudah pegal dan linu.

  • Kista Ginjal

    Kasus kista ginjal adalah bentuk lain yang rentan untuk berkembang menjadi kanker kista. Di sini kista terbentuk dari pengendapan cairan dan kotoran dalam ginjal. Kadang kista jenis ini juga sudah berkembang sejak bayi.

  • Kista Lain

    Sejumlah kasus kista lain dapat terbentuk pada organ dalam paru-paru, pada usus, pada kulit kepala, pita suara dan lain sebagainya.

Baca juga:  10 Tips Jitu Mencegah Kanker
Ilustrasi ciri-ciri kanker kista
Ilustrasi Kista Ovarium (Credit: Shidlovski / iStock)

Bagaimana Kista Berkembang Menjadi Kanker?

Pada dasarnya, kista adalah massa jinak yang cenderung tidak agresif dan tidak ganas. Kista bahkan dalam sejumlah kasus dapat hilang dengan sendirinya, tanpa perawatan intensif dan tanpa efek samping yang tersisa.

Bila kista berukuran relatif kecil, mekanisme tubuh akan dengan efektif membantu mengurangi ukuran kista, bahkan kista dapat hilang dengan begitu saja. Kista yang terkait dengan sumbatan juga dapat teratasi dengan sendirinya, ketika penyebab sumbatan dapat diatasi. Kista kecil akibat  infeksi juga biasanya mudah diatasi oleh sistem imun tubuh.

Tetapi dalam kondisi khusus kista dapat berkembang menjadi kanker. kebanyakan kasus perkembangan kista menjadi kanker terjadi pada organ-organ khusus seperti pada payudara, ginjal ovarium, pankrea dan usus.

Sebuah kista dikatakan menjadi kanker bila kista membentuk massa yang lebih agresif dan menyebar. Pada strata ini, kista juga akan membentuk peradangan yang lebih berat dan meluas. Kista yang bersifat ganas juga akan menyebabkan kerusakan organ. Bukan karena keberadaan kista yang menyumbat atau menekan di dalam organ, tetapi karena kista menimbulkan kerusakan di dalam organ.

Penyebab Kanker Kista

Penyebab kanker kista sendiri dapat dikatakan cukup kompleks. Ada banyak penyebab sehingga sebuah kista dapat berkembang menjadi massa yang agresif dan ganas. Dan adapun sejumlah penyebab kanker kista tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Pengaruh Hormonal


Pada kasus kanker kista pada payudara dan pada ovarium, perubahan hormonal akan mempengaruhi tingkat resiko seseorang untuk mengalami perubahan dari kista menjadi kanker.

Unsur hormonal menjadi penyebab kanker kista, karena perubahan hormonal tertentu akan memancing kista lebih cepat membesar. Dan bila tidak segera diatasi, pembesaran kista tidak hanya akan menyebabkan tekanan dan sumbatan. Kista dapat mengeras dan mengalami proses mitosis lebih lanjut untuk berubah menjadi kanker.

Baca juga:  Sembuh dari Kanker Tanpa Kemo, Mungkinkah?

Pembesaran kista berkelanjutan menyebabkan unsur isi dari kantung kista juga turut meningkat dan menjadi lebih padat. Beberapa kista mengandung unsur protein atau senyawa kimia tertentu yang pada kadar tertentu dapat memicu proses mitosis sel.

Efek Infeksi atau Peradangan Berkepanjangan


Apabila kista terbentuk dari peradangan atau infeksi, maka kandungan dalam kantung kista dapat cukup membahayakan tubuh. Dalam kantung kista dapat menjadi penyebab terbentuk kanker kista. Itu sebabnya perawatan kista yang disebabkan oleh peradangan dan infeksi sebaiknya dilakukan dengan lebih intensif.

Substansi di dalam kantung kista dapat berupa protein atau elemen kimia tertentu yang dihasilkan oleh bakteri penyebab infeksi dan mengandung toksin berbahaya. Dan ketika substansi ini bocor keluar dari dalam kantung, maka substansi berbahaya ini meracuni sel di sekitarnya. Ini memicu terjadinya proses mitosis sel mitosis atau mutasi ini yang kemudian memicu sel normal berubah menjadi kanker.

Kista Terbentuk sebagai Bagian dari Tumor


Dalam kasus yang cukup jarang, kista terbentuk sebagai bagian dari tumor. Sehingga tumor akan membentuk kantung, baik di dalam tumor atau sebagai bagian tambahan dari tumor. Perkembangan tidak biasa dari tumor jinak semacam ini dapat menjadi penyebab kanker kista.

Merupakan Jenis Kista yang Memang Pemicu Kanker


Dikatakan terdapat sejumlah jenis kista yang padadasarnya rentan untuk berkembang menjadi ganas dan merusak. Di antaranya adalah mucinous cystic neoplasms dan intraductal papillary mucinous neoplasms. Ini dapat menjadi penyebab kanker kista

Keduanya memiliki sifat bawaan untuk merusak sel sekitarnya, mengganggu kinerja sel sehat dan mendorong persebaran peradangan. Sifat agresif ini yang kemudian menjadikan kista ini dianggap potensial menjadi kanker.

Ciri-Ciri Kanker Kista

Kadang sulit untuk mengenali secara langsung ciri ciri kanker kista. Kista acapkali tampak tidak berbahaya sehingga dianggap tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi sebenarnya, terdapat sejumlah ciri ciri kanker kista yang dapat dikenali dengan mudah. Ciri ciri kanker kista tersebut dapat dilihat dari sejumlah tanda seperti berikut ini.

  • Keluar darah dari kista
  • Kista tampak meletus dan mengeluarkan cairan
  • Kista berkembang berlebihan dan cepat
  • Area sekitar kista terasa gatal
  • Area sekitar kista terasa perih dan nyeri sekali
  • Kista dan area sekitarnya terlihat merah dan membengkak
  • Ketika kista disentuh terasa mati rasa

Beberapa ciri ciri kanker kista di atas dapat menjadi sinyal bahaya bahwa kista yang Anda miliki bisa jadi udah berkembang menjadi kanker. Segera hubungi dokter onkologi atau ahli kanker terdekat untuk pemeriksaan mendapat.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang kanker dari kista. Semoga informasi ini dapat menambah kewaspadaan Anda terhadap penyakit yang membahayakan ini. Temukan ulasan-ulasan menarik lain seputar penyakit kanker hanya di Deherba.com.


Referensi Kanker dari Kista:

Yamini Ranchod, PhD, MS. Healthline. Reviewed: 2017-11-27. What’s the Difference Between Cysts and Tumors?. URL: https://www.healthline.com/health/cyst-vs-tumor

Christian Nordqvist. Medical News Today. Reviewed: 2017-08-16. Cysts: Causes, types, and treatments. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/160821.php

Standford Healthcare. Reviewed: 2018. Malignant cysts. URL: https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/digestion-and-metabolic-health/pancreatic-cysts/types/malignant-cysts.html


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 tidak bermanfaat / 5 sangat bermanfaat)

Rating: 5 / 5. Pemilih: 1

Ikuti media sosial kami untuk terus terhubung dengan deherba.com!

Maaf sekali artikel ini belum bermanfaat untuk Anda

Bantu kami untuk meningkatkan artikel ini!

Beritahukan apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan mutu artikel ini?