Kanker Gusi: Bedakan Gejala Kanker dengan Radang Gusi

81
Ilustrasi Gejala Kanker Gusi
Ilustrasi Gejala Kanker Gusi (Credit: Stefano Garau / Shutterstock)

Diedit:

Kanker gusi merupakan bagian dari penyakit kanker rongga mulut. Ini adalah jenis kanker yang berkembang pada rongga mulut, terutama pada gusi. Tanda-tanda dan gejala dari kanker gusi termasuk jenis yang sulit untuk dikenali. Karena ciri-ciri kanker gusi pada umumnya menyerupai keluhan gusi dan mulut biasa.

Untuk itu pada kesempatan ini kita akan mencoba membahas lebih lanjut mengenai tanda-tanda kanker gusi. Meski tentu saja membahas mengenai kanker gusi tidak akan dapat lepas dari membahas mengenai kanker mulut. Tetapi kita akan mencoba membahasnya secara lebih spesifik pada kanker gusi.

Mengingat kanker tersebut adalah jenis kanker mulut yang paling sering muncul selain kanker pada lidah. Pada kesempatan ini juga akan dibahas mengapa gusi menjadi bagian yang paling sering mengalami masalah kanker selain lidah.

Apa Sebenarnya Kanker Gusi Itu?

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kanker gusi sebenarnya merupakan bagian dari kanker mulut. Kanker ini terbentuk pada rongga mulut termasuk pula dapat terbentuk pada bibir, lidah, liang rongga mulut, area dinding dalam pipi hingga area nula dan tonsil di belakang rongga mulut.

Penyakit ini banyak dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Dan mungkin itu pula yang menyebabkan tingkat resiko pada pria dua kali lebih besar dari wanita. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita kanker jenis ini mencapai 5.329 orang di tahun 2012 dan diprediksi akan meningkat 21,5% di tahun 2020. Menurut data yang sama dijelaskan pula bahwa kanker rongga mulut memiliki tingkat kematian hingga 50%.

Yang cukup mengejutkan ternyata 50% kasus kanker mulut di dunia ditemukan di Asia. Bahkan 11% ditemukan di Asia Tenggara. Dan yang juga sangat disesalkan tingkat kematian tertinggi karena kanker jenis ini justru terjadi di Asia.

Diduga kuat karena kesadaran masyarakat di Asia relatif lebih rendah akan gejala dan tanda-tanda kanker gusi dan kanker mulut. Terlebih kesadaran masyarakat awam untuk lebih menjaga kesehatan mulut dan gigi juga relatif rendah.

Di Indonesia sendiri kesadaran untuk memeriksakan gigi rutin setiap 6 bulan sekali terbilang rendah. Kunjungan medis ke dokter gigi hanya dilakukan ketika keluhan muncul, tetapi tidak dilakukan rutin untuk perawatan reguler. Sementara langkah ini dianggap sebagai cara preventif paling efektif mencegah beragam keluhan mulut, termasuk di antaranya kanker.

Apa Penyebab Kanker Mulut?


Apa sebenarnya yang menyebabkan kanker dapat terbentuk pada rongga mulut, termasuk gusi? Terbentuknya kanker di dalam rongga mulut secara medis disebabkan oleh mutasi sel pada rongga mulut. Pada umumnya mutasi terbentuk pada sel squamous yang melapisi area gusi, lidah dan dinding mulut.

Proses mutasi inilah yang hingga saat ini belum sepenuhnya dipahami. Meski sejumlah aspek dikatakan dapat menjadi pemicu terjadinya proses mutasi yang menyebabkan DNA dan karakter dasar sel mulut berubah dan berperilaku abnormal.

Sebagaimana dijelaskan, ada sejumlah aspek yang dapat menjadi penyebab seseorang mengalami kanker di dalam rongga mulut. Seperti sejumlah penyebab berikut ini.

Merokok

Tentu beberapa kali kami sudah menjelaskan bahwa dalam rokok terdapat ribuan jenis toksin dan sebagian besar memiliki sifat karsinogen. Sifat karsinogenik ini menyebabkan proses kerusakan sel terjadi lebih awal dan akan menghambat pula proses regenerasi sel. Akibatnya sel mengalami kerusakan lebih permanen dan memudahkannya terbentuk kanker.

Posisi mulut yang demikian mudah terpapar toksin rokok menjadikannya berkali lipat lebih rentan untuk mengalami proses oksidasi yang fatal. Mereka yang merokok, akan memiliki tingkat resiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker mulut.

Data menunjukan sebagian besar kasus kanker mulut dapat dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Menurut data yang disampaikan Cancercenter, 80% pasien kanker jenis ini ternyata merupakan perokok aktif.

Konsumsi Alkohol

Tak berbeda jauh dari perokok, mereka yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol terbukti memiliki resiko 3 kali lebih besar untuk mengidap kanker mulut. Dan bila dipadukan mereka yang merokok dan alkoholik bersamaan, maka orang tersebut memiliki tingkat resiko 30 kali lipat lebih besar dari mereka yang tidak merokok dan bukan alkoholik.

Hal tersebut dijelaskan dalam Alcohol Research Current Research tahun 2007. Bahwa mereka yang mengkonsumsi alkohol memiliki peningkatan resiko untuk sejumlah jenis kanker. 7 jenis kanker tersebut antara lain kanker yang terbentuk di dalam rongga mulut dan tenggorokan, laring, kanker esofagus, kanker lambung, usus dan usus besar, kanker hati juga kanker payudara.

Alkohol memiliki sifat oksidatif dan memudahkan efek iritasi. Inilah yang kemudian memicu terjadinya kanker dalam jangka panjang. Karena kerusakan yang berkelanjutan akibat paparan alkohol akan sulit untuk diimbangi oleh sistem regenerasi sel tubuh.

Baca juga:  Pemeriksaan Kanker Mulut

Paparan Virus HPV dalam Mulut

Beberapa dari Anda mungkin familier dengan jenis virus HPV atau Human Papiloma Virus. Namun kebanyakan dari kita lebih akrab dengan fakta bahwa virus ini banyak berdiam di organ vital termasuk serviks.

Yang tidak banyak disadari, bahwa virus ini juga dapat berdiam di rongga mulut dan tenggorokan. Virus ini dapat masuk melalui proses oral seks. Dapat pula disebabkan kebiasaan makan yang tidak bersih.

HPV akan memicu inflamasi pada area rongga mulut, menimbulkan semacam abses yang kadang dengan buliran kista kecil menumpuk. Selintas peradangan akan tampak seperti benjolan kecil bertumpuk dan rapat.

HPV akan melepas semacam protein khusus yang dapat menghambat kinerja tubuh memperbaiki peradangan. Ini yang kemudian memudahkan abses  pada mulut dan gusi ini berkembang lebih lanjut menjadi kanker.

Kebiasaan Nyirih

Salah satu penyebab lain yang menjadi alasan kenapa kasus kanker jenis ini demikian tinggi ditemukan di Asia adalah kebiasaan menyirih yang secara tradisi banyak dilakukan di Asia, terutama Asia Tenggara.

Menyirih dilakukan dengan pinang dan kapur yang dibungkus dengan daun sirih. Kadang untuk menambah rasa campuran ini ditambahkan dengan daun tembakau kering. Tradisi ini dianggap baik oleh banyak orang karena dapat menguatkan gigi.

Daun sirih mungkin memang banyak manfaat, diantaranya baik untuk mengatasi dan mencegah infeksi mulut. Tetapi kapur rupanya bila berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada sel mulut. Inilah yang diduga kuat menyebabkan proses mutasi pada mulut dan gusi.

Ekspos Toksin dalam Mulut

Beberapa orang hidup dalam lingkungan yang memudahkannya sejumlah unsur toksin, polutan dan aspek karsinogen masuk ke dalam mulut. Beberapa jenis seperti asbestos, asam sulfur, formaldehid dan lain sebagainya dapat mudah masuk ke dalam mulut hanya karena hal-hal sederhana. Dan mereka yang kerap terpapar aspek karsinogen macam ini lebih mudah untuk mengalami kanker gusi dan juga mulut.

Mengidap Penyakit Tertentu

Kankaer jenis ini dapat dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan. Salah satunya adalah GERD (Gastro-esophageal reflux disease). Tingginya kadar asam yang mencapai area tenggorokan dan mulut akan memudahkan terbentuknya iritasi berkepanjangan di area ini.

Penyakit yang berkaitan dengan penurunan imunitas atau autoimun, yang menyebabkan mudahnya rongga mulut mengalami peradangan yang berkepanjangan juga dikatakan dapat memicu terjadinya pembentukan kanker.

Yang mungkin kadang tidak diduga, mereka dengan masalah lubang pada gigi atau kerap sekali sariawan juga memiliki resiko relatif tinggi untuk mengidap kanker jenis ini. Ini karena keluhan tersebut dapat dikatakan sebagai infeksi. Dan infeksi yang kerap terjadi  serta terus menerus dapat menyebabkan kerusakan permanen di jangka panjang.

Efek Paparan Ultraviolet

Sejumlah kasus kanker mulut dapat dikaitkan dengan kebiasaan pasien sebelumnya yang menyebabkan area bibir dan mulut lebih mudah terpapar sinar matahari berlebihan.  Termasuk mereka yang bekerja di luar ruangan dan mereka yang menjalankan proses penghitaman kulit buatan (tanning bed).

Namun di sini, kanker pada umumnya hanya terjadi pada area mulut yang mudah terpapar sinar matahari. Seperti pada area bibir. Kanker gusi pada umumnya tidak berkaitan langsung dengan paparan sinar matahari dan efek ultraviolet.

Pola Makan Tidak Sehat

Meski tidak dikatakan menjadi penyebab langsung, Mereka yang memiliki pola makan tidak seimbang,  dalam hal ini kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan juga dapat memiliki resiko tinggi mengidap kanker pada rongga mulut ini.

Kebiasaan menyirih, salah satu faktor penyebab kanker mulut
Ilustrasi Daun Sirih (Credit: teen00000 / 123rf)

Mengenali Gejala Kanker Gusi

Sebagaimana dijelaskan, salah satu yang menyebabkan tingkat kematian dari jenis kanker ini relatif tinggi hingga mencapai angka di atas 50% karena kebanyakan pasien terdiagnosis pada stadium akhir. Gejala kanker gusi terbilang sangat samar dan lebih menyerupai tanda tanda gangguan gusi lain ketimbang tanda-tanda kanker gusi.

Apa Saja Ciri-Ciri Kanker Gusi yang Sebenarnya?


Pada umumnya kanker pada area rongga mulut ditandai dengan sejumlah gejala seperti abses (ulcer) pada rongga mulut. Bisa ditemukan pada lidah, bibir luar maupun bibir dalam, dinding langit-langit rongga mulut dan dinding pipi dalam, lidah hingga gusi.

Kadang bentuk kanker tidak berupa abses, melainkan berupa massa tumor. Abses atau massa inflamasi bisa muncul dengan bentuk pembengkakan, pengerasan, luka radang yang serupa dengan sariawan berat yang tidak kunjung sembuh.

Namun, pembentukan inflamasi dan massa kanker pada setiap bagian mulut, termasuk di gusi, akan menyebabkan ciri-ciri yang berbeda-beda tergantung dimana lokasi kanker berada. Dan ketika kanker terbentuk pada area gusi, maka sejumlah gejala khusus dapat muncul. Adapun gejala kanker gusi secara khusus dapat dijabarkan sebagai berikut.

  • Terbentuk abses yang tidak kunjung sembuh
  • Terjadi perdarahan terus menerus baik ringan maupun berat pada area gusi
  • Melemahnya kekuatan gusi dalam menahan gigi
  • Muncul noda-noda putih atau merah merona pada area gusi
  • Muncul rasa nyeri yang kuat pada area gusi, kadang merambat hingga rahang
  • Gusi mengeras atau justru melunak dan membengkak
  • Rasa kebas (mati rasa) pada area gusi dan gigi
  • Gigi mudah lepas
  • Kesulitan untuk mengunyah
  • Aroma tidak sedap dari mulut yang susah hilang
  • Produksi air liur berlebihan
Baca juga:  Stadium Kanker Mulut
nyeri gusi, salah satu tanda-tanda kanker gusi
Nyeri Gusi, Salah Satu Tanda-Tanda Kanker Gusi (Credit: Anetlanda / depositphotos)

Mungkinkah Ini Hanya Sakit Gingivitis (Radang Gusi)?

Yang kadang menjadi masalah, gejala dari kanker gusi sangat serupa dengan gingivitis atau radang gusi. Sebagai catatan justru kebanyakan kasus keluhan pada gusi lebih sebagai gingivitis ketimbang kanker.

Di satu sisi, ini mungkin melegakan, karena rupanya tingkat temuan kasus kanker yang berkembang pada bagian gusi memang tidak tinggi. Tetapi di sisi lain, banyak kasus kanker terdiagnosa terlambat karena pasien mengira keluhan yang mereka alami sebagai radang gusi. Lalu bagaimana membedakan gejala kanker gusi dengan peradangan pada gusi?

  • Pertumbuhan Abnormal

    Gejala kanker gusi yang khas adalah terbentuknya luka pada area gusi menyerupai sariawan, tetapi dengan perkembangan luka yang lebih menonjol. Kadang disertai pembengkakan yang tidak beraturan, perubahan bentuk dan tekstur gusi, hingga perubahan tatanan gigi.

  • Muncul Noda

    Peradangan gusi biasanya ditandai dengan sariawan dan luka abses yang terlihat pada dinding gusi. Kadang peradangan menyebabkan gusi tampak sedikit berkerut hingga menampakan sisi bawah gigi. Tetapi pada kanker gusi, ciri-ciri yang muncul adalah peradangan disertai dengan beberapa plak putih dan merah, berbintik dan kadang menumpuk. Secara medis plak putih ini disebut dengan leukoplakia dan noda merah disebut dengan erythroplakia.

  • Muncul Massa atau Benjolan

    Peradangan pada gusi hanya akan menampakan tanda pembengkakan dan terbentuknya luka atau abses yang kadang kita sebut secara awam sebagai sariawan gusi. Tetapi, seharusnya abses tidak timbul, membenjol atau membentuk massa. Bila pada area abses muncul benjolan, apalagi bila benjolan terasa nyeri, maka ada kemungkinan ini menjadi tanda-tanda kanker pada gusi.

  • Warna Merah yang Lebih Terang

    Pembengkakan akibat gingivitis disebabkan oleh perdarahan yang akhirnya memunculkan warna merah tua seperti lebam. Gusi akan tampak bengkak, tetapi tidak keras. Sedangkan pada kanker gusi, maka ciri-ciri yang muncul adalah warna merah yang serupa dengan darah, lebih segar dan cerah. Pembengkakan juga terasa lebih keras dan padat.

Kenapa Gusi Lebih Sering Terserang?

Pertanyaan yang kemudian banyak diajukan terkait kanker pada area rongga mulut adalah mengapa gusi termasuk area yang kerap terserang? Apa sebabnya kanker gusi mudah terjadi?

Gusi termasuk area dari mulut yang mudah terekspos dan terpapar unsur asing yang bersifat karsinogen. Makanan atau minuman apapun yang masuk ke dalam mulut, akan pertama kali mengenai gusi. Sehingga gusi menjadi garda awal dari mulut yang lebih rentan terpapar unsur karsinogen terlebih dahulu.

Peradangan yang muncul pada gigi dan gusi juga termasuk peradangan yang paling sering terjadi di dalam rongga mulut. Perlu dipahami, peradangan yang terus menerus dan tidak tuntas teratasi dapat menjadi cikal bakal dari kanker.

Dalam studi yang rilis pada tahun 2015 sebagaimana telah dipublikasikan dalam The Lancet Oncology mengungkap bahwa 14% kasus peradangan pada gusi dan gigi dapat berkembang menjadi kanker.

Untuk itu mengenali gejala kanker gusi adalah kunci. Kita perlu untuk dapat membedakan antara ciri-ciri kanker gusi dengan keluhan yang muncul pada peradangan gusi. Karena dengan deteksi dini, kita dapat menekan resiko kematian dengan lebih optimal.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang kanker gusi. Semoga informasi ini dapat menambah kepedulian Anda terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga Anda. Temukan ulasan-ulasan menarik lainnya seputar penyakit kanker mulut hanya di Deherba.com.


Referensi Kanker Gusi:

Diana Rafikasari. Sindonews.com. Updated: 2018-12-28. Jumlah Penderita Kanker Mulut Di Indonesia Akan Meningkat. URL: https://lifestyle.sindonews.com/read/1366320/155/jumlah-penderita-kanker-mulut-di-indonesia-akan-meningkat-1545968166

Christian Nordqvist. Medical News Today. Updated: 2017-12-27. What you should know about mouth cancer. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/165331.php

Cancercenter. Oral cancer. Reviewed: 2019. URL: https://www.cancercenter.com/cancer-types/oral-cancer/symptoms

Amy Freeman. Colgate. Reviewed: 2018. Gum Cancer Or Gingivitis? How To Tell The Difference. URL: https://www.colgate.com/en-us/oral-health/conditions/cancer/gum-cancer-or-gingivitis-how-to-tell-the-difference-0915


Advertisement
Alinesia