Blog Herbal No. 1 Indonesia

Tanaman Alang-Alang, Si Pengganggu yang Justru Berkhasiat bagi Kesehatan


By Fery Irawan

Tanaman alang-alang (Imperata cylindrica) sering dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. Karena tumbuhan ini menyebar dengan akarnya yang menjalar dan dapat menyerang serta mengganggu ekosistem sekitarnya. Tapi banyak orang lain justru memanfaatkan tumbuhan ini sebagai obat tradisional. Bagaimana pengolahan, khasiat, dan efek samping alang-alang?

Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang tumbuhan alang-alang yang biasa disebut juga dengan ilalang. Meski tanaman ini sebenarnya tidak asing bagi kebanyakan orang, hanya saja tidak banyak yang tahu khasiat tanaman alang-alang untuk kesehatan.

Bagaimana Ciri-Ciri Tanaman Alang-Alang?

Alang-alang ialah tumbuhan sejenis rumput yang terus ada sepanjang tahun, memiliki akar atau rimpang yang tumbuh menjalar di bawah permukaan tanah. Tinggi tanaman ini bisa mencapai 1,2 meter. Rimpang atau akar yang teksturnya padat, bercabang, dan menjalar menjelajahi lapisan-lapisan tanah hingga 60 cm. Batangnya ramping dan tumbuh dari rimpang bagian atas.

Tanaman ini sebenarnya memang demikian mudah untuk didapat. Jenis tanaman perdu rumput-rumputan ini biasa tumbuh liar di area persawahan, kebun, ladang, ataupun sisi jalan yang kering dan mendapatkan sinar matahari cukup. Demikian seringnya tanaman ini tumbuh liar dan lebih sering dianggap sebagai gulma sehingga dibabat habis sekedar untuk pakan ternak.

Menurut situs web Kewscience, alang-alang adalah tanaman yang berasal dari Asia, Mikronesia, Australasia, Eropa, Amerika Serikat Tenggara, Meksiko, dan Afrika. Diperkirakan tanaman ini menutupi hingga 2.000.000 kilometer persegi dari seluruh wilayah tropis (termasuk area padang rumput alami).

Beberapa riset dikembangkan terkait khasiat tanaman alang-alang, perdu ini mengandung zat-zat yang dapat bermanfaat bagi tubuh. Menurut hasil penelitian alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakharosa, citric acid, malic acid, cylindrin, fernenol, coixol, arundoin, anemonin, simiarenol, damar, logam alkali, dan asam kersik.

Kandungan di atas menjadikan tanaman ini sebagai penurun panas atau antipiretik , meluruhkan kemih atau kemampuan diuretik, menghentikan pendarahan yang juga biasa dikenal dengan kemampuan hemostatik, dan menghilangkan keluhan tenggorokan kering.

Penelitian yang dilakukan Jaya Antonius Satrya, Fakultas Farmasi UNAIR menunjukkan bahwa akar alang-alang memiliki paling kuat efek antipiretik-nya. Akarnya memiliki rasa yang manis dan memberi efek sejuk.

Bagaimana Cara Pengolahan Alang-Alang?

Bagian yang paling banyak digunakan untuk obat tradisional adalah akar alang-alang. Saat ini, alang-alang sudah sering diteliti secara ilmiah. Dr. Setiawan Dalimartha dalam bukunya, Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Hepatitis, menyebutkan bahwa di luar negeri tanaman ini sudah dibuat obat paten.

Menurut uji klinik, akar alang-alang dengan dosis 250-300 g, 2 kali pagi dan sore dapat menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita nefritis akut. Pada nefritis kronis, tanaman ini dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. Kesadaran masyarakat yang makin tinggi terhadap obat herbal yang aman dan tidak berefek samping membuat permintaan akar tanaman ilalang terus meningkat.

Khasiat tanaman alang-alang sudah banyak diketahui oleh para ahli herbal. Sehingga banyak pula yang menggunakannya untuk pembuatan obat maupun jamu. Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan biasanya adalah akar, batang, dan bunganya.

Pengolahan alang-alang dapat dilakukan dengan cara merebusnya. Sisakan setengah dari air rebusan untuk kemudian Anda diamkan sampai berada dalam suhu dingin. Suhu dingin akan membantu meningkatkan pemanfaatannya. Kalau memang Anda rasa perlu, boleh air rebusan ini Anda campur dengan sedikit gula merah (Gula Jawa), perasan jeruk nipis juga dengan sedikit madu.

Pilihan lain dalam memanfaatkan tanaman ini adalah dengan menggunakan akar segar. Anda bisa mendapatkannya langsung dari tanaman segarnya. Biasanya akar segar ini mengandung lebih banyak air sehingga cukup dengan Anda tumbuk dulu kemudian peras airnya Anda sudah mendapatkan ekstrak alami dari akarnya yang kaya khasiat.

Bila menggunakan akar alang-alang yang kering sebaiknya akar Anda giling dulu untuk kemudian dijadikan bubuk, sebelum diseduh. Pilihan mengeringkan akarnya di bawah sinar matahari akan membantu Anda menyimpan akar lebih lama.

Apa Saja Khasiat Tanaman Alang-Alang untuk Kesehatan Anda?

Menurut situs web HERBSIA, akar tanaman ini memiliki kemampuan diuretik, ini berdasarkan penelitian menggunakan hewan percobaan. Pada penelitian tersebut ditunjukkan bahwa urin mengalami peningkatan konsentrasi elektrolit (Na, K, Cl). Efek antipiretik juga diuji dengan menggunakan ekstraknya pada dosis 40, 50, 60, 70 g/kg.

Dalam uji klinis, akar alang-alang dosis 250 – 300 gram diberikan pada siang dan malam hari, dan diketahui mampu mengobati 27 dari 30 kasus nefritis akut. Nefritis adalah kerusakan pada bagian glomerulus ginjal akibat infeksi bakteri. Untuk penderita nefritis kronis, herbal alang-alang juga dapat membantu mengurangi gejala edema serta darah rendah.

Ilustrasi Khasiat Akar Tanaman Alang-Alang

Akar alang-alang ekstrak sebanyak 250 gram juga diketahui dapat mengobati mimisan, hemoptisis (batuk berdarah), urin berdarah, dan perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas. Dan masih menurut HERBSIA, ekstraknya juga efektif untuk pengobatan hepatisis akut.

Menurut Profesor Hembing, ahli pengobatan tradisional dan akupunktur, penggunaan alang-alang sebagai obat untuk berbagai gangguan kesehatan. Antara lain: batu ginjal, infeksi ginjal, kencing batu, batu empedu, buang air kecil tidak lancar atau buang air kecil terus-menerus, air kemih mengandung darah (kencing darah), prostat, keputihan, batuk rejan, batuk darah, dan mimisan.

Selain itu, tanaman ini juga sering digunakan untuk mengobati pendarahan pada wanita, demam, penyakit campak, radang hati, penyakit hepatitis, hipertensi (tekanan darah tinggi), urat saraf melemah, penyakit asma, radang paru-paru, penyakit jantung koroner, gangguan pencernaan, dan diare.

Khasiat Tanaman Alang-Alang sebagai Obat Epistaksis

Siapkan akar alang-alang yang masih segar dan dalam jumlah secukupnya. Cuci sampai bersih lalu dilumatkan dan diperas sarinya sampai terkumpul 100 liter. Langsung minum setelahnya. Atau siapkan 30 gram akar yang masih segar, cuci bersih, lalu rebus bersama 3 gelas air dan tunggu sampai airnya tersisa 1 gelas. Airnya bisa diminum langsung jika sudah tidak terlalu panas.

Selain itu, untuk mimisan ada pula cara lain yang dapat dilakukan dengan mengambil bulir bunga dan tangkainya, kemudian digiling halus. Lalu dibubuhi pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan perdarahan. Anda juga bisa menggunakan cara serupa untuk luka terbuka, karena sifat hemostatiknya cukup efektif.

Khasiat Tanaman Alang-Alang sebagai Obat Gonorea

Siapkan 300 gram akar alang-alang yang masih segar. Cuci hingga bersih kemudian potong menjadi kecil-kecil. Taruh ke dalam air 2 liter dan rebus hingga mendidih dan tunggu sampai airnya tersisa sekitar 1,2 liter. Agar rasanya lebih enak, dapat ditambahkan gula batu secukupnya. Bagilah sarinya ini menjadi 3 gelas, dan minumlah 3 kali sehari. Lakukan ini sampai 10 hari.

Khasiat Tanaman Alang-Alang sebagai Obat Hematemesis

Cuci bersih 30 – 60 gram akar alang-alang yang masih segar. Lalu potong-potong jadi lebih kecil dan rebus bersama 3 gelas air. Jika sudah mendidih, tunggu sampai airnya hanya tinggal 1 gelas. Sari ini bisa diminum setelah sudah dingin.

Khasiat Tanaman Alang-Alang sebagai Obat Hematuria

Rebuslah 11 gram akar alang-alang yang masih segar dengan 2 liter air. Biarkan terus mendidih sampai airnya tersisa 1 liter (setengahnya). Minumlah sari ini secara teratur sampai keluhannya membaik.

Khasiat Tanaman Alang-Alang sebagai Obat Hepatitis

Siapkan akar alang-alang yang sudah dikeringkan sebanyak 60 gram. Kemudian rebus bersama 3 gelas air dan tunggu sampai airnya tersisa 1 gelas. Minumlah sari ini 2 kali sehari.

Selain itu khasiat herbal alang-alang juga dapat digunakan untuk mengobati panas dalam, sariawan, flu, wasir, bengkak karena memar dan menghentikan pendarahan, muntah darah, dan mengobati asam urat. Sifatnya astringent akan membantu menurunkan efek panas yang muncul diarea tenggorokan dan perut.

Kini beberapa merek herbal untuk panas dalam diketahui sudah memanfaatkan herbal alang-alang. Memang salah satu manfaat terkuat dari alang-alang adalah untuk membantu mengatasi panas dalam yang sebenarnya terkait erat dengan gejala flu seperti tenggorokan kering, sariawan, bibir pecah-pecah.

Adakah Efek Samping Tanaman Alang-Alang yang Perlu Diwaspadai?

Adakah efek samping akar alang-alang? Hingga saat ini, belum diketahui ada yang melaporkan efek samping serius dari penggunaan herbal ini. Namun untuk hati-hati, sebaiknya konsumsi saja dalam batas sewajarnya, atau tidak berlebihan.

Rupanya, tanaman ini bukan hanya ‘hama’ pengganggu saja. Ada cara-cara yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkannya menjadi herbal bermanfaat. Salah satunya adalah menggunakan alang-alang sebagai obat tradisional.

Semoga dengan mengetahui mengenai pengolahan dan efek samping akar alang-alang, kita semua jadi punya solusi alternatif untuk berbagai masalah kesehatan kita. Akan tetapi Anda tetap disarankan untuk selalu konsultasi dengan dokter sebelum mencoba jenis pengobatan apa pun.

Itulah tadi berbagai khasiat tanaman alang-alang yang dapat digunakan untuk mengatasi beragam masalah kesehatan. Tak ada salahnya menyimpan sedikit akar alang-alang di rumah Anda dan Anda dapat mempraktekan penggunaanya di rumah jika sedang memiliki masalah kesehatan seperti diatas. Supaya dapat merasakan khasiat herbal dan hidup menjadi lebih sehat.

Sumber
Prof. Dr. M. Sudomo. BULLETIN OF HEALTH RESEARCH. March 1, 2018. URL: http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/viewFile/8750/804580458100.

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}