Kanker Bukan Penyakit: Benarkah atau Hoax belaka?

214
Kanker Bukan Penyakit
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

“Kanker bukan penyakit melainkan bisnis”—benarkah? Rumor ini sempat ramai diperbincangkan orang. Bagaimana mungkin kondisi yang telah banyak merenggut nyawa ini bukanlah suatu penyakit? Tentu, Anda tak dapat memercayai keberadaan informasi tersebut. Apa fakta yang perlu Anda selidiki sebelum mempercayainya?

Berikut merupakan ulasan lengkap sehubungan dengan kanker yang perlu Anda ketahui. Namun perlu diperhatikan bahwa ulasan dalam informasi berikut bukanlah pengganti konsultasi medis yang seharusnya dilakukan dokter. Jika Anda mencurigai keberadaan kanker dalam tubuh Anda, segera lakukan pemeriksaan medis.

Hoax—Kanker Bukan Penyakit Melainkan Bisnis

“Kanker bukan penyakit melainkan bisnis”—jika Anda memperoleh informasi semacam itu, jangan segera menyakininya sebagai kebenaran. Terkadang ada informasi yang sifatnya terselubung dengan menyampaikan sebagian fakta atau bahkan 100% hoax. Mulailah teliti dengan mencari tahu dahulu fakta dan referensinya, kemudian bandingkan dengan fakta nyata disekitar Anda.

Keberadaan kanker sudah ada sejak jaman dahulu, belakangan pada zaman Yunani seorang ahli terkenal bernama Hipocrates menggunakan istilah “carcinos” dan “carcinoma”. Awalnya istilah ini diberikan kepada kondisi borok (ulcer). Menurut Hipocrates, kanker terjadi karena ketidakseimbangan cairan, misalnya; darah, lendir, dan cairan empedu (kuning ataupun hitam).

Perkembangan jaman menguak sebagian rahasia alam terkait dengan kanker, misalnya di abad ke-18 mulailah diketahui beberapa penyebab serangan kanker berdasarkan pengalaman penderita. Mulai dari biarawati yang mengidap kanker payudara dan diduga karena ketidakseimbangan hormon. Ataupun pria yang diduga mengalami kanker testis karena kontaminasi zat kimia beracun.

Belakangan, para ahli menemukan bahwa konsumsi ataupun menghirup asap rokok menyumbang pada peningkatan kasus kanker, khususnya kanker paru. Di jaman dulu, adapula yang menyakini bahwa keberadaan kanker merupakan kutukan yang tak dapat disembuhkan. Di era modern ini keberadaan kanker dapat disembuhkan, namun bergantung pada tingkat serangannya.

Jadi jelas, kanker merupakan penyakit yang dapat mengancam kehidupan seseorang, bukan hanya karena kekurangan vitamin semata atau defisiensi. Kanker juga bukanlah cara tubuh melakukan detoksifikasi dari zat yang tidak dibutuhkan. Keberadaan kanker dalam tubuh menandakan adanya pola hidup yang tidak seimbang dan berbagai faktor penentunya.

Fakta Kanker Bukan Penyakit Melainkan Bisnis!

Pada tahun 1500-an metode pengobatan kanker dilakukan dengan cara kauterisasi dimana jaringan tumor atau kanker dihancurkan dengan alat serupa dengan “bor panas”, tentu bukan salah satu metode pengobatan yang akan Anda pilih saat ini. Pengobatan dengan cara tersebut bisa jadi murah, namun sanggupkah Anda membayangkan betapa sakit dan menyiksanya upaya tersebut.

Baca juga:  Ini Dia 11 Fakta Seputar Sel Kanker

Pada tahun 1800-an metode pengobatan kanker dengan cara mastektomi (untuk menghilangkan kanker payudara) berhasil ditemukan. Pengobatan ini dilakukan dengan mengangkat jaringan kanker keluar dari tubuh, hasilnya bagian payudara tersebut juga ikut terangkut. Pengobatan dengan cara ini bisa jadi efektif, namun dirasa belum efisien sehingga penelitian dilakukan.

Pada tahun 1900-an metode pengobatan kanker dilakukan dengan cara radiasi sinar-x, hasilnya berhasil dengan baik pada pasien kanker kulit asal Rusia. Diikuti dengan munculnya kemoterapi yang bertujuan merusak DNA sel, khususnya kanker dengan tingkat kesembuhan hingga 33%. Sayangnya metode ini memang tidak murah dan seringkali menguras kondisi keuangan Anda.

Mengapa beredar rumor kanker bukan penyakit melainkan bisnis? Mahalnya pengobatan dikarenakan bahan baku pembuatan obat sendiri tak mudah ditemukan, belum lagi pengujian harus dilakukan untuk menentukan standar obat yang aman untuk dikonsumsi penggunanya. Selain itu, proses pengolahan obat membutuhkan energi, termasuk listrik yang tentunya tidak gratis.

Beragam faktor terlibat, mulai dari proses penelitian, pengangkutan bahan baku, pengolahan bahan baku, pengujian obat, hingga sampai kepada distributor—semua ini berkaitan dengan biaya yang tidak murah. Saat sampai kepada distributor, tentunya mereka berupa memperoleh keuntungan. Sehingga tak heran, jika Anda sebagai konsumen merasakan mahalnya biaya pengobatan.

Peluang Usaha Dimata “Pebisnis Kanker”

Tak heran jika dimata para pebisnis obat kanker, mengatakan “Kanker bukan penyakit melainkan bisnis”. Mengingat kanker merupakan penyakit gaya hidup, dimana siapapun tak dapat menghindari serangannya. Namun, masih dapat dikurangi potensi pemicunya. Selain itu, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam satu malam atau karena cedera semata.

Butuh waktu bulanan hingga tahunan sampai Anda menyadari keberadaannya. Saat Anda menyadarinya seringkali kanker sudah mencapai stadium lanjut, beberapa bahkan mencapai stadium akhir. Tentu saja, sulit memperoleh penyembuhan disaat sel kanker sudah mencapai stadium akhir. Mengingat penyebaran kanker sudah terjadi pada beragam organ tubuh.

Walau demikian, bukan berarti bahwa penderita kanker akan putus semangat dan tidak akan melakukan tindakan pengobatan. Rasa sakit yang dialami penderita kanker dapat sangat menyiksa dan melelahkan. Guna meringankan keluhan yang dirasakan, tak sedikit yang berupaya melakukan tindakan pengobatan apapun itu. Asalkan mereka tidak merasakan sakit yang menyiksa ini.

Pengobatan kanker juga tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Dimana sekali berobat Anda akan sembuh sekejap. Hal ini dikarenakan oleh sifat utama kanker ialah menggandakan diri tanpa henti. Maka proses penghentian sel kanker dilakukan guna memberantas keberadaannya yang menyebabkan sakit. Tak heran jika pengobatan kanker berlanjut hingga hilangnya sel kanker.

Baca juga:  Tahukah Anda Zat-Zat Kimia Yang Bisa Menyebabkan Kanker?

Inilah peluang yang seringkali dimanfaatkan oleh beberapa pebisnis. Sehingga tak heran jika banyak rumor mengatakan bahwa kanker bukan penyakit melainkan bisnis. Namun, ini tidak sepenuhnya benar, bayangkan jika tak ada yang melakukan penelitian ataupun pengujian terhadap pengobatan kanker. Tentu saja peluang hidup penderita kanker akan semakin sedikit.

Seberapa Berharga Pengobatan Kanker?

Bayangkan jika ada metode untuk membuat Anda hidup selamanya tanpa kematian, bukankah Anda akan berupa mendapatkannya? Berapapun biaya yang harus dikeluarkan atau upaya apapun akan Anda perjuangkan agar dapat hidup selamanya. Namun, sekarang bayangkan kondisi penderita kanker. Bagi mereka satu jam, satu hari, satu minggu, atau satu tahun sangatlah berharga.

Walaupun tidak ada metode pengobatan yang mampu membuat Anda hidup selamanya, namun banyak metode yang mampu memperpanjang masa hidup Anda hingga taraf relatif. Tentu saja, menjalani pengobatan kanker merupakan hal yang berarti bagi penderita kanker. Tak ada seorangpun yang ingin mengalami kematian, setiap detik sangatlah berharga bagi kita semua.

Lalu, bagaimana Anda menentukan mana pengobatan yang cocok bagi Anda? Tentunya Anda harus melakukan pemeriksaan terkait dengan keluhan yang Anda rasakan. Jika ini telah dilakukan dan tampaknya serangan kanker terjadi dalam tubuh Anda. Maka, pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk menentukan seberapa ganas atau jenis serangan kanker tersebut.

Dokter akan membantu Anda menentukan jenis pengobatan yang dirasa cocok bagi kondisi tubuh Anda. Oleh karena itu peranan Anda sendiri penting dalam menjalani pengobatan tertentu. Apapun keluhan yang Anda rasakan perlu disampaikan kepada dokter yang merawat, sekalipun dokter Anda mungkin terlihat sedikit kurang bersahabat.

Maka, sekaranglah saatnya bagi Anda untuk menampik hoax “Kanker bukan penyakit melainkan bisnis”. Kanker merupakan suatu penyakit yang dapat mengancam nyawa, bahkan sejak dulu hingga sekarang. Walaupun pengobatan kanker tampaknya sangat mahal, ini semua bukanlah semata-mata karena bisnis—sekalipun mungkin ada keuntungan yang di dapat pihak tertentu.


dr. Yusra Firdaus dan Adelia Marista Safitri. Bukan Penyakit Baru, Kanker Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Nenek Moyang. Juli 30, 2018. URL: https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/asal-usul-kanker/.

Lisa Fayed. How Cancer Was First Discovered and Treated. August 14, 2017. URL: https://www.verywellhealth.com/the-history-of-cancer-514101.


AdvertisementSimplisia.com