Hati-Hati, Banyak Orang Tidak Sadar dengan 5 Gejala Awal Diabetes Ini!

444

Diedit:

Selama ini kebanyakan orang mengenali gejala awal diabetes berupa tanda-tanda kentara seperti buang air kecil yang terlalu sering, mudah haus dan mudah merasa lelah serta mengantuk. Ternyata beberapa penderita diabetes juga mengeluhkan beberapa gejala awal yang pada awalnya sama sekali tidak tampak seperti tanda-tanda terserang diabetes.

Sebenarnya diabetes bisa saja Anda kendalikan dengan mudah asal Anda cepat menyadari keberadaannya sehingga Anda juga bisa dengan mudah mengendalikan pola makan dan aktivitas Anda untuk menjaga kadar gula dalam darah tetap normal.

Sementara bila kondisi diabetes tidak segera disadari oleh seorang pasien, otomatis pasien akan tetap menjalankan pola makan yang kaya gula. Padahal pola makan ini bisa membahayakan pasien, karena ketika kenaikan kadar gula terus diabaikan, bisa menyebabkan kenaikan gula yang terlalu tinggi dan menyebabkan pasien mengalami kerusakan sel dan sistem saraf yang serius.

Adapun beberapa gejala awal diabetes yang kadang sulit untuk disadari antara lain:

1. Kemunculan sisik dan efek kulit kering

Bila Anda menjumpai munculnya sisik tipis atau kulit kering yang membentuk seperti kerak, terutama pada area lipatan siku dan lutut, belakang leher sampai area lipatan antara dua paha, Anda sebaiknya mulai waspada.

Sanjiv Saini, MD, dermatolog di Edgewater, Maryland mengatakan bahwa gejala serupa memang tidak bisa dipastikan sepenuhnya sebagai gejala diabetes, beberapa keluhan terkait hormonal, kondisi sistem tiroid dan keluhan genetika bisa jadi juga memicu keluhan kulit yang dalah bahasa ilmiah disebut acanthosis nigricans. Namun prosentasi dari kasus acanthosis nigricans yang terkait dengan diabetes bisa mencapai angka lebih dari 50%.

Kondisi ini disebabkan oleh efek kerja insulin yang tinggi terhadap kinerja sel-sel kulit. Sel kulit mengalami over pigmentasi sekaligus mengalami kematian sel lebih cepat. Ini membuat sel kulit yang mati belum bisa terlepas sempurna dari kulit di bawahnya, karena kulit di bawahnya belum siap. Ini menyebabkan kulit menebal, menggelap dan tampak bersisik.

Baca juga:  Apakah Makanan Fermentasi Aman bagi Penderita Diabetes?

2. Penglihatan menjadi “lebih baik”

Kebanyakan kasus diabetes menyebabkan pasien mengalami penurunan fungsi penglihatan. Sebagian besar penderita mendapat serangan miopi dan hipermetropi serta katarak. Namun rupanya gejala ini justru tidak bekerja serupa untuk tiap pasien. Beberapa penderita kasus miopi dan hipermetropi atau rabun jauh dan rabun dekat mengaku justru mengalami perbaikan kualitas indera penglihatan mereka.

Howard Baum, MD, asisten profesor kedokteran dari divisi diabetes di Vanderbilt University mengatakan bahwa kasus perbaikan penglihatan pasca positi terserang dabetes disebaban oleh kadar cairan dalam tubuh termasuk mata yang terstimulasi oleh diabetes.

3. Pendengaran menjadi lebih buruk atau tajam

Sebagaimana pada kasus indera penglihatan, hal serupa bisa pula terjadi pada indera pendengaran. Mereka mengeluhkan pendengaran mereka menurun atau menjadi sangat jelas di siang menjelang sori.

Pada dasarnya diabetes mempengaruhi suplai gula dan oksigen menuju otak dan sistem saraf pusat yang juga berfungsi terhadap sistem pendengaran. Sementara itu, otak mutlak membutuhkan asupan gula dan karbohidrat untuk hidup normal. Namun kadang ketika seorang pasien pada dasarnya sudah mengalami penurunan funsgi pada organ telinga mereka, justru mengaku mengalami perbaikan fungsi penglihatan setelah divonis diabetes.

Sedangkan berdasarkan studi yang dirilis pada National Institute of Health tahun 2007 dikatakan bahwa diabetes bisa memunculkan resiko kerusakan pendengaran hingga 30%.

4. Rasa gatal yang sulit hilang

Masih terkait dengan efek pigmentasi dan pembentukan sisik pada kulit, biasanya sisik yang muncul ini juga mengeluarkan rasa gatal. Gangguan sirkulasi darah dan mudahnya kulit penderita diabetes terinfeksi beraneka jenis jamur menjadi alasan utama penderita diabetes terserang masalah yang menjadi efek gejala awal diabetes.

5. Mendengkur lebih keras

Menurut Osama Hamdy, MD, direktur manajemen diabetes di Joslin Diabetes Center, Boston, mendengkur bisa menjadi salah satu gejala awal diabetes. Mereka yang biasa mendengkur biasanya akan mendengkur lebih keras sedang yang tidak biasa mendengkur mendadak menjadi mudah mendengkut saat tidur.

Baca juga:  Fakta Diabetes VS Mitos Diabetes di Indonesia

Ini karena penderita diabetes cenderung mengalami masalah dengan sistem saraf sensorik dari tubuhnya, termasuk pada batang tenggorokannya. Namun di sisi lain mereka dengan pola tidur tidak sehat, termasuk mudah mendengkur juga terbukti 23% mengalami peningkatan resiko diabetes, diduga karena mengantuk dan kurang tidur dapat meningkatkan hormon stress yang memicu kenaikan gula darah.

Sekilas tak ada gejala-gejala yang menjurus ke arah keluhan diabetesdengan gambaran di atas. Tetapi rupanya justru menjadi gejala awal diabetes yang tak boleh Anda abaikan begitu saja. Menyadari diabetes bagi pasien dengan lebih awal sangat bermanfaat untuk penderita diabetes. Jadi kenali lebih awal gejala-gejala diatas untuk diagnosa lebih awal.

Advertisement
Alinesia