Habbatussauda untuk Kanker: Manfaat & Dosisnya

252
Habbatussauda untuk Kanker
Habbatussauda (Credit: dionisvera / BigStock)

Habbatussauda adalah tanaman obat yang banyak digunakan di seluruh dunia. Karena khasiat kesehatan yang dimilikinya, tanaman ini sering diolah menjadi berbagai produk olahan herbal, seperti minyak, serbuk, kapsul, dan lain sebagainya. Kini sejumlah penelitian ilmiah telah menemukan bahwa ada manfaat habbatussauda (jintan hitam) untuk kanker. Dikatakan bahwa dalam dosis yang tepat, habbatussauda dapat berguna untuk membantu pengobatan kanker.

Apa sebenarnya manfaat habbatussauda untuk kanker? Apakah memang bisa membantu pengobatan kanker? Jika memang bisa, bagaimana dosis konsumsi habbatussauda yang tepat untuk pengobatan kanker? Artikel ini akan merangkum informasi dari berbagai sumber kredibel untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Namun sebelum itu, ada baiknya kita kenali lebih dekat dulu apa sebenarnya habbatussauda itu.

Apa Itu Habbatussauda?

Habbatussauda adalah biji dari tanaman jintan hitam. Nama latin untuk tanaman ini ialah Nigella sativa. Biji jintan hitam dianggap sebagai salah satu bahan herbal yang kaya nutrisi dan paling berharga dalam sejarah dunia.

Biji jintan hitam telah banyak digunakan sebagai bumbu dan bahan penyedap untuk beragam jenis makanan seperti roti, yogurt, acar, saus, dan salad. Dalam dunia pengobatan tradisional, biji ini telah lama digunakan di negeri-negeri Arab, Asia Timur, Eropa, dan Afrika.

Kini penggunaan herbal dari biji jintan hitam juga telah sampai ke banyak negeri lainnya, termasuk ke Indonesia. Di Indonesia apabila penggunaannya untuk obat herbal, biji jintan hitam lebih dikenal dengan nama habbatussauda.

Minyak Habbatussauda (Credit: bdspn74 / depositphotos)

Dalam berbagai ilmu pengobatan tradisional, herbal biji jintan hitam digunakan untuk membantu mengobati beraneka gangguan kesehatan, antara lain gangguan pada pernapasan, rasa sakit seperti sakit kepala dan punggung yang kronis, diabetes, kelumpuhan, infeksi, peradangan (inflamasi), hipertensi, dan gangguan pencernaan.

Selain itu juga digunakan sebagai obat luat untuk dioleskan langsung ke luka lepuh, bisul di hidung, orkitis (peradangan pada testis), eksem, dan bengkak di persendian. Habbatussauda juga telah diteliti kemampuannya untuk membantu mencegah serta mengobati kanker.

Mengingat luasnya penggunaan tradisional dari biji jintan hitam dan komponen aktif utamanya, timoquinon, herbal ini terus diselidiki dan diteliti secara ilmiah untuk memastikan khasiat penggunaannya tersebut.

Kandungan Nutrisi pada Biji Jintan Hitam


Di dalam biji jintan hitam terkandung sejumlah besar protein nabati, serat dan mineral, serta vitamin. Berbagai sumber melaporkan komposisi nutrisinya sebagai berikut: 20-85% protein, 38,20% lemak, 7-94% serat, dan 31,94% karbohidrat total.

Teridentifikasi juga adanya kandungan berbagai asam amino, diantaranya sistein, metionin, glutamat, arginin, dan aspartat. Biji jintan hitam juga mengandung banyak zat besi, tembaga, seng (zink), fosfor, kalsium, tiamin, niasin, piridoksin, dan asam folat.

Selain itu, analisis fitokimia dari biji jintan hitam juga menunjukkan adanya lebih dari ratusan fitokonstituen yang terutama terdiri dari alkaloid, saponin, sterol, dan minyak atsiri. Namun komposisi dari banyak fitokonstituen itu masih belum diketahui secara pasti.

Biji jintan hitam juga mengandung 26-34% minyak tetap, dimana asam lemak utamanya adalah asam linoleat (64,6%) dan asam plamitat (20,4%). Minyak dari biji ini terdiri dari 0,4-2,5% minyak esensial.

Di antara kandungan-kandungan aktif yang sejauh ini dilaporkan ada di dalam biji jintan hitam, kandungan timoquinon (komponen utama minyak atsiri-nya) merupakan senyawa yang paling bioaktif dan menunjukkan manfaat terapeutik (pengobatan) yang luas.

Penelitian juga memperlihatkan bahwa kandungan timoquinon terlibat untuk banyak aktivitas anti kanker yang ditunjukkan biji jintan hitam atau habbatussauda.

Apa Manfaat Habbatussauda untuk Kanker?

Untuk menyelidiki kemampuan habbatussauda untuk kanker, telah dilakukan penelitian-penelitian ilmiah. Hasil-hasil penelitian memberikan penekanan khusus pada mekanisme molukuler dan seluler yang memungkinan terjadinya efek anti-proliferatif, pro-apoptosis, dan antioksidan dari biji jintan hitam.

Baca juga:  Manfaat Jinten Hitam yang Perlu Diketahui!

Kemajuan terbaru dalam penyelidikan ekstrak biji jintan hitam juga menekankan adanya kemampuan herbal ini untuk menekan inisiasi dan progresi tumor atau kanker. Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan sejumlah efek anti-kanker yang ditunjukkan oleh biji jintan hitam.

Efek Anti-Proliferasi & Pro-Apoptosis

Efek anti-proliferasi artinya mampu menghambat proses perbanyakan sel-sel kanker. Sedangkan efek pro-apoptosis artinya mampu memicu dimulainya kematian terprogram (apoptosis) pada sel-sel kanker.

Melalui pengujian secara in vitro dan in vivo, habbatussauda telah ditunjukkan mampu menunjukkan efek anti-proliferatif dan/atau pro-apoptosis untuk berbagai jenis sel kanker, diantaranya kanker hati, kanker kulit, sarkoma jaringan lunak, kanker payudara, dan kanker usus besar.

Efek Antioksidan dan Sitotoksik

Efek antioksidan artinya dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Kerusakan oksidatif adalah salah satu pemicu terbentuknya atau meluasnya perkembangan kanker. Sedangkan efek sitotoksik artinya dapat merusak suatu zat pada sel kanker, sehingga sel akan berhenti berkembang, bertumbuh, membelah diri, atau dapat memicu kematiannya.

Melalui pengujian secara in vivo dan in vitro, habbatussauda telah diperlihatkan sanggup menunjukkan efek antioksidan dan/atau sitotoksik untuk beragam jenis sel kanker, misalnya kanker hati, leukemia, kanker paru-paru, kanker payudara, limfoma, sarkoma, kanker usus besar, dan kanker lambung.

Efek Anti-Mutagenik

Efek anti-mutagenik artinya sanggup meminimalkan dampak merugikan dari mutagen. Mutagen adalah zat yang dapat memicu mutasi genetik pada sel-sel tubuh. Salah satu dampak merugikan dari mutagen adalah terbentuknya sel-sel kanker.

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi efek anti-mutagenik dari ekstrak biji jintan hitam untuk mutagen N-methyl-N′-nitro-N-nitrosoguanidine (MNNG), yang dapat memicu kanker lambung, kanker usus besar, dan kanker atau tumor lain pada saluran pencernaan.

Efek Anti-Metastatik

Efek anti-metastatik artinya kemampuan untuk menghambat metastasis atau penyebaran kanker ke bagian-bagian tubuh lain. Penyelidikan ilmiah menunjukkan bahwa habbatussauda dapat memberikan efek anti-metastatik untuk berbagai jenis sel kanker, seperti fibrosarkoma dan kanker hati.

Baca juga:  Jangan Sia-siakan 11 Manfaat Jinten untuk Kesehatan Ini!

Efek Sitotoksik yang Dimediasi NK

Sel-sel natural killer (NK) menargetkan dan membunuh sel-sel yang menyimpang, termasuk sel-sel kanker. Pembunuhan sel-sel yang menyimpang tersebut dimediasi oleh molekul bersifat sitotoksik (memiliki efek sitotoksik) yang ada di dalam sel-sel NK. Pengujian secara in vivo maupun in vitro memperlihatkan bahwa biji jintan hitam dapat secara signifikan meningkatkan fungsi sitotoksik yang dimediasi oleh sel-sel NK.

Melihat efek-efek anti kanker di atas, tidak heran bila herbal jintan hitam dapat digunakan untuk membantu pengobatan kanker. Namun perlu diingat bahwa penggunaan habbatussauda untuk kanker baru akan maksimal jika dikonsumsi dalam dosis yang sesuai, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Jadi, bagaimana dosis konsumsi habbatussauda yang tepat untuk pengobatan kanker?

Bagaimana Dosis Habbatussauda untuk Pengobatan Kanker?

Dosis konsumsi habbatussauda yang tepat dapat berbeda-beda pada masing-masing orang, tergantung pada usia, kondisi kesehatan, berat badan, dan faktor-faktor lainnya. Saat ini masih belum ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis habbatussauda yang pasti untuk pengobatan kanker.

Perlu diingat bahwa meskipun habbatussauda adalah produk alami, bukan berarti penggunaannya boleh sesuka hati saja. Tetap harus memperhatikan seberapa aman produk ini pada kondisi setiap orang dan harus diselaraskan dosisnya sesuai kebutuhan, jangan berlebihan.

Apabila Anda membeli sebuah produk herbal habbatussauda dan di kemasannya tertera petunjuk jelas tentang dosis dan cara konsumsi, ikutilah petunjuk itu dengan saksama. Hanya saja pastikan Anda membeli produk yang sudah terdaftar di BPOM RI, karena itu berarti produknya sudah lulus tes keamanan.

Bagi Anda yang ingin mengolah sendiri herbal habbatussauda untuk kanker, ada baiknya mencoba menentukan dosis yang sesuai kebutuhan Anda. Salah satu cara termudah untuk menentukan dosis yaitu menggunakan metode tirtasi. Artinya mulai dulu konsumsi dalam jumlah terkecil, dan jika tidak mendapat hasil yang diharapkan, dosis perlahan-lahan ditingkatkan selama suatu jangka waktu sampai Anda mendapat hasil yang diharapkan.

Prinsip-prinsip dasar mengenai aturan minum herbal dapat dibaca di artikel: “Minum Ramuan Tradisional: Apa Aturan Umum yang Perlu Diikuti?” Di artikel itu dijelaskan tips-tips praktis untuk menentukan dosis minum herbal, waktu minum herbal, cara menyimpan herbal, dan peringatan khusus tentang konsumsi herbal.

Habbatussauda Punya Potensi Besar untuk Anti Kanker

Seperti telah disinggung sebelumnya, banyak dari aktivitas anti-kanker biji jintan hitam di atas melibatkan komponen aktif utamanya, yaitu timoquinon. Penelitian juga sudah membuktikan bahwa timoquinon memiliki efek anti-proliferasi, pro-apoptosis, antioksidan, anti-mutagenik, anti-angiogenesis, dan anti-metastasis terhadap sel-sel kanker.

Biji Jintan Hitam untuk Kanker

Selain timoquinon, ada juga kandungan fitokonstituen lain dalam habbatussauda yang juga telah terbukti berperan untuk aktivitas anti kanker dari herbal ini. Fitokonstituen itu ialah α-hederin yang dalam pengujian in vivo dan in vitro sudah diperlihatkan memiliki efek anti-kanker.

Ada juga fitokonstituen-fitokonstituen lain yang berperan untuk kemampuan anti kanker dan sitotoksik dari biji jintan hitam. Mereka adalah timol, timohidrokuinon, ditimoquinon, nigelimina-N-oksida, nigelisina, nigelidina, dan karvakrol.

Akan tetapi sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti apa mekanisme molekuler di balik efek anti-kanker dari fitokonstituen-fitokonstituen itu. Semoga penelitian-penelitian yang sedang berlangsung dan yang akan dilakukan di masa depan dapat menjelaskan mekanisme yang pasti dari efek anti-kanker habbatussauda.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang kemampuan dan dosis habbatussauda untuk kanker. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda tentang bahan-bahan alam yang punya potensi sebagai obat kanker alami. Temukan ulasan-ulasan menarik lain seputar tanaman anti kanker hanya di Deherba.com.


Referensi Habbatussauda untuk Kanker:

Yimer, Ebrahim M., dkk. (2019). Nigella sativa L. (Black Cumin): A Promising Natural Remedy for Wide Range of Illnesses. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2019 (6): 1-16. DOI: 10.1155/2019/1528635

Majdalawieh, Amin F. & Fayyad, Muneera W. (2016). Recent advances on the anti-cancer properties of Nigella sativa, a widely used food additive. Journal of Ayurveda and Integrative Medicine. 7 (3): 173-180. DOI: 10.1016/j.jaim.2016.07.004


Advertisement
Alinesia