Penyakit GERD: Info Lengkap Seputar Gangguan Lambung

559
Gastroesophageal Reflux Disease – Apa Itu Penyakit GERD?
GERD, Penyakit Asam Lambung, Kenaikan Asam Lambung, Asam Lambung Naik, Naiknya Asam Lambung

Diedit:

Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) – Pernahkah Anda mendengar atau sekilas membaca artikel tentang penyakit ini? Gastroesophageal Reflux Disease – Apa itu penyakit GERD?

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan beragam informasi menarik mengenai penyakit GERD. Misalnya, apa itu penyakit GERD? Apa saja gejala yang ditimbulkan oleh GERD? Adakah kemungkinan komplikasi dari penyakit GERD? Apa saja penyebab terjadinya GERD? Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan keberadaan penyakit GERD? Pengobatan Apa saja yang perlu Anda jalani untuk menangani penyakit GERD? Untuk mendapatkan manfaat yang tepat, mari kita cermati informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Penyakit GERD – Gastroesophageal Reflux Disease

Bagi beberapa orang mendengar kata tersebut tampaknya asing, namun secara sederhana ini merupakan penyakit yang berkaitan dengan kenaikan asam lambung atau penyakit asam lambung. Terkadang Anda mungkin merasa panas di area perut, sesekali merasakan hal tersebut bukanlah masalah. Namun, bagaimana jika gejalanya sering terjadi setiap minggu atau lebih? Hal ini bisa jadi mengganggu aktivitas harian anda dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apa itu penyakit GERD?

Tentu saja hal ini bukan hal yang menyenangkan dan mengganggu aktivitas Anda, beberapa kasus penyakit asam lambung bahkan dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Gangguan ini sering menimpa 20% penghuni negara maju. Namun, jangan khawatir karena besar kemungkinan Anda dapat mengendalikan gejala yang ditimbulkan dengan melakukan perubahan gaya hidup.

Menjawab pertanyaan soal apa itu penyakit GERD? Keterangan dari verywell memperlihatkan bahwa GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan salah satu gangguan lambung, manakala isi perut (dalam hal ini memaksudkan lambung) kembali naik menuju kerongkongan (saluran berbentuk tabung dalam leher.

Sederhananya penyakit ini merupakan kenaikan asam lambung menuju kerongkongan. Saat asam lambung naik tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman, parahnya beberapa orang cenderung mengalami muntah. Singkatnya penyakit asam lambung! Hal ini memperjelas sehubungan dengan pertanyaan soal apa itu penyakit GERD?

Memang, adakalanya perubahan gaya hidup saja tidak cukup. Saat perubahan gaya hidup tak lagi dapat membantu mengendalikan gejalanya, maka Anda membutuhkan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya. Jarang sekali kasus kenaikan asam lambung ditangani dengan tindakan pembedahan.

Tahu soal GERD itu sakit apa, tidaklah cukup! Anda perlu melihat keseluruhan kaitan antara penyakit ini dengan gangguan lambung.

Obat Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) Alami

Ada begitu banyak obat GERD alami yang diyakini dapat membantu mengurangi intensitas terjadinya reaksi refluks, manakala asam lambung naik menuju kerongkongan. Namun dari sekian banyak herbal, setidaknya ada 2 jenis obat yang dipercaya mampu memulihkan kinerja lambung.

Serta membantu otot disekitarnya sehingga tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Kedua obat alami ini bekerja untuk mencegah komplikasi asam lambung naik yang bisa terjadi dan memperbaiki fungsi lambung sehingga dapat bekerja normal. Apa saja obat penyakit asam lambung yang dimaksud?

Sarang Semut Papua

Herbal ini tak hanya bekerja sebagai obat kanker. Kandungan hebatnya juga dapat digunakan untuk menyembuhkan proses peradangan yang terjadi pada lambung ataupun pada lapisan esophagus.

Sehingga komplikasi yang terjadi karena penyakit ini dapat diatasi dengan baik. Karena sifatnya sebagai anti-kanker, maka tak heran jika obat yang satu ini juga dapat mencegah terjadinya kanker kerongkongan yang merupakan dampak komplikasi penyakit asam lambung lainnya.

Noni Juice

Herbal ini sama seperti sarang semut, herbal ini juga memiliki kandungan anti-peradangan. Menurut penelitian University of Hawaii, Noni Juice mampu merangsang produksi Nitrit Oksida yang dihasilkan oleh tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Nitrit Oksida selanjutnya mengaktifkan sel makrofagus yang akan menghancurkan keberadaan bakteri jahat, salah satunya bakteri H. pylori. Bakteri ini berkontribusi terhadap peradangan lambung yang diakibatkan oleh penyakit asam lambung.

Ya, obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) alami dapat membantu Anda mencegah terjadinya komplikasi lebih jauh dari serangan naiknya asam lambung. Ataupun mengobati dampak yang diakibatkan oleh penyakit itu sendiri. Lalu apa ciri-ciri penyakit ini yang perlu Anda kenali?

Baca juga:  Kopi atau Teh, Apa yang Terbaik dan Pengaruhnya bagi Penderita GERD?

Ciri-Ciri Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Ciri-ciri GERD dapat dirasakan dengan jelas berupa asam lambung naik, seperti; sakit maag, sensasi terbakar pada bagian lambung yang meluas menuju arah tenggorokan. Terjadinya regurgitasi, manakala asam lambung mencapai sensor perasa masam pada lidah. Saat reaksi refluks demikian terjadi, tentu Anda akan merasa mual, bahkan muntah. Asam lambung yang naik akan semakin parah saat Anda mencoba untuk berbaring ataupun membungkuk.

“Water Brash” merupakan kondisi lain yang memperparah kondisi Anda sebagai reaksi dari regurgitasi (kebocoran atau pelepasan) asam lambung. Ini merupakan proses pelepasan air liur yang berlebihan karena naiknya asam lambung, sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu ciri-ciri penyakit asam lambung.

Karena kenaikan asam lambung, Anda bisa jadi mengalami disfagia (kesulitan menelan) yang disertai dengan odinofagia (nyeri saat menelan), kedua hal ini merupakan penanda terjadinya kerusakan pada kerongkongan karena pelepasan asam lambung yang tidak diobati. Lalu, apa penyebab GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang perlu Anda waspadai?

Penyebab Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Penyebab GERD terjadi karena naiknya asam lambung ke kerongkongan. Seharusnya hal ini dapat dicegah oleh lower esophageal sphincter (LES), otot berbentuk cincin yang terletak di persimpangan esophagus dan lambung. Semestinya LES akan berkontraksi untuk menutup dan membuka penghalang antara lambung dengan kerongkongan. Normalnya pada saat Anda menelan makanan maka LES akan berprilaku relaks guna membiarkan makanan masuk ke dalam lambung, begitu juga saat bersendawa sehingga gas dapat keluar dari lambung.

Namun pada kasus naiknya asam lambung, relaksasi LES terjadi tidak semestinya, sehingga asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pada kasus yang langka kenaikan asam lambung terjadi karena LES yang mengendur, sehingga refluks terjadi setiap saat khususnya pada kasus GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang cukup parah.

Baca juga:  Penyebab GERD Yang Perlu Diwaspadai

Beberapa hal berikut juga cenderung memicu kenaikan asam lambung, misalnya; keadaan perut yang terisi penuh, kebiasaan merokok, konsumsi obat-obatan tertentu, minuman beralkohol, kafein dan beragam jenis makanan yang mengandung lemak ataupun cokelat.

Kondisi hernia hiatus juga dipercaya dapat memicu penyakit asam lambung, mengingat pada pengidap hernia hiatus sebagian lambung menonjol di atas diafragma. Faktor lainnya ialah obesitas, karena obesitas cenderung meningkatkan tekanan pada lambung dan mengganggu fungsi normal LES. Sehingga, pada orang yang mengalami obesitas proses relaksasi LES transien lebih sering terjadi, dan mengakibatkan penyakit asam lambung.

Penykit ini sangat sering ditemukan pada wanita hamil, karena kehamilan dapat meningkatkan tekanan pada abdomen – sama seperti obesitas. Selain itu, selama proses kehamilan terjadi perubahan hormonal yang cenderung menyebabkan relaksasi LES. Kedua faktor tersebut sangat berkontribusi untuk terjadinya kenaikan asam lambung selama masa kehamilan. Lalu, bagaimana pengobatan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dilakukan?

Pencegahan Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan ialah menghentikan setiap kebiasaan yang turut memicu penyakit asam lambung atau merusak lambung beserta organ disekitarnya. Hal ini lebih mengacu pada pola hidup sehat dengan menghindari beberapa kebiasaan buruk seperti; menghindari makan yang berlebihan hingga perut terasa penuh, menghentikan kebiasaan merokok, mewaspadai konsumsi obat-obatan tertentu, menghindari minuman beralkohol, kafein dan beragam jenis makanan yang mengandung lemak ataupun cokelat.

Kenaikan asam lambung dapat dicegah asal Anda tidak berbaring atau membungkuk khususnya setelah makan. Pastikan posisi tubuh tetap dalam keadaan tegak dan relaks setelah makan. Hal ini dilakukan guna mencegah naiknya asam lambung beserta dengan isi makanan yang baru saja Anda konsumsi. Tunggulah hingga beberapa menit, mulai dari 15 menit hingga 60 menit.

Jangan segera minum saat Anda merasa kenyang, biarkan beberapa menit hingga makanan benar-benar tercerna dengan baik. Jikalau Anda ingin minum, pastikan untuk tidak minum air secara berlebihan. Minumlah hanya untuk melegakan tenggorokan dan pastikan tidak ada makanan di dalam mulut sebelum melakukannya. Selain tindakan pencegahan, cobalah melakukan pemeriksaan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) untuk memastikan keberadaan penyakit lain yang turut memicu terjadinya asam lambung naik!

Pemeriksaan Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Memeriksa keberadaan penyakit asam lambung dapat dilakukan dengan beragam cara yang mudah tentu saja dengan pengawasan ahli medis yang terpercaya. Beberapa dokter profesional biasanya dapat memastikan terjadinya penyakit ini berdasarkan pada gejala yang Anda rasakan.

Endoskopi:

Merupakan tes diagnostik yang paling umum digunakan untuk mengetahui apa itu penyakit GERD? Hal ini dilakukan dengan bantuan alat visualisasi guna melihat lapisan esophagus. Terkadang biopsi di area yang mencurigakan juga dilakukan bersamaan dengan tes diagnostik tersebut. Khususnya guna mendeteksi komplikasi Barrett’s esophagus, Erosive esophagitis.

Pemantauan pH 24 jam:

Merupakan tindakan medis yang dilakukan saat terapi gagal diterapkan. Juga pemeriksaan endoskopi yang dilakukan tidak menunjukkan adanya penyakit di area kerongkongan. Dalam kasus ini, pemantauan pH 24 jam dapat berguna untuk melihat apakah acid reflux memang terjadi atau tidak.

Tes ini dilakukan dengan cara menempatkan tabung tipis ke dalam kerongkongan guna mengukur pH. Atau tingkat keasaman di dalam kerongkongan pada saat tertentu. Tabung akan dibiarkan tetap berada di dalam tenggorokan selama satu hari penuh. Lalu penderitanya akan dimintai keterangan apapun sehubungan dengan gejala yang ia alami. Hasil pemeriksaan pH dan gejala yang dirasakan akan dibandingkan dengan kecocokan yang sering terjadi pada pasien untuk mengetahui apa itu penyakit GERD?

Esophageal manometry:

Merupakan dilakukan dengan menggunakan tabung tipis yang dimasukkan kedalam kerongkongan untuk mengukur tekanan yang terjadi selama proses menelan. Tes ini tidak begitu efisien dalam mendeteksi apa itu penyakit GERD? Namun bermanfaat untuk mendiagnosis adanya kelainan menelan. Ini sebagai salah satu gejala yang serupa dengan penyakit ini, misalnya; esophageal spasm atau achalasia.

Barium swallow X-rays:

Merupakan tindakan medis yang dilakukan dengan bantuan sinar-X dari kerongkongan saat menelan barium (larutan pengontras). Metode ini sudah digunakan sejak dulu untuk memeriksa keadaan kerongkongan. Namun metode ini tidak sering digunakan karena tergantikan dengan metode endoskopi.

Namun, untuk memastikannya maka tes diagnostik pendukung perlu dilakukan. Khususnya jika penderita tidak berhasil menerapkan terapi yang dianjurkan atau saat dicurigai terjadinya komplikasi lanjutan. Contohnya, saat pasien mengalami disfagia (kesulitan menelan) dan odinofagia (nyeri saat menelan). Sebagai akibat dari komplikasi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang menyerang esophagus (kerongkongan), karena asam lambung naik.

Pengobatan Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Tindakan pengobatan GERD hendaknya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Mengingat setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap jenis pengobatan tertentu, termasuk dalam hal penyakit asam lambung. Setelah pemeriksaan biasanya dokter akan menyediakan beragam pilihan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

Ingatlah pengobatannya harus dilakukan berdasarkan petunjuk dokter yang merawat Anda. Sekalipun Anda mungkin mengetahui obat penyakit asam lambung yang diyakini dapat mengurangi reaksi naiknya asam lambung. Selalu pastikan ini sesuai dengan petunjuk dokter. Mengingat setiap jenis pengobatan tidak selalu cocok bagi semua orang, maka dokter yang berpengalaman akan membantu Anda memastikan hal tersebut.

Demikianlah beberapa informasi yang bisa Anda dapatkan mulai dari penjelasan tentang apa itu penyakit GERD? Apa saja gejala yang ditimbulkan oleh GERD? Adakah kemungkinan komplikasi dari penyakit GERD? Apa saja penyebab terjadinya GERD? Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan keberadaan penyakit GERD? Hingga pilihan pengobatan apa saja yang perlu Anda jalani untuk menangani penyakit GERD? Nantikan informasi penting selain ‘GERD itu sakit apa’ seputar gangguan kesehatan, tips hidup sehat, maupun pengobatan alternatif alami – hanya di deherba.