• Home
  • Blog
  • Asma
  • Gejala Asma Berdasarkan 10 Jenis Asma, Mana yang Anda Alami?

Gejala Asma Berdasarkan 10 Jenis Asma, Mana yang Anda Alami?


By Cindy Wijaya

Ada macam-macam jenis asma, semuanya punya gejala yang mirip, dengan ciri khasnya sesak napas dan sesak dada. Namun masing-masing jenis itu punya pemicu dan penyebab yang berlainan, dan beberapa mungkin punya gejala asma tambahan. Meski serupa, setiap asma harus ditangani dengan pengobatan sesuai jenisnya.

Macam-macam jenis asma antara lain: asma alergi, asma non-alergi, asma varian batuk, asma dipicu obat, asma nokturnal, asma dipicu virus, asma dipicu olahraga, asma muncul saat dewasa, asma akibat pekerjaan, dan asma resisten glukokortikoid.

Seorang penderita asma bisa saja mengalami ciri-ciri asma gabungan, atau lebih dari satu jenis asma, misalnya gabungan asma alergi dan nokturnal. Dan kebanyakan penderita asma suatu saat akan mengalami penyempitan bronkus akibat olahraga.

Penyakit asma juga dibagi berdasarkan tingkat keparahannya, dan tingkat keparahan itu dapat berubah seiring waktu. Sebagian besar jenis asma bisa bervariasi keparahannya.

Sewaktu periksa ke dokter, diagnosis yang diberikan kepada Anda mungkin termasuk jenis dan tingkat keparahan asma Anda. Misalnya, Anda dapat didiagnosis dengan asma akibat pekerjaan tingkat persisten sedang (moderat) atau asma alergi yang sebentar-sebentar kambuh (intermiten).

Gejala asma yang khas adalah: mengi*, sesak napas, sesak dada, dan batuk. Di samping gejala khas ini, masing-masing jenis asma mungkin memiliki gejala tambahan lain.
*Mengi adalah bunyi nada tinggi yang terdengar saat bernapas.

Gejala Asma Alergi

Antara 50 – 80 persen dari semua kasus asma memiliki komponen alergi, yang juga disebut asma ekstrinsik. Penderita alergi musiman (hay fever) juga dapat didiagnosis dengan asma musiman.

Karena asma alergi, sistem imun bereaksi terhadap alergen, yang memicu tanda-tanda alergi sekaligus tanda-tanda asma.

Apabila Anda memiliki jenis asma alergi, maka sebaiknya berupayalah mengenali apa pemicu asma tersebut. Contoh pemicu-pemicu yang umum antara lain: serbuk sari, jamur (mold), tungau debu, dan bulu binatang.

Ciri-ciri asma alergi akan sama dengan jenis asma lain, tetapi juga akan disertai oleh gejala-gejala alergi. Berikut adalah tanda-tanda asma alergi:

  • Mengi
  • Sesak dada
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Hidung meler
  • Tenggorokan gatal
  • Bersin-bersin
  • Mata gatal, merah, dan/atau berair

Kemungkinan penyebab asma alergi adalah faktor genetik ditambah dengan hipersensitivitas (terlalu sensitif) serta paparan terhadap hal-hal yang memicu gejala.

Gejala Asma Non-Alergi

Antara 10 – 33 persen dari semua kasus asma adalah jenis asma non-alergi, yang kadang disebut asma intrinsik. Biasanya jenis ini terjadi di usia lebih belakangan daripada asma alergi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asma non-alergi lebih parah daripada jenis asma lain.

Ada beberapa hal yang bisa memicu asma non-alergi, antara lain: udara dingin, udara lembap, stres, olahraga, kenaikan asam lambung/heartburn, polusi, asap atau iritan lain di udara, infeksi pernapasan (contohnya pilek dan flu), dan bau atau aroma yang kuat.

Tanda-tanda asma non-alergi adalah:

  • Mengi
  • Sesak napas
  • Sesak dada
  • Batuk

Terdapat sejumlah faktor penyebab yang dapat mengarah pada kondisi asma non-alergi, misalnya menghirup asap rokok, mengalami infeksi virus, atau punya masalah kesehatan tertentu.

Kondisi rhinosinusitis (peradangan pada rongga hidung dan sinus) serta GERD (gastroesophageal reflux disease) juga sering dialami oleh penderita asma non-alergi dan mungkin turut memicu perkembangan asma tersebut.

Gejala Asma Varian Batuk

Asma varian batuk, seperti namanya, memiliki gejala utama berupa batuk kering. Batuk itu mungkin tetap menjadi satu-satunya gejala atau mungkin muncul gejala-gejala lain, terutama bila asma Anda tidak ditangani dengan baik.

Karena batuk kering biasanya tidak dikaitkan dengan asma, maka ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan. Perhatikanlah kapan batuk itu muncul: saat bangun tidur, setelah olahraga, memburuk di udara dingin dan kering, memburuk saat alergi musiman atau alergi yang lain.

Di samping gejala utama berupa batuk kering, jenis asma ini juga mungkin nanti akan menimbulkan ciri-ciri asma lain seperti: sesak napas, sesak dada, dan mengi.

Asma varian batuk bisa jadi merupakan gejala awal penyakit asma yang muncul; dimana anak-anak lebih sering mengelamainya daripada orang dewasa. Meski begitu, hanya sekitar 30% penderita asma varian batuk yang akan mengembangkan gejala asma khas.

Gejala Asma Dipicu Obat

Ada beberapa jenis obat yang diketahui dapat memicu ciri-ciri asma pada sebagian orang yang belum pernah asma dan pada orang yang pernah asma. Obat pertama yang diketahui punya efek ini ialah aspirin, sehingga kondisi ini sering disebut penyakit pernapasan yang diperburuk aspirin, asma yang dipicu aspirin, atau secara umum disebut asma yang dipicu obat.

Banyak pemiliki jenis asma ini akan mengalami gejala asma khas sekaligus sinusitis atau polip hidung, bahkan saat mereka sudah menghindari obat pemicunya.

Jenis obat yang paling sering dapat memicu asma antara lain: OAINS (obat anti-inflamasi non-steroid) dan beta-blocker. Serangan asma yang terkait dengan dua jenis obat ini bisa berakibat fatal.

Reaksi asma juga dapat terjadi dengan jenis obat lain, tetapi yang paling sering adalah dua jenis obat itu.

Tanda-tanda asma dipicu obat sama dengan gejala khas asma, hanya saja mungkin muncul lebih parah:

  • Sesak napas
  • Sesak dada
  • Mengi
  • Batuk

Para peneliti menduga bahwa obat pemicu mungkin turut menimbulkan stres oksidatif pada beberapa orang atau memulai reaksi berantai yang rumit yang mengarah pada gejala-gejala asma.

Gejala Asma Nokturnal

Nokturnal asma biasanya didiagnosis belakangan setelah dokter mendiagnosis jenis asma lain. Bila Anda menyadari bahwa ciri-ciri asma Anda muncul di malam hari, kemungkinan Anda punya jenis asma ini atau mungkin penyakit asma Anda tidak dikontrol dengan baik.

Lebih dari 50% orang dewasa penderita asma memiliki asma nokturnal. Sekitar 10% anak-anak penderita asma juga memiliki asma nokturnal.

Penderita jenis asma ini mungkin mengalami tanda-tanda asma di malam hari beberapa kali atau lebih sering dalam seminggu.

Ada iritan di lingkungan yang diketahui dapat memicu seperti bulu binatang atau debu di kamar tidur atau tidur dengan jendela terbuka.

Ciri-ciri asma nokturnal sama dengan gejala khas asma, hanya saja lebih menonjol di malam hari:

  • Sesak dada
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Mengi

Karena gejala-gejala itu, tidur malam bisa terganggu sehingga Anda akan merasa lelah di esok harinya. Anda mungkin akan terbangun beberapa kali di malam hari, namun bisa dengan cepat tertidur lagi dan tidak ingat sempat terbangun.

Para ahli meyakini bahwa jenis asma ini disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam tubuh pada malam hari. Jam internal tubuh, disebut ritme sirkadian, dapat memicu asma nokturnal karena di malam hari mengubah: kontrol otot-otot, resistensi jalan napas, peradangan, dan hormon-hormon.

Selain itu apnea tidur obstruktif, suatu gangguan tidur yang mengganggu pernapasan selama tidur, juga umum dimiliki oleh penderita asma dan bisa saling memperburuk.

Gejala Asma Dipicu Virus

Jenis asma ini disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akibat virus, antara lain virus penyebab pilek, flu, atau COVID-19. Sekitar 50% serangan asma akut (terjadi mendadak dan cepat memburuk) dipicu oleh virus.

Infeksi virus di saluran pernapasan dapat menyebabkan asma pada orang-orang yang belum pernah asma, pada orang dewasa yang sudah terbebas dari asma masa kecil, dan dengan memperburuk jenis asma lain yang diderita.

Tanda-tanda asma dipicu virus sama dengan gejala khas asma:

  • Mengi
  • Sesak napas
  • Sesak dada
  • Batuk

Saat ini masih belum jelas kenapa seseorang bisa mengalami asma akibat infeksi virus di saluran pernapasannya.

Gejala Asma Dipicu Olahraga

Asma dipicu olahraga disebut juga bronkokonstriksi (penyempitan bronkus) dipicu olahraga. Sebanyak hingga 90% penderita jenis asma apapun mengalami kekambuhan karena olahraga, tapi banyak penderita jenis asma ini tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk asma.

Pada jenis asma ini, tabung bronkial (jalan atau saluran napas) menyempit lalu menimbulkan tanda-tanda asma ketika Anda berolahraga. Para ahli menduga bahwa pemicunya adalah hilangnya panas dan/atau cairan dari jalan napas akibat pernapasan cepat saat olahraga. Karena itu tabung bronkial menjadi dehidrasi dan mengalami penyempitan.

Umumnya ciri-ciri asma ini mulai terjadi selama masih olahraga, dan dapat berlanjut dan memburuk 10 – 15 menit setelah berhenti olahraga sebelum akhirnya hilang sendiri (umumnya dalam 30 menit). Namun jauh lebih aman untuk segera pakai inhaler, daripada menunggu apakah gejala akan hilang sendiri.

Olahraga dengan intensitas rendah (seperti jalan kaki atau hiking) atau olahraga dengan aktivitas berat yang singkat (seperti bisbol atau senam) cenderung tidak memicu jenis asma ini.

Berikut adalah tanda-tanda asma dipicu olahraga, dengan beberapa gejala tambahan yang tidak umum pada asma:

  • Sesak napas
  • Sesak dada
  • Batuk
  • Mengi
  • Berkurang kemampuan olahraga
  • Sakit perut
  • Sakit tenggorokan

Bila Anda sudah punya asma, maka iritasi kecil atau dehidrasi saat olahraga dapat memicu jenis asma ini. Jadi dalam kasus ini penyebabnya adalah asma yang sudah ada.

Tetapi bila Anda tidak punya asma, maka paparan berulang terhadap udara dingin dan kering atau iritan di udara ketika olahraga dapat menyebabkan kerusakan tabung bronkial yang mengarah pada asma. Itu sebabnya asma ini terutama umum terjadi pada orang yang berolahraga di kondisi dingin, seperti ice hockey, ski, dan renang kompetitif (karena uap klorin di kolam).

Gejala Asma Muncul Saat Dewasa

Ini adalah jenis asma apapun yang berkembang semasa dewasa. Namun ada beberapa hal yang membedakannya dengan jenis asma yang umum berkembang semasa kecil. Juga ada beberapa sub-jenis asma ini.

Tanda-tanda asma muncul saat dewasa antara lain:

  • Mengi
  • Sesak dada
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Susah sembuh dari infeksi di dada (seperti pilek)

Dibandingkan dengan asma yang muncul saat anak-anak, jenis asma saat dewasa ini biasanya:

  • Lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi periode remisi (saat tidak ada gejala-gejala)
  • Melibatkan masalah pernapasan yang konstan (terus-menerus)
  • Menyebabkan penurunan fungsi paru-paru yang lebih cepat
  • Lebih sulit diobati
  • Lebih kecil kemungkinannya terkait dengan alergi

Ada beberapa kemungkinan penyebab asma muncul saat dewasa, antara lain: hormon seks pada wanita, alergi, masalah sinus yang kronis, infeksi pernapasan, polutan dan iritan di tempat kerja atau lingkungan, obat tertentu (khususnya aspirin), dan obesitas.

Gejala Asma Akibat Pekerjaan

Beberapa jenis pekerjaan membuat Anda terpapar hal-hal yang memicu asma. Apabila Anda sudah punya asma, maka paparan di tempat kerja bisa membuat gejala asma tersebut menjadi lebih buruk.

Terdapat lebih 250 bahan yang diduga dapat menyebabkan dan memicu tanda-tanda asma di tempat kerja. Umumnya tanda-tanda itu hanya dipicu oleh bahan yang sering atau rutin kontak dengan Anda.

Contoh pemicu yang umum antara lain: binatang, jenis jamur (mold) tertentu, bahan-bahan pembersih, bahan-bahan kimia (seperti hydrochloric acid, sulfur dioxide, dan ammonia), debu (dari kayu, tepung, atau biji-bijian), serangga, lateks, dan cat.

Ciri-ciri asma akibat pekerjaan antara lain:

  • Mengi
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Sesak dada
  • Alergi hidung (rhinitis)

Gejala-gejala tersebut dapat muncul langsung setelah kontak dengan pemicu atau muncul setelah bertahun-tahun kemudian.

Paparan terhadap pemicu tersebut mungkin secara langsung merusak jalur napas atau menyebabkan proses sensitisasi untuk melawan pemicu itu. Dengan proses ini, tubuh Anda secara bertahap mengembangkan reaksi imun yang abnormal terhadap pemicu itu.

Gejala Asma Resisten Glukokortikoid

Glukokortikoid adalah obat anti-peradangan yang kuat dan biasanya sangat efektif untuk pengobatan asma. Namun sekitar 5 – 10 persen penderita asma tidak menanggapi dengan baik terhadap obat ini. Kondisi ini disebut asma resisten glukokortikoid atau asma resisten steroid.

Selain gejala khas asma, jenis asma ini tidak punya gejala tambahan lain yang unik, namun terutama gejala khas tersebut muncul lebih parah:

  • Mengi
  • Batuk
  • Sesak dada
  • Sesak napas

Bagi kebanyakan penderita asma, respons peradangan yang menyebabkan penyempitan jalan napas mereka adalah eosinofil. Biasanya obat steroid dapat dengan baik mengatasi respons peradangan ini.

Namun pada penderita asma resisten glukokortikoid, kadar eosinofil mereka lebih rendah tetapi punya kadar neutrofil yang lebih tinggi, yang adalah jenis sel darah putih lain. Neutrofil biasanya dikaitkan dengan infeksi bakteri, dan sampai saat ini masih diselidiki kemungkinan peran bakteri terhadap jenis asma ini.

Kesimpulan tentang Gejala Asma

Di samping gejala khas asma seperti mengi, sesak napas, sesak dada, dan batuk, terdapat berbagai gejala tambahan yang dapat menyertai. Gejala tambahan tersebut bisa bervariasi tergantung pada jenis asma yang diderita.

Untuk mengetahui apa jenis asma yang Anda derita, Anda perlu melakukan pemeriksaan medis ke dokter. Dokter kemudian akan memberikan diagnosis mengenai jenis asma Anda. Memang diagnosis yang akurat mungkin memakan waktu tak sedikit, namun diagnosis yang akurat berdampak besar pada perawatan yang Anda peroleh.

Perhatikanlah baik-baik gejala asma yang Anda alami, seberapa sering itu terjadi, apa kemungkinan pemicunya, dan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi kemunculannya. Kemudian ceritakan apa adanya kepada dokter Anda untuk membantunya mencapai diagnosis dan rencana perawatan yang tepat bagi Anda.

Sumber

Sumber Referensi:

Verywell Health. What Types of Asthma Do You Have?. URL: https://www.verywellhealth.com/asthma-types-200539

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>