Efek Laksatif pada Tubuh Seseorang

1714

Efek laksatif, apakah itu? Efek laksatif dikenal juga dengan nama lain efek pencahar. Laksatif sendiri merupakan obat-obatan atau makanan yang diminum, dalam rangka membantu mengatasi gangguan sembelit. Cara kerjanya yakni membuat kotoran bergerak dengan lebih mudah dalam usus. Di operasi pembedahan, obat ini diberikan pada pasien dengan tujuan membersihkan usus. Tindakan tersebut dilakukan sebelum proses operasi dilaksanakan.

Namun obat ini umumnya hanya dimanfaatkan dalam mengatasi masalah sembelit atau konstipasi, sebab ada efek samping pada tubuh yang akan Anda rasakan. Dalam artikel kesehatan kali ini, mari mengenali obat efek laksatif yang ada, di mana terdapat beberapa perbedaan yang mendasar, khususnya pada fungsinya.

Pengelompokan Laksatif

  • Enema

    Obat efek laksatif yang pertama yaitu enema. Enema dipergunakan dalam merangsang evakuasi tinja supaya dapat keluar. Namun pemberian enema harus ekstra hati-hati, khususnya jika akan diberikan pada seseorang yang sudah berusia lanjut.

  • Pelembut feses

    Obat efek laksatif kedua yakni pelembut feses, atau pelembut tinja. Obat ini digunakan oleh seseorang pada usia lanjut, untuk melembutkan feses. Obat ini memiliki efek untuk surfaktan dalam menurunkan tegangan pada permukaan feses, sehingga feses menjadi lembek dan bisa meresap.

  • Bulk laksatif

    Obat efek laksatif ketiga yaitu bulk laksatif, pencahar pembentuk tinja. Untuk bulk laksatif, sudah banyak dijual di pasaran, akan mudah untuk Anda temukan. Ada obat laksatif ini yang dibuat menggunakan serat alamiah, contohnya psyllium, juga ada yang dibuat menggunakan serat buatan, contohnya metil selulosa. Jika Anda bertanya mana yang lebih efektif dari kedua obat laksatif ini, sebenarnya keduanya sama-sama efektif, khususnya untuk meningkatkan volume dari tinja. Obat yang satu ini aman digunakan untuk waktu lama, namun asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh jangan sampai kurang.

  • Osmotic laksatif

    Obat efek laksatif keempat yakni osmotic laksatif atau pencahar hiperosmoler. Jenis keempat ini memiliki efek menahan cairan pada organ usus, selain itu juga berfungsi mengatur distribusi cairan pada tinja. Cara kerjanya sama seperti spons, karena itu tinja dapat melewati usus dengan mudah. Kategori atau jenis golongan ini yakni sorbitol dan laktulosa.

  • Pencahar stimulan

    Obat efek laksatif terakhir yakni pencahar stimulan, dikenal juga dengan perangsang. Yang termasuk contoh dari golongan ini misalnya bisacordil, dan senna. Orang dengan usia lanjut aman dalam memakai senna. Untuk efek obatnya, dapat meningkatkan dan menstimulasi gerakan usus atau peristaltic.

  • Efek laksatif permen

    Jika Anda hendak memakan permen, saat melihat bungkusnya, Anda bisa menemukan istilah efek laksatif. Memang efek laksatif permen itu ada, contohnya pada permen karet. Tetapi bukan sembarang permen karet, tetapi permen karet dengan kandungan xylitol. Karena itu, jika Anda hendak mengkonsumsi jenis permen karet atau permen lain yang memiliki efek laksatif, maka Anda jangan terlalu banyak mengkonsumsinya. Apabila Anda konsumsi terlalu berlebihan, maka Anda bisa terserang penyakit diare. Kondisi ini juga tidak boleh Anda biarkan, sebab penderitanya dapat mengalami masalah kekurangan cairan.

    Xylitol, seperti yang disebutkan sebelumnya, permen karet dengan kandungan xylitol mempunyai efek laksatif. Tetapi apakah arti dari xylitol itu sendiri? Xylitol sebenarnya merupakan pemanis, yang bisa Anda temukan di pohon Birch. Di balik efek laksatif yang ada, ternyata xylitol memiliki fungsi untuk mengurangi penumpukan plak di gigi, selain itu juga mampu mencegah infeksi mulut, contohnya infeksi mulut karena jamur candida, di mana infeksi jamur ini bisa menyebabkan mulut terlihat putih, sama seperti seorang yang terserang diabetes, selain itu xylitol juga akan memberikan efek segar ke mulut.

    Karena efek laksatif dari permen dengan xylitol, maka konsumsinya harus dibatasi. Konsumsi 1 hingga 3 butir satu hari sudah cukup. Untuk menghindari efek laksatif pada diri Anda. Akan lebih disarankan lagi jika Anda hanya konsumsi satu butir satu hari. Istilah efek laksatif mungkin masih belum terlalu dikenal oleh banyak orang, termasuk Anda bukan? Namun dengan mengenali arti efek laksatif ini, Anda sekarang sudah bisa mengetahui efek samping dari konsumsi makanan atau minuman ataupun obat dengan efek tersebut.

Cara Alami Membuat BAB Lancar

Sebenarnya Anda tak perlu konsumsi obat dengan efek laksatif jika ingin lancar dalam buang air besar. Anda bisa menggunakan cara alami yang tanpa efek samping, dan tentunya lebih murah. Alternatif obat efek laksatif adalah dengan minum air putih yang cukup. Jumlah air putih yang sebaiknya Anda minum dalam satu hari minimal 1,5 liter, sama dengan delapan gelas air. Jangan minum kurang dari itu. Jika minum dengan jumlah berlebih tidak masalah, yang menjadi masalah adalah jika Anda kurang minum. Alternatif lain obat efek laksatif alami yang bisa Anda coba yaitu konsumsi sayuran berserat.

Sayuran dengan kandungan serat yang tinggi sangat cocok digunakan sebagai alternatif obat dengan efek laksatif. Karena dengan konsumsi sayuran berserat, maka proses pencernaan pun akan semakin lancar. Selain itu, serat juga dapat membantu dalam menjaga cairan dalam usus besar, karena itu proses buang air besar pun tidak akan sulit. Ada cukup banyak sayur yang memiliki serat tinggi, namun rata-rata sayuran itu merupakan bahan makanan yang baik untuk kesehatan dan sudah memiliki kandungan serat yang cukup tinggi.