Jenis-Jenis Efek Laksatif untuk Mengatasi Sembelit


By Cindy Wijaya

Jika belakangan ini Anda susah buang air besar, Anda mungkin berpikir ingin membeli obat pencahar. Memang obat pencahar punya efek laksatif, yang mampu mengatasi sembeli dengan cara membuat kotoran (feses) bergerak dengan lebih mudah dalam usus. Tapi sebenarnya ada beberapa jenis obat laksatif, sehingga Anda perlu tahu mana yang tepat untuk Anda gunakan.

Pada umumnya obat laksatif di apotik dibagi menjadi dua, yaitu obat resep dan obat bebas. Obat resep harus diperoleh dengan resep dokter, Anda sebaiknya tidak mencoba membeli atau menggunakan obat ini tanpa resep dokter. Sedangkan obat bebas dapat dibeli tanpa resep, tetapi penggunaannya harus mengikuti petunjuk pada label di kemasan obat.

Artikel kali ini akan membahas jenis-jenis obat yang memberikan efek laksatif untuk mengatasi sembelit (konstipasi).

Efek Laksatif Bulk-forming

Pencahar ini menambahkan serat ‘larut’ ke feses, sehingga feses menyerap lebih banyak air. Ini membuat feses jadi lebih besar dan lebih lembut. Dengan demikian akan membantu memicu usus untuk berkontraksi dan mengeluarkan feses.

Obat pencahar bulk-forming umumnya adalah efek laktsatif yang paling aman bagi tubuh. Contoh obat laksatif jenis bulk-forming antara lain: psyllium (Algadiet, G-Lo, H&H Colberry, Laxassia, Maximus, Vegeta Herbal, Yumeslim), polycarbophil (FiberCon), dan methylcellulose (Citrucel).

Anda sebaiknya mengonsumsi obat ini sedikit dulu, untuk mengurangi efek samping dari efek laksatif ini. Pastikan minum banyak air selagi mengonsumsi pencahar jenis ini. Kemudian tingkatkan jumlah pencahar sedikit demi sedikit sampai Anda mendapat hasil yang diharapkan.

Efek Laksatif Pelumas

Jenis pencahar ini melapisi permukaan feses agar licin, sehingga mempermudahnya untuk keluar dari tubuh. Suppositoria gliserin (Gliserol) melumasi bagian dalam anus (pembukaan luar usus). Ini membuatnya lebih mudah untuk mengeluarkan feses yang keras dari dalam tubuh.

Efek Laksatif Pelembut Feses

Jenis laksatif ini membantu mencampurkan cairan ke dalam feses untuk membuatnya lebih lunak. Dengan begitu feses lebih mudah dikeluarkan dari tubuh. Contoh obat pencahar jenis pelembut feses adalah docusate (Bufiron, Laxatab, Neolaxa).

Efek Laksatif Osmotik

Obat ini menyebabkan usus menahan lebih banyak cairan untuk melunakkan feses dan membantu usus mengeluarkannya. Contoh dari obat pencahar jenis ini antara lain polyethylene glycol (Daylax, Microlax, Niflec, Rectolax) dan larutan magnesium hidroksida (Laxasium).

Efek Laksatif Stimulan

Ini adalah jenis pencahar yang paling keras. Obat ini menyebabkan usus memeras atau berkontraksi untuk mengeluarkan feses. Contoh obat pencahar jenis stimulan yaitu bisacodyl (Custodiol, Dulcolax, Laxacod, Laxana, Prolaxan, Stolax) dan sennoside (Daun Senna Semesta, Herba Senna Aloe, GNC Herbal Plus Senna Leaf Extract, Senna).

Jenis Obat Laksatif Mana yang Tepat bagi Anda?

Sulit untuk mengetahui apakah pencahar tertentu akan bekerja lebih baik daripada jenis yang lain. Semua tergantung pada orangnya. Berikut adalah tips-tips untuk menggunakan laksatif:

  • Mulai dengan efek laksatif bulk-forming
  • Jika feses tetap keras, coba gunakan laksatif osmotik.
  • Jika feses sudah melunak tapi masih susah dikeluarkan, cobalah laksatif stimulan.

Jika Anda masih tidak yakin jenis efek laksatif mana yang tepat, sebaiknya tanyakan pada dokter atau apoteker.

Dan Anda disarankan untuk menemui dokter jika masih mengalami susah buang air besar setelah mencoba semua jenis laksatif yang berbeda.

Cara Mengonsumsi Obat Laksatif

Cara Anda mengonsumsinya bergantung pada bentuk obat tersebut. Laksatif biasanya tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul untuk ditelan, serbuk untuk dilarutkan dengan air dan diminum, kapsul untuk dimasukkan ke dalam anus (suppositoria), dan cairan atau gel untuk dipakaikan langsung ke anus.

Beberapa obat pencahar harus diminum pada waktu-waktu tertentu, misalnya di pagi hari sebelum makan apapun atau di malam hari setelah tidak makan apa-apa lagi.

Mintalah petunjuk dari apoteker atau dokter jika Anda tidak yakin bagaimana cara menggunakan obat laksatif.

Jika Anda mengonsumsi laksatif bulk-forming atau osmotik, penting untuk minum banyak air. Ini karena obat pencahar jenis ini dapat menyebabkan dehidrasi.

Dan jangan pernah mengonsumsi obat pencahar melebihi dosis yang disarankan karena dapat berbahaya dan menyebabkan efek samping.

Tips Membuat BAB Lancar Selain dengan Efek Laksatif

Seberapa sering Anda buang air besar bisa bervariasi dari waktu ke waktu. Tetapi biasanya frekuensi normal buang air besar adalah paling banyak tiga kali dalam sehari dan paling sedikit tiga kali dalam seminggu.

Anda mungkin mengalami sembelit jika buang air besar lebih sedikit dari biasanya. Selain itu, sembelit mungkin disebabkan oleh feses yang susah keluar karena keras, kering, atau kecil.

Namun sebelum mencoba obat yang memberi efek laksatif, Anda dianjurkan untuk mengupayakan perubahan gaya hidup berikut untuk melancarkan BAB:

  • Konsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar juga serealia utuh.
  • Minum air yang cukup setiap hari.
  • Rutin berolahraga, rencanakan 30 menit setiap hari pada sebagian besar hari dalam seminggu.

Perbaikan gaya hidup sering kali dapat meringankan masalah sembelit bagi banyak orang. Tetapi jika masalahnya terus berlanjut meski sudah memperbaiki gaya hidup, maka Anda boleh mencoba obat laksatif.

Demikianlah artikel ini yang membahas mengenai obat yang memberi efek laksatif pada tubuh. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

NHS. Laxatives. https://www.nhs.uk/conditions/laxatives/

Mayo Clinic. Over-the-counter laxatives for constipation: Use with caution. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation/in-depth/laxatives/art-20045906

Family Doctor. Laxatives: OTC Products for Constipation. https://familydoctor.org/laxatives-otc-products-for-constipation/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>