Share:

Selama ini kita mengetahui diet ketogenik sebagai salah satu cara untuk diet menurunkan berat badan yang efektif. Sejumlah klaim menyatakan bagaimana diet ini efektif meningkatkan pembakaran lemak dan mempercepat proses penurunan berat badan. Tidak banyak yang tahu bahwa diet ketogenik juga efektif sebagai diet kanker.

Pada kesempatan ini, kita akan mencoba melihat bagaimana diet ketogenik ini bisa berkembang menjadi cara untuk diet kanker. Apa yang terjadi pada seorang pasien kanker yang menjalankan diet ketogenik?

Apa potensi dari metode alternatif ini dalam mencegah dan mengatasi kanker? Sejauh mana efektivitas diet ketogenik sebagai cara untuk diet kanker?

Apa Sebenarnya Diet Ketogenik?

Pada dasarnya diet ketogenik adalah salah satu cara untuk diet yang mengedepankan konsep rendah karbohidrat dan rendah gula. Dalam pandangan ini masalah obesitas sebenarnya bukan disebabkan oleh kelebihan asupan lemak, tetapi karena kelebihan asupan glukosa.

Diet ini lahir dari fakta bahwa lemak yang tertimbun terutama pada area perut sebenarnya adalah cadangan energi yang dibentuk dari sisa-sisa kelebihan glukosa. Ketika kadar glukosa dalam darah meningkat dan tidak lagi dapat diserap oleh sel tubuh, insulin akan menstimulasi glukosa untuk masuk ke dalam hati.

Oleh organ hati, kelebihan glukosa ini akan diubah menjadi lemak yang ditimbun di sekitar hati sebagai cadangan energi, atau kita mengenalnya sebagai lemak hati. Sebagian besar kelebihan lemak pada area perut adalah hasil proses ini.

Dengan berdasar pada pandangan inilah kemudian lahir diet ketogenik. Diet ini menitik beratkan pada minimalisir asupan karbohidrat dan gula, bahkan termasuk gula dari buah. Kemudian memaksimalkan asupan lemak tak jenuh dan sayuran.

Tujuannya adalah menurunkan kadar gula darah pada level rendah atau pada ambang batas bawah. Pada kondisi ini tubuh kekurangan suplai gula untuk memenuhi kebutuhan energi. Sebagaimana diketahui tubuh menjadikan glukosa sebagai sumber utama pembentukan energi.

 Karena kekurangan suplai gula, tubuh akan terdorong mencari alternatif sumber energi lain pada tubuh. Pilihan akan jatuh pada cadangan lemak yang memang dibuat sebagai cadangan energi bagi tubuh.

Tubuh akan membentuk energi dari lemak yang kemudian menghasilkan energi ketosis. Energi ini sifatnya lebih efisien, yang pada batas tertentu sifatnya justru membantu mengatasi efek oksidasi yang sudah terjadi sebelumnya. Tetapi disisi lain, energi ini melepas senyawa keton yang pada kadar berlebihan akan bersifat toksin.

Dengan membakar cadangan lemak sebagai sumber energi, sudah tentu akan terjadi penurunan berat badan. Inilah sebenarnya gambaran dasar dari konsep diet ketogenik.

Makanan Utama untuk Diet Ketogenik


Cara untuk diet ketogenik jelas berbeda dari cara diet pada umumnya. Konsep dasarnya bukan mengutamakan pengurangan porsi makan, tetapi mengatur waktu makan dan mengatur menu.

Yang perlu Anda ubah hanya waktu makan Anda dalam sehari dan pilihan menu yang Anda konsumsi setiap hari selama diet berjalan. Alih-alih mengurangi porsi makan begitu saja.

Diet ini akan fokus pada bagaimana memberi ruang waktu bagi tubuh Anda mengalami penurunan kadar glukosa dalam darah. Dan demi memaksimalkan hasil Anda perlu memancing efek ketosis atau memaksimalkan produksi energi keton dengan mengonsumsi lebih banyak lemak tak jenuh.

Anda akan disarankan untuk tidak mengonsumsi gula dan membatasi asupan karbohidrat dalam level sangat minim. Kemudian mengalihkan porsi pada makanan kaya lemak sehat seperti minyak kelapa, minyak zaitun, biji flax, biji bunga matahari, biji chia, biji labu, kacang-kacangan dan ikan-ikanan.

diet ketogenik - cara untuk diet - diet kanker

Sumber: BigStockPhoto

Diet ketogenik juga memberi ruang sangat luas untuk sayur-sayuran. Hanya pada dasarnya lebih ditekankan pada jenis sayuran rendah karbohidrat dan fruktosa. Juga memberi ruang luas pula bagi protein. Pelaku diet dapat mengonsumsi protein dan lemak sehat dalam kombinasi yang cukup berimbang.

Tetapi karena kali ini kita bicara soal cara untuk diet kanker, maka kita perlu kenali karakter dari sel kanker yang justru terstimulasi oleh asupan protein. Jadi khusus kasus ini, sebaiknya kendalikan asupan protein berlebihan.

Diet ketogenik untuk kanker juga akan disarankan menambah asupan buah pada menu. Terutama buah dalam warna gelap dan yang kaya antioksidan seperti berry, noni, buah naga dan anggur. Karena mengingat besarnya peran antioksidan untuk menghambat pertumbuhan kanker.

Asup pula makanan kaya enzim alami seperti pepaya dan nanas yang akan membantu meningkatkan kemampuan tubuh menyerap protein. Ini akan mencegah sel kanker menyerap terlalu banyak protein dalam tubuh.

Pengaruh Diet Ketogenik bagi Tubuh


Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, cara  untuk diet satu ini memang mengedepankan pengurangan asupan karbohidrat dan gula dalam level sangat rendah sehingga mendorong tubuh membentuk energi dari lemak.

Dalam kondisi ideal, diet ketogenik ini seharusnya akan berhasil mendorong tubuh memperoleh sekitar 70% energi dengan memproses lemak. Sedang porsi energi dari protein hanya sekitar 20% dan energi dari gula hanya sekitar 10%.

Tetapi pengaruh diet ketogenik ini lebih kompleks. Karena diet ini membantu menurunkan kadar insulin dalam darah yang notabene memiliki efek karsinogen dan membantu meringankan kerja pankreas.

Baca juga  5 Alasan Pengobatan Kanker Alternatif Mengalami Kegagalan

Diet ini juga membantu memperbaiki fungsi ginjal dan  mengembalikan kadar ph dalam tubuh dan mengatur ulang komposisi sodium dalam darah. Diet ini rupanya juga mengurangi kelebihan air dalam tubuh.

Dan menariknya, manfaat diet ini juga meluas bila pola makan dan menu makan yang kita pilih sudah tepat. Karena seharusnya diet ini membantu meningkatkan komposisi LDL kolesterol.

Karena meski menu diet ini kaya akan lemak, tetapi tetap fokus pada jenis lemak tak jenuh yang sehat dan sayuran yang memiliki kandungan lipid tinggi. Diet ini juga baik untuk mengendalikan kadar gula darah dan membantu memperbaiki fungsi metabolisme.

Cara untuk diet ini juga membantu tubuh meningkatkan kemampuan mencegah dan mengatasi inflamasi. Karena gula sendiri adalah agen inflamasi, sedang asam lemak, komponen utama dari lemak sehat justru memiliki kemampuan anti inflamasi.

Menurut jurnal Maturitas tahun 2013, dijelaskan pula bagaimana diet ketogenik akan bermanfaat memperbaiki stabilitas hormonal. Ini karena ketidak seimbangan antara metabolisme, kadar gula darah dan lemak tubuh memberi imbas pada keseimbangan hormonal. Memperbaiki keseimbangan dari tiga poin tersebut tentu mengembalikan sistem keseimbangan hormonal pada tubuh.

Pilihan untuk menurunkan asupan karbohidrat juga ternyata dapat membantu memperbaiki kondisi pencernaan. Menurunkan produksi gas dan menyeimbangkan kembali komposisi asam lambung dan enzim dalam pencernaan.

Diet Ketogenik sebagai Diet Kanker

Sebagaimana digambarkan di atas, cara untuk diet dengan menurunkan asupan karbohidrat ini memang membantu memperbaiki kondisi tubuh dengan efektif. Ini adalah cara mudah menurunkan berat badan sekaligus memulihkan kembali ketidak seimbangan dalam tubuh.

Dan ternyata diet ini juga dapat diterapkan sebagai cara untuk diet kanker. sejumlah pengaruh dari diet ketogenik pada tubuh ternyata juga memiliki imbas positif untuk pencegahan dan penanganan kanker.

Menurut International Journal of Cancer tahun 2014, diet ketogenik dapat diterapkan sebagai diet kanker. Kondisi ketosis adalah kondisi yang akan membantu menurunkan pertumbuhan kanker, menghambat proliferasi sel kanker dan menurunkan kemampuan sel kanker mempertahankan diri. Ketosis juga menghambat proses metastasis dari sel kanker.

Pengaruh Diet Ketogenik pada Kanker


Sebenarnya, sejak awal tercetusnya konsep diet ketogenik, tujuan utamanya adalah untuk penurunan berat badan. Ada beberapa pendekatan yang perlu disesuaikan untuk mendapatkan manfaat diet ketogenik sebagai cara untuk diet kanker.

Terutama berkaitan dengan kadar protein yang diasup oleh pasien.  Karena kanker juga bekerja dengan mengasup protein dalam  darah. Sehingga akan lebih efektif bila diet dilakukan dengan mengurangi kadar protein dari diet ketogenik biasa.

Menurut Redox Biology tahun 2014, pasien akan mencapai kondisi ketosis, yakni mendapatkan energi dari lemak secara optimal dengan prosentasi, energi lemak sebanyak 85%, energi dari gula sebanyak 5% dan energi dari protein ditekan hingga 10%.

Dengan konsep adaptasi dari diet ketogenik ini, berikut sejumlah pengaruh yang mungkin muncul pada pasien kanker.

  • Mengurangi asupan sumber energi bagi sel kanker

    Sebagaimana dijelaskan dalam European Journal of Clinical Investigation tahun 2016, kanker membutuhkan glukosa sebagai elemen penting pembentuk energi. Energi dari gula inilah yang dimanfaatkan untuk proses pembelahan diri (proliferasi) dan metastasis.

    Dengan menjalankan diet kanker menggunakan diet ketogenik, otomatis kadar glukosa dalam darah akan drop. Karena tubuh memang hanya mengasup sedikit sekali sumber glukosa. Ini membantu mengurangi suplai glukosa bagi sel kanker.

    Sejumlah pakar sepakat membuat sel kanker “kelaparan” adalah sebuah ide bagus untuk menghambat perkembangan dan perluasan kanker dalam tubuh.

  • Menurunkan kadar insulin

    Insulin memiliki manfaat penting bagi tubuh, ini jelas fakta yang tidak terelakan. Tetapi ketika insulin berada pada level berlebihan sebenarnya justru insulin bisa membahayakan.

    Menurut Diabetes Journal tahun 2004, insulin berlebihan akan mendongkrak jumlah radikal bebas dalam tubuh dan meningkatkan kerentanan tubuh untuk teroksidasi oleh efek radikal bebas.

    Sedang dipahami bahwa efek oksidatif inilah salah satu penyebab utama pembentukan sel kanker. selama sel kanker terus dibumbui oleh efek oksidatif, maka sel kanker akan lebih mudah berkembang.

    Apalagi pada insulin terdapat efek stimulasi pertumbuhan. Ini karena insulin merupakan senyawa hormon anabolik yang mendorong pertumbuhan dan pembelahan sel. dan efek ini juga berimbas pada sel kanker. Sehingga dikatakan dalam The Oncologist tahun 2013, insulin dapat menjadi stimulan pertumbuhan sel kanker.

  • Mendorong tubuh memproduksi keton

    Senyawa keton merupakan senyawa yang berasal dari hasil residu proses metabolisme lemak. Energi yang dihasilkan menghasilkan senyawa keton sebagai limbah. Bagi tubuh senyawa ini memang tidak memberi manfaat, bahkan dalam kadar terlalu tinggi bisa menyebabkan sejumlah efek samping.

    Tetapi bagi sel kanker, senyawa keton tak ubahnya dengan racun. Menurut International Journal of Cancer tahun 2014, sel kanker akan melemah dan mengalami hambatan pertumbuhan karena berkembangnya kadar keton dalam darah.

    Mencegah dan mengatasi inflamasi

    Konsep dasar diet ketogenik dengan meningkatkan asupan asam lemak dan lemak tak jenuh dalam menu makanan menjadi salah satu kekuatan terbaik dari diet satu ini. Cara untuk diet kanker ini membantu meningkatkan kadar LDL kolesterol dan meningkatkan komposisi asam lemak dalam darah.

    Asam lemak, terutama asam lemak omega 3 dan asam lemak omega 6 memiliki efek anti inflamasi. Apabila kadar asam lemak dalam darah meningkat otomatis akan membantu meningkatkan lingkungan bebas peradangan.

    dan ini jelas memberi manfaat bagi masalah kanker. karena kanker erat kaitannya dengan inflamasi. Inflamasi yang berat bisa mengakibatkan kanker dan kanker sendiri dapat menyebabkan terbentuknya peradangan kronis yang sulit diatasi. Dengan mengendalikan inflamasi, otomatis juga akan membantu mencegah dan mengatasi kanker.

  • Memperbaiki fungsi saraf

    Lemak dan keton memiliki kemampuan memperbaiki elastisitas pembuluh darah dan saraf. Karenanya ketika kadar keton meningkat dan energi sebagian besar dihasilkan dari lemak, otomatis jaringan saraf dan pembuluh darah akan mengalami perbaikan.

    Ini sebabnya, bahkan dalam riset yang dilaporkan pada Nutrition and Metabolism tahun 2010, pasien kanker otak akan mengalami penurunan intensitas pertumbuhan kanker pasca menjalankan diet ketogenik.

  • Memperbaiki pencernaan

    Menjalankan diet ketogenik bermanfaat memperbaiki fungsi enzim dalam tubuh. diet ini juga baik untuk membantu mengatasi perkembangan peradangan pada usus dan lambung.

    Karena pemulihan fungsi pencernaan dan perbaikan kadar Ph dalam pencernaan karena cara untuk diet kanker ini, maka diet ketogenik ini juga baik untuk mencegah dan mengatasi kanker.

    Sebagaimana telah dijelaskan dalam Clinical Nutrition tahun 1991, bahwa setidaknya 24 % kasus kanker kolon dan kanker usus menunjukan pengaruh positif pasca menjalankan diet ketogenik.

  • Menormalkan hormon

    Karena diet ketogenik akan membantu menormalkan kembali komposisi lemak dalam tubuh, ini akan membantu memperbaiki keseimbangan hormonal. Faktanya, kadar lemak dalam tubuh, terutama lemak di area perut memiliki peran besar mempengaruhi keseimbangan hormonal.

    Menurut Journal of Diabetes and Metabolism tahun 1982, diet ketogenik akan membantu memperbaiki struktur hormonal tubuh. Dan memang terbukti pula, bahwa masalah hormonal acapkali menjadi awal dari munculnya gangguan pre kanker pada seseorang.

    Menjaga keseimbangan hormonal memiliki peran besar dalam mencegah dan mengatasi sejumlah kasus kanker, sebut saja seperti kanker rahim dan kanker payudara.

  • Memperbaiki kesehatan hati

    Terbentuknya kelebihan cadangan lemak pada area sekitar lingkar perut kerap kali menyebabkan gangguan pada fungsi hati. Akibat terfatal dari masalah ini adalah menurunnya fungsi hati dalam menjalankan fungsi detoksifikasi toksin dan residu dalam tubuh.

    Dengan menjalankan cara untuk diet kanker menggunakan metode diet ketogenik ini, tentu lemak yang terbentuk pada lingkar perut akan berkurang. Dan ini akan membantu mengembalikan secara bertahap fungsi dari hati.

    Dengan pulihnya kembali fungsi hati, maka kadar radikal bebas yang tertumpuk dalam tubuh juga dapat menurun. Manfaat inilah yang kemudian akan membantu dalam pengobatan kanker.

    Karena untuk mencegah dan menurunkan intensitas pertumbuhan kanker, dibutuhkan kondisi tubuh yang mendukung. Termasuk kondisi tubuh dengan tingkat oksidasi sel yang rendah. Atau dengan kata lain tubuh dengan kadar radikal bebas, toksin dan residu tubuh yang rendah.

Baca juga  Terapi Kanker Protokol Budwig, Benarkah Efektif?

Cara untuk Diet Ketogenik dengan Tepat

Pada dasarnya, diet ketogenik adalah diet yang aman dan sehat. fungsi diet yang bertujuan mengalihkan proses pembentukan energi dari bersumber pada glukosa menjadi pada lemak sebenarnya adalah sebuah kondisi yang alami.

Sejak awal tubuh manusia memang didesain dengan konsep demikian. Karenanya tubuh secara alami mengalihkan setiap cadangan energi tubuhnya menjadi lemak. Itu artinya secara alami tubuh memiliki sistem pembentukan energi cadangan dari lemak.

diet ketogenik - cara untuk diet - diet kanker

Sumber: Shutterstock

Hanya saja sebagaimana kebanyakan konsep cadangan, mendapatkan energi dari lemak dalam jangka panjang sebenarnya tidak sepenuhnya aman. Diet ketogenik pada dasarnya bukan di desain untuk dijalankan jangka panjang dan berlebihan.

Pertimbangan bahwa diet ini dapat menyebabkan gangguan pada ginjal dan hati dalam jangka panjang memang cukup kerap menjadi peringatan. Menurut healthline.com, diet ketogenik juga perlu mempertimbangkan besaran kalori harian yang diasup. Pastikan kita tidak menurunkan level asupan kalori dibawah 1200 kal. Karena ini juga memiliki efek bahaya yang perlu diwaspadai.

Cara Tepat Diet Ketogenik untuk Diet Kanker


Untuk Anda menjalankan diet ketogenik sebagai cara untuk diet kanker, coba mulai dengan menyusun konsep menu selama masa pendek 1 hingga 2 pekan. Kedepankan asupan lemak tidak jenuh dengan tetap diimbangi karbohidrat kompleks sekitar 10% dari total menu dan hindari asupan protein hewani dari daging merah untuk menurunkan kadar protein pada level aman.

Pastikan mengonsumsi protein nabati dengan kadar secukupnya, sekitar 20% – 25% dari total porsi yang Anda asup. Dan pastikan kalori yang Anda asup dalam sehari masih dalam kadar kisaran 1200  kal perhari.

Pilihan lain dalam menjalankan diet ketogenik adalah dengan memadukannya bersama diet fastosis. Ini adalah diet dengan konsep puasa. Menjalankan puasa selama sekitar 8 jam sehari untuk sama sekali tidak makan dan memadukannya dengan kombinasi menu yang rendah karbohidrat dan gula serta protein yang relatif dikurangi.

Akan tetapi untuk memutuskan menjalankan diet ketogenik sebagai upaya Anda mendukung terapi kanker, pastikan untuk mengkonsultasikannya terlebih dulu dengan dokter Anda. meski bermanfaat, diet kanker kadang bisa menurunkan ketahanan dan kebugaran karena kerentanan dari pasien bersangkutan.

Nurul Kuntarti

Menggeluti dunia penulisan, namun menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.


Artikel di-posting oleh Nurul Kurtanti dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.