Sakit Leher Sampai Bahu & Lengan? Mungkin Itu Ciri-Ciri Saraf Kejepit di Leher!


By Cindy Wijaya

Rasa nyeri di leher yang disertai mati rasa dan lemas harus diwaspadai. Penyebabnya mungkin saja bukan hanya karena salah bantal atau karena tegang akibat aktivitas fisik berlebihan. Bisa jadi itu ciri-ciri saraf kejepit di leher—apalagi kalau gejalanya terus berlangsung selama beberapa waktu atau kambuh-kambuhan.

Agar bisa cepat tanggap terhadap kondisi yang cukup serius itu, kita perlu tahu apa gejala saraf kejepit di leher yang sebenarnya. Simaklah penjelasannya dalam artikel ini.

Apa Sebenarnya Ciri-Ciri Saraf Kejepit di Leher?

Istilah medis dari saraf kejepit di leher adalah radikulopati servikal. Gejala saraf kejepit di leher sering kali adalah rasa nyeri yang dimulai dari leher dan menyebar ke area penjalaran dari saraf yang terpengaruh, seperti di bahu, lengan, atau tangan.

Rasa nyerinya biasanya terasa panas atau menusuk. Mungkin juga terasa lebih parah saat melakukan gerakan-gerakan tertentu—misalnya menjulurkan atau menegangkan leher, atau menolehkan kepala.

Sebagian orang mengatakan bahwa rasa nyeri mereka berkurang jika mereka meletakkan tangan di atas kepala. Gerakan ini memang untuk sementara bisa mengurangi tekanan pada akar saraf yang terpengaruh.

Apa Gejala Saraf Kejepit di Leher Selain Rasa Nyeri?

Karena memengaruhi saraf yang menjalar ke area-area tubuh lain, maka selain rasa nyeri juga bisa timbul gejala lainnya. Berikut empat ciri-ciri saraf kejepit yang sering muncul selain rasa nyeri:

  • Kesemutan atau rasa menusuk-nusuk pada jari atau tangan.
  • Kelemahan pada otot lengan, bahu, atau tangan.
  • Mati rasa di area yang terpengaruh.
  • Refleks yang melemah.

Banyak penderita saraf terjepit di leher juga melaporkan bahwa mereka menderita sakit kepala setiap hari atau kambuh-kambuhan, yang seringnya terjadi di sisi kepala yang sama dengan sisi terjadinya saraf terjepit. (Sumber: Eur Spine J. Vol. 16 No. 7)

Kondisi saraf kejepit di leher umumnya hanya memengaruhi salah satu sisi tubuh—contohnya hanya di area lengan kanan, tapi tidak terjadi apa-apa di lengan kiri.

Ciri-ciri saraf kejepit di leher bisa berbeda-beda pada masing-masing penderitanya. Anda bisa saja mengalami beberapa gejala sekaligus, atau bisa saja hanya satu gejala.

Apa Gejala Saraf Kejepit di Leher Bisa Sembuh Sendiri?

Kabar baiknya, lebih dari 85% kasus saraf terjepit di leher bisa sembuh (membaik) meski tanpa pengobatan khusus apapun dalam waktu 8 – 12 minggu. (Sumber: Cervical Radiculopathy (Pinched Nerve) – Cleveland Clinic) Bahkan ada sebagian orang yang rasa nyerinya menghilang hanya dalam beberapa hari.

Kondisi saraf kejepit juga bisa kambuh-kambuhan—sudah membaik tapi kemudian muncul lagi suatu saat. Meski ini terjadi, biasanya gejala-gejalanya bisa membaik sendiri tanpa pengobatan khusus.

Namun dalam kasus dimana gejala-gejalanya tidak kunjung membaik dalam waktu cukup lama, atau terus bertambah parah, maka dibutuhkan pemeriksaan dan pengobatan khusus.

Rekomendasi Herbal untuk Redakan Gejala Saraf Kejepit di Leher

Anda mungkin ingin segera mengatasinya begitu terasa ciri-ciri saraf kejepit di leher. Banyak orang langsung minum obat pereda nyeri (analgesik) yang dijual bebas. Sebenarnya ada alternatif yang alami dan tak kalah efektif, yaitu dengan konsumsi herbal analgesik.

Salah satu yang direkomendasikan ialah Noni juice (sari buah Mengkudu). Khasiat analgesiknya sudah tidak diragukan lagi, bahkan tanaman Mengkudu punya sebutan sebagai “pohon penghilang rasa sakit” (painkiller tree).

Bahkan penelitian yang dimuat Phytotherapy Research Vol. 24 No.1 mendapati bahwa khasiat analgesik Noni dapat disandingkan dengan tramadol—obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengatasi nyeri saraf kejepit.

Studi yang dipublikasikan Nigerian Journal of Health and Biomedical Sciences Vol. 5 No. 2 menganalisa seberapa efektif Noni juice dalam mengatasi nyeri dan kekakuan leher pada pasien spondylosis servikal—saraf kejepit di leher adalah gejala utama spondylosis servikal (Sumber: Jurnal Iranian Rehabilitation Vol. 21 No. 1)

Apa Gejala Saraf Kejepit di Leher Bisa Diatasi oleh Noni Juice?
Nigerian Journal of Health and Biomedical Sciences Vol. 5 No. 2

Hasilnya menunjukkan bahwa Noni dapat sangat mengurangi rasa nyeri dan memperbaiki fleksibilitas leher para pasien. Kelompok pasien yang minum Noni juice saja sudah mengalami perbaikan gejala, tapi kelompok pasien yang menjalani terapi gabungan—minum Noni juice dan fisioterapimengalami perbaikan gejala yang lebih baik.

Hal ini menunjukkan bahwa Noni juice memang dapat secara efektif mengatasi ciri-ciri saraf kejepit di leher. Dan juga bisa dikonsumsi sebagai terapi pendamping saraf kejepit untuk hasil pemulihan yang lebih baik.

Untuk tahu lebih banyak tentang khasiat Noni juice untuk mengatasi saraf kejepit, silakan baca artikel: Ini Dia Herbal Saraf Kejepit yang Ampuh Redakan Nyeri Ringan Hingga Berat

Mengapa Bisa Terjadi Saraf Terjepit di Leher?

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, kondisi ini bisa terjadi jika saraf di leher tertekan atau mengalami iritasi pada lokasi saraf tersebut bercabang dari sumsum tulang belakang.

Untuk lebih memahami tentang saraf terjepit, ada gunanya sedikit mengenal sumsum tulang belakang kita. Verywell Health menjelaskan area sumsum tulang belakang di sekitar leher disebut sebagai tulang belakang servikal (servical)—terdiri dari 7 tulang vertebra paling atas dari seluruh tulang belakang kita. Saraf-saraf kita bercabang dari sumsum tulang belakang yang ada di ruang antara vertebra-vertebra tersebut.

Kondisi saraf terjepit terjadi jika jarak antara dua vertebra menjadi lebih sempit, sehingga memberi tekanan pada saraf yang bercabang darinya—dengan kata lain “menjepit” saraf tersebut—dan menyebabkan rasa sakit.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena faktor penuaan, sebab cakram tulang belakang di antara vertebra kita secara alami semakin tertekan seiring dengan menuanya usia. Harvard Health Publishing menyebutkan sekitar 70-80% kasus saraf terjepit di leher diakibatkan oleh faktor usia.

Selain faktor usia, ada juga fakto-faktor lain yang bisa memicu saraf terjepit di leher, antara lain: hernia nukleus pulposus (HNP), stenosis (penyempitan) tulang belakang, penyakit cakram degeneratif, dan cedera—misalnya karena kecelakaan, terjatuh, atau cedera lain pada tulang belakang.

Bagaimana Dokter Memeriksa Gejala Saraf Kejepit di Leher?

Untuk memastikan keluhan-keluhan yang Anda alami apa gejala saraf kejepit di leher atau bukan, harus melalui pemeriksaan medis. Anda bisa datang ke dokter untuk mulai lakukan pemeriksaan. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin punya gambaran tentang penyebab keluhan Anda.

Kemudian jika dirasa perlu, dokter bisa menganjurkan pemeriksaan tambahan guna mencari tahu penyebab pasti gejala-gejala Anda. Biasanya dimulai dengan rontgen sinar-X yang bisa memperlihatkan kondisi kesejajaran tulang belakang Anda. Dengan begitu dokter bisa melihat apakah ada penyempitan atau kerusakan pada tulang.

Selain dengan sinar-X, dokter juga mungkin menyarankan pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging). MRI dapat memperlihatkan apakah ada yang tidak normal pada jaringan lunak di area tulang belakang. MRI lebih baik daripada rontgen, karena selain tulang juga dapat menampilkan gambar saraf-saraf dan cakram-cakram tulang belakang. (Sumber: A Patient’s Guide to Cervical Radiculopathy – UMMC)

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang ciri-ciri saraf kejepit di leher. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}