Cara Mengonsumsi Ikan Berdaging Merah yang Tepat!


By Fery Irawan

Tahukah Anda tidak semua ikan memiliki daging berwarna merah? Misalnya, ikan cakalang dan ikan tuna. Dilihat dari segi ekonomi, kedua jenis ikan ini memiliki harga yang cukup tinggi. Tentu, karena kualitasnya yang lebih unggul dari jenis ikan lainnya. Namun sayang, manfaat yang didapat dari ikan berdaging merah ini bisa berkurang – apabila cara memasaknya tidak tepat. Memang apa sebenarnya manfaat ikan berdaging merah? Mari kita perhatikan ulasan ini!

Pertama-tama yang perlu diselidiki adalah dari mana asal warna merah pada ikan tersebut? Contohnya ikan tuna, warna merah pada daging ikan sebenarnya timbul karena otot yang mereka miliki mengandung sebuah protein khusus yang dikenal dengan sebutan myoglobin. Jenis protein ini berbentuk bulat yang mampu menyimpan oksigen dan terbentuk dari sejenis zat besi. Karena kesanggupan protein dalam menyimpan oksigen, maka jenis ikan tersebut memiliki metabolisme yang baik dan mampu berenang dalam kecepatan tinggi, sehingga oksigen terus mengalir.

Ikan berdaging merah juga mengandung DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid), keduanya adalah zat anti-oksidan yang dibutuhkan manusia, begitu pula dengan berlimpahnya kadar zat besi yang tersedia dalam daging merah, sehingga dapat bermanfaat bagi penderita anemia. Namun, karena mengandung zat besi – ikan ini lebih cepat mengalami oksidasi dibandingkan dengan jenis ikan berdaging putih. Daging ikan yang teroksidasi akan menghasilkan oksida-oksida besi yang merugikan tubuh, bukan memberikan perbaikan bagi penderita anemia.

Jika dilihat dari segi ini, memang tanpaknya ikan berdaging putih lebih baik, karena tidak mudah teroksidasi. Tentu, karena ikan berdaging putih tidak memiliki kandungan myoglobin. Sehingga, walaupun dipotong atau difilet, bahkan dibiarkan lama dalam ruangan terbuka, ikan ini masih aman di konsumsi. Jadi, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Fakta ini sebenarnya tidak menghalangi Anda untuk mengonsumsi ikan berdaging merah. Ini hanya soal bagaimana Anda mengolahnya dengan cara yang cepat, sehingga proses oksidasi tidak terjadi dan mengurangi manfaatnya.

Sebagai contoh, jika Anda pecinta makanan khas Jepang seperti sushi tuna – cobalah untuk membuang bagian yang telah teroksidasi hingga 5 mm dari permukaannya. Metode memasak cepat adalah dengan menyangrai permukaan ikan dengan cepat, selain untuk menghilangkan bagian yang teroksidasi; ini juga dapat membunuh sebagian besar parasit yang bersarang di permukaan kulit ikan. Sekalipun ada metode yang aman untuk mengonsumsi ikan tersebut, Anda tetap saja perlu waspada dan mengendalikan diri, agar tidak menyantapnya secara berlebihan. Mengapa?

Karena ada laporan yang menyatakan bahwa konsumsi ikan tuna secara berlebihan dapat meningkatkan kadar merkuri dalam darah. Zat merkuri ini adalah polutan yang diserap ikan dari lautan dan udara yang terkontaminasi dengan polusi. Bagaimana Anda bisa mengetahui seberapa besar tingkat merkuri dalam darah? Hal ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan medis. Sudahkah Anda mengonsumsi ikan berdaging merah dengan cara yang tepat?

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}