Cara Mencegah Kanker Prostat dengan Asupan Nutrisi yang Tepat: Bagian 3

426
Shutterstock

Diedit:

Dalam artikel bagian kedua, kita sudah mengulas bagaimana peran vitamin E dan omega-3 untuk membantu mencegah kanker prostat. Juga bagaimana produk susu atau kalsium yang berlebihan serta karbohidrat olahan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker prostat.


Kali ini mari kita lebih dekat bagaimana pengaruh kalsium terhadap risiko kanker prostat, serta bagaimana teh hijau bisa bermanfaat dalam pencegahan kanker prostat.

Pada artikel sebelumnya dikatakan bahwa kelebihan konsumsi produk susu atau suplemen mengandung kalsium telah dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih besar. Mengapa bisa begitu?

Hubungan Antara Kalsium dan Kanker Prostat

Konsumsi produk susu dalam jumlah banyak telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker prostat hampir dua kali lipat. Kalsium adalah salah satu bahan utama dari produk susu. Juga merupakan mineral yang paling melimpah dalam tubuh manusia dan dianggap penting bagi kehidupan.

Hingga 99% dari kalsium tubuh disimpan di tulang dan gigi, untuk mendukung struktur serta fungsinya. Tulang-tulang Anda mengalami perombakan bentuk terus-menerus, dengan “resorpsi” berkelanjutan (proses peleburan kalsium keluar dari tulang) dan pengendapan kalsium menjadi tulang baru. Tetapi, kadar kalsium dalam darah sangat dibatasi dan tidak terpengaruh oleh asupan makanan.

Susu, yogurt, dan keju kaya akan kalsium alami. Sedangkan makanan non-susu yang adalah sumber kalsium misalnya kubis Cina, kale (kubis keriting), dan brokoli. Bayam mengandung kalsium, tapi sayangnya tubuh kita tidak mampu menyerap banyak darinya. Sebagian besar biji-bijian, serealia, sejumlah jus buah dan minuman, juga tahu diperkaya dengan kalsium.

Jadi, apa hubungan antara asupan kalsium dengan kanker prostat?

Dalam penelitian tahun 2011 yang hasilnya terduga, sel-sel kanker prostat ditangani dengan susu sapi, susu almond, susu kedelai, kasein, atau laktosa pada uji laboratorium. Menakjubkannya, sel-sel kanker prostat yang ditangani dengan susu sapi ternyata bertumbuh lebih cepat!

Sedangkan susu kedelai tidak memengaruhi pertumbuhan sel-sel kanker prostat, sementara susu almond justru memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat.

Penelitian lain di tahun 2012 meninjau konsekuensi dari konsumsi vitamin D serta kalsium dalam dosis berbeda pada tikus percobaan yang dimasukkan sel-sel kanker prostat manusia. Menariknya, sel-sel kanker prostat bertumbuh paling cepat pada tikus yang menerima kalsium dosis normal tanpa vitamin D sama sekali, dibandingkan dengan tikus-tikus yang diberikan dosis berbeda.

Dengan kata lain, keberadaan kalsium dalam tubuh tetapi kekurangan vitamin D tampaknya membantu sel-sel kanker prostat untuk bertumbuh lebih baik.

Sejumlah penelitian epidemiologi telah menemukan hubungan antara asupan kalsium atau produk susu atau keduanya dalam jumlah banyak, dengan peningkatan risiko kanker prostat pada pria.

Catatan: Epidemiologi adalah penelitian dan analisis terhadap pola, sebab, serta dampak dari kondisi kesehatan dan penyakit pada populasi manusia tertentu.

Secara spesifik, penelitian terhadap produk-produk susu, kalsium dari makanan, juga risiko kanker prostat menunjukkan bahwa konsumsi kalsium total dalam jumlah tinggi berkaitan dengan besarnya risiko kanker prostat metastasis (yang menyebar) dan stadium lanjut.

Sebagai contoh, sebuah ulasan dari 32 penelitian di tahun 2015 mendapati bahwa mengonsumsi banyak susu, susu rendah-lemak, keju, kalsium dari makanan, juga kalsium dari susu, dihubungkan dengan risiko kanker prostat yang lebih besar.

Baca juga:  Kenali Gejala Kanker Prostat dan Pilihan Pengobatan Herbal Terbaiknya

Menariknya, pada ulasan ini juga, suplemen kalsium dan kalsium bukan dari susu tidak dikaitkan dengan meningkatnya risiko perkembangan kanker prostat. Sebaliknya, suplemen kalsium tampaknya meningkatkan risiko kematian akibat kanker prostat yang sudah berkembang.

Secara keseluruhan, mengonsumsi lebih dari 1.500 – 2.000 mg total kalsium setiap hari kemungkinan bertanggung jawab untuk memperbesar risiko kanker prostat, terutama yang dapat menyebar dan berkembang ke stadium lanjut, jika dibandingkan dengan konsumsi berkisar 500 – 1.000 mg setiap hari.

Dosis kalsium lebih dari 1.000 mg per hari juga dihubungkan dengan besarnya risiko seseorang untuk menderita penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) serta mengalami kematian.

Khasiat Teh Hijau untuk Mencegah Kanker Prostat

Teh secara tradisional terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis, dan telah ditunjukkan banyak penelitian bahwa teh hijau mampu membantu pencegahan kanker prosat.

Misalnya saja, angka kematian akibat kanker prostat berada pada tingkat paling rendah di negeri-negeri Asia yang masyarakatnya banyak mengonsumsi teh hijau. Bukan hanya itu, risiko kanker prostat meningkat pada pria Asia yang bermigrasi ke Amerika Serikat lalu meninggalkan kebiasaan tradisional mereka, termasuk minum teh hijau.

Pada uji laboratorium, teh hijau dan ekstrak teh hijau dibuktikan mampu menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker, dan bahkan membunuh mereka—sekaligus juga mencegah pembentukkan dan pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru pada tumor, sehingga menghentikan aliran makanan ke tumor.

Diyakini bahwa kemampuan anti-kanker dari teh hijau berkat dari kehadiran polifenol bioaktif bernama katekin. Epigallocatechin-3-gallate (ECG) adalah jenis katekin utama, memenuhi sekitar 50 – 75% dari total katekin di teh hijau.

Manfaat teh hijau untuk mencegah kanker prostat kemungkinan karena kemampuan EGCG untuk menghambat aksi dari hormon-hormon pria (androgen) pada protein reseptor mereka di sel-sel kanker prostat. Ini memperlambat penyebarannya serta memicu mereka untuk cepat mati.

Mencegah pengaktifan reseptor androgen adalah cara yang ampuh untuk mengatasi kanker prostat, sehingga ada kemungkinan di masa depan teh hijau akan dimanfaatkan dalam terapi pengobatan penyakit ini.

EGCG juga menurunkan aktivitas enzim-enzim bernama histone deacetylases di sel-sel kanker prostat, yang juga memicu kematian mereka. Sebenarnya, pengobatan EGCG diperlihatkan mampu mengubah tindakan dari 40 gen pada sel-sel kanker prostat.

Satu hal yang mungkin jadi masalah adalah penelitian laboratorium tersebut menggunakan polifenol teh dalam dosis tinggi untuk menangani sel-sel kanker prostat. Kita mungkin harus minum 7 – 9 cangkir teh hijau, bahkan lebih, untuk memperoleh kadar EGCG dalam darah yang sebanding, dimana hal ini hampir mustahil ditoleransi dengan baik oleh sistem pencernaan kita.

Akan tetapi, bisa jadi tidak perlu meminum teh hijau sebanyak itu agar mendapatkan manfaatnya bagi pencegahan kanker prostat. Meminum 2 – 3 cangkir teh hijau berkualitas setiap hari (atau lebih, bergantung pilihan Anda) seharusnya masih memberikan manfaat besar bagi kesehatan.

Baca juga:  Cara Mencegah Kanker Prostat dengan Asupan Nutrisi yang Tepat: Bagian 4

Penelitian pada tikus percobaan menunjukkan bahwa pengobatan dengan katekin teh hijau yang meniru dosis 6 cangkir teh hijau mampu menghambat perkembangan tumor-tumor prostat. Di penelitian lain, tikus yang memiliki sel-sel kanker prostat manusia ditangani setiap hari dengan EGCG kemudian menunjukkan pengurangan jelas pada volum tumor serta kadar PSA dalam darah, memperlihatkan bahwa EGCG punya potensi untuk dimanfaatkan pada pasien kanker prostat stadium lanjut.

Beralih ke penelitian pada manusia, suatu penelitian Italia melibatkan 60 pria terdiagnosis PIN tingkat tinggi diberikan kapsul katekin teh hijau secara acak (600 mg per hari) atau pil plasebo setiap hari selama setahun penuh.

Catatan: Prostatic intraepithelial neoplasia (PIN) adalah kondisi dimana sel-sel kelenjar prostat menjadi agak abnormal, tapi masih belum terlihat seperti sel kanker prostat di bawah mikroskop. PIN tingkat tinggi dianggap sebagai kondisi pra kanker prostat karena kemungkinannya untuk berubah menjadi kanker seiring waktu.

Setelah enam bulan, 6 dari 30 pria yang diberikan plasebo didiagnosa kanker prostat, sedangkan mereka yang diberikan katekin sama sekali tidak ada yang didiagnosa kanker. Setelah satu tahun, 9 pria yang diberi plasebo terdiagnosa, tapi hanya 1 pria yang diberi katekin yang terdiagnosa kanker prostat.

Penemuan ini jelas membuktikan bahwa katekin teh hijau bisa membantu mencegah kanker prostat pada orang-orang yang berada pada risiko tinggi untuk menderitanya—dan manfaat perlindungannya berkepanjangan.

Sejauh ini, semua bukti dengan kuat meneguhkan bahwa asupan teh hijau paling bermanfaat bagi pria yang didiagnosis PIN tahap awal, pria yang berisiko tinggi menderita kanker prostat, dan pria yang telah mulai mengembangkan kanker prostat (tapi perkembangannya lambat).

Tetapi, teh hijau tampaknya hanya memiliki sedikit atau tidak ada manfaat bagi pasien yang telah menderita kanker prostat stadium lanjut—terutama jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Karena aktivitas anti-kankernya yang menjanjikan, banyak uji klinis pada manusia sudah dilakukan—dan sedang berlangsung—untuk secara pasti membuktikan apakah suplemen EGCG dan ekstrak teh hijau mampu membantu melindungi dari kemunculan kanker prostat.

Sementara itu, Anda bisa dengan aman minum 2 – 3 cangkir (atau lebih) teh hijau setiap hari untuk membantu menurunkan risiko terkena kanker prostat, tanpa perlu khawatir dengan efek samping yang serius.

Perlu diingat bagi Anda yang sensitif terhadap kafein atau obat resep, sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memasukkan teh hijau ke dalam asupan sehari-hari.

Dalam artikel bagian ketiga ini, kita telah memahami pentingnya untuk membatasi asupan kalsium, terutama yang berasal dari susu, dan mengimbanginya dengan kadar vitamin D yang cukup. Juga diulas bagaimana manfaat teh hijau yang cukup luar biasa dalam menurunkan risiko kanker prostat.

Tetapi masih ada lagi dua jenis asupan yang secara signifikan berguna untuk pencegahan kanker prostat. Apa sajakah itu? Simaklah jawabannya di ulasan terakhir dari cara mencegah kanker prostat dengan asupan nutrisi yang tepat di artikel bagian keempat.

Advertisement
Alinesia