Cara Kerja Diet Garcinia Cambogia

612

Diedit:

Mengulas mengenai herbal khusus untuk pelangsing, rasanya tak lengkap jika melewatkan diet Garcinia Cambogia. Herbal ini belakangan populer melalui rekomendasi yang disampaikan oleh Dr. Oz dalam salah satu acaranya.

Dalam berbagai literatur termasuk dalam ulasan yang pernah kami sampaikan sebelumnya, Anda bisa menemukan apa rahasia dibalik kemampuan diet Garcinia Cambogia, yakni senyawa HCA atau juga dikenal dengan asam Hidroksisitrit. HCA terbukti klinis berkhasiat dalam meningkatkan pembakaran lemak, membantu menekan kecenderungan tubuh dalam menyimpan cadangan tubuh juga membanu meningkatkan metabolisme.

Di sisi lain, hal positif lain yang banyak diungkap dari khasiat diet Garcinia Cambogia adalah kemampuannya dalam membantu proses produksi serotonin yang membantu menekan efek depresi. Dan selama ini juga diketahui adanya masalah emotional eater atau kecenderungan untuk makan lebih banyak ketika seseorang mengalami depresi.

Tetapi sebagian besar dari Anda mungkin masih tidak sepenuhnya memahami bagaimana cara kerja diet Garcinia Cambogia. Dan karenanya masih menaruh kekhawatiran bilamana metode diet dengan asupan Garcinia Cambogia ini akan bekerja dengan cara yang tidak alami dan justru berisiko. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami akan mencoba membantu Anda memahami bagaimana sebenarnya metode diet Garcinia Cambogia.

Memahami Cara Kerja Diet Garcinia Cambogia

Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa rahasia dari diet Garcinia Cambogia terletak pada kandungan HCA di dalamnya. Di katakan dalam beberapa riset, HCA dalam Garcinia Cambogia tergolong tertinggi bahkan mencapai komposisi 60% dalam setiap gramnya.

HCA sendiri memiliki beberapa khasiat, yakni memacu pembentukan hormon serotonin yang akan efektif meningkatkan kondisi tubuh. Hormon yang bekerja untuk memicu rasa senang ini ternyata tidak hanya mempengaruhi emosi.

Tetapi juga bekerja otomatis membantu tubuh mengembalikan ritme tubuhnya. Mood yang buruk biasanya mempengaruhi penurunan ritme tubuh. Detak jantung menurun, metabolisme menurun yang sekaligus juga menyebabkan seseorang menjadi terasa lesu dan tidak bersemangat.

HCA yang bekerja meningkatkan produksi serotonin akan bekerja meningkatkan metabolisme dan membentuk energi baru yang meningkatkan ritme tubuh. Ketika tubuh mengalami peningkatan metabolisme, maka pembakaran lemak dan pengolahan glukosa akan meningkat dalam proses pembentukan energi.

Baca juga:  Adakah Bahaya Garcinia Cambogia terhadap Lambung?

Di sini terjadi dua aspek penting yang kemudian berperan besar sehingga diet Garcinia Cambogia memiliki keberhasilan yang tinggi. Masalah efek serotonin terhadap pembakaran lemak dan terhadap penekanan nafsu makan.

Ketika tubuh menerima asupan makanan, maka tubuh akan membaginya dalam 3 bagian porsi. 76% sebagai pembentuk energi baru, 3% sebagai simpanan glukosa sebagai glikogen yang tersimpan di dalam otot dan sisanya dalam formula triasilgliserol (TAG) berupa cadangan lemak yang terhimpun dalam lapisan sel adipose. Cadangan lemak yang terhimpun inilah yang bila terus terjadi bisa menimbulkan masalah obesitas.

Ketika tubuh membutuhkan tambahan energi sementara tubuh tidak mengasup tambahan makanan, di saat itulah cadangan lemak ini akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembakaran dan pembentukan energi baru.

Ketika tubuh mengasup Garcinia Cambogia, HCA akan mencegah pembentukan enzim sitrat Lyasine  sehingga mencegah pembentukan TAG, sekaligus membantu terbentuknya enzim ATP (Adenosina Trifosfatase) yang mencegah terbentuknya cadangan lemak baru.

Disaat itu pula terjadi reaksi atas peningkatan serotonin yakni peningkatan metabolisme dan peningkatan produksi energi. Serotonin juga akan menekan hormon ghrelin. Hormon ini berfungsi memberi efek rasa lapar. Hormon inilah yang menjadi penyebab seseorang kerap merasa lapar ketika sedang depresi.

Efek penurunan kondisi tubuh ketika depresi menyebabkan tubuh mengirim sinyal salah yang diartikan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak makanan untuk membentuk energi baru. Sinyal inilah yang mendorong tubuh memproduksi hormon ghrelin dan memicu tubuh merasa terus lapar.

Depresi juga memicu produksi hormon kortisol yang menyebabkan tubuh tidak menerima sinyal kenyang yang dikirimkan oleh hormon leptin. Hasilnya tubuh orang depresi akan terus menerus merasa lapar. Dan hormon serotonin juga akan membantu menekan produksi hormon kortisol. Itu sebabnya pelaku diet Garcinia Cambogia akan merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah pula menjadi lapar.

Baca juga:  Mengenali Apa Itu Garcinia Cambogia

Dalam Garcinia Cambogia yang di Indonesia juga dikenal dengan nama asam gelugur ini terdapat pula beberapa senyawa detoksifikasi seperti flavonoid yang baik untuk membersihkan tubuh dari toksin dan residu, membantu meringankan beban hati dan ginjal dalam mengatasi racun tubuh. Hati yang mampu bekerja optimal juga akan meningkatkan kemampuan tubuh dalam meningkatkan pengubahan TAG menjadi asam lemak dan gliserol untuk kemudian menjadi energi.

Selain itu, dalam Garcinia Cambogia juga ditemukan sejumlah senyawa asam seperti asam sitrit, asam askorbat, asam malat dan banyak lagi. Asam–asam ini meningkatkan kadar asam tubuh sehingga tubuh otomatis akan melepas lebih banyak lemak yang pada dasarnya bersifat basa untuk membentuk keseimbangan asam basa baru.

Dalam riset yang dikembangkan di IPB oleh Departemen Kimia maupun Departemen Gizi Masyarakat membuktikan bahwa pemanfaatan diet Garcinia Cambogia akan meningkatkan keberhasilan diet.  Dalam riset terhadap 20 ekor tikus yang sengaja diberi asupan lemak dalam makanannya, terbukti kelompok yang mendapat asupan ekstrak Garcinia Cambogia terbukti mengalami penurunan berat badan dan kadar kolesterol lebih dari 2% dalam 1 pekan.

Riset Prof. Dr. Ir. Suminar Setiati Achmadi terhadap setidaknya 50 wanita obesitas yang dibagi dalam dua kelompok, kelompok pertama mendapat uji ekstrak Garcinia Cambogia sedang kelompok kedua mendapat asupan placebo. Hasilnya dalam 2 bulan kelompok pertama berhasil menurunkan berat badan minimal 4 kg.  Sedangkan dalam riset serupa di Thailand ditemukan penurunan berat badan yang pada kisaran sekitar 10 pon perbulan untuk 1000 mg konsumsi dalam tiap hari.

Demikian cara kerja diet Garcinia Cambogia dalam mengatasi obesitas. Ada kompleksitas reaksi yang dianggap alami dan aman untuk membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Selama Anda mengkonsumsi dengan dosis wajar dan sesuai anjuran, sekitar 1000 mg sampai 3000 mg perhari serta dalam kondisi sehat, bebas dari keluhan ginjal, Alzheimer, demensia, hamil serta menyusui  dan dalam perawatan medis diabetes Anda akan relatif aman menjalankan diet Garcinia Cambogia.