Buah Anti Kanker: Bantu Lawan Kanker

585
Buah untuk Penderita Penyakit Kanker (Alami)
Sumber Gambar: Shutterstock

Diedit:

Konsumsi buah-buahan untuk menjaga kesehatan? Itu sudah biasa, namun mengonsumsi buah anti kanker? Itu yang namanya luar biasa! Apa saja buah yang cocok dikonsumsi oleh penderita kanker? Tentu dengan konsumsi buah diet kanker yang mengandung antioksidan, lalu apa saja buah antioksidan untuk penderita penyakit kanker yang bisa Anda coba?

Dalam artikel ini, Anda akan melihat beragam jenis buah-buahan anti kanker yang kaya akan antioksidan dan diyakini dapat membantu pulihkan diri dari serangan kanker. Namun, perlu diingat konsumsi buah saja tidak cukup untuk menyingkirkan keberadaan kanker untuk selamanya. Yuk kita perhatikan ulasan selengkapnya!

Buah Anti Kanker: Rasakan Segarnya Buah

Buah anti kanker—merupakan buah yang diyakini memiliki manfaat dalam menekan pertumbuhan sel kanker, menangkal keberadaan radikal bebas, bahkan melawan sel kanker itu sendiri. Tentu saja harus ada senyawa aktif yang teruji dan terbukti berkhasiat agar dapat melawan serangan kanker. Senyawa aktif yang seringkali disebutkan oleh para ahli ialah “Antioksidan”. Senyawa ini ialah suatu zat yang menghambat oksidasi, seperti: Vitamin C atau E (termasuk Flavonoid) yang menghilangkan zat pengoksidasi yang berpotensi merusak organisme hidup.

Ada banyak jenis antioksidan dalam buah-buahan, termasuk vitamin C dan E, serta flavonoid. Zat-zat ini dapat melayani berbagai fungsi lain yang tidak terkait dengan aktivitas antioksidan. Anda mungkin jarang mendengar tentang kandungan Flavonoid, kecuali mereka yang menekuni bidang gizi ataupun kimia. Kandungan ini benar-benar luar biasa dalam mencegah terjadinya oksidasi ataupun menghilangkan radikal bebas.

Salah satu jenis buah yang kaya akan kandungan antioksidan ialah “keluarga beri” (berry). Maka tak heran jika buah yang satu ini banyak digemari oleh kalangan anak-anak dan wanita, namun ada juga pria yang senang dengan buah tersebut. Namun adakah buah antioksidan untuk penderita penyakit kanker lainnya? Tentu ada, namun sebelumnya mari kita perhatikan alasan penting sehubungan dengan konsumsi buah-buahan tersebut!

Mengapa Penting untuk Mengonsumsi Buah Anti Kanker?

Asupan antioksidan yang memadai adalah bagian penting dari diet sehat. Tetapi terlalu banyak kandungan antioksidan yang terisolasi (diperoleh melalui suplemen) dalam kasus tertentu dapat berbahaya. Maka, cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan jumlah antioksidan yang tepat ialah konsumsi buah-buahan yang mengandung antioksidan. Hal ini tentu berbeda dengan konsumsi suplemen khusus yang hanya berisi antioksidan saja.

Konsumsi buah antioksidan untuk penderita penyakit kanker jarang menimbulkan bahaya, mengingat kadar alamiah yang dimiliki buah cukup beragam. Sekalipun disebut kaya akan antioksidan, buah juga memiliki kandungan lain yang diperlukan tubuh agar tetap seimbang. Memang kelebihan zat sisa akan diurai dan dibuang melalui urin, namun suplemen tertentu dapat menyebabkan pengendapan ataupun gangguan kemih yang tidak diinginkan. Sehingga konsumsi buah anti kanker alami merupakan cara terbaik untuk memperoleh asupan antioksidan.

Alpukat untuk Penderita Penyakit Kanker

Alpukat memiliki kandungan lemak tinggi mulai dari 75 hingga 80% kalori. Walaupun disebut memiliki lemak tinggi Anda tak perlu khawatir, karena hanya sebagian kecil lemak jenuh didalamnya dan sisanya adalah “lemak tunggal tak jenuh” dan “lemak ganda tak jenuh” yang sehat. Selain itu, asam oleat yang merupakan lemak utama alpukat telah terbukti menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap serangan kanker payudara. Alpukat mengandung phytochemical dan anti-oksidan penangkal kanker berikut ini:

  • Asam oleat, telah terbukti memiliki efek perlindungan terhadap kanker payudara. Sebuah studi yang diterbitkan dalam AU Journal of Technology menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya asam oleat telah menunjukkan penurunan tingkat kanker payudara.
  • Glutathione, antioksidan utama tubuh yang memungkinkan hati untuk mendetoksifikasi tubuh dan melindunginya terhadap stres oksidatif.
  • Karotenoid, seperti; Alpha dan Beta karoten dan Zeaxanthin. Alpukat mengandung 11 karetenoid guna mengurangi risiko kanker. Makanan tinggi beta-cryptoxanthin (pigmen karotenoid alami) melindungi sel-sel dari efek radikal bebas yang merusak. Karotenoid dapat mengurangi risiko kanker paru-paru lebih dari 30 persen, dipublikasikan oleh Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention.
  • Lutein, telah terbukti mampu menurunkan kanker payudara.
  • Vitamin E, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa vitamin E merupakan antioksidan dalam bentuk alami guna melindungi serangan kanker. American Chemical Society mendeskripsikan alpukat sebagai buah yang mengagumkan karena kandungan seratnya yang tinggi, potasium, vitamin B6, vitamin E dan sifat antioksidan. Sehingga mampu meminimalkan cedera oksidatif dan melawan radikal bebas—molekul oksigen yang dapat menyebabkan penyakit.

Sebuah laporan dalam Journal of Nutritional Biochemistry menyatakan bahwa karotenoid dan tokoferol (senyawa kimia yang memiliki aktivitas vitamin E) dalam alpukat terbukti menghambat pertumbuhan garis sel kanker prostat di lingkungan buatan (in-vitro). Studi ini juga menunjukkan bahwa phytochemical dari buah anti kanker alpukat dapat menghambat dan membunuh sel kanker tanpa merusak sel normal, menunjukkan bahwa phytochemical dari alpukat yang termasuk dalam makanan dapat menawarkan perlindungan terhadap kanker.

Anggur untuk Penderita Penyakit Kanker

Anggur mengandung bahan kimia alami yang berpotensi menghentikan penyebaran sel kanker. Berapa banyak anggur yang dibutuhkan? Para ilmuwan belum yakin. Namun sejauh ini, mereka mengatakan anggur mungkin memiliki potensi perlindungan terhadap kanker yang tergantung pada sifat antioksidannya. Tim peneliti telah mengidentifikasi 10 flavonoid yang sebelumnya tidak diketahui dalam anggur sebagai buah anti kanker. Mereka juga menemukan bahwa senyawa ini tidak dapat bekerja sendirian—berikut kandungan Flavonoid alami didalamnya:

  • Quercetin, merupakan antioksidan anggur yang telah diteliti secara ekstensif sehubungan dengan efek kemo-preventif kanker. Quercetin memiliki kemampuan pembasmi radikal bebas yang tinggi dan telah terbukti mampu menetralkan spesies yang sangat reaktif seperti; peroxynitrite dan radikal hidroksil. Quercetin dikenal sebagai inhibitor PI3K, NF-κB, dan beberapa target penting terkait pertumbuhan dan proliferasi sel. Beberapa penelitian in-vitro dan in-vivo telah merekomendasikan resveratrol dan quercetin untuk mengatasi kanker.
  • Resveratrol, penelitian menunjukkan bahwa polifenol secara umum dan resveratrol memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Dalam studi laboratorium, resveratrol mencegah jenis kerusakan yang diketahui memicu kanker. Penelitian laboratorium lainnya menunjukkan kemampuan resveratrol untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker dan menghambat pembentukan tumor di sel limfa, hati, lambung dan payudara. Resveratrol juga memicu kematian tumor leukemia dan kanker usus besar.
Baca juga:  7 Tanaman Anti Kanker yang Ada di Indonesia

Flavonoid sudah mengalami pengujian, “Kami mendapatkan bukti langsung bahwa komponen-komponen dalam anggur bekerja secara sinergis dalam memerangi kanker,” kata de Meija dalam rilis berita. Ia menambahkan “Komponen tersebut harus bekerja sama untuk mendapatkan potensi yang menakjubkan.”—Studi ini muncul dalam edisi 6 April oleh Journal of Agriculture and Food Chemistry.

Apel untuk Penderita Penyakit Kanker

Apel mengandung senyawa alami flavonoid, yang bertindak sebagai antioksidan dengan membersihkan radikal bebas yang merusak gen Anda dan dengan mendukung kontrol peradangan normal. Apel banyak mengandung sumber Serat, Vitamin C, Epicatechin, serta Anthocyanin. Sebagian besar kekuatan antioksidan pada buah anti kanker ini berasal dari phytochemical, termasuk:

  • Procyanidins, adalah antioksidan super yang melindungi DNA Anda dari kerusakan sehingga mencegah kelahiran sel kanker. Faktanya, para peneliti di Universitas Wina menemukan bahwa phytochemical procyanidins dapat menekan aktivitas EGFR, suatu reseptor faktor pertumbuhan tumor yang lazim di banyak kanker payudara. Studi lain menemukan bahwa procyanidins melakukan kontrol peradangan dengan menekan leukotriene proinflamasi yang disebut LOX1. Mengendalikan peradangan adalah salah satu kunci pencegahan kanker.
  • Triterpenoid, ditemukan terutama pada kulit apel yang memiliki kemampuan aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker hati HepG2 manusia, sel kanker payudara MCF-7, dan sel kanker usus Caco-2. Sebagian besar triterpenoid menunjukkan aktivitas antikanker yang berpotensi tinggi terhadap tiga lini sel kanker manusia.
  • Quercetin, terdapat pada kulit apel merah dan memiliki lebih dari 30 fungsi yang bermanfaat bagi tubuh. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari Quercitin, senyawa ini harus dipecah oleh bakteri sehat yang biasanya hidup di usus Anda. Quercetin memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat mengusir radikal bebas.

Sebagian besar flavonoid ada di kulit apel, jadi jangan kupasnya! Konsumsi apel organik kapan saja jika memungkinkan. Bila Anda tidak dapat menemukan apel organik, cucilah dengan baik dengan air hangat untuk menghilangkan lapisan lilin yang bisa jadi ditambahkan oleh produsen apel tertentu!

Delima untuk Penderita Penyakit Kanker

Delima mengandung senyawa yang dikenal sebagai polifenol yang terbukti mencegah pertumbuhan sel kanker. Komposisi biokimia unik dari delima sebagai buah anti kanker yang kaya akan tanin antioksidan dan flavonoid telah menarik perhatian banyak peneliti untuk mempelajari kualitas penyembuhannya yang luar biasa. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa delima secara selektif menghambat pertumbuhan sel kanker prostat, usus besar dan paru-paru. Ini juga menghambat aktivitas aromatase, biosintesis estrogen endogen, dan proliferasi sel kanker payudara.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa delima memiliki sifat antioksidan dan anti-aterosklerotik. Hal ini dikarenakan adanya beberapa polifenol seperti; Tanin, Flavonol, Anthocyanin dan Asam Ellagic. Selain itu, Punicalagin yakni sebuah ellagitannin juga menjadi polifenol yang menyumbang lebih dari 50% aktivitas antioksidan. Secara in-vitro, delima menekan proses penerimaan dan pengiriman sinyal sel inflamasi, menghambat pertumbuhan tumor prostat, dan menurunkan kadar antigen spesifik prostat (PSA) serum.

Jeruk untuk Penderita Penyakit Kanker

Jeruk secara alami mengandung Flavonoid, Nobiletin, dan tentu saja Vitamin C. Varietas jeruk dasar seperti; jeruk, lemon, dan jeruk nipis memiliki kemampuan sebagai anti kanker. Orang-orang yang mengonsumsi buah jeruk dalam jumlah tinggi secara teratur, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker paru-paru, kanker usus besar, dan banyak jenis kanker lainnya. Buah jeruk juga bekerja dengan luar biasa sebagai kemo-protektif dan anti-metastasis, membantu sel-sel sehat untuk berkembang sekaligus menghilangkan semua sel jahat yang berkontribusi pada kanker.

Nurses Health Study (NHS) yang diakui secara luas menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi banyak jeruk sebagai buah anti kanker, setiap hari jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami adenoma kolorektal. Sejenis polip jinak yang dalam beberapa kasus menjadi cikal bakal kanker kolorektal. Sebuah penelitian di Arizona menemukan bahwa mereka yang menggunakan kulit jeruk dalam masakannya mampu mengurangi risiko karsinoma sel skuamosa hingga 50 persen.

Kiwi untuk Penderita Penyakit Kanker

Kiwi mengandung senyawa Fitonutrien, Flavonoid, dan Antioksidan—baik dalam daging buah maupun kulitnya. Uniknya pada buah kiwi organik, Anda dapat mengonsumsi kulit buahnya karena mengandung banyak nutrisi. Buah kiwi juga kaya akan Kalium, Vitamin A, Vitamin E, dan Vitamin B6 dan B12 (folat). Kiwi mampu membantu memerangi kerusakan akibat radikal bebas. Stres oksidatif secara umum memicu respons peradangan di seluruh tubuh, yang berpotensi menyebabkan penyakit lainnya, mulai dari dysbiosis usus hingga tumor ganas.

Baca juga:  Sel Natural Killer, Cara Mencegah Kanker Terbaik Mengandalkan Sistem Imun

Sebuah studi percontohan dari Selandia Baru telah melaporkan bahwa buah kiwi yang dikonsumsi setiap hari, bersamaan dengan saran diet dan peningkatan aktivitas fisik. Mampu menyebabkan peningkatan signifikan terhadap perbaikan DNA yang rusak. Sayangnya, tidak ada mekanisme pasti terhadap kinerja kandungan antioksidan buah kiwi terhadap pengoksidasi peroksida dalam mengurangi kerusakan DNA maupun potensi pembentukan kanker selanjutnya. Walau demikian, penting untuk mengkonsumsi kiwi sebagai buah anti kanker.

Manggis untuk Penderita Penyakit Kanker

Manggis mengandung senyawa Xanthones sebagai komponen utama yang berkaitan dengan terapi kanker. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa phytoceuticals manggis (xanthones) memiliki sifat-sifat seperti: anti-tumor (penyusut tumor), anti-leukemia, antijamur (penting untuk semua pasien kanker), antibakteri (untuk melindungi DNA), antioksidan (setidaknya dua lusin jenis xanthones berbeda dalam manggis sebagai buah anti kanker), antiproliferasi, membunuh sel kanker dan menyebabkan apoptosis (kematian sel terprogram) untuk beberapa jenis kanker.

Sebagian besar xanthones manggis belum diteliti lebih lanjut. Namun, manggis juga mengandung: Katekin, Polifenol, Mineral dan Vitamin. Pada penelitian in-vitro mengungkapkan bahwa manggis memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan antiproliferatif terhadap sel kanker. Pasien kanker harus berhati-hati sebelum mengkonsumsi produk manggis karena dapat berinteraksi dengan perawatan kanker dan juga mempengaruhi kadar gula darah.

Nanas untuk Penderita Penyakit Kanker

Nanas mengandung sumber antioksidan yang baik guna mengurangi risiko penyakit kanker tertentu. Banyak antioksidan dalam nanas saling terikat, sehingga memiliki efek yang bertahan lama. Salah satu senyawa ini adalah kelompok enzim pencernaan yang disebut Bromelain. Studi tabung reaksi menunjukkan bahwa bromelain juga dapat membantu melawan kanker. Sebagai contoh, dua penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa bromelain pada nanas sebagai buah anti kanker dapat menekan pertumbuhan dan merangsang kematian sel kanker payudara.

Penelitian tabung reaksi lainnya menunjukkan bahwa bromelain menekan kanker kulit, empedu, lambung dan usus besar, di antara area-area lainnya. Uji tabung dan penelitian menemukan bahwa bromelain dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan molekul yang membuat sel darah putih lebih efektif dalam menekan pertumbuhan dan menghilangkan sel kanker. Nanas sungguh lezat, rendah kalori dan sarat dengan nutrisi serta antioksidan.

Pisang untuk Penderita Penyakit Kanker

Pisang mengandung cukup banyak serat dan pati resisten yang dapat memberi makan bakteri usus dan melindungi tubuh dari serangan kanker usus. Selain itu, beberapa studi tabung reaksi mendapati bahwa Pektin yang merupakan salah satu komponen serat alami dapat membantu melindungi tubuh agar terhindar dari kanker usus. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Pektin dan produk degradasinya dapat berkontribusi terhadap efek perlindungan terhadap kanker usus.

Pektin yang dimodifikasi dengan pH atau panas telah menunjukkan adanya aktivitas kemo-preventif dan antitumor terhadap beberapa kanker yang agresif dan berulang. Kegagalan kemoterapi konvensional untuk mengurangi kematian serta efek samping yang serius membuat produk alami, seperti; produk turunan pektin sebagai kandidat ideal untuk bersinergi dalam kombinasi dengan obat antikanker konvensional. Hal ini juga dapat dirasakan dengan konsumsi pisang sebagai buah anti kanker.

Sirsak untuk Penderita Penyakit Kanker

Sirsak kaya akan Vitamin B, Vitamin C, Kalsium, Magnesium, Fosfor, dan Zat Besi. Para peneliti dari Tepic Institute of Technology di Meksiko telah mendapatkan bukti yang menunjukkan bahwa zat ini mampu menghancurkan kanker. Ini membantu penelitian terkait yang menunjukkan bahwa sirsak sebagai buah anti kanker—sirsak obat kanker secara efektif mampu mengatasi sel-sel kanker prostat, payudara, dan hati.

Studi lain juga mengidentifikasi potensi anti-kanker dalam biji sirsak, yang mengandung berbagai senyawa yang bersifat sitotoksik. Dimana sel-sel kanker dan ganas lainnya dihancurkan tanpa melukai sel-sel sehat. Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Natural Products menemukan bahwa salah satu senyawa ini, secara selektif bersifat sitotoksik terhadap sel-sel adenokarsinoma usus besar (HT-29), dan dengan potensi hingga 10.000 kali lebih besar daripada obat kemoterapi.

Itulah beberapa jenis buah anti kanker yang kaya akan antioksidan. Sekalipun beberapa buah super untuk penderita penyakit kanker memiliki harga yang relatif tidak murah, namun manfaatnya tentu sebanding dengan nilai beli buah tersebut. Buah antioksidan untuk penderita penyakit kanker bantu tubuh Anda untuk memenuhi kebutuhan antioksidan guna menangkal keberadaan radikal bebas penyebab kanker.

Demikianlah info lengkap seputar buah anti kanker yakni buah antioksidan untuk penderita penyakit kanker. Sekali lagi perlu diingat bahwa konsumsi buah saja tak cukup untuk dapat menghadapi serangan kanker. Namun konsumsi buah-buahan demikian bantu tubuh Anda untuk mencegah agar serangan kanker tidak bertambah parah. Walaupun pengaruhnya tidak sebesar pengobatan medis. Konsumsi buah-buahan hanya memberikan dukungan ekstra kepada tubuh Anda agar dapat bertahan menghadapi serangan kanker.


Turati F, Rossi M, Pelucchi C, Levi F, dan La Vecchia C. Fruit and vegetables and cancer risk: a review of southern European studies. Br J Nutr. 2015 Apr;113 Suppl 2:S102-10. doi: 10.1017/S0007114515000148. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26148912.