Berapa Banyak Makanan yang Sebaiknya Anda Santap?


By Fery Irawan

Menurut Anda, berapa banyak makanan yang sebaiknya di konsumsi? Ada yang bilang ‘secukupnya’, adapula yang berpendapat ‘sampai terasa kenyang’. Sebenarnya banyaknya makanan yang Anda santap atau porsi makan yang baik terletak pada cara Anda menyesuaikan diri terhadap kebutuhan tubuh serta pengendalian diri dalam menahan nafsu makan. Kebanyakan orang gagal memerhatikan; porsi makan, intensitas makan dan kualitas makan yang baik. Untuk bisa memahami 3 hal yang penting ini, mari kita perhatikan bersama-sama penjelasan berikut!

Porsi Makan – seperti yang telah disinggung di awal artikel ini, kebanyakan orang sukar mengontrol berapa banyak makanan yang ia konsumsi. Saking laparnya, beberapa orang cenderung menambahkan porsi makan. Jika ini terjadi, sebenarnya Anda tidak lagi makan karena kebutuhan – tapi karena keinginan. Untuk dapat mengontrol jumlah porsi makan Anda, sebaiknya hindari menggunakan wadah makanan yang besar. Mengapa? Karena pikiran bisa menipu diri dengan pemikiran bahwa jumlah makanan yang Anda ambil masih sedikit, karena wadah belum terisi penuh.

Intensitas Makan – ini lebih mengarah kepada berapa sering Anda makan dalam 1 hari! Sebelumnya, tahukah Anda berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencerna makanan pada umumnya? Ya, ini mulai dari 4 jam pertama hingga 12 bahkan 24 jam. Namun proses mencerna makanan ini akan berlangsung lama jika Anda mengonsumsi daging. Lalu, coba kaitkan dengan intensitas makan Anda dalam satu hari. Berapa kali sebaiknya Anda mengonsumsi makanan? Batas maksimalnya ialah 3 kali sehari dan batas minimal hanya 2 kali sehari. Bagaimana dengan Anda?

Kualitas Makanan – satu hal yang sangat sering diabaikan adalah mutu makanan yang Anda konsumsi. Makanan yang ideal untuk dikonsumsi bukan hanya dilihat dari nilai gizi atau nutrisi yang terkandung didalamnya saja. Melainkan juga berapa banyak komposisi zat tertentu dalam porsi makanan Anda. Idealnya Anda memerlukan 85% makanan yang terdiri dari sayuran, buah, biji-bijian dan polong-polongan. Sedangkan 15% diperoleh dari daging dan ikan sebagai sumber protein hewani. Sebenarnya tanpa protein hewani pun, Anda masih dapat hidup, tapi bukan berarti ini tidak penting. Hanya saja protein hewani tidak selalu langsung digunakan tubuh, karena harus diproses lebih dulu.

Baca Juga:  Protein Hewani Makan Daging Meningkatkan Resiko Penyakit Kanker Benarkah

Mengapa? Karena protein terbentuk dari asam amino yang sangat kompleks dengan beragam susunan yang berbeda, setidaknya ada 20 jenis asam amino yang membentuk jaringan tubuh manusia dan 8 diantaranya dibutuhkan untuk proses sintesis dan disebut asam amino esensial, misalnya; lisin, metionin, triptofan, valin, treonin, leusin, isoleusin serta fenilalanin. Apabila Anda kekurangan 1 jenis asam amino esensial ini, tubuh akan mengalami kelainan nutrisi yang serius. Protein hewani tidak dapat sepenuhnya diganti dengan protein nabati, karena ada jenis asam amino yang tidak terdapat dalam protein nabati. Ketahuilah bahwa kacang kedelai adalah sumber protein nabati terbanyak.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}