Bahaya Penyakit yang Bersumber dari Satwa Peliharaan

523

Diedit:

Anda penyuka atau penyayang binatang? Tahukah Anda resiko beberapa penyakit yang berpotensi ditularkan oleh binatang yang kemungkinan besar Anda pelihara dan bahkan Anda bawa tidur?

Jika belum, sebaiknya Anda mengetahui lebih banyak soal penyakit dan bahaya apa saja yang akan ditimbulkan oleh binatang-binatang yang dalam keseharian sangat dekat dengan kita seperti anjing, kucing, kera, orang utan, atau kalau dikebun binatang ada musang, owa, dan lainnya.

Untuk lebih jelas dan detilnya, berikut merupakan beberapa jenis penyakit yang ditimbulkan oleh satwa-satwa yang hidupnya sangat berdekatan dengan manusia.

Hepatitis

Tahukah Anda bahwa hepatitis tingkat kecepatan penularannya 4 kali lebih cepat dibandingkan dengan penyakit HIV. Dan berbahayanya lagi, menurut perkiraan para pakar media saat ini, sudah ada sekitar 2 milyar manusia yang terinfeksi penyakit hepatitis ini.

Sekitar 2 juta orang meninggal tiap tahunnya atau sekitar 4 orang meninggal tiap menit akibat serangan penyakit hepatitis. Penularannya sendiri terdiri dari berbagai macam cara mulai dari aliran darah, cairan tubuh seperti sperma, vagina, dan juga air liur.

Dan hewan yang banyak menularkan penyakit hepatitis ialah satwa primata (sebangsa kera) yang mana cara penularannya bisa dengan digigit atau lewat cakaran.

Karena itu, disarankan untuk berhati-hati ketika memelihara hewan primata karena kalau satwa tersebut mengidap hepatitis akan mudah sekali menularkannya kepada Anda yang memeliharanya.

Rabies

Penyakit rabies merupakan penyakit berat yang juga dikenal dengan penyakit anjing gila. Penyakit rabies menjadi berbahaya karena yang diserangnya ialah susunan saraf pusat.

Penularannya lewat gigitan satwa yang dalam banyak kasus paling banyak dilakukan oleh anjing (90%), kucing (3%), kera (3%), dan satwa lainnya (1%).

Untuk orang yang terkena rabies sendiri biasanya akan menunjukkan gejala seperti adanya perubahan tingkah laku menjadi abnormal dan sangat sensitif atau terjadinya kelumpuhan pada anggota gerak.

Baca juga:  Memelihara Binatang: Apa Manfaat Kesehatannya bagi Anda?

Orang yang terkena rabies kalau dibiarkan akan mengalami kematian karena kesulitan untuk bernafas dan menelan dalam kurun waktu tidak lebih lama dari 10 hari saja.

Tuberculosa (TBC)

Penyakit tuberculosa ini merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini ialah sesak nafas, badan tampak kurus kering dan lemah, serta mengalami batuk sampai mengeluarkan darah. Harus diwaspadai karena penularan penyakit ini sangat cepat yakni melalui udara.

Selain itu, satwa juga bisa menjadi media penyebaran penyakit TBC ini diantaranya ialah kelompok primata seperti orang utan, owa, dan juga siamang.

Penyebarannya bisa melalui kotoran hewan tersebut. Jika satwa primata tersebut terinfeksi TBC maka kotorannya yang terhirup oleh manusia kemungkinan besar akan menjadi pemicu timbulnya TBC pada manusia yang menghirupnya.

Toxoplasmois

Nama penyakit ini memang belum familiar dikalangan masyarakat kita. Penyakit ini sangat ditakuti khususnya oleh kaum perempuan karena bisa menyebabkan kemandulan atau selalu menderita keguguran.

Bayi yang lahir dalam kondisi cacatpun ada kemungkinannya disebabkan oleh jenis penyakit ini. Toxoplasmois ini disebarkan oleh satwa bangsa kucing seperti kucing hutan, harimau atau juga kucing rumahan.

Penularannya sendiri biasanya terjadi melalui empat cara yakni transfusi darah, menelan makanan/minuman yang tercemar Toxoplasma, atau memakan daging yang berasal dari daging yang sudah mengandung parasit Toxoplasma.

Herpes

Manusia bisa tertular penyakit herpes oleh satwa yang telah terinfeksi virus herpes. Dan satwa yang menjadi penular penyakit ini ialah sebangsa primata seperti lutung, owa, monyet siamang, orang utan, dan lainnya.

Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya. Anda disarankan untuk waspada atau kalau perlu tidak memelihara hewan-hewan yang masuk dalam list yang menyebabkan pemeliharannya malah berpotensi menimbulkan penyakit.

Baca juga:  Tips Kesehatan yang Bisa Anda Tiru dari Hewan Peliharaan

Bagaimanapun kesehatan Anda sekeluarga lebih penting dibandingkan apapun, termasuk itu hewan peliharaan. Kalaupun Anda ingin tetap memelihara hewan peliharaan, ada baiknya terlebih dahulu memeriksakan kondisi hewan tersebut kepada dokter spesialis hewan apakah benar-benar sehat atau ada kecenderungan telah terinfeksi virus salah satu penyakit di atas.

Jika hasil pemeriksaannya menyatakan bahwa satwa tersebut sehat, maka Anda boleh memeliharanya meskipun tetap harus hati-hati. Jika sebaliknya, sebaiknya Anda tidak memeliharanya.

Advertisement
Alinesia