Blog Herbal No. 1 Indonesia

Hati-Hati Infeksi Cakaran Kucing Bisa Menyebabkan Penyakit


By Cindy Wijaya

Infeksi cakaran kucing atau disebut sebagai penyakit cakaran kucing, adalah infeksi zoonosis yang terjadi ketika seseorang terpapar bakteri Bartonella henselae. Penyakit zoonosis adalah jenis infeksi atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau dari manusia ke hewan. Meski ada hewan lain yang dapat menyebabkan penyakit cakaran kucing, namun seusai namanya, kucing adalah penyebab utama di balik sebagian besar infeksi ini pada manusia.

Kira-kira 12.000 orang didiagnosis menderita infeksi cakaran kucing setiap tahun, dan 500 orang diantaranya harus dirawat di rumah sakit akibat infeksi tersebut. Baca terus artikel ini untuk mengetahui apa itu penyakit cakaran kucing, bagaimana infeksi ini berdampak pada manusia, dan bagaimana cara mengobati infeksi cakaran kucing.

Apa Gejala Infeksi Cakaran Kucing?

Kucing dapat dianggap sebagai pembawa bakteri Bartonella henselae, karena kucing tidak selalu menjadi sakit saat tertular namun tetap dapat menulari orang lain. Karena mereka jarang menunjukkan gejala, sulit untuk mengetahui apakah kucing terinfeksi atau tidak.

Penyakit ini menular jika seekor kucing yang terinfeksi menjilat luka terbuka, menggigit, atau mencakar seseorang cukup keras sampai merusak kulitnya.

Ketika infeksi Bartonella henselae terjadi pada manusia, mereka mungkin akan mengalami gejala-gejala seperti:

  • Demam, terutama dengan suhu di atas 38 derajat C dan berlangsung selama beberapa minggu atau tidak terdiagnosis.
  • Benjolan atau lecet (biasanya merah atau cokelat), di tempat cakaran atau gigitan terjadi, muncul 3 – 14 hari setelah dicakar atau digigit.
  • Satu atau beberapa kelenjar getah bening membesar atau membengkak, biasanya di sisi yang sama dengan tempat dicakar atau digigit kucing.
  • Sakit dan nyeri otot.
  • Merasa mual.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Sakit perut.
  • Kehilangan selera makan.
  • Peradangan mata dan mata merah muda.
Ilustrasi Gejala Penyakit Cakaran Kucing
Ilustrasi Gejala Penyakit Cakaran Kucing (Credit Photo: forma82/Adobe Stock)

Dalam beberapa kasus dapat terjadi komplikasi yang jarang namun serius pada penderita infeksi cakaran kucing, seperti:

  • Peradangan hati.
  • Peradangan otak yang menyebabkan sakit kepala, leher kaku, dan sensitif terhadap cahaya.
  • Peradangan tulang.
  • Artropati, yang merupakan penyakit persendian yang mirip dengan artritis.
  • Peradangan yang mengancam jiwa pada lapisan dalam bilik dan katup jantung.
  • Pembesaran limpa (splenomegali).

Kondisi-kondisi tersebut mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit sesegera mungkin.

Segera cuci bersih bekas gigitan dan cakaran kucing dengan sabun dan air mengalir. Jangan biarkan kucing menjilati luka Anda. Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala penyakit atau infeksi cakaran kucing.

Apa Penyebab Infeksi Cakaran Kucing?

Sesuai dengan namanya, penyebab utama penyakit ini adalah kucing. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, manusia dapat tertular bakteri Bartonella henselae langsung dari kutu yang terinfeksi. Kutu biasanya bertanggung jawab untuk menularkan infeksi pada kucing.

Kucing dapat terinfeksi dari gigitan kutu dan kotoran kutu yang masuk ke dalam lukanya. Dengan mencakar dan menggigit kutu, kucing mengambil kotoran kutu yang terinfeksi di bawah kuku dan di antara gigi mereka. Kucing juga dapat terinfeksi karena berkelahi dengan kucing lain yang terinfeksi.

Mamalia lain yang dapat membawa bakteri ini termasuk marmut, kelinci, dan dalam beberapa kasus, anjing.

Sewaktu kucing atau hewan lain yang terinfeksi menggigit atau mencakar cukup keras hingga merusak kulit, bakteri dapat ditularkan ke dalam aliran darah. Penyakit ini juga dapat ditularkan jika hewan yang terinfeksi menjilat luka yang terbuka.

Ilustrasi Luka Cakaran Kucing
Ilustrasi Luka Cakaran Kucing (Credit Photo: kittyfly/Adobe Stock)

Apakah Semua Kucing Memiliki Bakteri Bartonella Henselae?

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Advances in Dermatology and Allergology, sebanyak 90% kucing diduga mengalami infeksi bakteri Bartonella henselae. Namun, lembaga Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunukkan bahwa hanya 40% kucing yang akan tertular bakteri ini selama hidupnya.

CDC juga menyatakan bahwa anak kucing di bawah usia 1 tahun adalah yang paling mungkin terkena infeksi Bartonella henselae dan menularkannya ke manusia. Anak kucing juga lebih suka mencakar dan menggigit saat mereka bermain dan belajar cara menyerang mangsa.

Meskipun tidak jelas kenapa ada perbedaan jumlah persentase, bisa jadi itu karena lokasi dilakukannya penelitian serta populasi kucing yang diteliti.

Bagaimana Cara Mengobati Infeksi Cakaran Kucing?

Cara mengobati infeksi cakaran kucing disesuaikan berdasarkan seberapa parah infeksi yang terjadi. Banyak kasus infeksi ini dapat sembuh dengan sendirinya. Bagi pasien yang membutuhkan pengobatan, obat antibiotik azithromycin biasanya digunakan untuk jangka waktu lima hari. Antibiotik adalah obat yang dirancang untuk membunuh bakteri berbahaya dalam tubuh.

Obat antibiotik untuk cakaran kucing lainnya yang dapat digunakan antara lain: rifampicin, ciprofloxacin, dan trimethoprim-sulfamethoxazole.

Kebanyakan penderita infeksi cakaran kucing dapat sembuh total dari infeksi setelah mendapat pengobatan yang tepat, atau bahkan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan apapun.

Kira-kira 5% sampai 10% orang dengan penyakit ini akan menderita komplikasi serius; namun, kurang dari 1,3% kasus infeksi cakaran kucing yang mematikan. Begitu seseorang tertular bakteri, mereka akan kebal terhadapnya selama hidung mereka, jadi tidak ada risiko untuk terkena penyakit yang sama lagi.

Kesimpulan tentang Infeksi Cakaran Kucing

Infeksi cakaran kucing adalah penyakit zoonosis yang dapat menyerang siapa saja yang terpapar bakteri penyebabnya. Penyakit ini terutama disebarkan oleh kucing yang terinfeksi. Namun hewan peliharaan lainnya juga dapat terular dan menularkan penyakit ini, misalnya kelinci, marmut, dan anjing.

Penyakit ini menular jika seekor kucing atau hewan lain yang terinfeksi menjilat luka terbuka, menggigit, atau mencakar seseorang cukup keras sampai merusak kulitnya.

Dalam kebanyakan kasus, terkena infeksi cakaran kucing tidak akan memengaruhi kesehatan Anda secara serius, dan banyak yang bisa pulih dari gejala-gejalanya tanpa memerlukan perawatan. Bagi mereka yang mengembangkan dampak kesehatan yang lebih serius, biasanya mereka bisa pulih sepenuhnya dengan pengobatan yang tepat menggunakan antibiotik.

Anda mungkin khawatir terkena infeksi cakaran kucing, terutama jika Anda memelihara kucing di rumah. Namun tidak semua kucing akan terkena infeksi bakteri Bartonella henselae, sehingga tidak semua kucing dapat menularkannya kepada Anda. Kebanyakan kucing tidak menunjukkan gejala, sehingga sulit untuk menentukan apakah kucing Anda telah terinfeksi.

Untuk memastikan apakah kucing Anda mengidap penyakit ini, Anda bisa membawanya ke dokter hewan untuk diperiksa. Untuk mencegah kucing menularkan bakteri kepada Anda, Anda bisa memotong kukunya dan segera cuci bekas cakaran atau gigitan kucing dengan sabun dan air mengalir. Juga, karena kutu adalah penyebab terbesar penyebaran infeksi ke kucing Anda, Anda dapat mengendalikan kutu dengan menjaga kucing tetap di dalam ruangan dan memeriksa keberadaan kutu secara teratur.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyakit cakaran kucing. Semoga informasi ini dapat membuat Anda lebih waspada dalam menjaga kesehatan. Temukan juga ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Verywell Health. What Is Cat Scratch Fever?. https://www.verywellhealth.com/cat-scratch-fever-overview-and-more-5211722

CDC. Cat Scratch Disease. https://www.cdc.gov/healthypets/diseases/cat-scratch.html

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review ★★★★★

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}