Bagi Peminum Kopi, Perhatikanlah 5 Cara Sehat Konsumsi Kafein Ini!

490
Shutterstcok

Diedit:

Kafein memang diakui memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Anda yang selama ini terbiasa dengan secangkir kopi di pagi hari pasti menjadi salah satu yang siap mengakui pandangan ini. Manfaat kopi juga diakui secara medis dalam sejumlah riset yang dikembangkan dalam dunia medis modern.

Kafein diakui bermanfaat untuk konsentrasi, membantu tubuh merasa lebih segar dan bugar untuk beraktivitas bahkan juga membantu memperbaiki fungsi kolon. Terbukti pula bahwa kafein meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin untuk pencegahan diabetes, meregulasi sirkulasi darah dan memiliki sejumlah aspek anti oksidan.

Kafein juga membantu menormalkan mood, membantu mengurangi aspek stress dan membantu memperbaiki fungsi memori. Dan sebagaimana dijelaskan dalam WebMD, kafein juga baik untuk fungsi liver.

Meski dikatakan sehat dan kaya manfaat, mengonsumsi kafein bukan tanpa catatan khusus. Ada banyak aspek yang perlu menjadi perhatian supaya kita mendapatkan manfaat baik dari kafein dengan optimal tanpa mendapatkan efek sampingnya.

Sebelumnya di sini, kami sempat membahas mengenai bagaimana kafein yang berlebihan bisa membahayakan tubuh. Bahwa kafein dalam kadar lebih dari 300 mg perhari akan mengakibatkan sejumlah reaksi negatif baik yang bersifat temporer atau yang berjangka panjang.

Pengaruh kafein terhadap sistem saraf, sirkulasi darah, fungsi hormonal dan enzim pencernaan akan memicu beberapa reaksi negatif saat berada dalam dosis berlebihan atau diluar batas toleransi tubuh.

Akan tetapi bukan kadar kafein yang perlu Anda garis bawahi ketika kita bicara soal cara konsumsi kafein. Komponen lain yang ditambahkan dalam sajian sebagai pelengkap kafein menjadi aspek lain yang perlu menjadi perhatian Anda.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk konsumsi kafein dengan sehat? Berikut beberapa saran yang kami kutip dari WebMD untuk Anda.

Perhatikan Kadar Gula

Dikatakan bahwa kafein adalah salah satu komponen penyebab mengapa banyak makanan atau minuman kafein memiliki rasa pahit. Memang kafein bukan satu-satunya alasan rasa pahit ini muncul.

Tetapi berkat rasa pahit yang kuat, banyak sajian minuman dan makanan dengan kandungan kafein akan diolah dengan menambahkan gula. Sekedar untuk menetralkan rasa pahit dan membuat sajian terasa lebih nyaman di lidah.

Baca juga:  Waspadai 8 Efek Samping Kelebihan Kafein Ini!

Tetapi pada banyak sajian, penambahan gula bisa menjadi cukup dominan hingga memberi asupan gula berlebih pada tubuh Anda.

Sekalipun dikatakan kafein baik untuk meningkatkan daya sensitivitas sel terhadap insulin, tetapi ketika Anda menambahkan terlalu banyak gula ke dalam tubuh, kafein tak lagi cukup efektif untuk bekeja mencegah diabetes.

Pada umumnya dalam secangkir kopi terkandung 2 sendok teh gula sedang pada latte bisa mengandung lebih dari 5 sendok teh gula. Sementara kadar gula dalam kebanyakan minuman energi bisa melebihi 10 gram dan kadar gula pada soda minuman berkafein bisa mencapai kisaran 15 gram perkemasan.

Perhatikan Waktu Minum

Menikmati secangkir kopi di pagi hari mungkin memang sangat bermanfaat. Ini membantu Anda merasa segar dan siap dengan aktivitas Anda seharian. Bahkan bila memang Anda perlu mengonsumi sebotol minuman energi, Anda jelas akan mendapatkan manfaatnya dengan baik.

Tetapi hasil berbeda akan Anda rasakan seandainya Anda mengonsumsi kopi atau minuman energi sekitar 1 – 3 jam menjelang waktu tidur atau istirahat Anda. Alih-alih bermanfaat, banyak penikmat kafein menyadari bagaimana makanan/minuman kafein di waktu menjelang tidur memaksa mereka mengalami insomnia.

Pastikan pula untuk tidak mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein dalam tempo yang berdekatan. Kebanyakan kafein pada kadar normal sekitar 100 mg percangkir bisa mempengaruhi tubuh Anda dalam kisaran 3 – 6 jam.

Dan karenanya pastikan tidak konsumsi kafein lagi dalam rentang waktu tersebut untuk menghindari pengaruh kafein berlebihan pada tubuh Anda.

Perhatikan Kadar Kalori

Kopi hitam sendiri pada dasarnya tidak mengandung kalori. Hanya saja kebanyakan penyajian minuman kopi membuat Anda harus menambahkan kalori ke dalam minuman favorit Anda ini. Dalam Chai Latte, Anda akan menemukan komponen krim susu dalam konsentrasi tinggi dan gula yang melebihi 15 sendok teh.

Sedang minuman energi dan cola dikenal sebagai minuman yang kaya gula, sebagaimana kami jelaskan di atas. Untuk catatan bahwa gula sendiri adalah kalori. Dalam catatan LIVESTRONG.COM, dijelaskan bahwa dalam 2 sendok teh gula mengandung 60 kalori.

Ingat pula dengan cokelat bar yang dikenal selalu diolah dengan adonan mengandung komponen susu, krim dan gula. Menurut myfitnesspal, dalam beberapa merek dagang produk cokelat bar ditemukan kalori sekitar 200 kal.

Baca juga:  Apakah Kafein Berbahaya untuk Ginjal?

Perhatikan Komposisi Kafein

Tingkat toleransi kafein tubuh pada umumnya berkisar pada angka 200 – 300 mg. Dan tubuh akan menunjukan reaksi negatif acapkali kita mengonsumsi kafein dalam kada yang berlebihan.

Dan karenanya penting untuk memahami berapa kadar kafein dalam setiap jenis minuman dan makanan. Ini perlu Anda lakukan untuk memastikan Anda mengasup makanan dalam kadar kafein terakumulasi yang relatif aman.

Seperti ketika Anda mengonsumsi pill diet yang terbukti mengandung kafein, artinya Anda perlu memastkan tak lagi mengonsumsi kopi berlebihan setelahnya. Atau pastikan untuk tidak lagi konsumsi kafein lain bila Anda sudah mengonsumsi sebotol kecil minuman energi dengan kafein.

Perhatikan Tingkat Toleransi Tubuh

Kemampuan tubuh orang dalam mentoleransi kadar kafein berbeda-beda untuk tiap orang. Beberapa memiliki kemampuan toleransi yang sangat baik dan beberapa yang lain hanya memiliki toleransi yang rendah.

Mengingat reaksi kafein pada mereka dengan toleransi yang lebih rendah cenderung cukup mengganggu. Akan lebih bijak untuk memastikan Anda mengonsumsi dalam kadar toleransi Anda.

Dalam laman LIVESTRONG.COM dijelaskan bahwa bagi Anda dengan toleransi yang lemah terhadap kafein, sebaiknya pilih makanan atau minuman berkafein yang ringan. Anda masih bisa konsumsi kafein dari cokelat, teh dan matcha.

Kopi sendiri sebagai salah satu sumber kafein yang paling banyak dikenal bisa memiliki kadar kafein yang sangat beragam. Semakin banyak unsur kopi di dalam sajian minuman semakin tinggi kadar kafein di dalamnya. Ini berarti latte akan mengandung kafein lebih rendah dibandingkan expresso.

Biji kopi sendiri memiliki kadar kafein berbeda berdasar jenis dan bagaimana metode pengolahannya, termasuk metode dan lama fermentasi serta cara sangrai yang diterapkan.

Itulah beberapa cara lebih sehat untuk konsumsi kafein. Pastikan untuk memilih cara yang sehat dan sesuai dengan kemampuan toleransi tubuh Anda terhadap kafein. Hindari pula mengonsumsi makanan dan minuman kafein dengan berlebihan untuk menghindari resiko munculnya reaksi negatif pada tubuh Anda.

Advertisement
Alinesia