Bukan Cuman Kopi, Minuman/Makanan Ini Juga Sumber Kafein

553
Shutterstock

Diedit:

Selama ini kita mengenal bahwa kopi adalah minuman kafein. Dan belakangan kita juga mulai memahami lebih baik, bahwa kafein memiliki cukup banyak manfaat bagi tubuh.

Tetapi ternyata juga perlu dikonsumsi dengan hati-hati, karena ketika kadarnya berlebihan juga bisa memicu beberapa efek samping yang tidak Anda harapkan. Itu sebabnya kemudian dikenal adanya kadar moderat dari kafein.

Kadar moderat untuk asupan kafein bersifat cukup personal. Ini sangat bergantung pada kemampuan toleransi kafein tiap-tiap orang. Dan kata toleransi di sini juga bersifat cukup kompleks, mengingat efek dari kafein juga cukup luas terhadap tubuh manusia.

Sejumlah orang bisa saja tidak mengalami masalah dengan kepala dan tubuhnya secara general setelah mengonsumsi 3 cangkir kopi, tetapi akan mengeluhkan efek diare sehari setelahnya. 

Tetapi secara umum dikatakan dalam LIVESTRONG.COM, kadar moderat kafein berada pada kisaran 200 – 300 mg perhari. Ini berarti sekitar 2 – 4 cangkir kopi hitam. Tetapi faktanya kopi bukan satu-satunya sumber kafein.

Dan ketika Anda tidak menyadari beberapa asupan Anda ternyata juga mengandung kafein, bisa jadi tanpa sadar Anda sudah meningkatkan jumlah kafein yang Anda konsumsi. Hingga Anda mengalami sejumlah efek samping bahkan sebelum Anda sempat menyadarinya.

Sebagaimana dijelaskan bahwa kopi bukan satu-satunya sumber kafein. Penting untuk Anda mengenali apa saja asupan makanan dan minuman kafein.

Bagaimanapun perlu Anda pahami untuk memastikan kadar kafein yang Anda konsumsi tidak melebihi ambang batas normal. Karenanya penting memastikan seberapa banyak makanan Anda mengandung kafein.

Semakin banyak kafein yang Anda asup dan melewati kadar moderat, semakin rentan tubuh Anda mengalami masalah. Ada sejumlah efek samping yang perlu Anda hadapi, efek withdrawal pasca pengaruh kafein hilang dari tubuh hingga efek ketergantungan.

Dan beberapa jenis asupan sumber kafein selain kopi berdasarkan sumber Health adalah sebagai berikut.

Teh

Minuman teh juga menjadi minuman favorit banyak orang di kala pagi, tetapi juga biasa disajikan di sore hari. Dan rupanya dalam secangkir teh terkandung 25 – 40 mg kafein. Pada umumnya semakin gelap teh yang disajikan semakin tinggi kadar kafein di dalamnya.

Ini berarti ketika Anda mengonsumsi 2 cangkir teh sehari,  Anda menambahkan kafein dalam tubuh Anda mungkin hingga kisaran 80 mg. Atau sekitar 1/3 dari kadar moderat kafein yang lazimnya ditoleransi oleh tubuh.

Soda

Dikatakan oleh MAYOCLINIC, dalam sekaleng minuman cola setidaknya ditemukan kandungan kafein sekitar 24 – 46 mg. Tetapi sejumlah minuman cola di pasaran juga disajikan dalam kadar kafein menyamai kopi sekitar 100 mg perkaleng kecil.

Baca juga:  Apakah Kafein Berbahaya untuk Ginjal?

Akan lebih baik Anda waspada dalam mengonsumsi minuman soda terutama jenis cola. Utamakan memilih jenis cola decaf atau cola zero yang memiliki kadar kafein lebih rendah.

Sejumlah minuman soda lain selain cola juga ditemukan bisa memiliki kadar kafein, seperti root beer, sejumlah minuman jenis lemon squash dan lime squash. Biasanya kadar kafein dari minuman-minuman soda ini memiliki kadar sekitar 25 mg perkaleng.

Kopi Decaf

Pernah mendengar minuman kopi decaf? Ini jenis kopi modern dengan kadar kafein yang lebih rendah. Biasanya memang sensasi kafein yang dihasilkan tidak optimal, tetapi tetap dengan aroma dan rasa khas kopi yang menggugah mood.

Hanya saja pastikan bahwa Anda memang telah memilih jenis kopi decaf dengan kadar kafein rendah. Sejumlah riset pasar menemukan bahwa kopi decaf terutama dari jenis kopi regular cup dari beberapa brand ternama tidak benar-benar menurunkan kadar kafeinnya pada level rendah, bahkan masih di atas 25 mg percupnya.

Cokelat

Anda termasuk penggemar cokelat? Baik itu minuman cokelat atau sekedar  menikmati sebatang cokelat dengan remahan kacang di dalamnya. Anda jelas tidak sendirian, minuman cokelat selalu dikenal sebagai minuman pembangun mood yang disukai.

Yang tidak banyak disadari, bahwa kafein secara natural ditemukan dalam biji cocoa, bahkan termasuk pada biji cocoa yang belum dipanggang. Itu sebabnya jenis dark cokelat terasa lebih pahit dan memberi efek stimulan ringan pada konsumennya.

Semakin gelap cokelat yang digunakan, semakin tinggi komponen kafein yang terkandung. Semakin tinggi kadar cokelat murni dalam sajian, semakin tinggi pula kadar kafein di dalamnya.

Sebatang cokelat bar bisa saja memiliki komponen kafein hingga 31 mg, sedang permen cokelat kunyah kadang hanya mengandung 10 mg perbungkusnya. Yang berbahaya adalah ketika Anda mengonsumsinya lebih banyak dan membiarkan akumulasi kafein ini masuk ke dalam tubuh Anda tanpa Anda sadari.

Catatan penting lain, bahwa cokelat juga bisa Anda temukan dalam banyak makanan lain. Sebut saja es krim cokelat, sepotong kue brownies, milkshake cokelat favorit si kecil sampai selai cokelat kesukaan Anda.

Minuman Energi

Manfaat kafein sebagai stimulan metabolisme sudah banyak diketahui. Dan karenanya kafein juga kemudian banyak ditambahkan dalam minuman energi. Dan beberapa di antaranya bisa mengandung kadar kafein yang sangat tinggi bahkan mencapai lebih dari 150 mg per botol.

Yang cukup menjadi perhatian beberapa minuman energi ini menuliskan kadar kafein di bawah kadar sebenarnya. Kadarnya yang tinggi menandakan Anda tak lagi cukup leluasa mengonsumsi asupan mengandung kafein lain setelah Anda menghabiskan 1 botol minuman energi.

Baca juga:  Bagi Peminum Kopi, Perhatikanlah 5 Cara Sehat Konsumsi Kafein Ini!

Dan mengonsumsi 2 botol atau lebih minuman berenergi dengan kadar kafein tinggi sama sekali tidak disarankan mengingat Anda bisa melewati kadar moderat yang telah ditetapkan. Apalagi kalau sampai Anda membiasakan diri mengonsumsi minuman energi tiap harinya.

Pil Diet

Sedikit fakta yang tidak dipahami, bahwa dalam beberapa jenis obat diet ditemukan adanya komponen kafein. Kafein kebanyakan ditambahkan dengan tujuan sebagai stimulan untuk mendorong metabolisme. Sebagaimana dipahami bahwa kafein memang memiliki manfaat stimulan metabolisme.

Beberapa jenis pil diet rupanya malah sengaja menghadirkan komponen kafein dari biji kopi hijau. Dikatakan bahwa kopi hijau memang memiliki khasiat untuk diet, meski selama ini pandangan ini masih dala perdebatan.

Yang mengkhawatirkan, kafein dalam sejumlah pil diet bisa cukup tinggi. Dosis harian beberapa jenis pil diet memiliki kadar kafein yang bisa menyamai lebih dari 4 cangkir kopi.

Obat Pereda Nyeri

Kafein memiliki manfaat terhadap sakit kepala dengan membantu menstimulasi sirkulasi darah menuju kepala. Kafein juga membantu meningkatkan daya serap tubuh terhadap sejumlah terapi analgesik seperti ibuprofen dan parasetamol.

Hanya saja, kafein tidak disarankan pada pasien sakit kepala yang disertai keluhan ketegangan otot. Kafein berlebihan justru meningkatkan ketegangan dan memicu efek nyeri kepala meningkat.

Dan bukan hanya itu letak masalahnya, kafein dalam sejumlah obat pereda nyeri yang khusus untuk keluhan migrain bisa mengandung kafein hingga 130 mg. Ini menyamai kadar kafein dalam 1 cup kopi berukuran reguler.

Produk Penyegar Mulut

Meski tidak sepenuhnya dipastikan pengaruhnya, bahkan diragukan oleh banyak pakar manfaatnya, sejumlah produk penyegar mulut semprot menambahkan kadar kafein di dalamnya.

Pada umumnya, kadar kafein dalam penyegar mulut ini memang relatif rendah jadi cenderung tidak banyak berpengaruh. Tetapi penting menyadari adanya komponen kafein dalam penyegar mulut yang dapat menambahkan asupan kafein ke dalam tubuh.

Bisa Anda lihat, rupanya sejumlah asupan makanan dan minuman bisa mengandung kadar kafein yang cukup relevan untuk meningkatkan asupan kafein ke dalam tubuh. Inilah beberapa jenis sumber kafein dengan kadar tinggi di luar kopi.

Beberapa orang bisa menjadi cukup tidak toleran terhadap makanan/minuman kafein dan tidak menyadari telah mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak melebihi kadar moderat. Dan di saat seperti ini mereka bisa mengalami sejumlah efek samping kafein yang membahayakan.