Bagaimana Merokok Dapat Menyebabkan Kanker?

654
Shutterstock

Diedit:

Merokok adalah penyebab kanker yang paling bisa dicegah. Berkat diadakannya penelitian selama bertahun-tahun, kini semakin jelas kaitan antara merokok dengan kanker. Berdasarkan data dari American Cancer Society, hampir setengah kasus kematian (48,5%) dari 12 jenis kanker berbeda disebabkan oleh merokok.

Kabar baiknya, banyak dari kasus kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah, cukup dengan berhenti merokok. Anda bisa mendapat bantuan untuk melakukannya dengan mengikuti tips-tips dalam artikel berhenti merokok.

Apa Saja Jenis Kanker yang Disebabkan oleh Merokok?

Bahan-bahan kimia di dalam asap rokok memasuki aliran darah kita lalu bisa memengaruhi seluruh tubuh. Inilah alasannya mengapa merokok dapat menyebabkan kanker maupun banyak penyakit lainnya, termasuk sedikitnya 14 jenis kanker, penyakit jantung, dan beragam penyakit paru-paru.

Merokok menyebabkan lebih dari 4 dari 5 kasus kanker paru-paru. Kanker paru-paru merupakan jenis yang keberhasilan pengobatannya paling rendah dibandingkan jenis kanker lainnya, dan adalah penyebab kematian nomor satu bagi pria di Indonesia.

Merokok juga meningkatkan risiko dari sedikitnya 13 jenis kanker lain, antara lain kanker mulut, faring (tenggorokan bagian atas), hidung dan sinus, laring (kotak suara), kerongkongan (esofagus), hati, pankreas, lambung, perut, ginjal, usus, ovarium, kandung kemih, leher rahim, dan beberapa jenis leukemia (kanker darah). Merokok juga bisa sedikit meningkatkan risiko kanker payudara.

Apa yang Memengaruhi Risiko Kanker Akibat Merokok?

Perokok memiliki risiko jauh lebih besar untuk menderita kanker paru-paru dibandingkan yang non-perokok, tidak soal apa jenis rokok yang dihisapnya. Tidak ada yang namanya cara aman untuk merokok.

Rokok filter dan rokok dengan kandungan tar rendah hanya memberikan sedikit perbedaan—risiko kanker paru-paru Anda tidak akan menjadi lebih rendah daripada perokok pada umumnya. Ini mungkin karena perokok cenderung mengubah cara mereka merokok untuk memuaskan keinginan nikotin mereka, misalnya dengan mengisap lebih banyak atau merokok lebih banyak.

Semakin banyak jumlah rokok yang Anda hisap setiap hari, maka semakin besar juga risiko Anda menderita kanker. Jika Anda tidak sanggup untuk langsung berhenti merokok, cobalah secara berangsur-angsur mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap hari. Bahkan sesekali merokok pun bisa membahayakan kesehatan Anda, jadi teruslah berupaya untuk berhenti merokok sama sekali.

Para peneliti telah mendapati bahwa jumlah tahun yang Anda habiskan untuk merokok memengaruhi risiko Anda menderita kanker. Bahkan pengaruhnya pada tingkat risiko lebih besar daripada pengaruh jumlah rokok yang Anda hisap setiap hari. Sebagai contoh, merokok 1 pak setiap hari selama 40 tahun jauh lebih berbahaya dibandingkan merokok 2 pak setiap hari selama 20 tahun.

Efek merokok yang sangat merusak tidak dapat dipulihkan meski Anda sudah mengupayakan gaya hidup sehat, seperti menjaga tubuh tetap fit dan pola makan sehat, namun tetap merokok. Satu-satunya cara terbaik untuk menurunkan risiko kanker adalah dengan berhenti merokok sama sekali.

Bagaimana Merokok Dapat Menyebabkan Kanker?

Cara utama merokok dapat menyebabkan kanker adalah dengan merusak DNA kita, termasuk gen-gen utama yang seharusnya melindungi kita dari kanker. Banyak bahan-bahan kimia yang terkandung dalam rokok telah terbukti sanggup merusak DNA, termasuk bahan benzene, polonium-210, benzo(a)pyrene, dan nitrosamin.

Ini saja sudah kabar buruk, tapi yang membuatnya lebih buruk lagi adalah adanya kandungan bahan-bahan kimia lain dalam rokok. Sebagai contoh, kandungan kromiom membuat racun-racun seperti benzo(a)pyrene bisa menempel lebih kuat pada DNA, sehingga memperbesar kemungkinannya untuk menimbulkan kerusakan parah.

Baca juga:  Gangguan Makan Setelah Melakukan Terapi Kanker

Dan bahan-bahan kimia semacam arsenik dan nikel mengganggu jalur gen-gen untuk memperbaiki DNA yang rusak. Hal ini semakin memungkinkan sel-sel yang telah rusak untuk pada akhirnya berubah menjadi sel-sel kanker.

Para perokok juga tubuhnya menjadi kurang mampu menangani bahan-bahan kimia beracun daripada orang-orang yang memiliki paru-paru dan darah yang sehat. Bahan kimia dalam asap rokok menyulitkan mereka untuk menetralkan atau mengeluarkan racun-racun, dan dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Sampai Merokok Menyebabkan Kanker?

Biasanya dibutuhkan waktu bertahun-tahun, atau puluhan tahun, sampai kerusakan DNA akibat merokok menjadi penyebab kanker. Tubuh kita dirancang dengan kesanggupan untuk mengatasi sedikit kerusakan, tapi sulit bagi tubuh untuk mengatasi beragam bahan-bahan kimia berbahaya dari asap tembakau.

Setiap rokok bisa merusak DNA di banyak sel-sel paru-paru, tetapi kerusakan pada sel yang sama yang sudah menumpuk-lah yang dapat menyebabkan kanker. Namun penelitian telah menunjukkan bahwa untuk setiap 15 batang rokok yang dihisap terjadi perubahan DNA yang dapat menyebabkan sel berubah menjadi kanker. Inilah sebabnya orang-orang sangat dianjurkan untuk segera berhenti merokok daripada menunggu nanti.

Apakah Merokok Pasif Juga Penyebab Kanker?

Menghirup asap dari rokok orang lain, yang disebut merokok pasif, juga dapat menjadi penyebab kanker. Merokok pasif dapat memperbesar risiko orang-orang non-perokok untuk menderita kanker paru-paru hingga seperempatnya, serta bisa meningkatkan risiko kanker laring (kotak suara) dan faring (tenggorokan bagian atas).

Merokok pasif terutama berbahaya bagi anak-anak. Anak-anak yang menghirup asap rokok berada dalam risiko besar untuk menderita infeksi-infeksi pernapasan, asma, meningitis akibat bakteri, dan sindrom kematian bayi mendadak.

Pada anak-anak, sebagian besar merokok pasif terjadi di rumah mereka sendiri. Asap rokok dapat menyebar ke seluruh ruangan rumah, bahkan meskipun jendela sudah dibuka. Hampir 85 persen asap tembakau tidak terlihat dan partikel-partikel asap juga menumpuk di permukaan-permukaan dan pakaian, walaupun dampak buruk dari sisa partikel asap ini masih belum diteliti. Jika Anda seorang perokok, bertoleransilah dengan merokok di luar agar anak-anak tidak menghirup asap dari rokok Anda.

Selain di dalam rumah, merokok pasif juga sangat mungkin terjadi di dalam mobil. Selama perjalanan, anak-anak yang duduk di bangku belakang akan menghirup asap dari rokok orang tua. Tingkat polusi asap rokok khususnya jadi sangat tinggi bila semua kaca mobil ditutup.

Apakah Asap dari Rokok Orang Lain Mengandung Bahan Kimia Berbahaya?

Terdapat 2 jenis asap tembakau. Pertama, asap utama, yang langsung dihisap melalui ujung mulut rokok. Kedua, asap sidestream, yang berasal dari ujung rokok yang dibakar. Asap dari rokok orang lain adalah asap sidestream serta asap utama yang dikepulkan oleh perokok, yang bercampur dengan udara sekitar.

Asap sidestream sekitar 4 kali lipat lebih beracun daripada asap utama, walaupun orang-orang menghirupnya sudah dalam bentuk tidak pekat. Ini karena asap sidestream mengandung tingkat racun dan bahan kimia penyebab kanker yang jauh lebih tinggi, antara lain: karbon monoksida sedikitnya 3 kali lebih banyak, nitrosamin 10 – 30 kali lebih banyak, dan amonia sekitar 15 – 300 kali lebih banyak.

Baca juga:  Sudah Terbukti! Pola Makan Sehat Terbaik untuk Penderita Kanker

Apakah Jenis Tembakau Lain Juga Menyebabkan Kanker?

Sebagaimana sudah disebutkan, tidak ada cara aman untuk menggunakan tembakau. Tembakau memang bisa digunakan dalam beragam bentuk—tapi semuanya berkaitan dengan kanker. Beberapa bentuk tembakau selain rokok misalnya:

  • Cerutu dan pipa: diketahui memperbesar risiko banyak jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, mulut dan tenggorokan bagian atas, kerongkongan, laring, dan lambung. Merokok cerutu dan pipa sama berbahayanya dengan merokok biasa.
  • Rokok linting: mengandung bahan-bahan kimia penyebab kanker yang sama banyaknya dengan rokok biasa. Rokok linting tidaklah lebih aman daripada rokok biasa.
  • Rokok bidi: adalah jenis rokok yang sangat umum di komunitas India, juga menyebabkan kanker sama seperti produk-produk tembakau lain, misalnya cerutu.

Apakah Tembakau Tanpa Asap Juga Berbahaya?

Tembakau tanpa asap mencakup berbagai macam produk yang dapat digunakan dengan cara berbeda, misalnya dikunyah (dry chewing tobacco), dihisap (moist oral tobacco), atau dihirup (nasaf stuff). Para peneliti telah memperlihatkan bahwa banyak bentuk tembakau tanpa asap juga meningkatkan risiko kanker mulut, kerongkongan, dan kanker pankreas.

Banyak orang Indonesia di wilayah-wilayah tertentu menggunakan tembakau kunyah yang disebut sebagai kebiasaan ‘menginang’ atau ‘menyirih’. Ini mencakup mengunyah campuran bahan-bahan bersirih seperti pinang, sirih, tembakau, gambir, kapur, atau cengkih.

Pinang saja bisa menyebabkan kanker, jadi mengunyah campuran pinang dan tembakau akan semakin meningkatkan kemungkinan untuk menderita kanker mulut. Bahkan risiko kanker tetap ada meskipun tidak ada tembakau dalam bahan-bahan menginang.

Kebanyakan jenis tembakau tanpa asap mengandung setidaknya 28 bahan kimia berbeda penyebab kanker. Para pengguna tembakau tanpa asap juga bisa terkena sejumlah kandungan nitrosamin penyebab kanker serta nikotin, dalam jumlah sama maupun lebih tinggi, daripada pengguna rokok biasa. Jadi kesimpulannya, menggunakan tembakau tanpa asap maupun merokok dapat menyebabkan kanker serta sangat adiktif (menyebabkan ketagihan).

Apakah Shisha Juga Menyebabkan Kanker?

Banyak orang berpikir bahwa shisha tidak berbahaya, tapi sebenarnya shisha juga mengandung tembakau. Para perokok shisha, juga disebut hookah atau pipa air, menghirup tembakau yang diberi perasa melalui pipa panjang yang menempel pada mangkuk air. Mereka tetap menghirup bahan-bahan kimia penyebab kanker dan nikotin yang adiktif.

Dan tidak seperti rokok biasa, shisha dibakar menggunakan arang sehingga penggunanya juga bisa terkena racun dari karbon monoksida yang berbahaya. Kadar karbon monoksida dalam tubuh dari merokok shisha bisa sampai 17 kali lebih tinggi daripada rokok biasa dan dapat menyebabkan keracunan karbon monoksida.

Dengan melihat bukti-bukti secara keseluruhan juga didapati bahwa merokok shisha setidaknya mampu melipatgandakan risiko kanker paru-paru dan mungkin juga terkait dengan beberapa jenis kanker lainnya. (Cancer Research)

Satu-satunya cara terbaik bagi para perokok untuk mengurangi risiko kanker yang sudah mereka miliki, serta memperbaiki kesehatan mereka secara keseluruhan, adalah dengan berhenti merokok. Sudah ada berlimpah bukti penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, bahkan kematian!

Selain itu, tidak ada alternatif cara merokok yang aman dari risiko menyebabkan kanker. Dan merokok bukan hanya membahayakan diri Anda sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar Anda, termasuk anak dan istri/suami Anda! Jadi segera dan teruslah berupaya berhenti merokok sebagai tanda Anda menghargai kehidupan sendiri maupun orang lain.