Bagaimana Alkohol Dapat Menyebabkan Kanker?

425
Shutterstock

Diedit:

Semakin sedikit Anda minum alkohol, maka semakin rendah risiko Anda menderita kanker. Dalam hal kanker, tidak ada jenis minuman beralkohol yang lebih baik atau lebih buruk daripada yang lainnya. Karena alkohol itu sendiri lah yang dapat menjadi penyebab kanker, entah itu anggur, bir, atau vodka. Terlebih jika Anda minum alkohol sekaligus merokok, dampak buruknya akan lebih parah lagi.

Tidak semua orang yang mengonsumsi alkohol akan menderita kanker. Tapi secara keseluruhan, para ilmuwan telah meneliti bahwa beberapa jenis kanker lebih sering diderita oleh orang-orang yang lebih banyak mengonsumsi minuman beralkohol daripada orang lain.

Badan Internasional untuk Riset Kanker (bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia) telah mengkategorikan alkohol sebagai karsinogen grup 1 sejak tahun 1998. Kategori grup 1 adalah kategori risiko karsinogen tertinggi. Artinya ada bukti yang meyakinkan bahwa alkohol menyebabkan kanker pada manusia.

Butuh Berapa Banyak Alkohol Sampai Menyebabkan Kanker?

Penelitian telah meninjau berapa jumlah alkohol yang dikonsumsi orang-orang secara total dan efeknya terhadap risiko kanker. Terbukti bahwa mengonsumsi minuman beralkohol tetap meningkatkan risiko kanker, tidak soal Anda meminumnya sekaligus banyak atau sedikit demi sedikit.

Dalam hal kanker, tidak ada batas ‘aman’ untuk konsumsi minuman beralkohol. Tetapi risikonya lebih rendah pada orang-orang yang mengonsumsinya sesuai batas yang dianjurkan oleh ahli kesehatan.

Secara teratur meminum sampai ½ liter bir premium atau 1 gelas anggur setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan bagian atas, kerongkongan (esofagus), payudara, dan kanker usus. Jenis minuman beralkohol ini mengandung sekitar 3 unit alkohol.

Mengonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko dari 7 jenis kanker berbeda. Kemungkinan jenis-jenis kanker tersebut disebabkan dengan cara yang berbeda-beda. Kanker yang terkait dengan konsumsi alkohol meliputi: kanker mulut, kanker faring (tenggorokan bagian atas), kanker esofagus (kerongkongan), kanker laring (kotak suara), kanker payudara, kanker usus, dan kanker hati.

Baca juga:  Apa Saja Sebenarnya Jenis Jenis Kanker?

Bagaimana Alkohol Bisa Menjadi Penyebab Kanker?

Di dalam tubuh kita, alkohol (etanol) diubah menjadi bahan kimia beracun bernama asetaldehida. Bahan kimia ini dapat menjadi penyebab kanker dengan cara merusak DNA serta mencegah sel-sel kita untuk kerusakan tersebut.

Badan Internasional untuk Riset Kanker telah mengkategorikan asetaldehida yang terbentuk tersebut sebagai dampak buruk dari minuman beralkohol yang merupakan penyebab kanker.

Etanol terutama diubah di dalam hati, tetapi banyak dari jenis-jenis sel lain juga bisa melakukannya. Beberapa bakteri yang hidup di dalam mulut kita dan di lapisan usus kita juga bisa mengubah etanol menjadi asetaldehida.

Mengapa Efek Alkohol pada Estrogen dan Hormon Lain Menyebabkan Kanker?

Alkohol bisa meningkatkan kadar dari beberapa hormon, termasuk hormon estrogen. Hormon berperan sebagai pengirim pesan di dalam tubuh, memberikan sel-sel instruksi misalnya kapan waktunya untuk membelah diri. Kadar estrogen yang terlampau tinggi akan memperbesar risiko kanker payudara.

Mengapa Minum Alkohol Sekaligus Merokok Sangatlah Buruk?

Orang-orang yang merokok sambil mengonsumsi minuman beralkohol akan memiliki risiko berkali lipat untuk menderita kanker-kanker tertentu, sebab tembakau dan alkohol bekerja sama untuk merusak sel-sel tubuh. Sebagai contoh, alkohol memudahkan mulut dan tenggorokan untuk menyerap bahan-bahan kimia penyebab kanker yang dimiliki tembakau. Ini salah satu alasan mengapa orang-orang yang minum alkohol dan merokok melipatgandakan kerusakan yang mereka dapatkan serta mempunyai risiko kanker sangat tinggi.

Bisakah Kerusakan Hati Menyebabkan Kanker?

Mengonsumsi banyak minuman beralkohol bisa merusak sel-sel hati kita, sehingga menyebabkan penyakit bernama sirosis. Sirosis dapat membuat Anda menjadi lebih riskan untuk mengembangkan kanker hati.

Apa Cara Lain Alkohol Merusak DNA?

Alkohol dapat memicu sel-sel kita untuk menghasilkan molekul-molekul yang sangat reaktif, bernama Reactive Oxygen Species (ROS). Molekul tersebut bisa merusak DNA, yang bisa menyebabkan kanker berkembang.

Hubungan Folat dan Alkohol

Folat adalah vitamin penting yang membantu sel-sel kita untuk menghasilkan DNA baru secara benar. Orang-orang yang mengonsumsi minuman beralkohol cenderung memiliki kadar folat yang rendah pada darah mereka dan beberapa penelitian telah meneliti bahwa beberapa kanker lebih sering diderita oleh orang yang kurang memiliki folat.

Tetapi sampai saat ini masih belum jelas apakah alkohol menjadi penyebab kanker karena hal ini, atau karena orang-orang yang rutin minum alkohol kurang mendapatkan folat dari makanan yang mereka konsumsi.

Berapa Takaran yang Dianjurkan dalam Mengonsumsi Alkohol?

Takaran standar minuman beralkohol berbeda-beda di setiap negeri. Organisai Kesehatan Dunia menjelaskan takaran standar mengandung 10 gram alkohol murni. Jumlah ini kurang lebih sama dengan 250 mililiter bir, 100 mililiter anggur, atau 30 mililiter alkohol sulingan.

Baca juga:  Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Kanker, Alzheimer, dan Memperparah Diabetes

Sebagaimana sudah dijelaskan, sedikit saja mengonsumsi alkohol bahkan bisa meningkatkan risiko Anda terkena berbagai masalah kesehatan. Jadi bila Anda masih ingin terus mengonsumsi minuman beralkohol tapi yang tidak membahayakan, sangat dianjurkan untuk minum dengan bersahaja.

Apa maksudnya bersahaja? Beberapa sumber menjelaskan bahwa minum yang bersahaja itu sekitar 20 gram alkohol murni dalam sehari atau 2 takaran standar bagi pria, dan 10 gram atau 1 takaran standar bagi wanita.

Risiko Anda menderita berbagai jenis kanker bisa meningkat sesuai dengan berapa banyak alkohol yang diminum. Jadi dengan berupaya mengurangi jumlah alkohol yang diminum, maka Anda pun akan memperkecil risiko dari kanker-kanker tersebut. Kalau Anda saat ini adalah peminum berat, tidak ada kata terlambat untuk mulai membatasi minuman beralkohol.

Para ilmuwan telah meneliti bahwa risiko dari kanker mulut, tenggorokan, dan esofagus bisa terus dikurangi jika seseorang berhenti minum alkohol, dibandingkan jika ia terus minum. Jadi batasi atau berhentilah mengonsumsi alkohol agar kebiasaan itu tidak sampai menjadi penyebab kanker yang mematikan.

Advertisement
Alinesia