Apakah Konsumsi Ikan Menyehatkan atau Merugikan?


By Fery Irawan

Beberapa artikel sebelumnya dalam web ini mungkin menerangkan bagaimana makanan yang mengandung protein hewani sebenarnya buruk bagi tubuh Anda, contohnya daging dan produk olahan susu. Lalu, bagaimana dengan ikan? Bukankah hewan ini juga mengandung protein hewani? Apakah itu berarti Anda harus menjadi vegetarian – seseorang yang hanya mengonsumsi tanaman saja? Tidak, Anda tak perlu bertindak sedemikian rupa. Namun, ketahuilah alasan mengapa ikan masih dapat Anda santap sekalipun mengandung protein hewani yang bermanfaat sekaligus merugikan.

Kuncinya terletak pada lemak ikan dan suhu tubuh ikan, misalnya lemak ikan sering digambarkan sebagai asam lemak tak jenuh yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat. Mengenai suhu tubuh ikan, cobalah bandingkan dengan hewan lain, serta suhu tubuh Anda. Sebagai hewan yang tinggal di air, ikan memiliki suhu tubuh yang tidak melebihi manusia, hal ini sangat jauh dengan daging seperti; sapi, burung, ayam dan babi yang suhunya lebih tinggi dari Anda.

Apa pengaruhnya dengan tubuh Anda? Jelas berpengaruh, kandungan lemak kedua jenis hewan ini menentukan bagaimana proses penyerapan lemak yang dilakukan tubuh. Mari perhatikan keterangan berikut untuk memahaminya! Daging hewan yang telah disebutkan semula memiliki suhu 38,5°C, bahkan ayam dapat mencapai hingga 41,5°C – lebih tinggi dari suhu tubuh manusia yang hanya 37°C. Apa kaitannya? Lemak yang ada dalam hewan-hewan ini hanya stabil pada suhu mereka, namun saat Anda menyantapnya – lemak ini akan menjadi lengket dan mengeras karena suhu tadi.

Lemak yang lengket ini dapat menimbulkan pengentalan darah, sehingga aliran darah berlangsung lambat dan terjadi penumpukan plak yang menjadi penyebab berbagai penyakit seperti stroke, kolesterol, dan penyakit jantung. Hal ini tidak terjadi saat Anda mengonsumsi ikan yang suhunya lebih rendah dari tubuh Anda. Pada saat Anda menyantapnya, lemak ikan akan meleleh sehingga tidak terbentuk bekuan lemak. Sama seperti memanaskan lemak dalam kuali yang panas. Lemak yang masuk kedalam darah sudah dalam keadaan cair sehingga kolesterol jahat dapat berkurang.

Lalu, apakah ada efek negatif dari konsumsi ikan? Sama seperti hampir semua jenis makanan; bila dikonsumsi secara berlebihan tentu dapat menyebabkan terjadinya gangguan, misalnya alergi – karena reaksi protein yang berlebihan. Walaupun sama-sama memiliki potensi yang tidak menyenangkan bagi tubuh, ikan masih lebih baik dibandingkan daging, dari mana kita mengetahuinya?

Menurut seorang ahli pencernaan yang mengamati berbagai perbedaan usus banyak orang yang mengonsumsi daging dan ikan ditemukan perbedaan, setidaknya usus orang yang mengonsumsi ikan masih lebih baik dan tidak terbentuk divertikula (munculnya semacam kantung pada usus besar). Hanya saja timbul kejang dan kaku pada dinding usus. Namun, kondisi ini tidak akan berkembang menjadi divertikulosis yang menyulitkan proses pembuangan kotoran.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}