Apakah Anda Punya Risiko Osteoporosis?


By Cindy Wijaya

Osteoporosis bisa dianggap sebagai penyakit senyap karena penderitanya sering tidak merasakan gejala apa-apa sampai terjadi suatu kecelakaan. Anda perlu mencari tahu apakah Anda berisiko mengalami osteoporosis, karena apabila sudah terlanjur terjadi patah tulang, orang yang punya risiko osteoporosis akan sulit pulih kembali.

Ada cukup banyak faktor risiko dari osteoporosis, beberapa di antaranya tidak bisa dihindari—misalnya jenis kelamin dan usia—sedangkan faktor yang lain masih bisa dihindari atau diperbaiki—misalnya asupan kalsium dan konsumsi alkohol.

8 FAKTOR RISIKO OSTEOPOROSIS

Jenis Kelamin

Apabila Anda seorang wanita, khususnya yang sudah menopause, berisiko mengalami osteoporosis. Kasus patah tulang akibat osteoporosis hampir dua kali lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. Perempuan cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah daripada laki-laki juga lebih cepat kehilangan massa tulang seraya usia bertambah.

Usia

Setiap orang mengalami penurunan kepadatan tulang seraya usianya bertambah, yang sering dimulai antara usia 30-35 tahun. Bagi Anda penderita osteoporosis, pengeroposan ini seiring dengan hilangnya fungsi penyerapan kalsium secara maksimal oleh usus dan ginjal. Berbagai studi memperlihatkan bahwa kurang dari 1 persen wanita berusia 20-29 tahun mengalami osteoporosis. Di usia 50 tahun, 20 persen wanita mengalami osteoporosis dan pada usia 80 tahun, hanya 13 persen yang memiliki kepadatan tulang normal.

Etnis

Anda yang keturunan dari ras Kaukasia, Asia, atau penduduk asli Amerika berada pada risiko lebih besar mengalami osteoporosis. Sejumlah penelitian menunjukkan wanita asia memiliki kepadatan tulang paling rendah daripada wanita dari etnis-etnis lain. Sebaliknya, mereka yang keturunan Afrika sangat kecil kemungkinannya memiliki kondisi ini daripada kelompok etnis lain.

Riwayat Keluarga

Faktor genetik berperan dalam menentukan seberapa besar risiko Anda mengalami osteoporosis. Apabila salah satu anggota keluarga Anda telah terdiagnosa, maka Anda sangat mungkin menderitanya juga di masa mendatang.

Struktur Badan

Memiliki tubuh yang kurus dan mungil meningkatkan risiko osteoporosis. Tulang yang kecil dan tipis cenderung memiliki massa tulang yang lebih rendah. Artinya, hanya ada sedikit massa tulang yang tertinggal apabila tulang Anda sudah mulai mengeropos karena usia tua atau karena kondisi lain.

Asupan Kalsium yang Rendah

Kalsium bagai bahan bangunan dari tulang, ini diperlukan untuk menjaga tulang tetap padat dan kuat. Asupan yang rendah sangat berkaitan dengan risiko besar mengalami osteoporosis. Orang dewasa seharusnya berupaya memenuhi kebutuhan 1000 miligram kalsium per hari sebelum berusia 50 tahun. Kebutuhannya bertambah menjadi 1200 miligram jika sudah 50 tahun keatas. Asupan kalsium ini perlu dibarengi dengan asupan vitamin D yang memadai.

Kebiasaan Merokok dan Minum Minuman Beralkohol

Dua kebiasaan ini bisa memperbesar risiko Anda. Merokok bukan cuma berbahaya bagi sel-sel tulang, tapi juga mempersulit tubuh menyerap kalsium. Selain itu, minum minuman berakohol secara berlebihan dapat mengurangi suplai kalsium di tubuh Anda.

Minuman Berkafein

Kafein tampaknya bisa menghambat penyerapan kalsium, meski dalam jumlah kecil. Batasilah konsumsi kopi setiap harinya, karena mengonsumsi lebih dari 3 cangkir sehari dapat membahayakan kesehatan tulang Anda.

Meskipun ada di antara faktor risiko osteoporosis yang tidak dapat dihindari, Anda tetap bisa memperkecil kemungkinan serta mencegah osteoporosis. Terapkanlah gaya hidup sehat dan hindari kebiasaan-kebiasaan yang merusak kesehatan atau kepadatan tulang Anda.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.