Apa Hubungan antara Gen, DNA, dan Kanker?


By Cindy Wijaya

Para ahli menduga bahwa sebagian besar penyebab kanker dimulai dengan perubahan-perubahan gen yang terjadi selama masa hidup penderitanya. Disamping itu, kadang-kadang kanker dipicu oleh gen-gen warisan yang diturunkan dalam keluarga.

Sebenarnya apa hubungan antara gen, DNA, dan kanker? Bagaimana perubahan pada gen bisa memicu berkembangnya kanker? Jawaban dari dua pertanyaan ini akan membantu kita untuk lebih memahami perkembangan kanker serta caranya untuk mencegah atau setidaknya menghentikan perubahan pada gen yang memicu kanker.

Apa Itu DNA dan Gen?

Di dalam hampir setiap sel tubuh Anda terdapat struktur yang disebut nukleus, yang adalah pusat kendali sel. Di dalam nukleus terdapat 23 pasang kromosom. Kromosom adalah untaian DNA yang panjang.

DNA adalah singkatan dari asam deoksiribonukleat. Setiap untaian DNA berbentuk seperti tangga yang dipelintir, yang disebut heliks ganda.

Anda mempunyai lebih dari 2 meter DNA di dalam setiap sel, tapi untaiannya sangat rapat sehingga bisa dimuat dalam sel. DNA bisa dianggap sebagai semacam kode, yang berisi seluruh instruksi yang memberitahukan sel apa yang harus dilakukannya. DNA terdiri dari gen-gen. Manusia memiliki kira-kira 25.000 gen total.

Anda mewarisi setengah dari DNA Anda dari ibu Anda dan setengahnya lagi dari ayah Anda, jadi Anda memiliki dua salinan dari setiap gen.

Gen-gen Anda membawa semua informasi yang membuat Anda menjadi diri Anda sendiri. Gen-gen tersebut memberitahukan tubuh untuk mempunyai rambut hitam, atau kulit sawo matang, atau bermata cokelat, sebagai contohnya.

Dan mereka memberitahukan sel-sel Anda untuk menjadi sel seperti apa, bagaimana mereka berperilaku, kapan harus tumbuh dan berkembang biak, dan kapan harus mati. Beberapa gen mengendalikan dan menentukan berapa banyak setiap sel harus tumbuh dan membelah diri.

Bagaimana Mutasi Gen Memicu Kanker?

Gen-gen kita bisa mengalami kesalahan yang terjadi saat sel-sel membelah diri. Kesalahan ini disebut sebagai kegagalan atau mutasi, dan terjadi sepanjang hidup kita. Ini disebabkan oleh proses alami di sel-sel kita, dan oleh berbagai faktor lainnya, antara lain:

  • Asap rokok
  • Radiasi
  • Radiasi ultraviolet dari matahari
  • Beberapa zat dalam makanan
  • Bahan kimia di lingkungan kita

Beberapa orang mewarisi kegagalan-kegagalan gen tertentu dari orang tua mereka, sehingga mereka mempunyai risiko yang lebih besar untuk mengidap kanker.

Biasanya, sel-sel sanggup memperbaiki kegagalan pada gen-gen mereka. Jika kerusakannya sangat parah, mereka mungkin akan menghancurkan diri sendiri. Atau sistem kekebalan mungkin akan mengenali mereka sebagai sesuatu yang abnormal lalu membunuh mereka. Cara kerja tubuh ini membantu kita terlindung dari kanker.

Akan tetapi, kadang-kadang mutasi pada gen-gen yang penting menyebabkan sel tersebut tidak lagi memahami instruksi dari DNA, dan mulai berkembang biak di luar kendali. Sel itu juga tidak memperbaiki dirinya secara benar, dan tidak mati di saat yang sudah ditentukan. Hal ini bisa menjadi penyebab kanker.

Terdapat 4 jenis gen utama yang terlibat dalam tugas pembelahan sel. Sebagian besar kanker memiliki salinan yang gagal dari lebih dari 1 jenis gen ini.

  • Gen yang Mendorong Sel untuk Berkembang Biak (Onkogen)

    Onkogen adalah gen-gen yang, di bawah keadaan normal, berperan dalam memberitahukan sel-sel untuk mulai berkembang biak dan membelah diri. Secara normal, pada orang dewasa, hal ini tidak akan begitu sering terjadi.

    Kita bisa membayangkan onkogen sebagai pedal gas pada mobil. Ketika pedal gas ditekan, dia akan mempercepat laju mobil. Begitu juga, ketika onkogen diaktifkan, mereka akan mempercepat laju pertumbuhan sel-sel.

    Ketika satu gen onkogen menjadi rusak, itu mirip seperti pedal gas rusak yang tidak mampu lagi mengendalikan laju mobil. Sel yang berisi gen itu (sel induknya), dan semua sel-sel yang berkembang biak dari sel itu, secara permanen akan diinstruksikan untuk terus membelah. Itulah saatnya kanker berkembang.

  • Gen yang Menghentikan Perkembangbiakan Sel (Gen Supresor Tumor)

    Biasanya, sel-sel mampu memperbaiki mutasi pada gen-gen mereka. Jika kerusakannya sudah terlalu parah, maka gen-gen bernama gen supresor tumor dapat menghentikan pertumbuhan dan pembelahan dari sel-sel yang bermutasi.

    Jika terjadi mutasi pada gen-gen supresor tumor, maka itu artinya sel induknya tidak lagi mampu memahami instruksi untuk berhenti berkembang dan mulai berkembang biak di luar kendali. Inilah yang memicu kanker.

    Salah satu gen supresor tumor yang paling dikenal adalah p53. Dalam sebagian besar kasus kanker pada manusia diketahui bahwa gen p53 telah rusak atau hilang.

  • Gen yang Memperbaiki Kerusakan Gen Lain (Gen Perbaikan DNA)

    DNA di dalam setiap sel tubuh kita secara terus-menerus berada dalam bahaya mengalami kerusakan. Tetapi sel-sel mengandung banyak protein berbeda yang tugasnya untuk memperbaiki kerusakan DNA.

    Berkat protein-protein tersebut, sebagian besar kerusakan DNA bisa segera diperbaiki, sebelum mengakibatkan efek negatif. Tapi jika kerusakan DNA terjadi pada gen yang menghasilkan protein perbaikan DNA, maka sel induknya menjadi kurang mampu untuk memperbaiki diri sendiri. Sehingga mutasi-mutasi akan menumpuk di gen-gen lain seiring waktu dan memungkinkan berkembangnya kanker.

    Para ahli telah meneliti bahwa gen-gen ini telah rusak dalam beberapa kasus kanker pada manusia, termasuk kanker usus.

  • Gen yang Memberitahukan Sel untuk Mati (Gen Penghancur Diri)

    Beberapa gen secara normal memberitahukan sel induknya untuk menghancurkan diri bila dia telah menjadi terlalu tua atau terlalu rusak. Ini disebut sebagai proses apotosis atau kematian sel yang terprogram. Proses ini sangatlah ruit dan sangat dibutuhkan. Sel-sel biasanya diperintahkan untuk mati kapan pun ada yang salah, untuk mencegah pembentukkan kanker.

    Terdapat banyak gen dan protein berbeda yang terlibat dalam proses apoptosis. Bila gen-gen ini menjadi rusak, maka sel induknya akan terus bertahan hidup sebaliknya daripada mati dan sel tersebut menjadi bersifat kanker.

Sekarang mari kita menjawab 2 pertanyaan yang dikemukakan di awal artikel. Pertama, apa hubungan antara gen, DNA, dan kanker? Hampir setiap sel tubuh kita memiliki inti yang bernama nukleus, dan di dalam nukleus terdapat 23 pasang kromosom—untaian DNA yang panjang.

DNA terdiri dari gen-gen yang diantaranya bertugas untuk memberitahukan sel induknya bagaimana berperilaku, kapan harus tumbuh dan berkembang biak, dan kapan harus mati. Sedangkan kanker dipicu oleh kegagalan atau mutasi yang terjadi pada gen-gen di dalam sel.

Kemudian, bagaimana perubahan pada gen bisa memicu berkembangnya kanker? Adakalanya mutasi pada gen-gen yang penting di dalam sebuah sel bisa menyebabkan sel itu mulai berkembang biak di luar kendali. Sel itu juga tidak lagi sanggup memperbaiki diri secara benar, dan tidak mati di saat yang seharusnya—dan pada akhirnya menjadi penyebab kanker.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}