Aduh! Cara Hilangkan Nyeri Payudara saat Menyusui Bagaimana Ya?

619

Diedit:

“Saya alami cukup banyak kesulitan sejak kelahiran putri saya,” kata seorang Ibu menyusui yang bernama Rhondda, “termasuk kesulitan mendapatkan posisi menyusui yang benar dan di hari ke-3 puting saya terasa nyeri. Di usia 1 minggu putri Saya, menyusui adalah siksaan. Saya takut saat harus menyusui.”

Rasa nyeri payudara saat menyusui ini terus ia alami. Kulit di putingnya kemudian menjadi retak dan terkelupas, dan bidan yang merawatnya menemukan bahwa dia juga memiliki sariawan di puting payudara (kandidiasis). Ditambah lagi berat badan putrinya bertumbuh lebih lambat dari yang semestinya.

Hanya setelah diresepkan obat antijamur dan dibantu oleh ahli caranya menyusui dengan benar, akhirnya masalah nyeri di payudaranya mulai teratasi. Untuk sementara waktu Ibu Rhondda harus memompa ASI dan menyusui putrinya dengan botol sampai ia pulih. Dan akhirnya, Ibu Rhondda bisa kembali menyusui putrinya, kali ini tanpa rasa takut karena nyeri payudara.

Jika dilihat contoh pengalaman diatas, apa yang sebenarnya salah? “Setelah ditinjau lagi, Saya memahami bahwa banyak kesulitan ini saya alami karena posisi menyusui yang kurang baik,” kata Ibu Rhondda.

Seorang Konsultan Laktasi di Vancouver, Kanada, Sandra Yates, mengatakan bahwa sebenarnya kesalahan posisi menyusui adalah penyebab umum dari nyeri payudara saat menyusui. “Menyusui seharusnya tidak menyakitkan,” ujarnya meyakinkan para Ibu. “Tetapi jika muncul rasa sakit, ini biasanya tanda bahwa ada sesuatu yang salah dan kita perlu cari cara untuk memperbaikinya.”

Seseorang yang baru jadi Ibu kadang mendengar bahwa mengalami nyeri payudara saat menyusui di awal-awal memang wajar. Namun Yates tidak setuju. Ya, metode menyusui Anda mungkin akan semakin membaik seraya bayi bertumbuh, tetapi bahkan waktu singkat dari rasa nyeri di awal-awal dapat menyebabkan kerusakan pada puting serta penurunan produksi susu.

Yates kemudian memberikan panduan untuk mengatasi nyeri payudara saat menyusui. Panduan berikut akan dibagi berdasarkan masalah-masalah yang dialami Ibu menyusui lalu diikuti dengan cara mengatasi masing-masing masalah tersebut.

Masalah dengan Posisi Menyusui

• Gejala:

Nyeri pada puting payudara. Menyusui jadi tidak nyaman, bahkan menyiksa. Puting payudara mungkin terihat seperti terjepit atau mengerucut setelah lepas dari mulut bayi. Kulit puting bisa jadi retak atau melepuh. Bayi kemungkinan akan rewel dan berat badannya tidak bertambah dengan semestinya. Bayi kadang-kadang juga akan menggigit puting.

• Penyebab:

Posisi Ibu menyusui tidak benar, misalnya puting masuk terlalu dalam ke mulut bayi. Lidah bayi melakukan sebagian besar pekerjaan untuk menghisap susu; jika puting payudara tidak masuk ke dalam, lidah akan menggosok atau menekan puting dan menyebabkan rasa sakit.

• Cara Mengatasi:

Perbaiki posisi Anda menyusui (Latch). Adakalanya sedikit memperbaiki posisi menyusui dapat memberikan perbedaan besar. Berikut caranya mendapatkan posisi menyusui yang benar:

  • Gendong bayi agar posisi perut Anda menempel dengan perut bayi.
  • Posisikan tubuh bayi sampai pinggul, telinga, dan bahunya sejajar supaya memudahkan dia menelan.
  • Topang payudara dengan tangan, kemudian dekatkan ke mulut bayi sampai dia membuka mulutnya. Saat bayi sudah membuka mulut, dekatkan bayi ke tubuh Anda.
  • Pastikan mulut bayi terbuka cukup lebar sampai sebagian besar areola (kulit gelap sekitar puting), khususnya areola bagian bawah, masuk ke mulut bayi.
  • Posisikan dagu bayi menempel ke payudara selama menyusui agar hidungya tidak tertekan. Jaga supaya dagu bayi tidak menempel ke dadanya.
  • Topang tubuh bayi, khususnya bagian bokong dan badan selama menyusui. Jika Anda kesulitan bisa gunakan bantal atau bantal khusus menyusui.
Baca juga:  Nyeri Ulu Hati: Penyebab dan Cara Mengobatinya

Jika puting Anda sudah terlanjur retak atau terkelupas, basuhlah dengan sedikit ASI di akhir sesi menyusui dan biarkan kering sendiri. Jangan terus mencoba memaksakan menyusui jika masih terasa sakit, segera berkonsultasilah bidan.

Infeksi Jamur di Payudara

• Gejala:

Nyeri di puting payudara, saat tidak menyusui maupun saat menyusui. Rasa nyeri ini digambarkan seperti rasa terbakar atau tajam yang menusuk. Di puting juga bisa timbul ruam merah muda atau merah serta kulitnya terlihat halus dan mengkilap. Sedangkan pada bayi, mungkin muncul titik-titik atau lingkaran putih di bagian dalam bibir, pipi, atau di langit-langit mulutnya. Ia mungkin juga jadi rewel.

• Penyebab:

Kita semua memiliki jamur di dalam sistem tubuh, tetapi bila jamur tumbuh berlebihan, itu bisa menimbulkan infeksi jamur. Seringkali ini terjadi setelah perawatan dengan obat antibiotik atau jika kadar zat besi Anda sedang rendah.

• Cara Mengatasi:

Periksakan diri ke dokter atau bidan untuk memastikan diagnosa dan untuk mendapatkan resep obat atau rekomendasi obat yang diperlukan. Beberapa Ibu menyusui mengonsumsi suplemen acidophilus dan membuat perubahan pola makan untuk mengatasi masalah ini. Dan ingatlah bahwa baik diri Anda maupun bayi Anda harus ditangani meskipun hanya salah satu dari kalian yang mengalami gejala-gejala.

Kelainan pada Lidah Bayi

• Gejala:

Nyeri di payudara saat menyusui, khususnya bagian puting. Seringkali bagian ujung puting menjadi rusak. Hal ini dapat terasa seolah-olah puting sedang terjepit.

• Penyebab:

Saat Anda melihat ke dalam mulut bayi, Anda melihat sepotong selaput bernama lingual frenulum bentuknya tidak normal—lebih pendek dan melekat pada sisi bawah ujung lidah dan lantai mulut sehingga bayi tidak dapat menjulurkan lidah keluar atau mengangkatnya ke atas secara normal. Itu berarti dia juga tidak sanggup mengangkat lidah ke depan untuk meraih puting payudara, sehinga dia harus menggosokkan lidahnya ke puting, dan Anda pun merasakan nyeri akibatnya.

• Cara Mengatasinya:

Dokter dapat memperbaiki kelainan tongue-tie ini dengan prosedur bedah kecil. Kadang-kadang selaput frenulum akan memanjang sendiri secara alamiah dari waktu ke waktu, tetapi Anda mungkin harus menunggu berbulan-bulan sampai itu terjadi. Setelah frenulum diperbaiki, bayi Anda mungkin perlu sedikit waktu untuk belajar caranya meregangkan lidahnya.

Saluran ASI Tersumbat

• Gejala:

Sakit atau nyeri di payudara dan sekitarnya. Mungkin terasa seperti ada benjolan di bawah kulit; kulit di sekitar payudara dapat berubah memerah.

• Penyebab:

Saluran ASI dapat tersumbat kadang-kadang karena ada sesuau yang menekannya (misalnya bra yang terlalu ketat). Akibatnya ASI menumpuk dan menimbulkan tekanan di saluran ASI. Biasanya ini hanya terjadi di dalam payudara, tetapi kadang-kadang bisa juga terjadi di puting sehingga akan tampak seperti titik putih kecil di ujung puting.

Baca juga:  Ini Dia 7 Tips Puasa Saat Menyusui

• Cara Mengatasinya:

Berikut adalah tips praktis untuk mengatasinya: suhu panas lembap, istirahat, pijat, dan kosongkan payudara. Menggunakan suhu panas lembap berarti mandi air hangat, atau tempelkan kain lap yang dibasahkan air panas ke payudara. Kemudian pijat-pijat daerah sekitar puting payudara—gerakannya seperti mencoba untuk mengosongkan pasta gigi yang hampir habis.

Setelah itu, Anda bisa tempatkan bayi pada posisi menyusui. Anda juga membutuhkan banyak istirahat. Bila masalah ini tidak membaik setelah 2-3 kali mencoba tips diatas, atau Anda mulai merasa sakit dan demam, segera periksakan diri ke dokter atau bidan.

Mastitis atau Peradangan Payudara

•Gejala:

Ibu menyusui merasa payudaranya seperti terbakar disertai rasa nyeri dan kulit kemerahan di sekitarnya. Biasanya Anda juga akan terkena demam dan merasa tidak enak badan. Ini dapat terjadi tiba-tiba atau setelah suatu waktu jika masalah saluran ASI tersumbat belum juga diatasi.

• Penyebab:

Mastitis adalah peradangan payudara akibat penyaluran ASI yang buruk atau terjadi infeksi di payudara. Jika aliran ASI terhentik, bakteri dapat tumbuh di dalam ASI. Kadang-kadang retak atau sariawan di puting yang tidak diobati juga memungkinkan bakteri masuk ke dalam payudara kemudian menyebabkan mastitis. Bila tidak diobati, mastitis dapat menjadi abses payudara.

• Cara Mengatasinya:

Langkah awal mengatasinya sama seperti cara mengatasi nyeri payudara akibat saluran ASI tersumbat. Jika masalah tidak membaik dalam waktu 24 jam atau jika semakin parah, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter atau bidan. Selama masa pengobatan, pastikan untuk rutin menyusui bayi untuk membantu membersihkan saluran ASI dan mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur di dalam payudara.

Ibu Rhondda, yang sebelumnya disebutkan, merasa sangat senang karena putrinya yang sekarang hampir 3 tahun, masih terus menyusui. Meskipun banyak kesulitan yang dilaluinya, sekarang ia mengatakan; “Menyusui adalah hal yang paling memuaskan yang pernah saya lakukan dalam hidup saya.” Jika punya anak lagi, ia sudah tahu bagaimana caranya menyusui dengan baik.

“Nyeri payudara saat menyusui dapat diatasi dengan baik,” ujar Yates menambahkan. “Ketika Anda memahami penyebab rasa nyeri dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini secara efektif, Anda pun bisa kembali menikmati masa-masa menyusui bayi Anda.”

Saat-saat Ibu menyusui buah hati tercinta semestinya menjadi masa menyenangkan yang membantu seorang Ibu membangun ikatan erat dengan bayinya. Karena itu, apabila Anda harus merasa tersiksa akibat nyeri payudara saat menyusui, Anda wajib segera mengatasinya dan bila perlu cari bantuan doker atau bidan untuk mengetahui masalah yang menjadi penyebab rasa sakit tersebut. Lalu terapkan posisi menyusui yang benar agar Anda merasa nyaman dan buah hati mendapat asupan ASI yang sangat dibutuhkannya.

Advertisement
Alinesia