Adenoiditis: Gangguan Peradangan Adenoid

594
Adenoiditis atau Peradangan Adenoid
Sumber Gambar: Valley ENT

Diedit:

Penyakit adenoiditis — Lebih sering dikenal dengan istilah peradangan adenoid. Adenoid merupakan jaringan lunak yang berada dibelakang rongga hidung. Jaringan ini dilalui oleh sel darah putih dan akan bereaksi saat zat asing masuk kedalam tubuh. Namun kadang kala infeksi bakteri dan virus dapat mengakibatkan terjadinya peradangan adenoid tersebut.

Penyakit ini seringkali menimpa anak-anak usia 5 tahun, namun kasusnya di Indonesia tidaklah banyak dan jarang sekali diberitakan. Lalu apa saja gejala peradangan adenoid yang perlu Anda ketahui? Apa pemicu timbulnya peradangan adenoid? Adakah pengobatan peradangan adenoid yang tersedia? Dapatkah peradangan adenoid disembuhkan dengan herbal ataupun alternatif pengobatan lainnya? Mari kita simak ulasan berikut ini!

Adenoiditis — Peradangan Adenoid Pada Anak

Karena jaringan ini hanya muncul pada masa kanak-kanak dan akan menghilang seraya bertambah dewasa. Sayangnya terkadang dapat mengalami peradangan sehingga dapat dikategorikan sebagai penyakit anak yang perlu diwaspadai. Ada yang mengatakan bahwa jaringan lunak adenoid merupakan kelenjar getah bening.

Namun sekalipun fungsinya serupa dengan kelenjar tersebut, sebenarnya ini bukanlah kelenjar getah bening. Jaringan adenoid muncul saat masih anak-anak Jaringan ini merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh atau imunitas.

Ingatlah bahwa adenoid hanya muncul pada masa kanak-kanak dan hilang saat menginjak remaja atau dewasa. Sedangkan kelenjar getah bening tidak akan pernah hilang sampai Anda menginjak lansia. Jadi peradangan adenoid bukanlah peradangan kelenjar getah bening.

Lalu ada juga yang mengatakan bahwa adenoid merupakan amandel atau tonsil. Jika dilihat sekilas, tampaknya lokasi amandel dan adenoid sama. Namun sebenarnya ini berbeda. Lokasi amandel berada di dalam rongga mulut bagian sisi kiri dan kanan, sedangkan adenoid terletak di belakang rongga hidung bagian atas.

Mitos atau Fakta Seputar Adenoiditis

Penyakit adenoiditis juga bukan penyakit amandel, mengingat lokasi adenoid dan amandel tidaklah sama. Memang seringkali peradangan adenoid berkaitan erat dengan peradangan amandel, namun mereka bukanlah organ yang sama. Adenoid merupakan jaringan lunak yang tak dapat dilihat secara kasat mata karena berada di belakang rongga hidung.

Sedangkan amandel berada di dalam rongga mulut tepatnya di sisi kanan dan kiri yang dapat dilihat tanpa bantuan alat apapun. Beberapa orang terkecoh karena keberadaan peradangan adenoid pada anak dapat disebabkan karena peradangan amandel dan sebaliknya.

Jadi peradangan amandel atau tonsilitis, bukanlah peradangan adenoid atau penyakit adenoiditis. Adenoid sering disebut sebagai pharyngeal tonsil, sedangkan amandel menunjukan bagian yang disebut dengan palatine tonsil. Peradangan amandel itu sendiri disebut dengan tonsillitis.

Indikasi

Lalu seperti apa gejala penyakit adenoiditis pada anak-anak yang mereka rasakan? Setidaknya ada 3 gejala utama peradangan adenoid pada anak-anak yang perlu Anda waspadai. Ketiganya berkaitan dengan fungsi pernapasan dan pendengaran. Apa sajakah itu?

  • Pembengkakan adenoid yang mengakibatkan gangguan pernapasan karena mengalirnya cairan atau lendir dari lokasi terjadinya infeksi.
  • Apnea tidur obstruktif yang ditandai dengan terhentinya kegiatan bernapas pada saat tidur. Hal ini terjadi karena pembengkakan adenoid menghalangi saluran udara yang menuju tenggorokan.
  • Infeksi saluran telinga atau otitis yang disebabkan oleh tersumbatnya tabung eustasia. Sehingga cairan telinga yang seharusnya mengalir menuju tenggorokan tetap berada di dalam telinga.

Tanda lainnya peradangan adenoid bisa berupa kesulitan berbicara, kesulitan bernapas, kesulitan menelan dan radang tenggorokan. Sekalipun peradangan adenoid bukanlah peradangan amandel, namun hal ini dapat memicu terjadinya tonsilitis demikian. Kapan penyakit ini perlu ditandai?

Ciri-ciri peradangan adenoid yang perlu diwaspadai ialah saat keluarnya darah dari mulut atau hidung dan kesulitan bernapas yang ditandai dengan suara ‘mengi’. Pada tahap ini penderita perlu segera dibawa kerumah sakit untuk mendapat penanganan medis intensif.

Pemicu

Apa sebenarnya pemicu penyakit adenoiditis pada anak-anak? Ada dua pemicu utama peradangan adenoid yaitu; infeksi karena bakteri dan infeksi karena virus. Bakteri yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut ialah salah satu dari Streptococcus yang bersifat patogen (menimbulkan penyakit).

Bakteri ini dapat ditularkan melalui udara, kontak langsung atau cairan yang dihasilkan tubuh. Bakteri Streptococcus yang cenderung mengakibatkan peradangan adenoiditis ialah Moraxella Catarrhalis, Streptococcus Pyogenes, Streptococcus Pneumoniae, serta jenis Staphylococcus.

Bakteri jenis ini juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain, seperti; peradangan amandel, peradangan tenggorokan, impetigo, selulitis, sinusitis, otitis media, scarlet fever, pneumonia, sepsis, meningitis, toxic shock syndrome, necrotising fasciitis, dan infeksi lainnya.

Sedangkan virus yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut cukup beragam, mulai dari Epstein-Barr Virus, Rhinovirus, hingga Adenovirus. Virus-virus ini turut menyumbang keberadaan penyakit yang berkaitan dengan peradangan dan infeksi pada organ tubuh. Khususnya pada organ pernapasan, pencernaan dan syaraf.

Tak dipungkiri bahwa ini merupakan salah satu penyakit anak yang harus diwaspadai. Keberadaan bakteri dan virus penyebab adenoiditis tidak dapat dianggap remeh. Sehubungan dengan bakteri Streptococcus sendiri memiliki ragam jenis yang berbeda satu sama lainnya.

Pengobatan

Sebelum menjalani pengobatan penyakit adenoiditis ada beberapa langkah pemeriksaan yang perlu dijalani. Mulai dari pengambilan contoh bakteri atau organisme yang ada di rongga mulut dengan menggunakan ‘swab’, sejenis kapas pembersih yang digunakan khusus dalam bidang kedokteran.

Kemudian dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui keberadaan bakteri atau virus yang ada dalam tubuh. Selanjutnya proses pemindaian dengan menggunakan sinar-x pada area kepala dan leher guna melihat seberapa parah dan besar infeksi yang dialami. Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan otolaryngologist atau dokter spesialis telinga-hidung-tenggorokan (THT).

Jika ditemukan bahwa penyebab peradangan adenoid dikarenakan oleh bakteri maka dokter bisa jadi memberikan resep obat dengan antibiotik. Jika penyebab peradangan adenoid dikarenakan oleh virus, maka dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan jenis virus yang menyerang penderitanya.

Adenoidektomi

Pada kondisi yang ekstrim saat sang anak juga mengalami kesulitan bernapas dokter bisa jadi menyarankan untuk menghilangkan adenoid dari tubuh penderitanya dengan prosedur operasi. Tindakan medis ini sering disebut dengan adenoidektomi.

Jika ditemukan keberadaan peradangan amandel atau tonsillitis, dokter bisa jadi menyarankan untuk menghilangkan amandel dengan prosedur tonsilektomi. Lalu, bagaimana prosedur adenoidektomi dilakukan? Penderitanya akan diberikan anestesi sehingga ia berada dalam kondisi ‘tidur’ atau ‘tidak sadarkan diri’.

Tindakan operasi dilakukan melalui rongga mulut oleh dokter profesional yang tepercaya. Prosedur ini tidak membutuhkan rawat inap, namun setelah operasi dilakukan, penderita perlu beristirahat di rumah sakit selama kira-kira 5 jam. Sehingga dokter dapat melakukan pemantauan terhadap kondisi tubuh penderitanya.

Setelah tindakan medis tersebut, penderita bisa jadi mengalami peradangan tenggorokan, demam, bau mulut, nyeri telinga dan tenggorokan selama 10 hingga 14 hari. Jika ini terjadi cobalah untuk mendapatkan bantuan medis untuk memperoleh bantuan terkait pemulihan diri setelah operasi.

Setelah menjalani operasi atau selama masa pemulihan, pastikan agar penderita tidak mengonsumsi produk olahan susu. Konsumsi makanan lunak dan perbanyak minum agar terhindar dari dehidrasi.

Ingatlah bahwa penyakit ini bukanlah peradangan kelenjar getah bening. Sekalipun fungsi adenoid sama seperti fungsi kelenjar getah bening. Adenoid akan mengecil seraya bertambahnya usia dan hilang dengan sendirinya.

Morinda Citrifolia

Sebenarnya pengobatan utama dari peradangan adenoid harus dilakukan secara medis oleh ahli medis yang tepercaya dan berpengalaman. Bagaimana dengan pengobatan alternatif penyakit adenoiditis dengan mengonsumsi herbal Noni Juice?

Memang belum ada contoh kasus penderita adenoiditis yang dilaporkan mengggunakan Noni Juice sebagai pengobatan alternatif. Penemuan riset berkaitan dengan efek penghambatan bakteri Streptococcus dalam rongga mulut (Oral Streptococci), karena perpaduan fitokimia alami yang dihasilkan oleh Morinda Citrifolia – bahan baku utama Noni Juice.

Penelitian ini berkaitan dengan penemuan obat alternatif dengan menggunakan Morinda Citrifolia untuk mengendalikan bakteri Streptococcus pada rongga mulut (Oral Streptococci), yaitu; bakteri Streptococcus Mutans dan Streptococcus Mitis yang menyebabkan terjadinya penyakit karies gigi atau infeksi gigi.

Adenoiditis merupakan penyakit yang harus segera mendapatkan pertolongan medis dan tidak hilang dengan sendirinya. Sedangkan kelenjar getah bening akan selalu ada dan sebagai salah satu organ penting dalam mempertahankan fungsi kekebalan tubuh.

Demikianlah informasi lengkap sehubungan dengan penyakit adenoiditis atau peradangan adenoid yang tersedia. Nantikan terus informasi kesehatan lainnya berdasarkan riset tepercaya dan informatif – hanya di deherba.


Brindles Lee Macon and Steve Kim, MD. Adenoiditis: An Infection of Your Infection-Fighting Tissue. January 6, 2016. URL: https://www.healthline.com/health/adenoiditis.

Kumarasamy B, Manipal S, Duraisamy P, Ahmed A, Mohanaganesh S, Jeevika C. Role of aqueous extract of morinda citrifolia (Indian noni) ripe fruits in inhibiting dental caries-causing streptococcus mutans and streptococcus mitis. J Dent (Tehran). 2014;11(6):703–710.


Advertisement
Alinesia