Bagikan Artikel Ini:

Adenoid – Disebut juga dengan istilah “Pharyngeal Tonsil”.  Tidak semua orang mengenal istilah tersebut, beberapa orang menyebutnya “faringeal tonsil”. Ada yang menyebutnya sebagai amandel. Banyak yang mengenalnya sebagai kelenjar getah bening. Jadi apa itu adenoid? Apa itu pharyngeal tonsil? Ini merupakan jaringan lunak yang berada di bagian belakang hidung. Tepatnya di langit-langit jaringan nasofaring.

Dalam artikel ini Anda akan memperoleh informasi lengkap sehubungan dengan anatomi tonsil, salah satunya ialah pharyngeal tonsil atau adenoid. Apa sebenarnya penyakit ini? Adakah fungsi atau kegunaan dari tonsil tersebut? Mari kita perhatikan ulasannya dalam artikel berikut ini!

Adenoid / Pharyngeal Tonsil


Jaringan lunak ini tidak terlihat oleh mata, sekalipun Anda mencoba meliriknya melalui rongga mulut. Karena nasofaring ataupun adenoid berada di belakang “uvula” – yakni bagian organ yang bergelantungan diatas rongga mulut Anda. Karena terhalang oleh “uvula” dan lokasinya cukup dalam, maka dibutuhkan alat medis atau prosedur rhinoscopy untuk melihat kondisi pharyngeal tonsil tersebut.

Lalu, apa peranan tonsil tersebut bagi tubuh Anda? Tonsil merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Mengingat lokasinya berada tepat dipintu masuk hidung dan penghubung menuju kerongkongan. Maka adenoid memiliki fungsi untuk menjaga pertahanan tubuh terhadap partikel atau mikroorganisme asing yang masuk melalui hidung.

Tonsil sendiri terdiri dari 3 jenis, yakni; 2 bagian palatine tonsils yang terletak didalam rongga mulut (disisi kiri dan kanan), pharyngeal tonsil yang ada di belakang rongga hidung, serta 1 bagian lingual tonsil yang berada di ujung bagian dalam lidah menuju tenggorokan. Ketiga tonsil ini memiliki fungsi dalam menjaga agar tidak ada kuman yang masuk kedalam tubuh, sehingga Anda tidak mudah sakit.

Ketiga tonsil ini sering disebut dengan istilah “tonsillar ring” karena posisi ketiganya tampak membentuk seperti cincin. Adapula sel lainnya yang berada dibelakang “tonsillar ring” di bagian sisi tenggorokan. Sel ini akan menggantikan fungsi adenoid sebagai sistem pertahanan, setelah adenoid menghilang. Proses menghilangnya adenoid merupakan hal yang wajar setelah anak mulai menginjak usia remaja dan benar-benar hilang saat dewasa.

Lalu, mengapa tindakan penghilangan adenoid seringkali memengaruhi amandel? Hal ini terjadi saat ditemukan adanya peradangan atau pembesaran tonsil. Istilah tonsil digunakan untuk menggambarkan “tonsillar ring”.

Ketahuilah bahwa terjadinya pembesaran dan peradangan pada tonsil dapat disebabkan oleh keberadaan infeksi bakteri atau virus. Peradangan atau pembesaran ini dapat dialami oleh ketiga organ tonsil, yaitu; palatine tonsils, pharyngeal tonsil, maupun lingual tonsil. Saat ketiganya mengalami gangguan infeksi maka disebut tonsillitis. Namun istilah tonsillitis banyak digunakan untuk menggambarkan penyakit amandel.

Penyakit Adenoiditis – Peradangan Adenoid


Peradangan adenoid merupakan akibat dari serangan infeksi bakteri maupun virus. Penyakit ini terjadi pada anak dengan usia berkisar antara 5 hingga 7 tahun. Penderitanya bisa jadi mengalami sakit tenggorokan, karena infeksi seringkali menyebabkan timbulnya cairan pada jaringan yang terinfeksi dan menetes menuju tenggorokan.

Penyakit Hipertrofi Adenoid – Pembesaran Adenoid


Pembesaran adenoid merupakan dampak lanjutan saat jaringan lunak ini mengalami infeksi bakteri ataupun virus. Penyakit ini menimpa anak usia 5 hingga 7 tahun ataupun pada kasus yang langka menimpa orang dewasa usia 17 hingga 25 tahun. Penderitanya bisa jadi mengalami kesulitan bernapas karena terjadi pembesaran adenoid atau pembengkakan yang bisa mencapai ukuran bola pingpong.

Sumber: The National Center for Biotechnology Information – Pharyngeal Tonsils (Adenoids)

Sekalipun adenoid merupakan organ yang memiliki peranan dalam mempertahankan tubuh, namun jaringan ini tidak kebal terhadap serangan bakteri atau virus. Bagaimana mungkin?

Baca juga  Penyakit Hipertrofi Adenoid: Info Seputar Pembesaran Adenoid

Penyakit adenoid atau penyakit yang menimpa pharyngeal tonsil dapat terjadi saat manakala bakteri atau virus tak berhasil disingkirkan oleh sistem kekebalan tubuh. Keberadaan mikroorganisme penyebab penyakit ini berhasil mempertahankan dirinya dan mulai melakukan serangan balasan pada jaringan ini. Infeksi bakteri atau virus yang menyerang tak bisa dibiarkan saja, karena tak akan hilang atau sembuh dengan sendirinya.

Jika Anak atau Anda sendiri mengalami hal ini, segera lakukan pemeriksaan intensif oleh dokter spesialis telinga-hidung-tenggorokan (THT). Tindakan medis berupa adenoidektomi bisa dilakukan – ini adalah upaya yang dilakukan untuk menghilangkan jaringan adenoid dengan tindakan pembedahan.

Prosesnya bisa jadi melibatkan tindakan kauterisasi yakni penghilangan jaringan melalui metode penghantaran panas yang diaplikasikan langsung menuju organ yang dituju. Kauterisasi juga dapat dilakukan dengan hantaran listrik ataupun penggunaan bahan kimia.

Sehubungan dengan tindakan pengobatan penyakit adenoid yang tepat dapat dikonsultasikan secara langsung dengan dokter di rumah sakit atau klinik tersebut. Sebelum menyetujui tindakan medis tertentu, ada baiknya untuk menanyakan beberapa hal penting pada dokter yang merawat. Begitu pula dengan pengobatan alternatif gangguan adenoid.

Misalnya; apa dampak yang bisa terjadi sebelum atau setelah menjalani tindakan medis tersebut? Apa yang harus dilakukan selama masa pemulihan setelah adenoidektomi dilakukan?

Seberapa besar kemungkinan berhasil dan kemungkinan gagal yang bisa saja terjadi? Apakah dokter yang akan melakukan adenoidektomi, sudah pernah melakukan tindakan medis ini sebelumnya? Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan hak pasien yang perlu diketahui sebelum menjalani perawatan medis.

Beberapa Pendapat Umum Soal  Adenoid – Fakta atau Mitos?


Ada beragam pendapat mengenai jaringan lunak yang satu ini, beberapa pendapat bisa jadi benar hanya saja ada juga pendapat yang kurang tepat. Jaringan yang satu ini memang tidak begitu dikenal oleh masyarakat. Namun, saatnya Anda mengenal lebih dekat fakta terkait dengan jaringan lunak tersebut.

  • Adenoid merupakan amandel – Faktanya adenoid dan amandel merupakan bagian dari “tonsillar ring” yang menjadi pertahanan tubuh. Amandel merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan palatine tonsils. Sedangkan adenoid merupakan istilah medis untuk menggambarkan pharyngeal tonsil. Mereka adalah jenis organ yang berbeda dan tidak sama.
  • Adenoid merupakan kelenjar getah bening – Faktanya adenoid dan kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yakni sistem sirkulasi yang mengalirkan cairan getah bening. Sekalipun adenoid merupakan bagian dari sistem limfatik yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh, jaringan ini tidak bisa disebut kelenjar getah bening. Mengapa? Kelenjar getah bening atau “lymph nodes” merupakan kelenjar yang berada di leher, ketiak dan selangkangan. Adenoid berada di bagian belakang rongga hidung di jaringan nasofaring. Mereka adalah jenis organ yang berbeda dan tidak sama.
  • Adenoid merupakan kelenjar tiroid – Faktanya kelenjar tiroid berbentuk seperti dasi kupu-kupu dan berada di bawah jakun. Fungsi dari kelenjar tioid sendiri ialah mengatur kesanggupan tubuh dalam metabolisme dan membakar energi. Secara fungsi dan lokasi organ jelas berbeda dan tidak sama.
  • Adenoid merupakan kelenjar parotis – Faktanya kelenjar parotis berada disekitar pipi, dekat telinga bagian bawah. Kelenjar ini merupakan bagian dari kelenjar ludah atau air liur (saliva) yang berfungsi membantu proses keluarnya air liur. Sehingga rongga mulut tidak kering dan membantu proses mengunyah makanan. Sekali lagi fungsi dan lokasi organ jelas tidak sama dengan adenoid.
Baca juga  Pengobatan Alternatif Gangguan Adenoid Yang Tersedia

Demikianlah informasi lengkap sehubungan dengan anatomi pharyngeal tonsil atau adenoid yang ada dalam tubuh Anda. Nantikan selalu informasi terkini dan informatif mengenai beragam gangguan kesehatan ataupun pengobatan alternatif – hanya di deherba.

Fery Irawan

Penulis konten yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Penulis berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.