Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Kanker Serviks Stadium 4 Kanker Serviks Stadium 4 wikybrew.com

Apa yang Terjadi Bila Anda Mengalami Kanker Serviks Stadium 4?

Stadium pada kanker memberitahukan seberapa besar dan bagaimana penyebaran kanker tersebut. Kanker serviksstadium 1, stadium 2, dan stadium 3 sudah dibahas di artikel bagian pertama, kedua, dan ketiga, sekarang mari kita tinjau mengenai kanker serviksstadium 4.

Artikel ini akan membahas mengenai pengertian kanker serviks stadium 4, apa saja yang terjadi pada stadium ini, bagaimana dampak atau gejalanya, serta apa saja pilihan perawatan yang tersedia.

Apa Itu Kanker Serviks Stadium 4?

Ini adalah tahap terakhir dari penyakit kanker serviks, dan tak dapat dipungkiri pada stadium ini kemungkinan bertahan pasien sudah pada taraf paling rendah. Menurut American Cancer Society, rasio kemampuan bertahan pasien kanker serviks stadium 4 hanya tinggal di bawah 20 persen, bahkan 15 persen pada stadium 4B.

Ini jelas berbeda bila dibandingkan dengan kanker serviks stadium sebelumnya yang setidaknya bisa di atas 20 persen, bahkan mencapai angka di atas 80 persen pada kanker serviks stadium 1. Ini karena pada tahap ini, kanker sudah berukuran sangat masif dengan tingkat agresivitas yang tinggi, serta penyebaran yang sangat luas bahkan mungkin telah menyerang area usus, ginjal, ovarium, dan organ-organ vital lain.

Itu sebabnya, pada kondisi stadium 4 banyak metode perawatan yang hanya ditujukan untuk memperlambat perkembangan kanker dan menekan gejala-gejala kanker serviksr, ketimbang berfokus pada penyembuhan. Kanker serviks stadium 4 dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori, yakni:

Kanker Serviks Stadium 4A

Kanker serviks telah menyebar ke organ-organ terdekat, seperti kandung kemih dan organ terakhir dari usus besar yang berakhir di anus (rektum). Tetapi kanker tidak menyebar ke kelenjar getah bening atau area yang jauh.

Kanker Serviks Stadium 4B

Kanker serviks telah menyebar ke organ-organ di luar area panggul, misalnya pinggang dan perut, kanker juga bisa menyebar hingga ke kawasan kaki, sampai menuju ke area pencernaan atas.

Pada tahap ini penyebaran sel kanker rentan terbawa oleh cairan tubuh menuju organ-organ yang jauh. Sehingga bisa saja kanker muncul pada paru-paru, payudara, atau bahkan pada area tulang bahu dan sebagainya.

Ini karena pada fase ini, kanker sudah menginvasi saluran pembuluh darah dan komponen limfa sehingga sel-sel darah serta cairan getah bening mengalir mengelilingi tubuh sembari membawa sel kanker. Sel kanker yang terbawa akan masuk ke dalam organ lain dan membentuk jaringan di dalam organ tersebut.

Gejala Kanker Serviks Stadium 4

Secara umum, kanker serviks stadium 4 selalu ditandai dengan perkembangan sel kanker yang sudah menginvasi area organ lain dalam tubuh di luar organ utama tempat awal mula pertumbuhan induk sel kanker. Pada kondisi ini, pasien mengeluhkan gejala kanker serviksserius, dimana beberapa keluhan akan muncul bersamaan. Tingkat keluhan yang dialami pasien kemungkinan sudah sangat kompleks.

Pada saat sel kanker mulai berkembang pada sistem pencernaan, pasien mungkin mengeluhkan gangguan pada usus dan ketidakmampuan untuk BAB. Kadang akibatnya terjadi pembengkakan pada perut.

Jika kanker telah menyerang organ ginjal, pasien kemungkinan mengalmai pembengkakan pada tubuh, kesulitan buang air kecil, dan perlekatan dinding saluran kencing yang sangat menyakitkan. Pasien juga bisa mengeluhkan pembengkakan pada kaki akibat efek invasi sel kanker menuju organ kaki atau pada saluran getah bening di area lipatan selangkangan kaki.

Gejala kanker serviksstadium 4 lainnya berupa perdarahan yang serius akibat rusaknya organ dalam area ovarium, tuba falopii, dan rahim. Keluhan sakit yang sangat menusuk juga lazim dialami pasien di area perut bawah, perut tengah, sampai kaki.

Perawatan untuk Kanker Serviks Stadium 4

Kkemungkinan pasien kanker serviks stadium 4 untuk sembuh lebih kecil dibandingkan pada pasien kanker serviks stadium sebelumnya. Karena itu metode perawatan atau pengobatan kanker servikspada tahap ini memiliki fokus yang relatif berbeda.

Gejala-gejala kanker serviks stadium 4 jugai berbeda-beda tergantung pada lokasi penyebaran kanker, tingkat agresivitas dari sel kanker, serta seberapa besar ukurannya. Itu sebabnya kebanyakan metode pengobatan akan disesuaikan berdasarkan gejala-gejala yang dikeluhkan.

Karenanya, tidak ada standar baku dalam menjalankan perawatan untuk pasien stadium ini. Tidak hanya itu, sejumlah pilihan pengobatan juga masih dalam tahap uji coba. Beberapa peneliti kanker cenderung memilih pasien kanker stadium 4 untuk menguji coba kemampuan pengobatan yang mereka kembangkan.

Beberapa orang setuju menjalankan pengobatan uji coba tersebut, mengingat kemungkinan hidup mereka yang sudah cukup rendah, sehingga diharapkan pengobatan tersebut setidaknya mampu meningkatkan kemampuan bertahan mereka.

Namun pengobatan semacam ini memiliki risiko tersendiri, sebab kebanyakan belum ditelusuri secara pasti apa saja efek samping dan manfaat yang diberikannya. Tetapi biasanya pengobatan hanya dilakukan oleh ahli yang sudah berpengalaman dengan pertimbangan yang matangi. Dan beberapa orang menganggap risiko dari pengobatan uji coba itu tidak sebanding dengan risiko dari kanker serviks stadium 4 itu sendiri.

Bagi mereka yang memilih pengobatan konvensional, maka pilihan yang umum diberikan kepada pasien adalah perpaduan antara terapi radiasi dan kemoterapi. Radiasi akan diberikan dalam frekuensi yang lebih besar, baik dari luar dengan terapi External Beam Radiation Therapy (EBRT) maupun dari dalam dengan terapi internal implant radiation.

Terapi radiasi dari dalam dan luar akan membantu menurunkan intensitas perkembangan kanker serta membantu membunuh sel-sel kanke. Frekuensi memang harus diberikan dalam tingkatan lebih tinggi mengingat sel-sel kanker pada stadium ini cenderung kuat dan agresif.

Pasien juga bisa menjalankan terapi radiasi 3D-CRT. Terapi ini sebenarnya perkembangan EBRT dengan menggunakan paparan CT scan. Metode ini dianggap lebih efektif dari metode EBRT sebelumnya.

Pasien juga mendapatkan pengobatan kemoterapi. Biasanya jenis terapi yang diberikan adalah jenis paclitaxel, ifosfamide, taxotere, navelbine dan camptosar. Jenis-jenis ini dianggap sebagai terapi yang kuat dengan hasil lebih menjanjikan. Beberapa jenis kemoterapi tersebut masih dalam fase uji coba, tetapi memiliki potensi besar yang lebih menjanjikan daripada kemoterapi standar.

Kebanyakan kasus kanker serviks stadium 4 sudah tidak lagi bisa ditangani dengan pembedahan, mengingat sel kanker sudah menyebar dan meluas hingga melibatkan lebih dari 1 - 2 organ. Selain itu juga ada risiko lain seperti adanya kemungkinan perkembangan kanker yang tidak terdeteksi atau tidak terkena tembakan radiasi. Sehingga keberhasilan terapi tidak akan besar.

Pasien juga disarankan untuk menjalankan terapi biologi. Terapi ini diberikan dengan tujuan menekan efek samping dari radioterapi dan kemoterapi. Bagaimanapun kedua terapi ini bersifat cukup kuat sehingga bisa menimbulkan efek samping kerusakan sel sehat yang perlu diantisipasi.

Anda bisa membantu menunda perkembangan dan penyebaran kanker serviks stadium 4 dengan mengonsumsi herbal yang kaya flavonoid seperti Sarang Semut. Kandungan flavonoid dalam kadar tinggi bisa membantu meningkatkan efektivitas pengobatan, mengurangi efek samping dari pengobatan, serta meringankan gejala-gejala kanker serviks yang dialami pasien.

Baca juga pengalaman seorang pasien kanker serviks stadium lanjut yang berjuang melawan kanker dengan bantuan Sarang SemutTumpas Kanker Serviks Stadium Lanjut dengan Sarang Semut.

FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram

Log In or Register