9 Manfaat Lidah Buaya bagi Kulit, Rambut, Kekebalan Tubuh, dan Banyak Lagi!


By Cindy Wijaya

Lidah buaya secara luas digunakan di berbagai produk perawatan kecantikan. Berkat kemampuan anti virus, anti bakteri, serta kemampuan penyembuhan yang dimilikinya, tersimpan beragam manfaat lidah buaya—mulai dari mengobati sembelit sampai diabetes.

Tanaman hijau bergerigi yang biasa ditanam di pekarangan rumah ini bukan sekadar dimanfaatkan secara tradisional. Lidah buaya bisa dibilang merupakan salah satu bahan utama dari industri produk kecantikan, jus kesehatan, dan suplemen diet yang setiap tahun selalu diburu banyak orang.

Seraya waktu berlalu, tampaknya kegunaan lidah buaya terus diluaskan ke dalam segala bidang kebutuhan manusia. Tapi apa sebenarnya yang membuat tanaman ini memiliki khasiat dan kegunaan yang begitu luas?

Kandungan Nutrisi dalam Lidah Buaya

Lidah buaya (aloe vera) adalah satu dari sekitar 420 spesies dari genus Aloe, dan nama botani dari lidah buaya ialah Aloe barbadensis miller. Tanaman ini bagian dari familia Liliaceae yang juga terdiri dari berbagai tumbuh-tumbuhan lili.

Lidah buaya dianggap sebagai tanaman Aloe yang paling aktif secara biologis, karena memiliki lebih dari 75 bahan aktif yang berhasil diidentifikasi, antara lain vitamin, mineral, sakarida, asam amino, antrakuinon, enzim, lignin, saponin, dan asam salisilat. Tanaman ini menyediakan 20 dari total 22 jenis asam amino yang dibutuhkan manusia, serta 8 dari total 8 asam amino esensial.

Juga mengandung banyak vitamin serta mineral penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsi dari seluruh sistem tubuh kita. Berikut adalah penjelasan sederhana mengenai bahan aktif dalam lidah buaya:

  • Mengandung antioksidan vitamin A, C, dan E—ditambah vitamin B12, asam folat, dan kolin. Antioksidan bertugas menetralisir radikal bebas.
  • Mengandung enzim-enzim, antara lain aliiase, alkalin fosfatase, amilase, bradikinase, karboksipeptidase, katalase, selulase, lipase, dan peroksidase. Enzim bradikinase membantu mengurangi peradangan berlebihan jika dioleskan di permukaan kulit, sedangkan enzim lainnya membantu memecahkan gula dan lemak.
  • Mengandung mineral seperti kalsium, tembaga, selenium, kromium, mangan, magnesium, kalium, natrium, dan zink.
  • Mengandung 12 antrakuinon—atau bahan yang bersifat laksatif (pencahar). Diantaranya yaitu aloin dan emodin, yang berperan sebagai analgesik (penahan sakit), anti bakteri, dan anti virus.
  • Mengandung 4 asam lemak, yaitu kolesterol, kampesterol, beta-sisosterol, dan lupeol—semuanya bersifat anti inflamasi.
  • Mengandung hormon-hormon auksin dan gibberelin, yang membantu menyembuhkan luka dan bersifat anti inflamasi.
  • Mengandung gula, seperti monosakarida (glukosa dan fruktosa) serta polisakarida. Gula ini bersifat anti alergi dan anti inflamasi.

Bagian dari lidah buaya yang terutama dimanfaatkan adalah gel dan lateks-nya. Bagian gel merupakan daging dari lidah buaya yang berbentuk seperti gel, sedangkan lateks berasal dari bawah kulit lidah buaya yang berwarna kekuningan. Beberapa produk lidah buaya dibuat dari keseluruhan daun, jadi mengandung gel sekaligus lateks.

9 Manfaat Lidah Buaya

Berikut adalah 9 khasiat lidah buaya yang telah terbukti secara ilmiah.

1. Mengobati Ruam dan Iritasi Kulit

Beberapa penelitian melaporkan kegunaan lidah buaya untuk mengatasi masalah kulit dan membantu penyembuhan luka, termasuk digunakan dalam pengobatan psoriasis, dermatitis, mucositis oral, luka bekas operasi, dan sebagai obat alami luka bakar.

Hasil dari sebuah penelitian tahun 2009 menunjukkan bahwa konsumsi lidah buaya secara oral pada tikus percobaan bekerja efektif untuk menyembuhkan luka, mengurangi ukuran dan jumlah papiloma (kutil kulit), juga menekan pertumbuhan tumor sebesar 90 persen di hati, limpa, dan sumsum tulang.

Penelitian juga memperlihatkan bahwa lidah buaya efektif mengatasi herpes genital, psoriasis, dermatitis, luka bakar, luka dingin, dan peradangan. Lidah buaya bisa digunakan sebagai bahan anti jamur dan anti mikroba alami.

2. Mengobati Luka Bakar

Gel lidah buaya dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi. Pemerintahan Amerika Serikat telah meneliti kegunaan lidah buaya untuk mengobati luka baker termal dan radiasi dengan tujuan untuk mengenalkan penggunaanya ke dalam militer sebagai antisipasi perang nuklir.

Tahun 1959, lembaga U.S. Food and Drug Administration menyetujui penggunaan salep lidah buaya sebagai obat bebas untuk menyembuhkan luka bakar di kulit. Jika gel lidah buaya digunakan pada luka bakar, ini akan mencegah paparan sinar UV terhadap luka sehingga bisa cepat sembuh.

3. Menyembuhkan Herpes di Mulut

Jika gel lidah buaya dioleskan beberapa kali sehari ke sariawan herpes, ini akan meredakan rasa sakit dan membantu mempercepat penyembuhan. Lidah buaya juga tidak apa-apa kalau tertelan. Manfaat lidah buaya untuk herpes didukung oleh kemampuan anti virus dan anti inflamasi di dalamnya.

Kandungan asam amino, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, dan vitamin C yang dimilikinya juga sangat membantu. Sebagai contoh, salah satu manfaat vitamin B6 ialah bertindak sebagai obat pereda rasa sakit alami serta menciptakan antibodi yang digunakan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi kita.

4. Melembapkan Kulit Kepala dan Rambut

Lidah buaya merupakan perawatan alami yang sangat baik untuk rambut kering atau kulit kepala gatal. Dengan kandungan bernutrisi, juga berlimpah vitamin dan mineral yang menjaga rambut Anda kuat dan sehat. Karena sifat anti bakteri dan anti jamur yang dimilikinya, ada juga khasiat lidah buaya untuk menghilangkan ketombe. Enzim-enzim dari gel lidah buaya juga bisa menyingkirkan sel-sel kulit mati dari kulit kepala serta merangsang regenerasi jaringan kulit di sekitar pori-pori kulit kepala.

Tanaman ini juga membantu menghentikan gatal-gatal karena ketombe atau kulit kepala kering. Menggunakan lidah buaya sebagai perawatan rambut efektif untuk menjaga kulit kepala terbebas dari bakteri dan alergi akibat bahan kimia sampo atau kondisioner.

5. Mengatasi Sembelit

Berbagai penelitian telah memastikan kegunaan lidah buaya (bagian lateks-nya) sebagai pencahar. Bahan aktif antrakuinon di dalam lateks menyediakan khasiat laksatif ampuh yang meningkatkan cairan dalam usus, merangsang sekresi lendir, dan meningkatkan gerak peristaltik usus yang berfungsi untuk memecah makanan dan mencampurkan chyme.

Sebuah uji coba melaporkan bahwa lateks lidah buaya terbukti bersifat laksatif, bahkan lebih kuat daripada obat pencahar stimulan fenolftalein. Hal ini membuktikan lidah buaya sebagai obat sembelit alami.

6. Membantu Pencernaan

Berkat kandungan anti inflamasi dan laksatif di dalamnya, tersedia juga manfaat lidah buaya bagi pencernaan. Sari lidah buaya membantu pencernaan dengan menormalkan asam/alkalin dan keseimbangan pH, menekan pembentukan jamur, mendorong aktivitas bakteri pencernaan, serta mengatur pengolahan usus.

Lidah buaya telah digunakan sejak lama untuk meringankan serta menyembuhkan sakit maag karena mengandung zat anti bakteri dan khasiat penyembuhan lain yang bisa memulihkan kesehatan lapisan lambung.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan

Enzim-enzim lidah buaya memecah protein yang kita makan menjadi asam amino dan mengubah enzim-enzim menjadi bahan bakar bagi setiap sel dalam tubuh. Hal ini akan mengoptimalkan fungsi sel-sel tubuh. Enzim bradikinase merangsang sistem kekebala dan membasmi berbagai infeksi.

Kandungan zink dari lidah buaya juga bagus untuk mengatasi masalah kekurangan zink yang berdampak pada fungsi kekebalan tubuh. Zink bertugas membantu mengatasi berbagai penyakit, membunuh bakteri, dan melindungi fungsi dari membran-membran sel.

Sebuah laporan tahun 2014 membuktikan khasiat lidah buaya sebagai antiseptik, anti inflamasi, anti virus, dan anti jamur. Juga sangat bagus dalam mengoptimalkan sistem kekebalan tanpa menyebabkan reaksi alergi atau efek samping.

8. Menyediakan Antioksidan dan Mengurangi Peradangan

Peradangan kronis adalah akar dari sebagian besar penyakit. Lidah buaya menyediakan sejumlah besar vitamin dan mineral yang membantu mengurangi peradangan serta mengatasi kerusakan akibat radikal bebas.

Contohnya, vitamin A berperan penting dalam mempertahankan kesehatan mata, fungsi neurologis, dan kesehatan kulit karena bertindak sebagai antioksidan yang mengurangi peradangan. Sedangkan vitamin C sanggup melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), penyakit mata, dan bahkan kerutan kulit. Dan vitamin E sebagai antioksidan kuat juga mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, mengatasi peradangan, serta membantu memperlambat penuaan sel secara alami.

Kemampuan antioksidan milik lidah buaya juga bermanfaat jika Anda sering terpapar asap rokok atau sinar UV dari matahari—mereka melindungi kulit dari ancaman kanker serta mengatasi peradangan kulit akibat paparan cahaya matahari. Kegunaan lidah buaya juga bagus untuk mengobati jerawat dan eksem. Juga ada enzim bradikinase yang membantu menekan peradangan berlebih jika dioleskan ke permukaan kulit.

9. Memulihkan Diabetes

Sejumlah bukti ilmiah menunjukkan bahwa lidah buaya sanggup meringankan hiperglikemia kronis dan gangguan profil lipid yang umum dialami penderita diabetes dan juga merupakan faktor risiko utama untuk komplikasi kardiovaskular. Hal ini menambahkan daftar manfaat lidah buaya sebagai obat diabetes alami.

Dalam dua uji coba klinis, sebanyak 72 wanita penderita diabetes yang tidak menjalani terapi obat diberikan 1 sendok makan gel lidah buaya atau plasebo selama 6 minggu. Hasilnya, kadar gula darah dan serum trigliserida menurun secara signifikan pada pasien yang diberikan lidah buaya.

Itulah 9 khasiat lidah buaya yang didukung oleh bukti ilmiah. Di Indonesia kita beruntung karena cukup mudah untuk mendapatkan lidah buaya, bahkan mungkin di pekarangan rumah kita sudah ada tanaman ini. Di pasaran juga banyak tersedia produk lidah buaya atau aloe vera—dalam bentuk gel, lateks, sari, dan ekstrak.

Tapi di samping banyaknya manfaat lidah buaya, ada juga catatan penting seputar kegunaan lidah buaya. Lateks lidah buaya sebaiknya jangan dikonsumsi dalam jumlah banyak, karena bisa menimbulkan efek samping seperti sakit perut dan kram otot. Penggunaannya dalam jangka panjang dan jumlah besar juga dapat menyebabkan diare, masalah ginjal, urin berdarah, lemah otot, dan masalah jantung.

Juga jangan konsumsi lidah buaya, entah bagian gel ataupun lateks-nya, jika Anda sedang hamil atau menyusui. Ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa lidah buaya menyebabkan keguguran dan cacat lahir. Anak-anak di bawah 12 tahun juga mungkin mengalami sakit perut, kram, dan diare, jadi tidak disarankan untuk anak-anak. Demi keamanan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi lidah buaya.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}