7 Cara Gampang Mengatasi Leher Kaku dan Tegang

902
rd.com

Diedit:

Tampaknya masalah leher kaku dan tegang sudah menjadi masalah umum masyarakat modern, terutama mereka yang sering duduk lama di depan komputer. Selain itu, sakit leher seperti ini juga mungkin disebabkan oleh salah posisi tidur, atau akibat otot tertarik karena mengangkat beban terlalu berat.

Penyebab lainnya mungkin karena cemas dan stres sehingga otot-otot leher menjadi tegang, karena cedera yang memengaruhi leher, atau diakibatkan oleh penyakit seperti artritis rematoid, meningitis, bahkan kanker.

Gejala utama dari masalah ketegangan pada leher adalah rasa sakit, nyeri, dan kesulitan menggerakkan leher, terutama ketika ingin menoleh. Kadang-kadang, leher kaku juga bisa menimbulkan sakit di kepala, pundak, atau lengan.

Masalah ini biasanya bukan sesuatu yang serius dan tidak membutuhkan perawatan intens, tapi tetap saja akan mengganggu aktivitas sehari-hari serta membuat Anda susah tidur. Akhirnya, masalah menjadi lebih buruk akibat kurang tidur.

Walaupun bisa sembuh sendiri setelah beberapa hari atau minggu, namun Anda bisa mempercepat penyembuhan leher kaku dan tegang dengan beberapa cara sederhana. Berikut adalah 10 cara mengatasi leher tegang yang sederhana dan mudah dilakukan.

1. Pijatan

Pijatan adalah cara bagus untuk mengatasi leher kaku. Dengan pijatan yang lembut , otot-otot yang tegang bisa dikendurkan sekaligus melancarkan peredaran darah. Pada akhirnya hal ini akan membantu mengurangi kekakuan serta membantu Anda lebih mudah tidur.

  • Mandilah air hangat untuk merilekskan otot-otot.
  • Hangatkan minyak zaitun dengan microwave.
  • Oleskan minyak itu ke area leher yang terasa kaku dan sakit.
  • Pijatlah dengan gerakan yang tegas tapi lembut selama beberapa menit.

Jika Anda tidak bisa memijat leher Anda sendiri, mintalah bantuan teman atau ahli pijat profesional.

2. Olahraga Leher

Melakukan sejumlah gerakan olahraga leher dapat sangat bermanfaat untuk mengatasi leher kaku. Lakukanlah gerakan-gerakan ini untuk meredakan ketegangan leher akibat otot-otot yang kaku dan tertarik.

  • Duduk tegak, sambil menjaga tubuh tetap rileks.
  • Anggukkan kepala ke depan (ke arah dada) dan dongakkan ke atas (menghadap ke atap). Ulangi gerakan ini selama beberapa menit.
  • Miringkan kepala ke arah kanan dan kiri secara bergantian (memiringkan kepala mendekati bahu). Ulangi gerakan ini selama beberapa menit.
  • Tanpa membalikkan badan, secara perlahan putar kepala menghadap ke arah kanan dan kiri secara bergantian. Ulangi gerakan ini selama beberapa menit.
  • Akhiri olahraga leher ini dengan beberapa gerakan memutar bahu secara perlahan.

Catatan: Jangan lakukan gerakan-gerakan olahraga leher di atas jika menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.

Untuk mencegah leher kaku, cobalah berenang secara rutin. Olahraga renang meningkatkan kekuatan leher dan punggung. Tapi pastikan Anda sudah belajar teknik renang yang baik dan tidak berenang berlebihan.

3. Kompres Dingin

Atasi sakit leher akibat kaku dengan kompres dingin. Suhu dingin membantu meredakan rasa sakit dan membatasi penumpukan asam laktat—produk sisa metabolisme otot yang dapat menimbulkan rasa sakit.

  • Balut beberapa es batu dengan handuk tipis.
  • Tempelkan ke area leher yang terasa sakit atau kaku selama 10 – 15 menit.
  • Ulangi lakukan ini setiap 2 jam sekali selama 2 hari.

Jika tidak punya es batu, Anda juga bisa gunakan sekantung kacang polong beku sebagai penggantinya. Tapi jangan langsung tempelkan es batu atau kantung kacang beku ke kulit.

4. Terapi Panas

Jika Anda tidak merasa lebih enak setelah 2 hari menggunakan kompres dingin, cobalah terapi panas. Suhu panas berguna meningkatkan aliran darah, sehingga bisa mengurangi kekakuan pada leher.

  • Tempelkan kompres panas ke leher selama setidaknya 10 menit. Ulangi 3 – 4 kali sehari sampai merasa lebih baik. Benda-benda yang bisa digunakan sebagai kompres panas misalnya heating pad, botol berisi air panas, heat wrap, atau handuk yang dibasahi air panas.
  • Juga, coba mandi dengan shower air panas yang diarahan langsung ke leher selama sekitar 5 menit. Jangan gerakkan leher saat melakukannya. Ulangi ini 2 – 3 kali sehari.

5. Garam Epsom

Garam epsom, terbuat dari senyawa kimia magnesium sulfat, mampu membantu meringankan sakit leher akibat tegang atau kaku.

Ini membantu meregulasi aktivitas dari berbagai enzim dalam tubuh serta memperbaiki sirkulasi darah. Sehingga pada akhirnya dapat mengurangi ketegangan dan stres pada otot.

  • Tambahkan 2 cangkir garam Epsom ke dalam bak mandi yang dipenuhi air hangat.
  • Berendamlah dalam bak mandi ini dengan merendam area leher selama 15 – 20 menit.
  • Lakukan ini sampai 3 kali seminggu.

Catatan: Jangan gunakan cara ini jika Anda mengidap gangguan ginjal atau diabetes.

6. Minyak Peppermint

Minyak peppermint memiliki mentol yang membantu meringankan masalah leher kaku. Selain itu, kemampuan analgesik yang dimilikinya akan membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan lainnya.

  • Hangatkan 2 sendok teh minyak zaitun dengan microwave selama beberapa detik. Tambahkan beberapa tetes minyak esensial peppermint ke dalamnya. Dengan perlahan pijatlah area leher dengan minyak hangat ini. Lakukan ini 2 kali sehari selama 2 hari.
  • Alternatifnya, tambahkan 2 tetes minyak peppermint ke dalam semangkuk besar air dingin. Rendam kain waslap di dalamnya, lalu tempelkan ke area leher kaku selama 10 – 15 menit. Ulangi sebanyak yang Anda butuhkan.

Catatan: Minyak peppermint tidak cocok digunakan untuk anak-anak atau mereka yang punya kulit sensitif.

7. Cuka Apel

Cuka apel mempunyai kemampuan antioksidan dan anti-inflamasi yang membantu mengatasi leher tegang. Bukan hanya itu, cuka apel juga bisa mencegah ketegangan dan nyeri otot yang terkait dengan kekurangan nutrisi tertentu.

  • Rendam serbet kertas/tisu makan di dalam cuka apel raw, unfiltered. Tempelkan ke area leher yang sakit. Biarkan di sana selama beberapa jam. Lakukan cara ini dua kali sehari sampai Anda merasa lebih enak.
  • Pilihan lainnya, tambahkan 2 cangkir cuka apel ke dalam bak mandi berisi air suam-suam kuku. Berendamlah di dalamnya selama setidaknya 15 menit sekali sehari sampai leher kaku benar-benar pulih.

Segera periksakan ke dokter jika masalah leher kaku tak kunjung pulih setelah seminggu, atau jika disertai dengan keluhan demam tinggi, berat badan turun drastis, menurunnya koordinasi saraf (misalnya sulit berjalan), dan terus-terusan buang air.

Setelah Anda berhasil memulihkan sakit leher akibat kaku atau tegang, ada baiknya Anda juga berupaya mencegahnya agar tidak lagi kambuh. Banyak orang menderita leher kaku karena posisi kursi dan meja kerjanya tidak ergonomis. Jadi coba sesuaikan posisi kursi sehingga kaki bisa menyentuh lantai dan lengan bisa disandarkan di meja. Pastikan juga posisi layar komputer sejajar dengan mata Anda.

Kalau pekerjaan Anda mengharuskan untuk duduk dalam waktu lama, sebaiknya carilah waktu untuk beristirahat sebentar-sebentar selama beberapa menit. Sewaktu beristirahat, gerakkan otot-otot tubuh, termasuk otot leher, sehingga tidak terjadi leher kaku.

Advertisement
Alinesia