3 Alasan Kenapa Kanker Di Dunia Semakin Meningkat


By Cindy Wijaya

Berdasarkan prediksi WHO pada tahun 2030, kasus kanker di dunia akan meningkat hingga 60%. Angka ini jelas bukan muncul begitu saja, tetapi merujuk pada sejumlah fakta peningkatan kasus kanker dari tahun ke tahun di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan statistik kanker yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health, pada tahun 2010 angka kasus kanker baru mencapai angka 1,52 juta. Dan pada tahun 2011 kasus kanker baru mencapai 1,59 juta. Angka ini kembali meningkat pada tahun 2012 hingga mencapai angka 1, 63 juta. Hingga berdasarkan data tahun 2015 status kanker baru dunia mencapai angka 1, 68 juta.

Dari data ini saja sudah bisa disimpulkan dari tahun ke tahun tetap ada peningkatan jumlah kasus baru. Yang kemudian menjadi pertanyaan, kenapa kasus kanker bisa terus meningkat? Apa sebenarnya yang menjadi penyebab peningkatan ini?

Seorang pakar hematologi dan onkologi, Dr. Bhavesh Balar, dari CentraState Medical Center sekaligus sebagai Direktur dari Regional Cancer Care Associates, mencoba menjawab pertanyaan tersebut dalam sebuah ulasannya pada Livescience.com.

Menurut Dr. Bhavesh, ada tiga alasan utama kenapa terjadi peningkatan kasus kanker dalam 50 tahun belakangan ini. Dan ketiga alasan tersebut adalah:

Ada Banyak Populasi Manula di Dunia

Kita ketahui bersama bahwa kasus kanker lebih dominan terjadi pada kalangan manula. Menurut data WHO setidaknya lebih dari 77% penderita kanker adalah kalangan berusia di atas 55 tahun.

Dan data menarik yang bisa kita jadikan satu kesimpulan, seiring dengan meningkatnya kasus kanker dari tahun ke tahun, terjadi pula peningkatan jumlah manula di dunia. Ada satu masa pada era 50 sampai 60-an dimana jumlah kelahiran di dunia relatif sangat tinggi, bahkan jauh di atas angka kelahiran era berikutnya di tahun 70-an hingga kini. Dan dari angka kelahiran yang tinggi itulah kemudian para manula saat ini berasal.

Kabar buruknya, kelompok populasi ini pada masa produktifnya mengembangkan gaya hidup yang jauh dari kata sehat. Mereka belum sepenuhnya menyadari sebagian dari gaya hidup yang mereka jalankan membahayakan kesehatan mereka.

Bersumber pada National Cancer Institutes, angka rata-rata usia tertua yang dicapai kalangan manula berada pada kisaran 79 tahun. Sedangkan rata-rata serangan kanker terjadi pada usia 73 tahun.

Masalah Obesitas yang Semakin Meningkat

Menurut sumber The American Society of Clinical Oncology pada salah satu rilisnya di tahun 2014, dikatakan bahwa masalah berat badan dan obesitas bisa menjadi penyebab kematian termasuk pula penyebab kanker yang lebih dominan daripada rokok. Kesadaran masyarakat akan bahaya rokok ternyata lebih baik dari kesadaran masyarakat akan pola makan sehat dan berat badan ideal.

Menurut sumber Cancerresearchuk.org, dijelaskan bahwa kegemukan menyebabkan lemak berlebih dalam tubuh mempengaruhi secara signifikan produksi hormon dan metabolisme protein tertentu dalam tubuh. Pengaruh hormon dan protein tertentu inilah yang memicu terjadinya perubahan sistem genetik dan regenerasi sel dalam tubuh.

Bersamaan dengan itu, lemak berlebih ini juga terbukti memberikan efek negatif terhadap kinerja sistem imunitas. Imunitas tidak menghasilkan antigen yang penting untuk proses daya tahan tubuh terhadap oksidasi sel.

Sedangkan melemahnya imunitas menyebabkan tubuh lebih mudah mengalami inflamasi. Inflamasi yang berketerusan dan tidak teratasi dengan tuntas bisa merusak kinerja regenerasi sel. Kondisi tersebut bisa memicu terjadinya pembentukan sel abnormal yang mengacu pada kanker dan tumor.

Pengaruh Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Selama bertahun-tahun kebanyakan dari kita telah menjalankan pola hidup yang tidak sehat dan membiarkan efek samping dari semua gaya hidup salah in terhimpun dalam tubuh, membentuk iklim karsinogen dalam tubuh dan akhirnya berkembang menjadi terbentuknya sel kanker.

Sebagian dari kita selama ini tidak menyadari beberapa dari makanan yang Anda asup, hal-hal kecil di sekitar Anda adalah karsinogen dan memicu terbentuknya iklim dalam tubuh yang nyaman untuk pertumbuhan sel kanker.

Karsinogen bisa terbentuk hanya dari makanan panggangan yang lazim Anda makan, dari piring yang Anda gunakan alas makan, air yang sehari-sehari Anda minum, makanan dengan bahan pengawet dan bahan perasa, konsumsi buah yang berlebihan dan lain sebagainya.

Beberapa kondisi seperti kelembaban dan keseimbangan asam dan basa dalam tubuh yang terabaikan juga bisa menjadi pemicu. Kedua kondisi tersebut bisa memudahkan masuknya virus HPV dalam tubuh. Virus ini demikian ganas dan bisa memicu terjadinya kerusakan sel yang berat dan mengacu pada pembentukan sel kanker.

Apa yang terjadi saat ini adalah hasil panen dari apa yang Anda jalankan sebelumnya. Dan demikian pula dengan tingginya kasus kanker di dunia. Kasus kanker yang tinggi diduga karena efek dari tingginya kalangan manula yang tidak menjaga pola makan mereka dengan seimbang di usia muda.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}