12 Langkah Terbaik Mencegah Kanker: Bagian 1

185

Diedit:

Bila bagi Anda kanker terdengar cukup menakutkan dan membuat bulu kuduk berdiri, maka penting bagi Anda untuk membaca informasi ini. Kali ini kami bukan bicara soal bagaimana cara mengatasi dan mengobati kanker, tetapi bagaimana cara terbaik untuk mencegah kanker.

Pada dasarnya setiap orang memiliki risiko untuk mengidap kanker. Hanya saja dalam tingkatan berbeda. Sejumlah aspek mempengaruhi tinggi dan rendahnya risiko seseorang untuk mengidap kanker. Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi seseorang lebih berisiko terhadap kanker antara lain faktor keturunan, aspek gaya hidup dan pola makan, pengelolaan stress, kebersihan, dan lingkungan.

Kanker sebenarnya berasal dari sel sehat dalam tubuh manusia yang tergiring untuk mengalami penyimpangan pertumbuhan akibat aspek-aspek eksternal dan internal yang bersifat karsinogenik dan memberi efek oksidasi terhadap sel. Kondisi dimana sel akan rusak, kemudian tumbuh dengan cara abnormal dan akhirnya menjadi agresif dan tumbuh melebihi yang seharusnya.

Untuk itu, penting untuk kita pahami, bahwa sejumlah cara akan memberi Anda banyak manfaat untuk menurunkan risiko Anda terhadap kanker. Meski tidak ada satupun jaminan bahwa Anda akan terbebas dari kanker, tetapi dengan beberapa cara berikut setidaknya Anda tidak dalam risiko yang tinggi. Dan beberapa langkah terbaik untuk mencegah kanker tersebut antara lain :

1. Mengurangi asupan makanan manis dan karbohidrat

Sejak lama kita sudah terdoktrin bahwa tubuh membutuhkan karbohidrat untuk mendapatkan energi. Namun dalam sejumlah temuan terkini, pandangan ini kini mulai terbantahkan.

Tidak mengatakan bahwa tubuh tidak membutuhkan karbohidrat dan gula, tetapi sebenarnya sifatnya tidak semutlak yang sebelumnya kita ketahui. Bahkan ketika Anda berlebihan dengan karbohidrat dan gula, sebenarnya risiko Anda terhadap kanker juga akan turut meningkat.

Perlu Anda tau bahwa sejumlah komponen zat pati termasuk gula terutama jenis fruktosa olahan merupakan salah satu makanan utama dari sel kanker. Sedang kadar insulin yang berlebihan dalam tubuh mendorong kondisi karsinogenesis.

Insulin sendiri otomatis akan meningkat seiring dengan meningkatnya kadar gula dalam darah mengingat fungsinya sebagai regulator kadar gula darah. Sedang karsinogenesis adalah kondisi tubuh yang akan melemahkan sel dan memberi kecenderungan DNA sel untuk bekerja menyimpang.

Jadi penting untuk Anda mengendalikan asupan harian Anda dan memperhatikan dengan cermat komposisi karbohidrat dan jumlah gula yang Anda asup setiap harinya. Hindari gula olahan seperti sirup dan gula tepung yang ternyata justru lebih berbahaya bagi tubuh.

Baca juga:  Bisakah Tetap Bahagia Walau Mengidap Kanker?

2. Hindari makanan hasil rekayasa genetika

Sebelumnya dunia berbangga dengan kemampuanya dalam menemukan terobosan-terobosan hebat dalam dunia pertanian, peternakan dan pangan dengan sejumlah ibit-bibit unggul yang mampu tumbuh lebih cepat, tahan hama dan bebas penyakit dengan produksi yang lebih tinggi dan cepat.

Yang tidak banyak disadari di masa lalu sesuatu yang tidak alami seperti ini ternyata membawa unsur karsinogen di dalamnya. Sejumlah riset menemukan bahwa makanan yang dibuat dari bahan-bahan hasil rekayasa genetika terbukti membawa unsur-unsur pendorong kanker. Beberapa bahkan diduga berkaitan dengan kerentanan masyarakat modern akan penyakit degeneratif di usia dini, masalah kesehatan otak anak dan lain sebagainya.

Pastikan untuk mengonsumsi makanan dari bahan-bahan lokal, yang tumbuh organik dan dalam kondisi segar. Hindari makanan yang sudah terlalu lama disimpan dalam lemari pendingin juga hindari sayuran atau buah impor yang tidak dijamin pengemasannya.

3. Jaga keseimbangan kadar asam lemak

Salah satu aspek penting yang perlu Anda konsumsi untuk mencegah kanker adalah asam lemak. Namun ternyata Anda tidak bisa begitu saja mengonsumsi asam lemak . Perlu Anda tau meski asam lemak bisa bekerja sebagai anti kanker, ternyata ketika kadar asam lemak tidak seimbang justru bisa memicu kondisi karsinogenesis.

Asam lemak sendiri terbagi dalam sejumlah formula, termasuk asam lemak omega 3, asam lemak omega 6 dan asam lemak omega 9. Di sini penting untuk menjaga keseimbangan antara asam lemak omega 3 dengan omega 6.

Titik normal rasio antara asam lemak omega 3 dan omega 6 adalah 4 : 1. Artinya Anda memang disarankan mengonsumsi asam lemak omega 3 dalam kadar lebih tinggi seperti ikan laut dalam atau daging merah.

Tetapi tetap penting untuk Anda imbangi pola makan Anda dengan sumber makanan asam lemak omega 6 seperti dengan mengonsumsi kacang-kacangan, minyak essensial nabati dan lain sebagainya. Kadarnya memang lebih terbatas namun tetap dibutuhkan oleh tubuh.

4. Pertahankan level vitamin D

Riset membuktikan bahwa menjaga level vitamin D dalam kadar relatif tinggi akan sangat membantu menurunkan risiko seseorang mengidap kanker. Konsumsi makanan dengan kadar vitamin D yang memadai, dan pastikan Anda terekspos cahaya matahari pagi setiap harinya untuk membantu tubuh lebih efektif menyerap vitamin D yang Anda asup.

Bahkan dikatakan bahwa seseorang mutlak untuk mengonsumsi suplemen vitamin D. Dorongan ini berdasar pada fakta asupan vitamin D pada setiap orang rata-rata tidak bisa optimal. Bahkan pada kasus kanker, pasien disarankan mengonsumsi vitamin D sebanyak 90 ng/ml.

Baca juga:  Panduan Deteksi Dini Kanker: 20 Tanda dan Gejala Kanker yang Patut Dicurigai

Vitamin D berperan besar dalam mencegah kerusakan sel yang memicu kanker. Juga baik untuk membantu sel-sel tubuh bekerja dalam fungsinya. Dan itu sebabnya asupan vitamin D jelas menjadi salah satu hal yang wajib Anda konsumsi.

5. Atur asupan protein dan lemak

Sementara Anda diminta mengendalikan diri dengan mengurangi kadar karbohidrat dan gula ternyata tubuh justru sangat membutuhkan protein dan lemak. Protein dan lemak merupakan dua nutrisi essensial yang berperan dalam proses perbaikan sel, regenerasi seldan mengatasi kecenderungan sel untuk berubah menjadi sel kanker.

Namun berlebihan dengan protein ternyata juga tidak tepat. Sebagian besar protein akan menghasilkan sisa residu setelah diolah dan diserap tubuh. Residu yang akan memberatkan fungsi hati. Hati sendiri sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menekan kadar toksin dalam tubuh. Bila fungsi hati menurun, maka risiko untuk tubuh Anda terkontaminasi toksin akan lebih tinggi. Kadar aman untuk protein adalah 1 gram untuk tiap kilogam berat badan Anda.

Di sisi lain Anda disarankan untuk mengonsumsi lemak dengan bijak. Hindari lemak jenuh untuk mencegah masalah degeneratif dan sirkulasi darah, namun lemak tak jenuh akan sangat membantu menjaga sel-sel dalam tubuh memanfaatkan protein dengan efektif. Itu sebabnya penting untuk Anda memadukan lemak dan protein bersamaan.

6. Makanan probiotik

Probiotik adalah asupan makanan yang nantinya akan menunjang kadar bakteri sehat dalam pencernaan. Fungsinya memang tidak secara langsung menambahkan kadar bakteri tetapi membantu memberi makan bakteri baik. Bakteri baik yang mendapatkan asupan makanan mencukupi jelas akan berkembang dengan optimal pula.

Dan yang sangat menarik adalah,bakteri baik dalam kadar tinggi akan sangat membantu mencegah terbentuknya inflamasi, mengatasi masalah ketidak seimbangan ph yang pada akhirnya membantu mencegah kanker.

Berbagai riset menunjukkan sepertiga kematian akibat kanker bisa dihindari melalui pencegahan dan sepertiga lainnya melalui deteksi dini dan pengobatan. Namun, pencegahan kanker secara dini perlu dilakukan agar tidak terlalu membebani pasien dan keluarganya dalam membiayai pengobatan penyakit tersebut.

Artikel ini telah menjelaskan 6 langkah pertama dari 12 langkah terbaik mencegah kanker. Bagaimana dengan 6 langkah berikutnya? Kami akan membahas mengenai ini dalam ulasan artikel selanjutnya: 12 Langkah Terbaik Mencegah Kanker—Bagian 2.

AdvertisementSimplisia.com