10 Makanan Penyebab Kanker yang Paling Harus Kita Hindari

583
Bigstock

Diedit:

0
()

Anda pasti sudah tahu seberapa parah dampak dari kanker. Anda tahu bahwa kanker berpengaruh pada seluruh segi kehidupan penderitanya—secara mental, emosi, keuangan, kerohanian, dan tentunya secara fisik. Penyakit ini dapat mengakibatkan stres pada pikiran dan tubuh, juga pada hubungan pasien dengan teman dan keluarga.

Bahkan pengobatan kanker pun bisa membuat penderitanya sulit melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan, sebagai orang tua, pekerja, atau manusia pada umumnya. Tidak ada aspek kehidupan yang tidak tersentuh oleh kanker. Penyakit ini adalah musuh yang melelahkan untuk dilawan dan mustahil bagi orang yang belum pernah merasakannya untuk sepenuhnya mengerti seberapa parah dampaknya bagi kehidupan.

Orang-orang sering bicara soal “obat kanker” yang diproduksi oleh industri kesehatan. Tetapi ingatlah nasihat bijak yang sudah kita dengar sejak kecil, “mencegah lebih baik daripada mengobati”, dan ini jauh lebih masuk akal dalam kasus kanker.

Situs ini sudah beberapa kali membahas berbagai jenis makanan anti-kanker yang mampu menurunkan risiko kanker. Sekarang, artikel ini akan membantu Anda mengetahui apa saja makanan penyebab kanker yang secara aktif meningkatkan kemungkinan Anda untuk terserang kanker.

Terdapat beberapa kasus dimana makanan-makanan ini dengan cepat memicu kanker, tetapi seringnya mereka baru akan menimbulkan penyakit kanker setelah bertahun-tahun dikonsumsi.

Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari setengah kasus kanker sebenarnya dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup.

Tahun 2012, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 14 juta kasus baru kanker, yang mengakibatkan lebih dari 8.2 juta kematian di seluruh dunia. Mereka menduga angka-angka ini akan meroket selama dua puluh tahun ke depan hingga 70% secara global!

Lima jenis kanker utama pada pria: Paru-paru, prostat, usus besar/kolorektal, lambung, dan hati.

Lima jenis kanker utama pada wanita: Payudara, usus besar/kolorektal, paru-paru, serviks, dan lambung.

Kita bisa lihbahwa beberapa jenis kanker yang paling umum (dan agresif) berkaitan dengan sistem gastrointestinal (pencernaan). Sistem ini meliputi fungsi tubuh Anda untuk mengolah makanan yang dikonsumsi, mendistribusikannya ke seluruh tubuh sesuai kebutuhan, serta melakukan yang terbaik untuk membuang sisa racun-racun.

Jelaslah bahwa pencernaan adalah area utama kehidupan sehari-hari kita yang secara dramatis memengaruhi pencegahan kanker—dan akhirnya kelangsungan hidup kita. Makanan dan minuman yang kita konsumsi sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

Beberapa jenis makanan lebih jahat daripada jenis lain dan memperbesar risiko kita untuk menderita berbagai penyakit. Kanker hanyalah salah satunya, namun makanan pemicu kanker yang akan dijelaskan di bawah ini juga bisa memicu penyakit jantung, diabetes, peradangan kronis, dan masih banyak lagi.

  • Makanan Hasil Rekayasa Genetika (Transgenik)

    Industri tanaman rekayasa genetika sedang berkembang pesat dan terus menyusupkan produk-produknya ke industri makanan. Ada banyak jagung dan kedelai sekarang telah dimodifikasi secara genetik. Teknik yang cukup baru ini menjadi sumber dari banyak perdebatan.

    Para ahli sepakat bahwa belum ada cukup uji coba sebelum memasukkan makanan transgenik ke dalam bahan-bahan dari berbagai produk makanan. Dengan kata lain, tidak ada—termasuk para petani dan produsen makanan transgenik—yang mengetahui apa dampak jangka panjang produk mereka terhadap kesehatan manusia.

    Kita sebaiknya cari produk makanan yang memiliki label bebas transgenik, atau belilah makanan organik yang selalu berarti makanan tersebut tidak dimodifikasi secara genetik.

  • Popcorn Microwave

    Mulai dari kantong kemasannya yang dipenuhi kimiawi sampai ke isinya, microwave popcorn berada di pusat perdebatan kanker paru-paru di seluruh dunia. Tidak hanya jagung dan minyak yang dikandungnya kemungkinan adalah transgenik (kecuali berlabel organik), asap yang dari penyedap mentega buatan juga mengandung diacetyl yang beracun bagi manusia.

    Jadi buatlah popcorn organik bikinan sendiri dengan cara tradisional—rasanya lebih enak, tidak melepaskan asap beracun, dan merupakan pilihan yang lebih sehat untuk keluarga kita.

  • Makanan Kaleng

    Kebanyakan kaleng dilapisi dengan produk bernama bisfenol-A (BPA), yang telah diperlihatkan mampu secara genetik mengubah sel-sel otak tikus percobaan. Banyak barang plastik, kertas struk, dan pipa air juga mengandung BPA.

    Lindungilah DNA di dalam tubuh kita dengan membeli sayuran segar atau beku yang tidak ditambahkan bahan tambahan untuk hidangan keluarga. Ini lebih baik untuk kita dan tersedia di pasar sepanjang tahun.

  • Daging Bakar/Panggang

    Meskipun rasa daging panggang lezat, tapi para peneliti telah mengungkap bahwa mengolah makanan dengan cara dibakar—terutama daging olahan seperti sosis—melepaskan karsinogen penyebab kanker bernama amina aromatik heterosiklik.

    Ketika Anda membakar daging merah hingga matang, itu mengubah struktur kimiawi dan molekular daging tersebut. Jadi lebih baik kita mengolah daging dengan teknik broiling, atau menaruh daging di atas wajan daripada di atas jeruji kawat panggangan.

  • Gula Halus

    Makanan penyebab kanker yang terutama (sejauh ini) adalah sirup jagung berfruktosa tinggi dan gula halus lainnya. Bahkan gula cokelat juga termasuk jenis gula putih yang sangat dihaluskan tapi dibubuhi dengan molase sehingga berwarna kecokelatan.

    Gula halus (dan makanan yang dibuat darinya) adalah penyebab utama kenaikan drastis insulin serta memberi makan pertumbuhan sel-sel kanker. Sekarang ahli onkologi mulai menggunakan pengobatan diabetes untuk melawan sel kanker, jadi tidak ada keraguan bahwa sel-sel kanker yang bermutasi menyukai gula.

  • Makanan yang Diasinkan, Diawetkan, dan Diasap

    Makanan pemicu kanker ini biasanya mengandung bahan pengawet, seperti nitrat, yang dimaksudkan untuk memperpanjang usia penyimpanan. Bahan pengawet yang digunakan dalam makanan olahan bisa menumpuk di dalam tubuh kita.

    Dan pada akhirnya, racun-racun itu menimbulkan kerusakan pada tingkat selular lalu memicu penyakit-penyakit seperti kanker. Sewaktu makanan asap dimasak dalam suhu tinggi, maka kandungan nitrat di dalamnya berubah menjadi nitrit yang jauh lebih berbahaya.

  • Minuman Soda dan Karbonat

    Selama lebih dari dua puluh tahun, soda telah menjadi pusat dari perdebatan kesehatan mengenai makanan penyebab kanker. Minuman yang dipenuhi dengan sirup jagung berfruktosa tinggi, pewarna, dan bahan kimiawi lainnya ini sangat buruk bagi setiap aspek kesehatan kita.

    Minuman ini tidak memiliki kandungan nutrisi tetapi justru merampas nutrisi tubuh yang kita peroleh dari makanan lain. Jika ada tambahan label “diet” di minuman ini, itu berarti kita kemungkinan mengonsumsi aspartam—yang bisa bersifat racun dalam tubuh kita.

  • Tepung Putih

    Ketika tepung sudah dihaluskan, maka semua kandungan nutrisinya juga ikut hilang. Kemudian tepung diputihkan dengan gas klorin untuk membuatnya tampak lebih menarik. Indeks glikemik untuk tepung putih sangatlah tinggi—artinya bisa menaikkan kadar insulin tanpa memberikan asupan nutrisi.

    Karbohidrat diubah menjadi gula oleh tubuh kita, jadi kelebihan makanan yang mengandung tepung putih bisa memicu terjadinya resistensi insulin. Gula sederhana (seperti karbohidrat halus) merupakan sumber bahan bakar yang disukai oleh kanker.

  • Ikan Ternak

    Pertanian ikan komersial memiliki sangat banyak jumlah ikan yang diternak, di lingkungan yang penuh sesak. Bahkan di Amerika Serikat, lebih dari 60% ikan salmon yang dikonsumsi masyarakat berasal dari peternakan yang menggunakan antibiotik, pestisida, dan bahan kimia karsinogen lainnya untuk mengendalikan wabah bakteri, virus, dan parasit akibat menaruh terlalu banyak ikan di dalam tempat sempit.

    Ikan salmon yang diternak seperti ini juga tidak memiliki kandungan asam lemak omega-3 sebanyak yang dipunyai ikan salmon liar (ditangkap dari laut).

  • Minyak Terhidrogenasi

    Minyak sayur secara kimia diekstrak dari sumbernya, kemudian ditangani secara kimia, lalu lebih banyak bahan kimia lagi ditambahkan untuk mengubah aroma serta rasanya. Minyak-minyak ini dilengkapi dengan asam lemak omega-6 tak sehat dan telah terbukti sanggup mengubah struktur dari selaput-selaput sel dalam tubuh kita.

Baca juga:  Kanker Kepala dan Leher: Waspada Kanker di Hidung Sampai Tenggorokan!

Disamping menghindari ke-10 makanan pemicu kanker seperti di atas, pastikan juga untuk menghindari makanan yang berlabel “diet”, “light”, atau “fat-free”. Untuk menghilangkan lemak atau kalori alami, produsen makanan menggantikannya dengan bahan kimiawi yang justru berbahaya bagi tubuh.

Jadi daripada mengonsumsi produk-produk makanan yang diklaim “sehat bagi Anda”—lebih baik kita mengikuti 4 tips pola makan anti-kanker yang gampang ini:

  • Makanlah yang organik kapan pun itu mungkin.
  • Pilihlah produk makanan mentah atau beku yang bersih jika tidak tersedia produk makanan segar yang baik di daerah Anda.
  • Penuhilah setengah piring makan dengan sayuran. Jika kita memakan daging atau makanan hewani lain, pastikan hewan-hewan sumbernya diberi makan rumput segar. Gunakan hanya minyak berkualitas tinggi seperti minyak zaitun.
  • Batasilah sesedikit mungkin asupan tepung dan gula.

Menghilangkan makanan-makanan pemicu kanker bukan cuman menurunkan risiko kanker kita, tetapi kita juga akan merasa (dan terlihat) lebih baik dari luar maupun dalam tubuh. Setelah Anda sudah tahu apa saja makanan penyebab kanker yang paling utama, apa yang akan Anda lakukan?

Tentu adalah langkah yang masuk akal dan bijaksana jika kita berupaya menghilangkan apa pun yang membahayakan kehidupan, meskipun itu adalah makanan lezat yang kita sukai. Kemudian usahakanlah mengikuti pola makan serta gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan kita dalam jangka panjang.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 tidak bermanfaat / 5 sangat bermanfaat)

Rating: / 5. Pemilih:

Ikuti media sosial kami untuk terus terhubung dengan deherba.com!

Maaf sekali artikel ini belum bermanfaat untuk Anda

Bantu kami untuk meningkatkan artikel ini!

Beritahukan apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan mutu artikel ini?