Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Penyakit TBC Penyakit TBC health.com

Tuberkulosis—Waspadai Penularan dan Gejala-Gejalanya

Kasus tuberkulosisdi Indonesia di tahun 2014 mencapai angka 460.000 kasus baru setiap tahunnya, demikianlah laporan yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Laporan serupa tahun 2015 kemudian merevisi angkanya naik menjadi 1 juta kasus baru setiap tahun. Ini menempatkan Indonesia di posisi kedua negara terbanyak kasus penyakit ini.

Mengingat tingginya kasus penyakit ini di Indonesia, itu artinya Anda juga harus waspada terhadap tuberkulosis. Tuberkulosis—atau yang sering disingkat sebagai TBC—adalah penyakit akibat infeksi menular yang biasanya menyerang paru-paru. Infeksi ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti otak dan tulang belakang.

Bagaimana Penularan TBC?

TBCmenyebar melalui air, sama seperti penyebaran sakit pilek atau flu. Sedikit cairan mengandung bakteri keluar dari mulut seseorang yang sakit ketika dia batuk, bersin, bicara, tertawa, atau menyanyi. Jika Anda menghirup bakteri tersebut, Anda bisa terinfeksi.

TBCsebenarnya tidak mudah menular. Bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC bertumbuh secara perlahan. Anda biasanya baru akan tertular kalau menghabiskan banyak waktu di sekitar orang yang sudah terinfeksi bakteri ini. Karena itulah penyakit TBC sering kali menular di antara rekan kerja, teman, dan anggota keluarga.

Bakteri tuberkulosis tidak bisa berkembang di permukaan. Jadi Anda tidak akan tertular hanya karena berjabat tangan dengan penderita TBC, atau dengan berbagi makanan atau minuman dengannya.

Bagaimana Dampak Penyakit TBC pada Tubuh Kita?

Ketika terinfeksi TBC bukan berarti Anda akan segera merasa sakit. Ada dua bentuk infeksi TBC:

TBC Laten: Bakteri penyebab TBC sudah memasuki tubuh, tapi sistem kekebalan tubuh mampu menghentikan penyebarannya. Itu berarti Anda tidak akan merasakan gejala-gejala TBC dan juga tidak bakal menularkan penyakit ini. Tapi infeksi masih ada di dalam tubuh (dalam keadaan pasif) dan suatu saat bisa menjadi aktif.

Jika Anda rentan mengalami perubahan infeksi menjadi aktif—misalnya karena mengidap HIV, sudah mengalami infeksi sejak 2 tahun lalu, atau mengalami gangguan kekebalan tubuh—dokter yang menangani akan memberikan Anda obat antibiotik untuk mencegah pengaktifan infeksi TBC.

TBC Aktif: Ini berarti bakteri penyebab TBC bisa berkembang biak dan membuat Anda merasa sakit. Anda juga bisa menularkannya kepada orang lain. Sekitar 90 persen kasus TBC aktif pada orang dewasa merupakan hasil dari pengaktifan infeksi TBC laten.

Seperti Apa Gejala-Gejala TBC?

Sebagaimana sudah dijelaskan, jika infeksi TBC bersifat laten, maka tidak akan menimbulkan gejala apa pun. Anda harus melakukan pemeriksaan darah atau dari kulit untuk mencari tahu apakah sudah terinfeksi atau tidak.

Namun jika infeksi menjadi aktif, maka biasanya mulai timbul gejala-gejala TBC seperti:

  • Batuk yang tidak sembuh lebih dari 3 minggu
  • Nyeri dada
  • Batuk berdarah
  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Berkeringat di malam hari
  • Meriang
  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan

Jika Anda merasakan berbagai keluhan seperti di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter akan memastikan apa penyebabnya sehingga bisa secepatnya ditangani.

Siapa yang Rentan Tertular TBC?

Anda lebih riskan tertular penyakit ini jika sering menghabiskan waktu bersama seseorang yang sudah terinfeksi. Ada beberapa contoh situasi yang akan meningkatkan risiko Anda tertular:

  • Ada teman, rekan kerja, atau anggota keluarga yang terinfeksi TBC aktif.
  • Tinggal atau bepergian di wilayah yang sedang terjadi wabah TBC.
  • Anda bekerja atau tinggal di rumah sakit atau panti jompo.

Sebenarnya Anda tidak akan gampang tertular kalau punya sistem kekebalan tubuh yang kuat. Namun adakalanya seseorang memiliki keadaan yang membuatnya tidak mampu menangkis penularan TBC, misalnya:

  • HIV atau AIDS
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal parah
  • Kanker di kepala dan leher
  • Menjalani pengobatan kanker, misalnya kemoterapi
  • Berat badan kurang dan malnutrisi
  • Menjalani pengobatan untuk transplantasi organ
  • Mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi artritis rematoid, penyakit Crohn, dan psoriasis

Disamping itu, anak bayi dan anak-anak yang masih kecil juga berisiko tinggi tertular, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum terbentuk sepenuhnya.

Adakah Herbal untuk Membantu Pengobatan TBC?

Pengobatan medis untuk mengatasi tuberkulosis adalah proses yang panjang dan melelahkan menggunakan antibiotik. Karena itu, beberapa orang memilih untuk menambahkan asupan herbal agar mempercepat pengobatan atau meringankan gejala-gejala TBC yang dialaminya.

Salah satu herbal yang direkomendasikan untuk membantu pengobatan adalah Noni juice. Noni juicemampu mendongkrak sistem kekebalan tubuh agar bekerja secara optimal. Dengan meminumnya setiap hari, kekebalan tubuh didorong untuk bergerak cepat melawan serangan bakteri dan melindungi tubuh dari bahaya infeksi.

Noni juga dapat menstimulasi kemampuan tubuh menciptakan Nitrit Oksida yang berfungsi membunuh infeksi bakteri. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Noni juice bekerja dengan cara meningkatkan kemampuan kekebalan tubuh untuk menekan dan mengatasi infeksi bakteri penyebab TBC.

Herbal kedua yang juga sering disebut sebagai obat alami untuk TBC adalah bawang putih. Bawang putih sudah diteliti secara ilmiah dengan cara mengisolasi bahan aktif di dalamnya. Diketahui bahwa bawang putih mengandung allicin dan ajoene yang didapati sanggup menghambat pertumbuhan bakteri.

Selain itu, bawang putih juga memiliki kemampuan anti-bakteri serta pendorong kekebalan tubuh yang bermanfaat bagi pasien TBC. Bawang putih bisa dimakan mentah-mentah atau dimasak terlebih dulu.

Selalu konsultasi dengan dokter untuk mendapat diagnosis dan pengobatan TBC. Manfaatkan herbal hanya sebagai pengobatan tambahan saja.

Ingatlah bahwa tuberkulosis adalah penyakit yang dapat berakibat fatal jika tidak diobati. TBC bisa menyebabkan kematian pada jaringan di organ yang terinfeksi (misalnya kematian pada jaringan paru-paru).

Jadi jika Anda merasakan keluhan-keluhan yang menyerupai gejala TBC seperti yang sudah disebutkan artikel ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapat perawatan terbaik. Baru setelahnya Anda bisa menambahkan herbal untuk membantu pengobatan medis.

FOLLOW US:
instagramsms

Log In or Register