Share:

Masalah klasik yang banyak dikeluhkan oleh pria di usia dewasa adalah masalah kejantanan. Memasuki usia 40 tahun, mereka mulai mengeluhkan bagaimana stamina dan vitalitas mereka menurun. Bukan hanya itu, tetapi juga keluhan seksual yang kadang menurunkan kepercayaan diri, seperti masalah ejakulasi dini, disfungsi ereksi, atau keluhan sejenis lain.

Kebanyakan dari kita kemudian mencari jalan pintas dengan mengonsumsi obat kuat lelaki yang efeknya instan. Memang diakui, obat kuat semacam itu bisa secara langsung membantu Anda mudah mengalami ereksi dan terangsang secara seksual.

Sedangkan beberapa orang lain memilih jalan aman dengan memanfaatkan produk obat kuat herbal yang sudah terkenal khasiatnya dalam membantu mengatasi disfungsi ereksi dan gangguan sejenis. Sebut saja di antaranya adalah Ginseng asal Korea. Tak diragukan memang herbal ini sudah terbukti ilmiah mengandung sederet manfaat yang dapat difungsikan sebagai obat kuat lelaki.

Obat Kuat Lelaki Asli Indonesia

Sebenarnya tak perlu jauh-jauh mencari produk herbal impor untuk mengatasi keluhan kejantanan pria, karena Indonesia juga memiliki produk obat kuat herbal asli yang juga telah diakui secara medis kemampuannya dalam meningkatkan stamina dan vitalitas pria dengan cara yang aman dan natural.

Indonesia dan juga beberapa negara asli Asia Tenggara lain sebenarnya memiliki kekayaan herbal dan pengobatan tradisional yang patut diperhitungkan. Bila di negara Asia Timur dikenal herbal Ginseng sebagai terapi kesehatan pria yang sudah sangat tersohor, Indonesia memiliki Tongkat Ali.

Sejak lama Ginseng digadang-gadang sebagai terapi kesehatan pria yang diakui dunia. Namun kini, banyak pakar herbal di dunia mulai mengakui keampuhan Tongkat Ali atau Pasak Bumi yang tak kalah bila dibandingkan dengan Ginseng. Bahkan dalam beberapa segi, terapi dengan Tongkat Ali rupanya memiliki sejumlah keunggulan.

Tongkat Ali vs Ginseng

Secara umum, kedua obat kuat pria herbal ini bekerja dengan sama baiknya namun memiliki pendekatan yang berbeda. Itulah sebabnya pada beberapa orang pengaruh Tongkat Ali bisa lebih efektif, sedangkan pada beberapa yang lain justru khasiat Ginseng yang lebih terasa.

Tetapi sejumlah catatan menunjukkan bahwa terapi dengan Tongkat Ali memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan Ginseng. Di bawah ini adalah sejumlah rangkuman mengenai hal tersebut.

  • Pengaruhnya terhadap keseimbangan hormon

    Pada Ginseng, salah satu komponen dominan yang memberi pengaruh pada tubuh adalah ginsenosida. Senyawa ini bekerja ganda dalam mendorong kinerja produksi hormon testosteron sekaligus memengaruhi peningkatan hormon estrogen. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam medicinenet.com.

    Rupanya, mengonsumsi Dinseng dalam jangka tertentu bisa mengaktifkan kinerja enzim aromatase yang mendorong terbentuknya sintesis androgen menjadi estradiol—formula estrogen yang menyebabkan sejumlah keluhan seperti kanker payudara dan endometrium. Pada level tertentu pertentangan antara testosteron atau androgen dengan estrogen akan menimbulkan efek samping pada tubuh, sebagaimana diungkap dalam examine.com.

    Masih menurut sumber examine.com, pada Tongkat Ali terdapat komponen quassinoids yang memiliki efek anti estradiol atau anti estrogen. Ini akan mencegah terbentuknya reaksi tubuh yang menyebabkan sintesis androgen menjadi estradiol. Ini juga akan mencegah terjadinya reaksi negatif estradiol terhadap tubuh.

    Pada pria, konsep serupa juga bisa terjadi, ketika tubuh membentuk lebih banyak testosteron dan memiliki banyak enzim aromatase, maka tubuh akan melakukan sintesis testosteron menjadi estrogen. Ini jelas bukan kondisi yang baik bagi pria, karena seharusnya pria hanya memiliki estrogen pada level minimal. Kelebihan estrogen, terutama estradiol, pada pria akan memicu penurunan produksi semen dan sperma.

  • Pengaruhnya terhadap kemampuan seksual

    Tongkat Ali memang memiliki sejumlah komponen fitokimia yang bisa bekerja meningkatkan fungsi ereksi dan menunda ereksi sehingga efektif untuk mengatasi disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Bahkan kinerjanya disamakan dengan sejumlah terapi medis seperti clomipramine dalam membantu meningkatkan tekanan pada intracavernosus dan menunda ereksi yang datang terlalu cepat.

    Hal tersebut dijelaskan dalam The Journal of Sexual Medicine tahun 2011 dengan tajuk 9-hydroxycanthin-6-one induces penile erection and delays ejaculation. 9-hydroxycanthin-6-one adalah salah satu komponen penting dalam Tongkat Ali.

    Tongkat ali juga bekerja menstimulasi fungsi prostat secara langsung dalam memproduksi semen. Dalam sejumlah riset ditemukan bahwa terapi dengan Tongkat Ali dapat meningkatkan produksi semen serta sel sperma. Hal tersebut diungkap dalam riset yang dilaporkan pada jurnal Eurycoma longifolia Jack in managing idiopathic male infertility tahun 2010 terbitan Asian Journal of Andrology.

    Sebenarnya, khasiat Ginseng juga sangat baik untuk mendorong perbaikan masalah disfungsi ereksi dan kesuburan. Sebagaimana dijelaskan dalam  Asian Journal of Andrology tahun 2006 dengan tajuk Study of the efficacy of Korean Red Ginseng in the treatment of erectile dysfunction.

    Akan tetapi cara kerja Ginseng lebih kepada dorongan untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengatasi sejumlah efek toksin pada sistem saraf dan sirkulasi darah, juga membantu meningkatkan penyerapan protein tertentu yang berperan dalam proses produksi sperma. Sehingga pada dasarnya pengaruh dari Tongkat Ali bisa dikatakan lebih langsung dibandingkan dengan pengaruh Ginseng.

  • Efek sampingnya pada tubuh

    Sebagaimana dijelaskan, bahwa selain meningkatkan testosteron, Ginseng juga akan menstimulasi produksi enzim aromatase yang berperan dalam meningkatkan sintesis testosteron menjadi estrogen. Kenaikan level estrogen yang juga bekerja sebagai anti testosteron ini akan menyebabkan pertentangan dan memicu sejumlah reaksi, termasuk kerusakan prostat, kanker payudara, dan masalah sejenis lain.

    Risiko ini jauh lebih terkendali bila Anda mengonsumsi Tongkat Ali, mengingat obat kuat lelaki ini mengandung anti estrogen yang membantu menekan reaksi aromatase. Pada jangka panjang, reaksi pembentukan hormon estrogen menjadi lebih terkendali.

    Pengaruh negatif lain yang perlu diperhatikan yaitu keduanya memiliki pengaruh terhadap peningkatan metabolisme dan mendorong peningkatan produksi energi. Pada kondisi pasien diabetes, terapi Tongkat Ali danGinseng bisa memicu hipoglikemik. Pasien juga bisa mengeluhkan reaksi lambung jika tubuh mereka sensitif.

    Diketahui bahwa penggunaan Tongkat Ali juga bisa menyebabkan penurunan fungsi obat propanolol, salah satu obat modern untuk penyakit hipertensi. Tetapi belum ada laporan interaksi negatif dari penggunaan Ginseng terhadap pengobatan modern tertentu.

    Keduanya juga disarankan untuk tidak dikonsumsi oleh wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Karena dalam kondisi mereka, penggunaan stimulan testosteron justru dapat mengganggu keseimbangan hormon mereka. Dengan begitu dikhawatirkan terjadi masalah cacat kehamilan bahkan keguguran.

Setiap kawasan memiliki obat kuat herbal kebanggaannya sendiri untuk menunjang kesehatan pria, dan Indonesia memiliki Tongkat Ali sebagai kebanggaan. Herbal ini terbukti ampuh sebagai obat kuat pria karena berkhasiat bagi fungsi seksual, stamina, dan vitalitas pria.

Memang ada sejumlah pengingat mengenai efek samping penggunaan Tongkat Ali. Tetapi tingkat risiko mengalaminya jauh lebih terkendali dibandingkan jenis herbal sejenis lain, bahkan dibandingkan dengan Ginseng—salah satu herbal tersohor sebagai obat kuat lelaki. Apakah Tongkat Ali juga memiliki keunggulan dibandingkan obat kuat lain? Cari tahu jawabannya di artikel: Obat Kuat Pria yang Terbukti Paling Aman!

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.