Pilihan Obat Kuat di Apotik yang Terbukti dan Aman

510
ilustrasi obat kuat pria di apotik
Ilustrasi Obat Kuat di Apotik (Credit: john9595 / Adobe Stock)

Diedit:

Artikel ini akan membantu Anda untuk memutuskan jenis obat kuat pria apa yang akan Anda pilih baik di apotik maupun membelinya secara online.

Bagi banyak pria, masalah kejantanan dan performa mereka di atas ranjang adalah urusan penting. Pria bahkan merasa lebih percaya diri ketika yakin bahwa performa seks mereka memuaskan. Karena itu, cukup banyak pria rela menguras kocek untuk menemukan suplemen yang bisa meningkatkan serta menjaga kualitas kejantanan, stamina, vitalitas, maupun performa mereka di ranjang.

Memang tidak sedikit pria yang dalam seumur hidupnya mengalami masalah dengan kemampuan seksual, vitalitas, dan stamina mereka. Bahkan kadang-kadang keluhan tersebut muncul di usia subur dan produktif mereka.

Kebanyakan memang muncul sewaktu-waktu karena pengaruh kelelahan dan stres. Namun tidak sedikit pula yang mengalami keluhan serius dalam jangka panjang akibat dampak bertambahnya usia, berkurangnya kadar testosteron, hingga penyakit serius seperti diabetes atau hipertensi.

Faktanya pasar obat kuat memang sangat potensial. Sejumlah perusahaan farmasi besar juga turut menaruh perhatian lebih untuk menemukan formula terbaik yang mampu menjadi suplemen efektif untuk kesehatan pria secara general, termasuk untuk meningkatkan kejantanan, stamina, vitalitas, dan performa pria. Karena itu Anda bisa menemukan banyak pilihan obat kuat di apotik dengan beragam merek.

Ragam Jenis Obat Kuat di Apotik

Salah satu obat kuat yang populer adalah PDE5 inhibitor yang berfungsi meningkatkan aliran darah ke penis sehingga memicu ereksi. Beberapa jenis obat PDE5 inhibitor yang dijual di pasaran diantaranya sildenafil (Viagra, Pfizer), vardenafil (Levitra, Staxyn), tadalafil (Cialis, Eli Lilly), dan avanafil (Stendra, Vivus).

Keempat jenis obat PDE5 inhibitor ini telah disetujui oleh badan pengawas obat berwenang di banyak negara. Obat ini sering menjadi pilihan pertama dokter untuk mengobati disfungsi ereksi karena penggunaannya mudah, efeknya cepat, dan efek sampingnya dapat ditoleransi.

Akan tetapi penggunaan obat kuat PDE5 inhibitor haruslah dengan resep dokter dan harus dibeli di apotik. Karena obat-obat kuat yang dijual bebas banyak yang memiliki kandungan PDE5 inhibitor yang tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan, bahkan ada yang melebihi batas aman, sehingga dapat membahayakan nyawa.

Jenis Obat Kuat di Apotik yang Harus dengan Resep Dokter


Obat PDE5 inhibitor harus dibeli dan dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Dosis dan cara konsumsi obat ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Kelebihan atau kesalahan dalam konsumsi dapat mengakibatkan efek samping, mulai dari yang ringan hingga yang membahayakan nyawa.

Di samping itu, setiap orang punya kondisi kesehatan yang berbeda dan penyebab gangguan ereksi mereka juga tidak sama. Jadi dosis maupun jenis pengobatan tidak bisa disamaratakan. Obat kuat juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, khususnya bila diminum tidak sesuai resep. Misalnya sakit kepala, pilek, sakit perut, gangguan pencernaan, ereksi yang berkepanjangan atau menyakitkan, dan masalah penglihatan.

Selain efek samping, setiap obat juga memiliki kontra-indikasi yang dapat bereaksi buruk jika dikonsumsi oleh penderita penyakit tertentu. Misalnya penderita darah rendah disarankan tidak mengonsumsi obat kuat yang mengandung PDE5 inhibitor, karena bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang akan semakin menurunkan tekanan darah.

Dokter spesialis andrologi dari RS Fatmawati Jakarta, Nugroho Setiawan, menegaskan, “Kebanyakan obat punya efek samping dan kontra-indikasi kalau dikonsumsi dengan sembarangan atau dikonsumsi bersama obat lain. Jadi pasien harus selalu konsultasi dengan dokter untuk memastikan pengobatan yang tepat.”

Jenis Obat Kuat Herbal di Apotik

Di antara banyaknya merek obat kuat di apotik, terdapat pula sejumlah jenis obat kuat tradisional yang mengusung bahan-bahan herbal sebagai komponen utama. Banyak sekali produk herbal seperti itu yang diklaim manjur mengoptimalkan kinerja kejantanan pria.

Baca juga:  Perlu Obat Kuat Tahan Lama? Jangan Asal Beli, Pilih yang Terbukti dan Aman!

Sayangnya, tidak semua sebenarnya mempunyai bukti meyakinkan secara medis. Beberapa herbal dikatakan baik untuk stamina dan vitalitas tetapi belum didukung oleh riset memadai. Anda perlu teliti dalam memilih produk tradisional semacam itu. Karena tanpa didukung cukup riset ilmiah, Anda tidak bisa mengetahui efektivitas dari produk dan sejauh mana efek samping yang mungkin akan timbul.

Di sisi lain, banyak produk obat kuat pria yang diproduksi tanpa memperhatikan tata pembuatan obat herbal yang aman dan sehat. Sebagian menggunakan dosis yang tidak tepat bahkan berlebihan, sebagian memadukannya dengan herbal lain yang memiliki efek tidak sinergis. Ada juga yang lain mencampur herbal dengan kimia tertentu untuk meningkatkan manfaat dengan risiko yang besar, alias tidak aman.

Memilih Obat Kuat di Apotik dengan Tepat

Bagaimana cara tepat untuk menemukan obat kuat di apotik yang aman, bekerja optimal dan memiliki efek samping minimal? Beberapa tips berikut ini bisa menjadi rujukan untuk Anda.

Cermati Kandungannya

Jangan termakan oleh jargon, promosi, atau harga produk yang dibanderol. Terbukti sejumlah produk obat kuat pria dari farmasi besar dengan harga cukup tinggi akhirnya dilarang edar oleh FDA/BPOM karena mengandung komponen yang tidak seharusnya digunakan.

Memilih obat kuat pria jelas tidak sama dengan memilih suplemen atau vitamin biasa. Kandungan di dalamnya kadang cukup asing dan lebih dari vitamin atau mineral. Anda perlu menggali lebih dalam untuk memahami apa fungsi dari tiap komponen dan cari tahu efek sampingnya

Untuk jenis obat kuat tradisional dan obat kuat alami, perhatikan dengan baik apakah herbal yang menjadi bahan utamanya sudah terbukti secara klinis bermanfaat bagi kesehatan pria.

Pastikan kadarnya dalam batas aman, juga pastikan bagaimana riset dan ulasan menilai efek sampingnya terhadap tubuh pengguna. Perhatikan juga apakah ada riset mengenai pengaruh obat kuat tersebut terhadap tubuh dalam jangka panjang.

Gunakan dalam Dosis Rendah Dulu

Jangan langsung mengonsumsi obat kuat dalam dosis besar untuk menghindari risiko yang berbahaya. Memang dalam dosis rendah biasanya tidak akan memberikan hasil cepat. Tetapi Anda perlu melihat sejauh mana reaksi tubuh terhadap obat kuat tersebut.

Selain itu jika gangguan seksual Anda tidak berat, sebenarnya tidak membutuhkan dosis besar. Ingatlah bahwa beberapa pengguna mungkin mengeluhkan efek samping sakit kepala, hiperaktif, dan insomnia pada awal-awal mengonsumsi obat kuat.

Biarkan tubuh Anda beradaptasi dan pantau perkembangannya. Bila tubuh Anda belum menunjukkan perubahan positif sesuai kebutuhan tetapi juga tidak menunjukkan reaksi negatif, Anda bisa menambahkan dosisnya. Tapi ingat jangan melebihi dosis aman yang tertera pada kemasan obat kuat yang dibeli di apotik.

Selalu Pantau Tubuh Anda

Selama mengonsumsi obat kuat, sebaiknya terus pantau kondisi tubuh Anda. Terutama pengaruhnya pada kadar glikemik darah (potensi peningkatan gula darah) serta tekanan darah. Beberapa obat kuat di apotik cukup berdampak pada tekanan darah, kadar glikemik, juga detak jantung. Pantaulah untuk memastikan bahwa kondisi tubuh masih aman.

Penting juga untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum menggunakan obat kuat pria yang dibeli di apotik. Pastikan apa sebenarnya penyebab dari gangguan seksual dan stamina yang Anda alami. Dokter akan membantu Anda menemukan jenis obat yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Setelah dokter meresepkan suatu jenis obat kuat, teruslah pantau kondisi tubuh secara berkala untuk memastikan apakah penyebab keluhan sudah teratasi. Bisa jadi setelah mengonsumsinya beberapa waktu, Anda bisa mulai mengurangi dosis. Jangan sampai konsumsi terus dilanjutkan padahal kondisi tubuh Anda sudah normal, dikhawatirkan malah memicu masalah lain yang lebih serius.

Baca juga:  Apa Obat Kuat Herbal Terbaik?

Pilihan Obat Kuat Herbal di Apotik

Di antara banyak jenis pilihan obat kuat di apotik, obat kuat herbal dengan bahan Tongkat Ali bisa menjadi pilihan terbaik. Konsumsi Tongkat Ali terbukti klinis memiliki pengaruh baik untuk meningkatkan produksi testosteron, memperbaiki fungsi prostat, meningkatkan efisiensi produksi energi, memperbaiki kepekaan saraf, melancarkan sirkulasi darah, serta memperbaiki kinerja hormon mood dalam membantu memperbaiki libido.

Berbagai riset sudah dilakukan untuk menggali lebih dalam bagaimana reaksi tubuh terhadap Tongkat Ali, berapa dosis aman dan optimalnya. Bukan hanya itu, riset juga dilakukan untuk menjelaskan bagaimana interaksi Tongkat Ali terhadap sejumlah komponen kimia tertentu. Dan hasilnya menunjukkan bahwa Tongkat Ali sangat aman bila digunakan dalam dosis yang tepat.

Semakin banyak penjelasan yang telah diungkapkan mengenai sebuah herbal, semakin baik herbal itu untuk digunakan. Karena dengan begitu orang-orang semakin mudah memahami cara mendapatkan manfaat optimal dengan risiko minimal dari produk tersebut.

Tongkat Ali adalah paket lengkap yang membantu mengatasi masalah kesehatan seksual pria dalam jangka panjang. Juga memberi sejumlah manfaat yang membantu melindungi Anda dari efek samping yang lazim terjadi pada kebanyakan obat kuat pria di apotik. Dengan obat kuat alami ini, Anda bisa mendapatkan manfaat lebih maksimal tanpa harus khawatir dengan pengaruh buruk yang timbul di kemudian hari.

Tips Membeli Tongkat Ali sebagai Obat Kuat Alami

Satu-satunya kelemahan dari Tongkat Ali adalah reaksinya yang membutuhkan waktu, jangan berharap setelah Anda meminumnya akan langsung terasa khasiatnya saat itu juga.

Malah penelitian menyebutkan bahwa efek Tongkat Ali dirasakan setelah penggunaan rutin selama kira-kira 1-3 minggu.

Tapi positifnya setelah penggunaan rutin Tongkat Ali, tubuh Anda akan lebih siap untuk setiap aktivitas seksual tanpa ketergantungan pada obat kuat tertentu, karena Tongkat Ali sudah meningkatkan kadar hormon testosterone dalam tubuh yang berperan penting untuk kesehatan seksual pria.

Jika Anda melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “Tongkat Ali” makan akan ada bermacam-macam merek produk Tongkat Ali yang muncul baik merek lokal maupun dari luar negeri, karena memang Tongkat Ali sudah booming duluan di luar negeri baru belakangan masuk ke Indonesia.

Tongkat Ali Tidak Membutuhkan Resep Dokter


Tidak seperti kebanyakan obat kuat yang dijual di apotik, Tongkat Ali adalah herbal. Jadi cara konsumsinya mirip seperti suplemen yang tidak membutuhkan resep dokter. Konsumsi herbal ini dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan bisa dihentikan apabila keluhannya dirasa sudah membaik.

Pastikan Anda memilih produk yang sudah dalam bentuk ekstrak bukan hanya sekedar serbuk (tepung), karena yang serbuk efeknya sangat kecil malah mungkin tidak terasa sama sekali. Harap pastikan ini dengan pihak penjual.

Apabila Anda melihat harga dari setiap produk Tongkat Ali yang ada di pasaran, ini pasti akan membuat Anda bingung karena harganya berbeda-beda, ada yang murah dan mahal. Produk dengan harga murah sudah hampir pasti dibuat dari serbuk bukan ekstrak.

Ada juga produk Tongkat Ali yang mengaku dibuat dari ekstrak tapi harganya lebih murah, ini wajar karena ekstrak sendiri tingkatannya beda-beda. Lalu dari mana kita bisa tahu seberapa tinggi level ekstraksinya? Ini bisa dilihat dari seberapa tinggi persentase native extra content-nya, yang bisanya berkisar dari 5%-25%, jika mungkin pilih selalu produk dengan native extra content 25% untuk hasil terbaik.

Tips terakhir jangan terbuai dengan produk yang menggunakan perbandingan 1:100, 1:200, atau bahkan 1:500, yang adalah bahasa pemasaran. Perbandingan seperti itu tidak jelas klaimnya berdasarkan apa, dan tidak bisa dihitung dengan pasti dalam skala lab. Karena itu pastikan persentase native extra content sebagai tolak ukur seberapa tinggi kadar ekstrak suatu produk.


Referensi Obat Kuat Pria di Apotik:

Huang, Sharon A, dkk. (2013). Phosphodiesterase-5 (PDE5) Inhibitors In the Management of Erectile Dysfunction. P & T : A Peer-Reviewed Journal for Formulary Management. 38(7): 407–419

Ogbru, Omudhome. Erectile Dysfunction Medications. URL: https://www.emedicinehealth.com/understanding_erectile_dysfunction_medications/article_em.htm. Accessed: 2019-07-10

KumparanSAINS. Beli Obat Kuat Tanpa Resep Dokter Tidak Disarankan, Ini Alasannya. Published: 2018-08-30. URL: https://kumparan.com/@kumparansains/beli-obat-kuat-tanpa-resep-dokter-tidak-disarankan-ini-alasannya-1535605033211060772. Accessed: 2019-07-10


Advertisement
Alinesia