Tips Praktis Menghadapi 7 Keluhan Kehamilan

496

Diedit:

Mengalami kehamilan akan membuat Anda mengalami banyak perubahan fisik yang bisa membuat Anda tidak nyaman. Mulai dari perut yang perlahan membesar, ketidaknyamanan ketika berbaring, duduk, bahkan juga ketika terlalu banyak berjalan, sampai rasa mual, lelah, dan pening yang kerap mengusik.

Menurut salah satu pakar Obstreti Ginekologi Amerika, Michele M. Hakakha, MD, yang juga penulis buku Expecting 411: Clear Answers & Smart Advice for Your Pregnancy, mengatakan bahwa pada dasarnya perubahan hormonal pada wanita hamil menjadi penyebab dasar kenapa para wanita mengalami perubahan.

Dan menurut Michele, berikut ini adalah 7 jenis keluhan kehamilan dan cara meringankannya.

1. Sering kentut

Perubahan hormonal pada wanita hamil sering mengakibatkan penurunan fungsi pencernaan dan lambung. Ini membuat perut jadi lebih mudah kembung. Tak heran kalau setelah itu Anda gampang buang gas, baik itu lewat mulut atau lewat kentut.

Bahkan kadang frekuensi kentut semakin sulit dikendalikan seiring dengan semakin besar ukuran perut Anda. Ini karena semakin besar perut Anda semakin lemah kendali Anda terhadap otot pada area anus, karena tekanan dari ukuran rahim. Karena itu, Anda bisa saja mengeluarkan gas di lokasi dan waktu yang tidak tepat.

Untuk mengatasinya, sebaiknya perhatikan pola makan Anda. Hindari makanan dengan kadar gas tinggi seperti ubi, brokoli, dan kubis. Anda memang masih boleh makan ketiga jenis makanan itu, karena nutrisinya baik untuk kehamilan, tetapi makanlah pelan-pelan dan batasi jumlahnya.

Selain itu, banyak olahraga jalan kaki juga akan membantu Anda melatih otot perut. Juga minumlah susu untuk membantu menekan efek tekanan pada perut Anda. Ini juga bekerja efektif membantu meredakan kembung dan mengurangi keinginan untuk buang gas.

2. Sering buang air kecil

Mungkin Anda yang sedang hamil pernah mengalami kejadian memalukan ketika Anda sedang tertawa atau bersin di depan teman-teman, mendadak Anda ngompol begitu saja.

Ini merupakan situasi yang biasa dialami wanita hamil. Keluhan kehamilan ini sebenarnya tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor hormonal, melainkan karena efek desakan perut yang membesar terhadap kandung kemih, tekanan ini membuat Anda jadi gampang berkemih hanya karena tekanan kecil seperti batuk, tertawa, atau bersin.

Michele M. Hakakha, MD menyarankan Anda untuk buang air kecil setidaknya 2 jam sekali, meskipun Anda sedang tidak berkeinginan buang air. Ini berguna untuk menghindari kejadian memalukan ini.

3. Bulu tumbuh lebih lebat

Keluhan kehamilan lain yang kerap kali membuat wanita hamil merasa malu adalah kemunculan bulu yang berlebihan. Bulu pada kaki-tangan tumbuh lebih tebal dan memanjang, beberapa malah tumbuh keriting mirip seperti pria. Tidak hanya itu, beberapa wanita mengalami pertumbuhan bulu di dada, perut, sampai wajah.

Menurut Kim Hoover, MD, profesor dari University of Alabama at Birmingham, keluhan semacam ini tidak selalu terjadi pada wanita hamil. Karena beberapa wanita hamil malah mengalami kerontokan hebat dengan seluruh bulu di kaki dan tangan mereka. Sementara rambut mereka justru tumbuh tebal tanpa rontok.

Ini sepenuhnya adalah ulah dari perubahan hormonal yang memengaruhi pembentukan hormon androgen pada tubuh dan menyebabkan tubuh menunjukan tanda-tanda dominasi androgen. Profesor Hoover tidak menyarankan untuk mengatasi perubahan hormonal ini karena bisa membahayakan janin. Anda bisa menguranginya dengan waxing atau mencukurnya. Hindari penggunaan laser untuk menghilangkan bulu yang juga bisa membahayakan janin.

4. Jerawatan

Masih berkaitan dengan keluhan perubahan hormonal yang akhirnya memicu perkembangan hormon androgen berlebihan pada tubuh, maka beberapa ibu hamil juga mengeluhkan munculnya jerawat. Saking beratnya, kadang jerawat juga bisa muncul tidak hanya pada wajah, tetapi di bagian lain tubuh Anda.

Selama masa kehamilan, sebaiknya berhati-hati melakukan perawatan terhadap kondisi kulit berjerawat. Hindari penggunaan retin A sebagai obat jerawat, Anda bisa gunakan jenis asam salicylic acid, benzoyl peroxide yang dianggap lebih aman digunakan ibu hamil. Sebaiknya hindari penggunaan pemutih wajah meski wajah bernoda jerawat cukup tebal karena beberapa pemutih bisa membahayakan janin.

5. Aroma tubuh tidak sedap

Yang unik dari keluhan kehamilan, beberapa bisa dikatakan tidak terduga. Salah satu adalah keluhan perubahan aroma tubuh. Beberapa wanita mengalami keluhan mengeluarkan aroma tubuh yang tidak sedap.

Lagi-lagi ini adalah ulah dari kondisi hormonal tubuh sehingga Anda mengalami lebih banyak metabolisme dan menghasilkan lebih banyak keringat. Keringat yang berpadu dengan ketoken yang keluar lebih banyak selama hamil akibat pembakaran lemak cadangan yang besar-besaran akan menyebabkan aroma tubuh terasa aneh.

Beberapa ibu hamil sebenarnya tidak mengalami perubahan terhadap aroma tubuhnya. Hanya saja mucus pada hidung mereka menjadi aktif dua hingga tiga kali lebih baik. Sehingga mereka menjadi lebih peka terhadap aroma tubuh mereka sendiri. Bahkan bisa saja mereka merasa mencium aroma vagina mereka sendiri.

Tak ada salahnya memeriksakan diri, karena bukan mustahil aroma tidak sedap berasal dari perubahan kelembaban di area vital yang berujung pada pertumbuhan bakteri atau jamur abnormal. Bagaimanapun kondisi infeksi ringan pada vagina bisa menyebabkan keluhan dermatitis atau baby acne (jerawat bayi) pada bayi ketika mereka lahir.

6. Keluhan Wasir

Hampir semua wanita hamil mengeluhkan kondisi wasir meski hanya dalam ukuran kecil. Kondisi ini diawali dari keluhan konstipasi yang kerap menjadi keluhan hampir seluruh wanita hamil. Konstipasi menyebabkan meningkatkan tekanan pada area usus besar dan akhirnya mendorong keluarnya bagian dari kolon keluar sebagai wasir.

Michelle Smith,MD mengatakan cara terbaik menghindari wasir adalah dengan memperbanyak mengkonsumsi serat, buah dan menambah minum. Asupan air bagi wanita hamil tidak lagi 8 gelas sehari, melainkan 10 gelas sehari.

Anda juga bisa gunakan pelunak feses yang disuntikan langsung pada anus untuk mengurangi sembelit yang berat. Karena mengejan bisa menjadi pemicu wasir dan bisa menjadi berbahaya karena memicu kontraksi pada rahim.

7. Kehilangan hasrat seksual

Sementara beberapa ibu hamil mengalami keluhan jerawat dan bulu menebal, beberapa ibu hamil lain bisa jadi malah mengalami penurunan hasrat seksual. Mereka enggan untuk beraktivitas seksual dan cenderung dingin terhadap sentuhan suami.

Beberapa mengalami pembengkakan pada vulva, kekeringan pada area vagina, dan keluhan psikologis akibat ketidak percayaan diri karena perubahan bentuk tubuh dan perubahan aroma pada area vagina. Ini menurunkan semangat Anda untuk menjalankan kegiatan seksual.

Komunikasikan keluhan ini dengan suami Anda agar suami memahami keluhan dan kendala Anda. Beberapa terapi medis juga bisa diberikan untuk membantu mengurangi keluhan kehamilan ini, karenanya jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.

Seperti disebutkan di awal, perubahan-perubahan diatas pada dasarnya disebabkan oleh perubahan hormonal dan hanya bersifat sementara. Hanya saja, beberapa kondisi bisa menjadi gangguan yang bukan hanya membuat tidak nyaman, tetapi juga membuat malu. Itu sebabnya banyak wanita hamil enggan membahasnya, karena rasa malu yang mereka rasakan.

Baca juga:  6 Hormon Kehamilan: Penyebab Banyaknya Perubahan saat Anda Hamil

Ada yang akhirnya memilih mengatasinya sendiri, tanpa konsultasi dulu dengan dokter kandungan mereka. Tanpa mereka sadari, kemungkinan ketidaknyamanan tersebut disebabkan oleh perubahan hormonal. Yang artinya bersifat sementara selama kehamilan berlangsung dan sulit dihilangkan selama masih dalam kondisi perubahan hormonal.

Malah, kalau Anda mencoba cara-cara sendiri, dikhawatirkan memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan. Karena itu, penting untuk selalu konsultasikan perubahan-perubahan fisik dalam tubuh Anda sekecil apapun supaya dokter kandungan Anda bisa memantau perkembangan kehamilan dengan baik.

Advertisement
Alinesia