Ternyata Orang Dewasa Juga Butuh Vaksin Loh!

480

Diedit:

Selama ini kebanyakan orang memandang vaksin hanya bagian penting dari program kesehatan bagi anak. Padahal rupanya ketika seseorang beranjak dewasa, mereka juga perlu mendapatkan sejumlah vaksin. Sayangnya kesadaran masyarakat untuk aktif menjalankan vaksin untuk dewasa masih cukup rendah.

Ada sejumlah alasan kenapa vaksin untuk dewasa juga perlu Anda jadwalkan. Dan berikut ini adalah beberapa alasan utamanya.

  • Sejumlah jenis vaksin bekerja hanya dalam masa efektifitas tertentu

    Beberapa jenis vaksin hanya efektif membentuk sistem imun dalam jangka waktu tertentu. Hingga selepas masa imun berakhir, Anda perlu mengulangi pemberian vaksin untuk kembali mendapatkan imunitas.

  • Sejumlah vaksin hanya efektif bila diberikan pada usia dewasa

    Beberapa jenis virus baru akan berbahaya dan bisa menyerang ketika seseorang menginjak usia dewasa dan tidak akan memberi resiko pada usia anak. Itu sebabnya, mengingat beberapa jenis vaksin memiliki masa efektifitas terbatas, maka untuk hasil lebih optimal vaksin baru diberikan ketika seseorang mulai beranjak dewasa.

  • Seseorang belum mendapatkan vaksin di usia anaknya

    Sejumlah jenis vaksin setidaknya harus diberikan pada seseorang satu kali sepanjang usianya, sekalipun sudah bukan lagi anak-anak. Bisa jadi vaksin ini tidak didapat ketika mereka masih anak-anak hingga akhirnya harus diberikan ketika sudah berusia dewasa.

  • Seseorang akan menjalankan sebuah aktivitas berisiko

    Beberapa kondisi, situasi dan aktivitas memungkinkan seseorang harus mengalami peningkatan risiko inkubasi virus tertentu dibandingkan orang lain. Peningkatan risiko ini menuntut mereka harus melakukan vaksin untuk mencegah serangan.

Lalu apa saja jenis vaksin untuk dewasa yang perlu pula Anda jalankan? Berikut ini adalah daftarnya.

  • Vaksin flu

    Salah satu vaksin untuk dewasa yang banyak dijalankan adalah vaksin flu. Mengingat sejumlah kasus flu pada kalangan dewasa bisa menjadi penyebab kondisi kesehatan yang lebih kompleks, bahkan memicu penyakit yang lebih serius, maka kalangan dewasa disarankan menjalankan vaksin flu. Vaksin ini memiliki efektifitas rendah, sehingga perlu diulang setiap tahun.

  • Vaksin tetanus

    Vaksin jenis satu ini dalam formatnya biasanya disatukan dengan vaksin untuk dipteri dan pertusis atau batuk rejan, karena adanya sejumlah kesamaan karakter dari virus penyebabnya.

    Sebenarnya Anda sudah mendapatkan pemberian vaksin ini di usia kanak-kanak Anda, tepatnya ketika Anda berusia bayi dan ketika mulai menginjak usia 10 tahun. Namun rupanya memang vaksin ini hanya efektif selama masa 10 tahun sehingga disarankan untuk kembali Anda ulangi setiap 10 tahun.

    Vaksin ini di Indonesia juga akan disarankan pada seseorang yang tengah menjelang hari pernikahan dan memasuki masa kehamilan. Namun secara umum orang dewasa wajib mendapatkan vaksin tetanus ketika terpapar faktor penyebab tetanus, seperti tertusuk benda berkarat.

  • Vaksin HPV

    Vaksin ini ditujukan untuk membentuk imunitas terhadap virus HPV. Virus ini terbilang ganas, memberi efek inflamasi dan bisa memicu terbentuk sel kanker. Sejumlah kasus kanker mematikan seperti kanker serviks, kanker kolon, kanker anus dan sejumlah kanker lain bisa disebabkan dari inkubasi HPV. Vaksin ini baru efektif diberikan pada seseorang setidaknya ketika mereka beranjak remaja dan secara umum tidak memberi efek ketika diberikan pada anak-anak.

  • Vaksin varisela

    Vaksin ini diberikan untuk melawan inkubasi virus varisela yang biasanya menjadi pemicu cacar air. Meski pada beberapa orang vaksin ini tidak membuat seseorang bebas serangan cacar air, namu vaksin ini sangat efektif melawan efek samping mematikan dari cacar air. Karenanya bila Anda belum pernah mendapatkan vaksin ini sebelumnya, setidaknya lakukan vaksin varisela saat ini juga. Karena tubuh membutuhkan vaksin satu ini setidaknya sekali dalam seumur hidup.

  • Vaksin hepatitis

    Vaksin hepatitis diberikan untuk mencegah serangan penyakit hepatitis A dan hepatitis B. Jenis vaksin ini dapat diberikan pada segala usia. Sebenarnya Jenis vaksin yang kerap disingkat dengan Hib ini juga sudah diberikan pada bayi. Namun untuk memaksimalkan manfaat, sebaiknya juga diberikan setelah memasuki usia pra remaja dan usia dewasa.

    Aturan pemberiannya cukup unik, yakni untuk vaksin hepatitis B diberikan 3 kali dalam kurun waktu 6 bulan sedang vaksin hepatitis A diberikan 2 kali dalam kurun waktu selama 18 bulan.

  • Vaksin herpes

    Vaksin ini bukan jenis vaksin yang diwajibkan, bahkan beberapa orang memandangnya tidak penting bila sebelumnya sudah mendapatkan vaksin varisela. Tetapi pada mereka yang hidup dalam lingkungan dengan resiko herpes zoster tinggi, maka mereka akan disarankan sekali untuk mendapatkan vaksin herpes. Vaksin ini mencegah serangan herpes zoster yang sangat berbahaya dan menyakitkan.

  • Vaksin meningitis

    Vaksin ini memberi efek resisten terhadap serangan virus dan bakteri penyebab meningitis atau meningococal. Di Indonesia memang jenis vaksin ini tidak diwajibkan, biasanya disarankan hanya pada mereka yang berada dalam lingkungan yang rentan terinfeksi meningitis atau akan melakukan perjalanan menuju kawasan endemik meningitis.

Baca juga:  Penyakit-Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksin

Lembaga Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan vaksinasi bagi anak maupun bagi orang dewasa untuk memberikan perlindungan terhadap banyak penyakit dan infeksi. Namun sayangnya banyak yang tidak divaksinasi sebagaimana seharusnya, sehingga mereka jadi rentan mengalami penyakit yang mengancam nyawa.

Setiap tahun, jutaan orang dewasa menderita penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin, sehingga menyebabkan mereka kehilangan pekerjaan dan membuat mereka tidak mampu membiayai biaya perawatan diri sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan jenis vaksin mana saja yang Anda butuhkan dan carilah instansi kesehatan yang terpercaya saat hendak mendapat vaksin.

Advertisement
Alinesia