11 Tanda Bahaya pada Mata yang Tidak Boleh Diabaikan


By Nurul Kuntarti

Masalah kesehatan mata acapkali menjadi isu yang terabaikan. Banyak orang baru melakukan langkah ketika masalah pada penglihatan mulai mengganggu. Padahal dengan mengenal lebih awal apa saja tanda bahaya pada mata, Anda bisa mendeteksi dini keberadaan gangguan penglihatan mata sebelum menjadi kondisi yang serius.

Perkembangan dunia digital bisa dikatakan sebagai salah satu aspek penyebab mengapa masalah kesehatan mata belakangan banyak muncul. berlama-lama di depan layar tanpa sadar sudah mengorbankan indera penglihatan Anda.

Yang menjadi masalah, kebanyakan orang tidak cukup peka menyadari bahwa mata mereka bermasalah. Gejala dan tanda kecil acapkali tidak dihiraukan sampai gangguan sangat mengganggu indera penglihatan. Dan tentu saja, ketika itu tindakan medis apapun bisa jadi akan cukup terlambat. Memahami lebih awal apa saja gejala dan tanda bahaya pada mata akan memudahkan Anda deteksi dini.

Apa Saja Potensi Masalah Kesehatan pada Mata?

Kebanyakan orang sebenarnya tidak menghadapi keluhan mata serius selain fakta mereka memiliki gangguan pada lensa yang menyebabkan mereka mengalami rabun jauh atau dekat. Sebagian lain hanya mengalami gangguan karena efek dari alergi.

Tetapi, beberapa kondisi serius pada mata seperti glukoma, katarak, retinopati dan lain sebagainya bisa jadi muncul tanpa sempat Anda sadari sejak awal. Tanpa penanganan dini, jenis masalah kesehatan pada mata ini tidak akan mudah untuk diatasi. Bahkan mungkin untuk berkembang menjadi kebutaan permanen.

Bahkan sebenarnya sejumlah gangguan penglihatan mata yang awalnya terlihat ringan dapat saja berkembang menjadi bahaya ketika tidak dihiraukan. Itu pula sebabnya secara medis, mereka dengan usia di atas 40 tahun akan sangat disarankan untuk menjalankan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali demi memastikan setiap gangguan dapat terdeteksi dini.

Sejumlah masalah kesehatan pada mata dapat dikaitkan dengan aspek penurunan fungsi indera yang muncul seiring usia. Sejumlah keluhan yang masuk kategori ini antara lain adalah katarak dan degenerasi makula.

Tetapi gangguan penglihatan mata juga bisa dikaitkan dengan masalah kesehatan lain seperti katarak diabetes, diabetes retinopati, hipertensi okular, glukoma, diabetes makula edema dan beberapa keluhan lain.

Masalah kesehatan pada mata ini dapat pula dikaitkan dengan infeksi serius seperti konjungtivitas, retinitis, dan banyak lagi. Juga dapat dikaitkan dengan aspek lain seperti genetik dan perkembangan kondisi abnormal seperti pada buta warna, lazy eye dan keratoconus.

tanda bahaya pada mata
Ilustrasi Nyeri pada Mata (Credit Photo: gotpainarizona / dreamstime)

Tanda Bahaya pada Mata yang Mudah Dikenali

Meski sejumlah penyakit pada mata termasuk kategori bahaya dan dapat menyebabkan resiko serius termasuk kebutaan. Ternyata sejumlah tanda bahaya pada mata berikut dapat menjadi sinyal awal. Memahami sejumlah sinyal awal ini akan membantu kita memahami akan timbulnya masalah kesehatan pada mata kita.

Berikut adalah sejumlah tanda bahaya pada mata yang dapat Anda jadikan sinyal keberadaan masalah kesehatan serius pada mata.

Rasa Pedas pada Mata


Kadang Anda merasakan efek seperti kelilipan disertai dengan efek pedas. Apalagi bila bersamaan dengan itu, Anda juga mengalami masalah kesehatan lain pada mata seperti mata yang terus berair, kemerahan, rasa tidak nyaman saat menatap cahaya disertai dengan efek silau. Bisa jadi mata Anda mengalami gangguan mata kering akibat terlalu lama menatap layar ponsel atau laptop Anda.

Tahukah Anda, ketika Anda menatap layar otomatis Anda tidak menjalankan fungsi reflek mata Anda untuk berkedip. Padahal berkedip itu sangat penting untuk menjaga kelembaban mata. Sehingga ketika Anda menatap layar dan lupa untuk berkedip, mata Anda akan lebih mudah terasa kering. Dan efek iritasi dari layar semakin mudah mengenai mata.

Masalah mata kering juga mungkin terjadi ketika Anda menghadap sumber panas atau udara dingin terlalu lama. Paparan angin atau udara bersuhu ekstrim juga dapat menyebabkan mata menjadi kering.

Mata kering juga bisa diakibatkan Anda kurang istirahat, hingga mata Anda terasa terlalu lelah. Pada mata lelah, suplai oksigen tidak cukup pada mata, hingga mata terasa lebih kering dan tidak nyaman.

Belakangan kasus mata kering juga kerap dikaitkan dengan penggunaan masker di masa pandemik corona. Karena ketika seseorang mengenakan masker, udara pernafasan tertiup ke atas di antara celah masker dan mengenai mata. Ketika ini berlangsung dalam waktu lama, Anda mungkin akan merasakan mata yang pedas dan kering.

Anda bisa meringankan rasa mata kering ini dengan memejamkan mata dalam waktu tertentu atau dengan memberikan obat tetes mata di pasaran. Kurangi penggunaan gadget untuk membantu mengurangi gejala.

Tetapi bila keluhan berlangsung beketerusan Anda bisa segera mengunjungi dokter mata terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Meski pada umumnya, keluhan mata kering bukan masalah yang serius, tetapi bila kerap terjadi dan diabaikan dapat menyebabkan iritasi yang lebih serius.

Kelilipan Terus Menerus


Rasa kelilipan dalam pemahaman medis adalah rasa tidak nyaman dan kadang disertai perih saat mata kemasukan pasir atau kotoran. Rasa perih pada kelilipan biasanya terjadi akibat gesekan antara kornea dengan pasir atau kotoran. Itu sebabnya kadang mata akan menjadi merah setelah kelilipan.

Kelilipan pada dasarnya bukan hal serius. Bisa jadi Anda memang mata Anda kemasukan kotoran atau pasir dari jalanan di sekitar Anda. Dan seketika Anda berhasil membuat kotoran atau pasir ini keluar dari mata, saat itu mata Anda akan merasa lebih baik.

Tetapi bila rasa kelilipan ini kerap sekali muncul, kadang seperti mata kemasukan pasir yang banyak dengan disertai rasa pedas perih, bisa jadi yang Anda alami adalah keluhan yang lebih serius dari sekedar kelilipan biasa.

Pasir halus yang masuk ke dalam mata bisa jadi terendap dalam bola mata. Pasir ini akan terus menerus muncul dan hilang dari kornea tapi tidak sepenuhnya hilang melainkan tersimpan dalam rongga mata. Kadang bahkan berhasil masuk ke dalam rongga optik dan menyebabkan gangguan pada kualitas penglihatan.

Baca Juga:  Butiran Melayang di Depan Mata, Apakah Berarti Retina Anda Lepas?

Bisa pula kotoran yang masuk ke dalam mata tersangkut pada area yang sulit untuk keluar. Keberadaannya kemudian menyebabkan rasa mengganjal yang mengganggu pada mata. Biasanya akan terasa saat mata berkedip.

Bila Anda terus menerus mengalami gangguan pada kualitas penglihatan disertai rasa kelilipan yang datang pergi, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kondisi demikian mungkin membutuhkan tindakan bedah mata kecil untuk mengangkat kotoran yang terendap.

Muncul Floater


Secara medis, floater adalah munculnya bayangan transparan pada penglihatan. Biasanya bayangan transparan ini muncul dan bergerak seiring penglihatan mata. Kadang floater bersifat seperti jaringan benang, kadang seperti rangkaian titik-titik.

Kadang disertai pula dengan efek kilatan cahaya yang tidak kuat. Biasanya floater akan muncul saat seseorang menatap cahaya terang atau area ruang luas dengan warna pucat seperti dinding putih.

Sejatinya pembentukan floater tidak berbahaya, kebanyakan hanya efek dari proses degeneratif dari mata yang menua. Floater bisa jadi hanya muncul sesaat dan kemudian menjadi semakin samar setelah menajamkan penglihatan.

Floater yang muncul pada usia lanjut adalah pengaruh dari menurunnya kualitas cairan penyangga bola mata atau vitreus. Cairan ini berada dalam rongga mata untuk membantu mempertahankan bentuk bola mata. Pada manula vitreus mengalami penurunan, menghasilkan endapan-endapan dengan konsentrasi kekentalan berbeda. Inilah yang menghasilkan bayangan transparan tersebut.

Tetapi bila floater tidak kunjung hilang, semakin tampak gelap dan terlihat semakin padat. Disertai dengan efek bayangan kelabu pada penglihatan bisa jadi ini adalah tanda bahaya pada mata. Mungkin Anda tengah bermasalah dengan retina.

Ada banyak gangguan yang mungkin disertai tanda bahaya berupa floater. Terutama bila floater yang muncul cukup mengganggu penglihatan mata. Beberapa penyakit yang biasa disertai tanda bahaya pada mata berupa floater antara lain, glukoma, peradarahan mata, retinopati, retinitis, katarak, makula degeneratif dan lain sebagainya.

Pandangan Silau dan Halo


Efek pandangan silau muncul ketika mata merasa tidak nyaman acapkali mata terpapar cahaya. Pada kondisi cahaya yang berlebihan mungkin ini menjadi wajar dan tidak menjadi tanda bahaya pada mata.

Hanya ketika efek silau muncul bahkan saat cahaya yang memapar tidak terlalu kuat, juga disertai efek halo atau muncul penglihatan pola cahaya melingkar di sekeliling sumber cahaya, bisa jadi yang tengah Anda hadapi adalah katarak. Apalagi bila Anda tengah berada di usia 40 tahun ke atas.

Efek silau dan halo adalah hasil bias dari cahaya pada lensa yang mulai mengalami gangguan berupa pembentukan pemburaman permukaan lensa. Hasilnya adalah terbentuknya pandangan seolah berada dalam kabut.

Di saat awal, efek penglihatan berkabut ini mungkin belum jelas. Tetapi efek halo dan hasil penglihatan yang tidak jelas dan berbayang bisa jadi tanda awal bahaya katarak pada mata. Kadang pasien katarak juga mengalami sejenis gangguan penglihatan ganda atau diplopia.

Gangguan katarak bisa rentan terjadi pada mereka yang memiliki gangguan diabetes. Dapat pula terjadi pada mereka yang sudah menginjak usia lanjut dan memiliki pengalaman aktivitas outdoor di ruang dengan paparan sinar matahari yang sangat kuat. Beberapa pekerja seperti nelayan dan petani memiliki resiko tinggi mengidap katarak.

Pada umumnya, tindakan medis untuk katarak adalah dengan operasi pengelupasan lapisan katarak. Prosedur lain yang biasanya sedikit lebih memakan biaya adalah dengan penggantian lensa dengan lensa buatan.

Lebih Sensitif terhadap Cahaya


Ketika sebelumnya dijelaskan bahwa kerap merasa silau ketika menatap cahaya bisa menjadi tanda bahaya akan adanya katarak pada mata. Ternyata keluhan silau dan sensitif terhadap cahaya tidak hanya berkaitan dengan katarak.

Ada sejumlah keluhan kesehatan lain yang bisa dikaitkan dengan gejala sensitif terhadap cahaya. Sebut saja seperti infeksi mata, migrain hingga herpes pada mata. Sejumlah keluhan infeksi mata dapat dikaitkan dengan gejala sensitif terhadap cahaya seperti konjungtivitas, iridosiklitis, uveitis, retinitis dan lain sebagainya. Secara medis, gangguan sensitif terhadap cahaya ini disebut dengan fotopobia.

Mereka dengan kondisi fotopobia acapkali tidak hanya mengeluhkan efek silau biasa pada saat terpapar cahaya. Pada kasus ini, cahaya dapat menyebabkan mata terasa pedas dan perih, berair hebat dan terasa seperti tertekan.

Over sensitif pada cahaya ini juga dapat dikaitkan  dengan kesehatan dari organ kornea dan pupil. Pupil berfungsi sebagai filter cahaya, untuk mengukur besaran cahaya yang masuk ke dalam mata. Bila cahaya dalam ruangan cukup terang, maka pupil akan mengecil sedang bila cahaya terbatas, maka pupil akan membesar.

Bila fungsi pupil ini tidak bekerja sebagaimana mestinya, bisa jadi filter cahaya tidak bekerja baik. Cahaya yang masuk ke dalam mata menjadi berlebihan di luar kemampuan mata seharusnya. Ini membuat pasien mengalami efek silau yang mengganggu.

Nyeri dan Tertekan pada Rongga Mata


Nyeri pada mata bisa dikatakan bersifat sangat general. Ini adalah keluhan yang dapat diterjemahkan menjadi sejumlah jenis masalah kesehatan pada mata. Setidaknya ketika Anda merasakan nyeri, perih dan tertekan pada mata Anda perlu untuk waspada.

Nyeri pada mata dapat bersifat dangkal dan biasanya ini merupakan tanda bahaya akan adanya infeksi atau iritasi pada permukaan mata. Gangguan mungkin berkembang pada area sekitar kornea dan pupil. Atau pada area sekitar kelopak mata dalam. Kadang masalah kesehatan mata ini berkaitan dengan penggunaan lensa mata kontak atau infeksi pada kornea.

Namun, nyeri mata juga bisa terasa cukup dalam, menusuk hingga kebelakang disertai dengan efek tertekan pada rongga mata. Nyeri jenis ini bisa menjadi tanda bahwa masalah kesehatan pada mata berkembang di area rongga dalam.

Baca Juga:  Memahami Alergi Mata

Keluhan seperti infeksi mata dalam termasuk retinitis, retinopati, hingga glukoma dan edema mata bisa dikaitkan dengan gejala nyeri dan sakit pada mata bagian dalam. Edema atau retinopati kadang juga memunculkan gejala seperti rasa tertekan pada bola mata.

Mata yang Terus Berair


Mata berair bisa menjadi tanda mata Anda mengalami iritasi. Bisa pula menjadi tanda mata Anda tengah sensitif atau mulai tidak nyaman dengan paparan cahaya berlebihan. Tetapi, mata berair pada umumnya dikaitkan dengan kasus alergi.

Mereka dengan keluhan rinithis dan asma cenderung mudah merespon serangan alergi dengan mata yang terus berair. Air mata sendiri sejatinya memang berfungsi sebagai salah satu proteksi diri terhadap masuknya benda asing ke dalam mata.

Jadi ketika terjadi reaksi alergi pada mata, maka mata akan menghasilkan lebih banyak cairan air mata dengan asumsi tubuh merespon unsur alergi yang memapar tubuh kita. Air mata akan bekerja sebagai pembersihan pada mata.

Terapi dengan obat antihistamin dapat menjadi pilihan tepat dalam kasus ini. Tetapi bila Anda mengalami keluhan mata berair dengan sejumlah keluhan lain seperti perih, mata pedas, rasa pegal dan tertekan pada mata, mata kemerahan dan gangguan seperti ada sesuatu yang mengganjal ada baiknya Anda tetap memeriksakan mata Anda.

Penglihatan Buram


Pandangan yang buram dan tidak fokus biasanya hanya merupakan tanda adanya keluhan miopi dan hipermiopi atau rabun jauh dan dekat. Anda hanya perlu memeriksakan mata pada dokter mata terdekat untuk kemudian diukur tingkat kerabunan pada mata. Ini menjadi acuan kacamata yang tepat untuk dikenakan.

Tetapi, yang tidak banyak dipahami kebanyakan orang, penglihatan buram juga bisa menjadi tanda bahaya untuk masalah kesehatan mata. Pandangan buram menjadi tanda adanya gangguan proses pembentukan bayangan sempurna pada retina, hingga pandangan menjadi berbayang atau buram.

Beberapa jenis penyakit seperti glukoma, katarak, pelepasan retina, tumor mata (pterigium), perdarahan mata dan mokular degenerasi bisa ditandai dengan munculnya keluhan penglihatan buram.

Jadi bila Anda mendapati mata Anda mendapatkan gangguan penglihatan mata buram yang tidak kunjung hilang, dan tidak juga teratasi dengan kacamata rabun jauh atau dekat, coba untuk melakukan test lebih lanjut. Bisa jadi yang sedang Anda hadapi adalah salah satu tanda bahaya pada mata yang perlu segera mendapatkan tindak lanjut.

Hilangnya Penglihatan Tepi


Hilangnya penglihatan tepi adalah salah satu tanda bahaya pada mata yang perlu segera Anda tindak lanjuti. Pada umumnya gangguan penglihatan mata jenis ini selalu menjadi tanda bahaya awal akan adanya masalah kesehatan serius pada mata Anda.

Penglihatan tepi yang hilang bisa jadi tanda bahwa fungsi bola mata, retina atau kornea Anda terganggu. Bisa jadi Anda tengah mengalami keluhan glukoma, retinopati, makula degeneratif hingga pelepasan retina. Bisa pula merupakan tanda adanya tumor pada otak.

Hilangnya penglihatan tepi ini menyebabkan ruang pandang Anda jadi sempit. Area tepi dari penglihatan akan terlihat gelap atau kelabu dan buram. Semakin lama luas ruang penglihatan akan mengecil dan seolah menyudut seperti kita tengah mengintip dari dalam lorong, hingga kerap pula disebut dengan tunnel vision.

Pada umumnya gangguan penglihatan mata ini tidak dapat diatasi. Hanya dapat dicegah untuk memburuk lebih jauh. Terapi hanya bertujuan mencegah meluasnya area hitam dalam penglihatan.

Muncul Bayangan Bergelombang


Salah satu gangguan penglihatan mata yang juga perlu segera Anda waspadai adalah ketika Anda merasakan penglihatan Anda membentuk gelombang. Baik itu gelombang bergerak ataupun gelombang diam.

Penglihatan yang tidak rata menandakan bayangan dari lensa Anda jatuh pada retina dengan cara yang tidak tepat. Gelombang bergerak menandakan adanya benda aktif bergelombang di antara lensa dan retina, bisa jadi adalah cairan. Sedang bila gelombang tidak bergerak bisa jadi masalah terletak pada retina atau makula.

Kondisi penglihatan bergelombang disebut pula dengan penglihatan terdistorsi. Ini akibat bayangan yang gagal tertangkap sempurna oleh makula. Kebanyakan kasus dapat dikaitkan dengan retinopati retinitis, pelepasan retina atau gangguan makuka degeneratif. Dapat pula dikaitkan dengan glukoma.

Bantuan medis dengan sinar laser belakangan populer digunakan untuk meringankan gangguan penglihatan mata ini. Tetapi sebenarnya tidak dapat mengatasi masalah kesehatan mata yang ada dengan tuntas.

Penglihatan Ganda


Penglihatan ganda secara medis dapat diartikan sebagai mata silinder atau astigmatisme dan keluhan diplopia. Kedua masalah kesehatan mata ini memiliki kondisi penglihatan yang berbeda, tetapi bisa pula berkaitan.

Bila astigmatisme muncul akibat gangguan pada permukaan kornea yang tidak lagi sempurna, hingga membentuk sudut dan jatuh bayangan yang ganda. Astigmatisme yang berat dapat menyebabkan efek diplopia.

Sedang pada diplopia, bayangan ganda yang muncul lebih kuat, melebar dan jelas. Biasanya  diplopia tidak hanya disebabkan oleh efek astigmatisme. Bisa pula disebabkan adanya tekanan yang menyebabkan gambaran optik yang jatuh pada retina tidak muncul sempurna. Baik karena gangguan tumor pada mata, perdarahan mata, gangguan saraf, peradangan, gangguan pada retina, makula denegeratif dan lain sebagainya.

Kadang gangguan berkepanjangan diplopia ini dapat menyebabkan mata terasa mudah lelah, mudah terasa pegal dan mengakibatkan perubahan bentuk antara penampilan mata kanan dan kiri.

gangguan penglihatan mata
Ilustrasi Gangguan pada Mata (Credit Photo: medicalnewstoday / shutterstock)

Itulah sejumlah masalah kesehatan mata yang perlu Anda jadikan sebagai tanda bahaya pada mata. Jangan mengabaikan tiap sinyal karena bisa jadi itu adalah tanda adanya gangguan penglihatan mata serius yang bisa berujung kebutaan.

Sumber

tanda bahaya pada mata:

Bauch+Lomb. Updated: 2020. Diseases and Disorders ; Your Eyes Concern. https://www.bausch.com/your-eye-concerns/diseases-and-disorders

Amanda Gardner. The Healthy. Updated: 2019-12-19. 11 Signs Your Eyes Could Be in Danger. https://www.thehealthy.com/eye-care/dangerous-eye-symptoms/

Tentang Penulis 

Nurul Kuntarti

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Nurul Kuntarti seorang seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}