Degenerasi Makula: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya


By Nurul Kuntarti

Kebanyakan dari kita hanya mengenal masalah rabun jauh dan rabun dekat ketika bicara soal penyakit mata. Padahal ada begitu banyak ancaman yang dapat mengganggu fungsi penglihatan Anda. beberapa lebih kerap muncul ketika usia Anda menginjak 60 tahunan. Seperti penyakit degenerasi makula ini.

Apa sebenarnya penyakit degenerasi makula? Bagaimana pengaruhnya terhadap kemampuaan penglihatan Anda? dan bagaimana cara mengenali munculnya penyakit mata ini? Serta apa pengobatan terbaik untuk keluhan ini? kita akan mencoba mengulik lebih dalam mengenai keluhan mata ini.

Apa Sebenarnya Penyakit Degenerasi Makula?

Degenerasi makula adalah penyakit degeneratif atau penurunan fungsi akibat efek proses penuaan seseorang. Kali ini masalah muncul pada bagian makula dari mata, yakni satu zona kecil di tengah retina yang memiliki komponen sel saraf terbanyak.  Makula ini merupakan lapisan jaringan yang terbentuk pada titik pusat retina tepat pada sisi belakang bola mata.

Makula sendiri menjadi bagian penting dari retina yang menyebabkan kita leluasa melihat lurus ke depan dengan tingkat penglihatan paling jelas. Makula menjadi pembeda kualitas penglihatan kita ke depan dengan penglihatan samping yang akan cenderung buram.

Makula menjadi salah satu bagian terpenting dari kemampuang melihat dari mata kita. Karena pada akhirnya seseorang memang akan sangat bergantung pada kemampuan mereka melihat lurus ke arah depan.

Degenerasi makula adalah kondisi ketika fungsi makula ini mengalami penurunan. Ini menyebabkan gangguan penglihatan serius ke arah depan. Kasus ini sendiri di Asia cenderung tidak tinggi, menurut data sementara hanya sekitar 6% di seluruh Asia.

Tetapi banyak pakar lebih meyakini angka ini tidak akurat, mengingat kesadaran masyarakat Asia terhadap kesehatan mata tergolong rendah. Bisa jadi keluhan degenerasi makula tak sepenuhnya disadari bahkan diabaikan sehingga tidak ada tindak lanjut medis yang dilakukan.

Mereka dengan masalah penyakit mata ini akan mengalami pandangan kabur ketika menatap ke arah depan. Pasien akan sulit untuk melihat dengan fokus meski lensa mata pada dasarnya normal.

Pada jangka pendek masalah penyakit mata ini bisa jadi tidak menunjukan efek terlalu besar. Tetapi dalam jangka panjang kerusakan akan semakin berkembang dan memungkinkan pasien mengalami kerusakan penglihatan permanen. Pasien akan sulit melihat ke arah depan dengan jelas bahkan mungkin kehilangan penglihatan depan dengan permanen.

Jenis Penyakit Mata Degenerasi Makula

Secara medis, terdapat dua jenis penyakit mata dari degenerasi makula dengan sejumlah gejala mirip tetapi dengan situasi medis yang berbeda. Dua jenis degenerasi makula tersebut akan dijelaskan masing-masing di bagian berikut:

Degenerasi Makula Kering

Jenis satu ini menjadi keluhan terbanyak untuk jenis penyakit mata ini. Menyerang sekitar 80 kasus dari degenerasi makula. Biasanya penyakit mata ini berkembang lambat dan bila cepat terdeteksi mungkin sekali untuk teratasi.

Keluhan ini diawali dari terbentuknya protein kecil bernama drusen pada permukaan muka retina. Protein ini terbentuk dari endapan kotoran dan residu, termasuk toksin yang masuk ke dalam mata. Drusen ini menghalangi retina terutama makula untuk bekerja hingga menyebabkan bayangan sulit mencapai makula dengan baik.

Semakin besar ukuran drusen, semakin buruk penglihatan yang dihasilkan. Tetapi masalah terbesar akan muncul bila drusen ini mulai menyebabkan kerusakan pada Retinal Pigment Epithelium atau RPE. Pigmen ini yang menjadi salah satu pelindung dari sel-sel batang dalam retina yang bekerja menangkap bayangan. Kerusakan pad RPE akan mengakibatkan kerusakan penglihatan permanen.

Dalam kondisi terbatas, makula juga dalam mengalami kerusakan akibat paparan sinar Ultraviolet yang membakar sel-sel batang dalam makula secara bertahap. Keluhan ini akan menyebabkan kerusakan penglihatan permanen yang bisa saja berkembang memburuk bila diabaikan.

Degenerasi Makula Basah

Masalah penglihatan ini berawal dari keluhan degenerasi makula kering yang tidak teratasi. Akibatnya drusen terus meluas dan mulai menyebabkan beberapa sel-sel abnormal terbentuk. Termasuk di antaranya terbentuknya jaringan pembuluh darah abnormal yang terjalin antara koroid dan makula.

Pembuluh darah ini demikian rapuh sehingga mudah bocor dan menyebabkan masuknya darah dan air ke dalam makula. Air dan darah ini menghalangi retina dan makula menangkap bayangan dan cahaya. Bahkan mungkin merusaknya secara permanen.

Apa Penyebab Degenerasi Makula?

Penyakit mata ini sebenarnya belum sepenuhnya dipahami penyebabnya. Tetapi sejumlah pakar mata melihat adanya efek proses penurunan fungsi dari sel-sel pada makula akibat efek penuaan dan mulai berkurangnya daya regenerasi sel akibat efek usia.

Gangguan penglihatan mata juga diduga kuat berawal dari penumpukan residu dan kotoran dari mata pada  permukaan depan retina yang memicu gangguan penglihatan. Kadang aspek residu dan kotoran ini juga yang memicu terbentuknya pola abnormal dari retina.

Pada umumnya keluhan muncul tanpa gejala berarti dan berkembang secara perlahan seiring pertambahan usia. Tetapi sejumlah pasien ditemukan mengeluhkan perkembangan degenerasi makula cepat yang dalam waktu singkat mengakibatkan gangguan kemampuan penglihatan permanen, termasuk kebutaan.

Faktor yang Meningkatkan Resiko Kerusakan Makula

Meski belum dipahami betul penyebabnya, beberapa pandangan lain sebagaimana dijelaskan dalam Mayo Clinic melihat sejumlah faktor dapat meningkatkan resiko seseorang terserang penyakit mata ini. Beberapa faktor yang meningkatkan resiko seseorang terserang degenerasi makula antara lain.

Peringatan: No bibliography format exists for your citation type.

Usia

Mereka dengan usia di atas 65 tahun memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami masalah degenerasi makula. Lebih dari 80% kasus memang ditemukan pada kalangan usia manula.

Faktor Genetik

Sejumlah pasien dari keluhan degenerasi makula ini rupanya juga memiliki faktor genetik atau garis keturunan yang juga mengidap keluhan penyakit mata yang serupa. Diyakini pula mereka dengan ras kaukasoid atau berkulit putih memiliki kecenderungan lebih tinggi mengidap keluhan penglihatan ini.

Merokok

Asap dari rokok yang mengkontaminasi bola mata dalam jangka panjang diduga kuat memberi efek kerusakan pada sel-sel penglihatan dan menyebabkan gangguan penglihatan semacam ini.

Kegemukan

Dugaan kuat bahwa masalah kegemukan menyebabkan sirkulasi darah menuju kepala terganggu termasuk menyebabkan retina tidak mendapatkan cukup suplai darah, oksigen dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya dalam beregenerasi.

Kardiovaskular dan Tekanan Darah Tinggi

Masih berkaitan dengan fungsi sirkulasi darah, kardiovaskular dan masalah tekanan darah tinggi menyebabkan sistem pompa darah tidak cukup efektif mengirimkan darah keseluruh bagian tubuh. Kadang ini menyebabkan bola mata tidak cukup tersuplai darah dan mengalami gangguan degeneratif.

Paparan Polusi Tinggi

Mereka yang bekerja dengan lingkungan polusi tinggi dan rentan terpapar pada bola mata juga cenderung memiliki resiko tinggi mengidap degenerasi makula ini. Penyakit mata ini dapat muncul karena endapan toksin dan kotoran tersebut tertahan di muka retina dan memicu gangguan muncul.

Paparan Sinar UV A dan UV B Berlebihan

Mereka yang kerap bekerja di luar ruangan memang sangat dianjurkan untuk menggunakan kaca mata khusus. Alasan utamanya adalah untuk menahan efek samping dari UV A dan UV B terhadap mata, termasuk terhadap retina. Efek paparan Ultraviolet ini dapat membakar retina termasuk makula dan merusaknya dengan permanen.

Mengenali Gejala Degenerasi Makula

Sebagaimana dijelaskan, pada dasarnya keluhan ini tidak banyak menunjukan gejala. Kerap kali pasien sama sekali tidak merasakan keluhan apapun dari efek kerusakan makula ini. Penyakit mata ini biasanya tidak disertai dengan keluhan nyeri atau linu pada mata.

Apalagi bila keluhan penglihatan ini diawali hanya dari satu mata. Sebelum menjadi cukup buruk, pasien akan sulit menyadari keluhan ini karena kekurangan penglihatan pada satu mata akan tertutupi oleh penglihatan dari mata yang sehat. Tetapi pada banyak kasus kerusakan pada satu mata akan menyebar ke mata yang lain dalam jangka panjang.

Ilustrasi penglihatan degenerasi makula
Sumber: macularsociety

Hanya saja pasien akan mengalami gangguan atau distorsi penglihatan yang secara progresif akan terus berkembang dan memburuk. Penglihatan yang awalnya hanya berupa efek distorsi akan berkembang menjadi efek penglihatan yang memburam, menggelap hingga hilang.

Menurut Livescience, gangguan penglihatan degenerasi makula ini pada awalnya akan ditandai dengan sejumlah keluhan seperti :

  • Penglihatan tengah terlihat seperti bergelombang atau tidak rata.
  • Objek yang dilihat terlihat mengecil atau kadang terlihat menjauh
  • Sulit fokus pada penglihatan depan seolah berbayang dan buram
  • Seolah warna dari penglihatan memudar dan kehilangan intesitas serta kecerahannya.
  • Sulit untuk melihat dalam cahaya yang redup.
  • Ada semacam bayangan atau garis pada penglihatan yang terletak di tengah.
  • Pandangan yang buram ketika digunakan untuk membaca dan tidak terbantu oleh kaca mata.
  • Muncul titik gelap seolah telah melihat cahaya terang tetapi tidak juga hilang
  • Halusinasi seperti bayangan atau gelombang tertentu yang muncul dan hilang

Diagnosis dari Degenerasi Makula

Untuk memastikan keberadaan penyakit mata ini, pasien yang mengeluhkan penglihatan buram pada usia di atas 60 tahun akan disarankan untuk menjalankan sejumlah rangkaian tes. Dan beberapa tes tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tes Visual Akuitas

    Tes ini sebenarnya merupakan tes penglihatan standar untuk melihat seburuk apa penglihatan dari pasien. Pada tes ini belum dapat dinilai apakah pasien positif mengidap degenerasi makula atau tidak.

  • Tes Dilasi Mata

    Dilasi mata atau pelebaran mata dilakukan dengan membantu melebarkan pupil menggunakan obat tetes mata tertentu. Dengan melebarnya pupil dokter bisa memeriksa dengan langsung kondisi retina dan perangkat optik lain di belakang lensa. Pemeriksaan dilakukan dengan perangkat lensa khusus untuk melihat keberadaan cairan atau drusen di retina.

  • Amsler Grid

    Grid adalah bahasa lain dari kisi atau garis-garis. Pasien akan diminta untuk melihat ke arah deretan garis-garis untuk melihat sebaik apa penglihatan pasien menangkap bentuk garis-garis tersebut. Pada umumnya pasien dengan keluhan degenerasi makula akan melihat garis lurus seperti bergelombang atau tidak rata.

  • Angiogram

    Tes ini dilakukan dengan bantuan semacam kamera khusus yang diarahkan pada retina. Sebelumnya pasien akan mendapatkan semacam pewarna yang disuntikan melalui pembuluh darah di tangan. Kamera akan menangkap keberadaan pigmen warna tadi pada retina di tempat-tempat abnormal.

  • Tomografi

    Pemeriksaan penglihatan ini dilakukan dengan menggunakan cahaya khusus. Cahaya ini dapat menembus pupil dan lensa tepat menuju retina. Dari pemeriksaan ini dapat dilihat keberadaan retina dan permukaannya. Termasuk bilamana terlihat adanya penebalan, pembengkakan, endapan di permukaan retina dan penyakit mata lain.

Terapi dan Pengobatan untuk Degenerasi Makula

Sulit menentukan terapi yang tepat untuk pasien degenerasi makula. Terutama bila jenis yang dialami pasien adalah jenis kering. Karena cara terbaik hanyalah dengan mengentaskan drusen yang terendap pada retina. Masalahnya tidak ada cara teknis yang dapat dilakukan untuk mengangkat drusen dari mata.

Upaya terbaik untuk penyakit mata ini adalah dengan membantu meredakan gejala, membantu memudarkan drusen dan membantu menghambat terbentuknya drusen baru. Secara umum terapi yang dapat diberikan hanya berupa suplemen dan diet yang sehat. beberapa pendekatan yang bisa dilakukan antara lain adalah :

Terapi Suplemen

Pasien yang memiliki lapisan drusen di retina mata mereka sebaiknya mulai mengonsumsi vitamin C minimal 500 mg, vitamin E sekitar 400 IU, 10 mg lutein, vitamin A dan betakaroten, mengonsumsi mineral zink sekitar 80 mg, tembaga sekitar 2mg dan mengonsumsi antioksidan khusus seperti zexanthine sekitar 2 mg.

Terapi suplemen akan membantu menutrisi mata dan membantu memperbaiki sirkulasi darah menuju mata. Juga membantu mengentaskan endapan toksin dan residu pada mata yang memicu pembentukan drusen.

Anda juga bisa menjalankan diet sehat yang dilengkapi dengan nutrisi-nutrisi di atas, seperti mengonsumsi ikan-ikanan, sayuran hijau, buah dan sayuran dalam warna merah dan jingga, susu dan turunannya, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Pola Hidup Lebih Sehat

Salah satu kunci mengatasi drusen adalah dengan memperbaiki tekanan darah dan sirkulasi darah. Karena itu kontrol tekanan darah, kadar kolesterol, hindari rokok dan jalankan olahraga kardio untuk membantu memperbaiki masalah-masalah yang meningkatkan resiko degenerasi makula.

Lensa Teleskopik

Karena kerusakan yang sudah terlanjur terjadi kadang sulit untuk diatasi, pasien harus melakukan sejumlah adaptasi pada penglihatan mereka. Namun dalam beberapa kondisi pasien bisa menjalankan penggunaan lensa teleskopik pada  mata untuk membantu mereka melihat dengan lebih baik.

Terapi Anti Angiogenik

Terapi ini diberikan pada kasus degenerasi makula basah yang memang disebabkan oleh terbentuknya pembuluh darah abnormal pada retina yang memicu kebocoran darah dan cairan menuju bola mata.

Terapi dilakukan untuk mematikan pembuluh darah yang sudah terlanjur terbentuk dan mencegah terbentuknya pembuluh darah baru. Langkah yang lazim diberikan bisa berupa:

  • Tembakan Laser

    Tembakan laser diarahkan pada pembuluh darah abnormal yang tidak dikehendaki, hingga mati dan tidak berfungsi.

  • Terapi Fotodinamis

    Kadang sebelum tembakan laser diberikan, pasien akan disuntikan sejenis cairan fotodinamis yang akan mengikat pembuluh darah baru dan calon pembuluh darah baru pada retina.

  • Suntikan Anti VEGF

    VEGF adalah singkatan dari Anti-Vascular Endothelial Growth Factor. Ini adalah hormon khusus dari sel yang mendorong terbentuknya pembuluh darah. Pada kondisi tertentu akibat endapan drusen, sel-sel retina mengalami peningkatan kadar VEGF ini hingga membentuk pembuluh darah mandiri.

    Penyuntikan anti VEGF akan menurunkan level VEGF dalam sel sel retina. Ini akan membantu menghambat sel sel pada retina dan makula membentuk pembuluh darah baru. Ini juga akan membantu mematikan jaringan pembuluh darah yang sudah terlanjur terbentuk.

Intraokular Lensa

Tindakan ini termasuk langkah medis yang memakan biaya lebih besar, karena di sini pasien akan mendapatkan tindakan pembedahan untuk memasang lensa buatan yang bekerja mengarahkan atau membelokan bayangan pada bagian retina sisi lain yang masih relatif sehat.

Meski hasil penglihatan kadang tidak sebaik pada saat masih menggunakan makula, penglihatan dari hasil tindakan ini akan lebih baik dibandingkan pada mereka yang sudah mengalami kerusakan permanen. Kadang dilakukan penyesuaian pada lensa untuk menghasilkan penglihatan yang cukup optimal.

Ilustrasi intraokular lensa untuk pengobatan degenerasi makula
Sumber: Shutterstock

Tindakan ini juga perlu dilakukan dengan pengawasan dan pemeriksaan yang mendalam. Karena beberapa mata bereaksi negatif terhadap pemasangan lensa dan pemindahan titik penglihatan ini.

Selain beberapa terapi di atas, pasien juga akan disarankan untuk melakukan sejumlah adaptasi dengan keterbatasan penglihatan yang mereka miliki. Memaksaan penglihatan akan memperburuk penyakit mata yang mereka derita. Beberapa adaptasi yang harus dilakukan pasien antara lain.

  • Memilih ukuran huruf yang besar untuk menulis dan membaca
  • Gunakan kaca pembesar bila membaca atau menulis huruf berukuran kecil
  • Pilih layar kontras untuk memudahkan mata melihat
  • Gunakan penerangan yang lebih baik
  • Jangan memaksaan penglihatan bila dirasa tidak nyaman
  • Hindari bepergian sendirian
  • Jangan melihat ke arah cahaya seperti melihat ke arah lampu atau ke arah matahari
  • Kenakan kaca mata tabir surya yang tidak berwarna terlalu hitam untuk menahan efek cahaya matahari tanpa merasa penglihatan jadi terlalu gelap

Upaya Pencegahan Degenerasi Makula

Sebenarnya penyakit mata satu ini masih mungkin untuk dicegah, terutama bila Anda masih berada di usia produktif. Ini akan membantu mengurangi resiko terserang penyakit mata ini pada usia tua. Adapun beberapa cara pencegahan degenerasi makula adalah.

Asupan Nutrisi yang Baik

Makan dengan asupan nutrisi yang sehat, perhatikan dengan baik asupan nutrisi yang baik untuk kesehatan mata. Dan utamakan pula untuk mengonsumsi antioksidan. Beberapa jenis nutrisi seperti vitamin C, A, E dan sejumlah mineral penting seperti zink, tembaga dan zat besi akan baik untuk penglihatan Anda.

Jangan lupa untuk menambahkan konsumsi makanan kaya anti oksidan zeaxanthine dan betakaroten yang baik untuk memperbaiki regenerasi sel-sel mata dan membantu menurunkan level drusen dalam jangka panjang.

Lindungi Mata

Hindari untuk menatap langsung pada sumber cahaya besar seperti lampu dan cahaya matahari. Coba kenakan kaca mata tabir surya berkualitas baik saat beraktivitas di luar ruangan. Batasi penggunaan layar biru seperti laptop dan ponsel untuk mengurangi efek radiasi pada mata.

Kurangi Rokok

Rokok merupakan salah satu sumber toksin, baik itu terdapat dalam asap yang terhisap atau asap yang melambung di udara dan mungkin terpapar pada kulit dan mata Anda. Ketika mata terpapar asap dalam waktu yang sering, residu dan toksin di dalamnya bereaksi membebani mata.

Inilah yang kemudian memicu mata memproduksi lebih banyak drusen. Anda juga sebaiknya menghindari paparan asap bertoksin lain seperti asap kendaraan bermotor dan asap pabrik.

Istirahat dan Olahraga Cukup

Tahukah Anda olahraga dan istirahat yang cukup akan sangat baik untuk memperbaiki sirkulasi darah. Dan ternyata masalah sirkulasi darah menuju mata dapat menjadi salah satu hal yang berkaitan erat dengan gangguan penglihatan ini.

Karenanya sebelum terlanjur terlambat, coba atur ulang waktu istirahat dan kebiasaan olahraga Anda setiap hari. Pastikan Anda tidak akan mengalami gangguan sirkulasi darah bahkan diusia manula Anda nanti.

Kebanyakan dari kita memandang remeh penyakit mata dan keluhan penglihatan. Bahkan tidak sedikit yang enggan memakai kaca mata meski telah terdiagnosa memiliki gangguan rabun. Tetapi coba untuk lebih waspada, beberapa penyakit mata rupanya bisa menyebabkan kehilangan penglihatan permanen, seperti pada degenerasi makula ini.

Sumber

Mayo Clinic. Dry Macular Degeneration. Published: 2018-03-03. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-macular-degeneration/symptoms-causes/syc-20350375. Accessed: 2018-08-19. (Archived by WebCite®)

Cari Nierenberg. Macular Degeneration: Symptoms, Diagnosis and Treatments. Published: 2018-07-31. URL: https://www.livescience.com/34781-macular-degeneration-eye-disease.html. Accessed: 2018-08-19. (Archived by WebCite®)

Tentang Penulis 

Nurul Kuntarti

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Nurul Kuntarti seorang seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}