Somnabulisme: Ketika Anda Berjalan Saat Tidur


By Cindy Wijaya

Somnabulisme adalah suatu kondisi di mana seseorang berjalan atau bergerak ke sekeliling tempat tidur padahal sedang tertidur lelap. Saat mengalaminya, Anda boleh jadi melakukan berbagai aktivitas layaknya sudah sadar, seperti berganti pakaian, pergi ke kamar mandi, atau memindahkan barang.

Karena dapat menyebabkan kecelakaan dan membahayakan jiwa, ada baiknya Anda segera menanganinya dan mengambil langkah-langkah pengamanan di sekeliling rumah. Anda tentu tidak mau anak atau anggota keluarga menjadi korban hanya gara-gara berjalan saat tidur bukan? Sebelumnya, kenalilah terlebih dahulu gejalanya!

Beberapa Gejala Berjalan saat Tidur

Anda mengalami somnabulisme jika ketika tidur Anda:

  • Duduk di tempat tidur sambil membuka-tutup kelopak mata
  • Ekspresi wajah yang lesu serta mata sayu
  • Berjalan ke sekeliling rumah sambil melakukan suatu aktivitas, misalnya menghidupkan lampu.
  • Berbicara atau bergerak dengan tidak menentu atau tidak biasa

Gejala di atas seringkali terjadi pada saat tidur Anda memasuki tahap tidur NREM (Non Rapid Eye Movement) dan di awal tidur—sekitar 1-2 jam setelah tertidur.

Menurut National Sleep Foundation, Anda bisa dan memang harus membangunkan seseorang yang berjalan saat tidur. Namun lakukanlah dengan cara yang lembut agar jangan sampai membuatnya panik. Meski demikian, orang yang berjalan sambil tidur biasanya sulit disadarkan dan sering kebingungan ketika dibangunkan, maka Anda perlu menuntunnya kembali ke tempat tidur.

Keamanan bagi Pelaku Berjalan saat Tidur

Anda tidak akan sadar dengan keadaan sekitar sewaktu mengalami somnabulisme, oleh sebab itu Anda beresiko mencederai diri sendiri, khususnya karena tersandung dan terjatuh. Jika Anda cenderung berjalan saat tidur, sebaiknya lakukan evaluasi keamanan di lingkungan rumah Anda.

Evaluasi ini termasuk menyingkirkan kabel listrik dari lantai, mengunci pintu dan jendela sebelum tidur, serta menggeser perabotan agar tidak menghalangi kemungkinan jalur berjalan Anda. Kalau kamar tidur Anda berada di lantai atas, pasanglah penghalang di tangga supaya Anda tidak terjatuh.

Selain itu, ikutilah langkah-langkah berikut untuk mengurangi kecenderungan berjalan saat tidur.

  • Cukup Tidur. Kelelahan dapat memicu perilaku somnabulisme, cobalah untuk tidur lebih awal atau menetapkan jam tidur yang teratur.
  • Lakukan Rutinitas yang Bikin Rileks sebelum Tidur. Misalnya membaca buku, mengurutkan puzzle, atau berendam di air hangat sebelum tidur.
  • Kurangi Stres. Kenalilah berbagai hal yang membuat stres dan cari tahu cara mengatasinya, artikel ini dapat membantu Anda untuk mengobati stres.
  • Kenali Pola Berjalan saat Tidur. Buatlah catatan harian tentang pola tidur Anda dalam beberapa hari. Catat kapan aktivitas berjalan dimulai setelah tertidur, jika waktunya cenderung sama setiap harinya, minta bantuan anggota keluarga atau orang lain yang serumah untuk membangunkan Anda sekitar 15 menit sebelum episode berjalan saat tidur dimulai. Tetaplah terjaga setidaknya 5 menit sebelum kembali tidur.

Perlu diingat, kondisi berjalan saat tidur (khususnya pada anak-anak) biasanya akan mereda dengan sendirinya dan bukan kondisi medis yang berbahaya. Namun jika terjadi berbarengan dengan gangguan tidur atau penyakit lain, seperti sindrom kaki gelisah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}